Uang Bisa Bikin Orang Jadi Jahat? Temukan Jawabannya di Sini!


Liputan6.com, New York - Sejumlah kisah nyata menceritakan bagaimana harta dan uang yang berlimpah dapat membuat seseorang menjadi tamak serta sering berbuat semena-mena. Penasaran dengan paradigma tersebut, Profesor Psikologi Sosial Paul Piff menggelar sebuah eksperimen untuk mencari bukti akurat tentang apakah uang dapat mengubah orang menjadi jahat.

Mengutip laman BBC, Selasa (17/3/2015), dia memulai rentetan eksperimen provokatifnya dengan tema, siapa yang akan berhenti menyediakan jalan untuk pejalan kaki, orang kaya atau miskin. Di jalanan Los Angeles, para pengemudi memang secara perundangan diharuskan berhenti jika seseorang akan menyebrang jalan.

"Tak ada satu pun pengemudi mobil murah yang melanggar aturan, sementara hampir 50 persen dari pengemudi mobil paling mahal melanggar," tuturnya memaparkan hasil eksperimen yang dilakukan.

Piff juga mempertanyakan bagaimana cara orang miskin dan kaya bersikap dalam berbagai skenario situasi kehidupan. Piff mengatakan, memiliki banyak uang ternyata membuat kepedulian Anda pada orang lain berkurang dan cenderung menempatkan kepentingan pribadi di atas kepentingan orang lain.

Setelah hampir 10 tahun melakukan penelitian di bidang tersebut, Piff akhirnya berhasil menemukan kesimpulan kontroversial bahwa menjadi kaya dapat membuat Anda memiliki moral yang buruk.
"Uang dan harta membuat Anda lebih mementingkan keperluan sendiri, keinginan pribadi serta kesejahteraan sendiri. Anda akan memprioritaskan seluruh target pribadi dan membuat kepribadian menjadi berbeda secara psikologi dan material."
~ Prof. Psikologi Sosial Paul Piff

"Uang dan harta membuat Anda lebih mementingkan keperluan sendiri, keinginan pribadi serta kesejahteraan sendiri. Anda akan memprioritaskan seluruh target pribadi dan membuat kepribadian menjadi berbeda secara psikologi dan material," terang Piff.

Piff juga menjalankan sejumlah studi yang menunjukkan bahwa masyarakat kaya seringkali berbuat curang dan jarang mau meluangkan waktunya untuk menolong orang lain.

Dalam salah satu eksperimennya, Piff juga menemukan orang miskin cenderung menyumbangkan uang lebih banyak dibandingkan mereka yang telah kaya.

"Ilmu ekonomi rasional akan mengatakan, orang miskin seharusnya menyimpan uang lebih banyak dan orang kaya memberi lebih banyak. Tapi kami menemukan kebalikannya," kata Piff. Dia menemukan orang miskin lebih baik hati dan mau memberikan dua kali lipat daripada jumlah yang diberikan orang kaya.

Sementara itu, riset dari Profesor Kathleen Vohs di Minnesota University juga dapat menjelaskan hasil penemuan Piff. Dalam penelitiannya, Vohs menemukan, para partisipan yang kaya raya jarang sekali mau membantu orang lain dan cenderung pelit saat dimintai sumbangan.

Tak hanya itu, para peneliti dari Hong Kong Profesor Zhansheng Chen dan Profesor Yuwei Jiang menemukan orang-orang yang memiliki banyak uang cenderung kurang menghargai orang lain dan gemar berbohong. Bahkan hasil penemuannya juga menemukan orang kaya cenderung berbuat curang saat mengerjakan sesuatu. (Sis/Gdn)

Demikianlah uang bisa membuat manusia menjadi jahat...
Dan ada orang yang lebih jahat dari orang jahat, siapakah dia?? Adalah orang baik yang diam saja melihat tindakan orang lain ketika berbuat jahat. ^^


1 komentar:

Sabtu, 30 Januari 2016 20.12.00 WIB Rijal Hilman mengatakan...

Mengapa mereka memprioritaskan hal tersebut? butuh penjelasan yang saling berkaitan. Hingga akhirnya masuk akal.

Mereka sangat terdorong untuk membeli banyak hal?
Waktu prioritas mereka?

Poskan Komentar

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23