Uang Bisa Bikin Orang Jadi Jahat? Temukan Jawabannya di Sini!


Liputan6.com, New York - Sejumlah kisah nyata menceritakan bagaimana harta dan uang yang berlimpah dapat membuat seseorang menjadi tamak serta sering berbuat semena-mena. Penasaran dengan paradigma tersebut, Profesor Psikologi Sosial Paul Piff menggelar sebuah eksperimen untuk mencari bukti akurat tentang apakah uang dapat mengubah orang menjadi jahat.

Mengutip laman BBC, Selasa (17/3/2015), dia memulai rentetan eksperimen provokatifnya dengan tema, siapa yang akan berhenti menyediakan jalan untuk pejalan kaki, orang kaya atau miskin. Di jalanan Los Angeles, para pengemudi memang secara perundangan diharuskan berhenti jika seseorang akan menyebrang jalan.

"Tak ada satu pun pengemudi mobil murah yang melanggar aturan, sementara hampir 50 persen dari pengemudi mobil paling mahal melanggar," tuturnya memaparkan hasil eksperimen yang dilakukan.

Piff juga mempertanyakan bagaimana cara orang miskin dan kaya bersikap dalam berbagai skenario situasi kehidupan. Piff mengatakan, memiliki banyak uang ternyata membuat kepedulian Anda pada orang lain berkurang dan cenderung menempatkan kepentingan pribadi di atas kepentingan orang lain.

Setelah hampir 10 tahun melakukan penelitian di bidang tersebut, Piff akhirnya berhasil menemukan kesimpulan kontroversial bahwa menjadi kaya dapat membuat Anda memiliki moral yang buruk.
"Uang dan harta membuat Anda lebih mementingkan keperluan sendiri, keinginan pribadi serta kesejahteraan sendiri. Anda akan memprioritaskan seluruh target pribadi dan membuat kepribadian menjadi berbeda secara psikologi dan material."
~ Prof. Psikologi Sosial Paul Piff

"Uang dan harta membuat Anda lebih mementingkan keperluan sendiri, keinginan pribadi serta kesejahteraan sendiri. Anda akan memprioritaskan seluruh target pribadi dan membuat kepribadian menjadi berbeda secara psikologi dan material," terang Piff.

Piff juga menjalankan sejumlah studi yang menunjukkan bahwa masyarakat kaya seringkali berbuat curang dan jarang mau meluangkan waktunya untuk menolong orang lain.

Dalam salah satu eksperimennya, Piff juga menemukan orang miskin cenderung menyumbangkan uang lebih banyak dibandingkan mereka yang telah kaya.

"Ilmu ekonomi rasional akan mengatakan, orang miskin seharusnya menyimpan uang lebih banyak dan orang kaya memberi lebih banyak. Tapi kami menemukan kebalikannya," kata Piff. Dia menemukan orang miskin lebih baik hati dan mau memberikan dua kali lipat daripada jumlah yang diberikan orang kaya.

Sementara itu, riset dari Profesor Kathleen Vohs di Minnesota University juga dapat menjelaskan hasil penemuan Piff. Dalam penelitiannya, Vohs menemukan, para partisipan yang kaya raya jarang sekali mau membantu orang lain dan cenderung pelit saat dimintai sumbangan.

Tak hanya itu, para peneliti dari Hong Kong Profesor Zhansheng Chen dan Profesor Yuwei Jiang menemukan orang-orang yang memiliki banyak uang cenderung kurang menghargai orang lain dan gemar berbohong. Bahkan hasil penemuannya juga menemukan orang kaya cenderung berbuat curang saat mengerjakan sesuatu. (Sis/Gdn)

Demikianlah uang bisa membuat manusia menjadi jahat...
Dan ada orang yang lebih jahat dari orang jahat, siapakah dia?? Adalah orang baik yang diam saja melihat tindakan orang lain ketika berbuat jahat. ^^


Nabi Muhammad saw Pembawa Obor Kemanusiaan

Oleh: Dr. Ijaz Ahmad Qomar, Canada

Nabi Muhammad saw sosok pribadi yang agung. Catatan kehidupan beliau, mulai dari kelahirannya sampai beliau wafat telah sampai kepada kita secara komprehensif. Riwayat tentang segala ucapan dan tindakan beliau terpelihara dengan baik sehingga tidak ada sosok lain di dunia ini, yang setiap sisi kehidupannya, setiap aspek karakter dan ajarannya terdokumentasikan dengan baik yang dapat dibandingkan dengan kelengkapan catatan Nabi Muhammad saw. Bahkan hidup beliau sendiri merupakan buku yang terbuka, dimana kepribadian beliau yang suci senantiasa bersinar terang.
Nabi Muhammad saw dilahirkan di Mekkah pada tahun 570 M. Pada saat itu, setiap wilayah di dunia telah tenggelam dalam degradasi moral. Ajaran murni agama Kristen telah semakin memudar. Di India, penyembahan berhala dan ratusan isme semakin berkembang. Diskriminasi rasial yang berdasarkan kasta dan dogma "tak tersentuh" telah merajalela. Situasi ini digambarkan di dalam Al-Qur'an:

"Kerusakan telah meluas di daratan dan di lautan, di sebabkan perbuatan tangan manusia..." (Ar-Rum: 41)
Bahkan bangsa-bangsa beradab telah berada di tangga terendah dari tangga agama, moral dan spiritual. Bahkan pada abad ke-5 dan ke-6, dunia beradab sedang berdiri di tebing kehancuran moral. Masyakat telah tenggelam pada perbuatan-perbuatan kotor, kebodohan, dan keacuhan. Keburukan dari alkoholisme, perjudian, penindasan, tirani, kekerasan, kekejaman dan berbagai perbuatan buruk lainnya adalah hal yang biasa pada masa itu. Kepribadian Nabi Muhammad saw secara alami telah dianugerahi dengan keberuntungan. Ketaatan kepada Sang Pencipta dan cahaya kenabian di dalam diri beliau membuat beliau tidak pernah terpengaruh oleh penyakit masyarakat tersebut. Beliau adalah perwujudan dari kesucian, kemurnian akhlak dan keshalehan.

Dalam kondisi masyarakat seperti itu Allah Taala mengutus Nabi Muhammad saw, pada usia 40 tahun, untuk memimpin umat manusia pada tahun 610 M. Saat Nabi Muhammad saw mengangkat suara melawan kemusyrikan dan penyembahan berhala dan mengajak dunia menuju Keesaan Tuhan yang sejati, orang-orang  dari suku beliau, dan bahkan seluruh bangsa Arab menentang beliau dengan keras. Mereka menganiaya Nabi Muhammad saw dan para pengikut beliau, tetapi Nabi Muhammad saw tidak pernah goyah dan tetap berdiri teguh dalam keyakinannya kepada Keesaan Allah. Meskipun menghadapi penderitaan dan penindasaan yang kuat, beliau tetap gigih menyampaikan pesan Allah. Para pengikut awwalin* memberikan semua pengorbanan  untuk mempertahankan keimanan yang baru itu. Mereka siap untuk berpisah dengan orang-orang terdekat dan orang-orang yang mereka sayangi, mereka siap menderita kerugian harta dan benda-benda berharga yang mereka miliki, semata-mata karena keimanan mereka. Mereka diusir dari rumah mereka, tetapi orang-orang itu tidak berhasil mengusir mereka bahkan menggeser sedikit saja keimanan mereka. 

*)As-Sabiqun al-Awwalun (Arab: السَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ) adalah orang-orang terdahulu yang pertama kali masuk/ memeluk Islam. Mereka adalah dari golongan kaum Muhajirin dan Anshar, mereka semua sewaktu masuk Islam berada di kota Mekkah, sekitar tahun 610 Masehi pada abad ke-7. Pada masa penyebaran Islam awal, para sahabat nabi di mana jumlahnya sangat sedikit dan golongan as-sabiqun al-awwalun yang rata-ratanya adalah orang miskin dan lemah. (Wikipedia).
 

Setelah tiga belas tahun penganiayaan akhirnya Nabi Muhammad saw dan para pengikut beliau berhijrah dari Mekkah ke Madinah. Tetapi musuh Islam tidak membiarkan mereka begitu saja, bahkan mereka ingin menghapuskan Islam dengan kekuatan mereka. Untuk alasan inilah Allah mengizinkan Nabi Muhammad saw untuk membela diri dengan tujuan semata-mata untuk membangun perdamaian dan kebebasan berkeyakinan. Meskipun dengan perlengkapan yang minim dan pasukan yang kecil, Allah Taala menganugerahkan kesuksesan kepada mereka. Hal itu semata-mata karena bantuan dan dukungan dari Allah Taala kepada Nabi Muhammad saw.

Hanya delapan tahun setelah hijrah dari Mekkah, orang-orang Mekkah tunduk kepada Nabi Muhammad saw. Pada saat itu bisa saja beliau menetapkan balas dendam kepada orang-orang kafir Mekkah atas kebiadaban mereka sebelumnya, karena beliau sekarang telah bertindak sebagai pemenang, tetapi beliau memilih untuk memaafkan mereka semua. Tindakan pengampunan tersebut tiada bandingnya dalam sejarah umat manusia.

Saya akan menuliskan aspek-aspek kehidupan Nabi Muhammad saw, akhlak dan ajaran beliau yang menjadikan beliau sebagai pembawa obor kemanusiaan dan pemersatu bangsa.




Tauhid - Keesaan Allah yang Unik

Untuk menciptakan persatuan dalam pikiran dan tindakan, penting sekali untuk menerima dan menghayati Keesaan Tuhan dengan penuh. Jika kita semua memiliki Pencipta yang Satu, Sang Pembimbing, Sang pemelihara dan Pemberi Pertolongan, maka meskipun kita berbeda-beda dalam berbagai keyakinan tertentu, tetapi kita dapat bersatu dalam platform bersama. Untuk alasan inilah, Nabi Muhammad saw telah meletakkan penekanan pada Keesaan Tuhan dan menyatakan, "Tidak ada yang patut disembah kecuali Allah". "Katakanlah Allah itu Esa dan Tidak memiliki sekutu." Jadi, Nabi Muhammad saw mengundang semua bangsa dunia dalam bahasa Al-Qur'an ini: 
Katakanlah, "Hai Ahli-kitab, marilah kepada satu kalimat yang sama di antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah kecuali kepada Allah swt., dan tidak pula kita mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, dan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah swt..." (Ali Imran: 64)
Dengan menerima ajakan ini secara sungguh-sungguh maka hal ini akan menghilangkan perbedaan kita dan saling membenci dan menghina; segala dendam dan dengki akan hilang. Konsep Islam tentang Allah sebagai Robbul 'alamiin (Tuhan Semesta Alam) yang dibawa dan disebarkan oleh Nabi Muhammad saw kepada dunia, maksudnya adalah Tuhan bukanlah Pemelihara untuk Muslim saja, atau Hindu, Kristen dan Budha, tetapi Pemelihara kita semua, terlepas dari semua afiliasi dan nomenklatur kita. Bahkan orang-orang yang menyangkal keberadaan Tuhan juga mendapatkan manfaat dari sifat-sifat Allah. Konsep kesatuan Tuhan dan Sang Pemelihara kita semua adalah batu pondasi dimana bangunan persatuan dan persaudaraan universal dapat dan harus dibangun.



Kenabian Universal

Harus diingat bahwa sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw, semua nabi, rasul dan reformer dikirim hanya untuk bangsa-bangsa tertentu saja dan bersifat terbatas pada daerah-daerah tertentu. Tak satupun dari antara mereka yang membuat klaim universal. Inilah perbedaan Nabi Muhammad saw, pesan beliau tidak terbatas hanya untuk kaum Quraisy atau Mekkah dan orang Arab saja, tetapi ditujukan kepada seluruh umat manusia dan seluruh bangsa. Hal ini dijelaskan di dalam Al-Qur'an: 
Katakanlah, “Hai manusia, sesungguhnya aku Rasul Allah kepada kamu sekalian..." (Al-Araf: 159)
Dengan demikian beliau mengundang kepada semua bangsa di dunia untuk berada dalam satu sumber, sehingga akan menjadi awal bagi kesatuan dalam pikiran dan tindakan mereka.



Kebebasan Berkeyakinan

Kebebasan hati nurani adalah hak asasi setiap manusia. Dalam era komtemporer ini, setelah usaha bertahun-tahun, PBB mengadopsi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia pada tahun 1948. Pada bagian ke 18, kebebasan pikiran, hati nurani dan agama telah diterima sebagai hak dasar manusia. Tapi, sebenarnya pondasi telah diletakkan lebih dari 1400 tahun yang lalu, ketika Nabi Muhammad saw mengajarkan hak individu dan kolektif setiap orang yang berbeda dalam hal pemikiran, pendapat, sikap dan keyakinan. Perbedaan bagaimanapun tidak dapat diterapkan pada orang lain dengan kekerasan, karena hal ini bertentangan dengan kebebasan hati nurani dan dapat menumpahkan darah manusia.

Al-Qur'an telah menyatakan dengan tegas. 

"Tidak ada paksaan dalam agama. Sesungguhnya jalan benar itu nyata bedanya dari kesesatan..." (Albaqarah: 256)
Ajaran ini adalah bukti kebebasan berkeyakinan yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw.



Kesetaraan Untuk semua Manusia

Faktor yang merusak persatuan bangsa adalah karena tidak adanya kesetaraan diantara mereka. Nabi Muhammad saw memainkan peran utama dalam menghapus perbedaan ras, suku dan kasta yang terdapat diantara orang-orang pada waktu itu, dan dipersembahkan kepada dunia sebuah piagam kesetaraan yang tiada banding. Beliau memberi bentuk piagam ini dalam bentuk perintah Al-Qur'an sebagai berikut: 
"Hai manusia, Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan; dan Kami telah menjadikan kamu bangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kamu dapat saling mengenal. Sesungguhnya, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Waspada." (Al-Hujurat: 13)
Prinsip kesetaraan Al-Qur'an ini telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw pada kesempatan Khutbah terakhir. Khutbah tersebut dapat diringkas dalam kata-kata berikut:

"Kalian adalah bersaudara. Semua orang adalah sama menurut Islam. Arab tidak memiliki keunggulan diatas orang Non-Arab, begitupun non Arab diatas orang Arab. Seorang pria kulit putih tidak ada keunggulan diatas pria kulit hitam, atau dalam hal ini seorang pria kulit hitam tidak ada kelebihan diatas pria kulit putih, tetapi yang membedakan hanyalah orang-orang yang memperlihatkan kebenaran dan usaha untuk mencapainya. Menurut Islam, tidak ada perbedaan dalam mendapatkan pahala berdasarkan warna kulit atau keturunan."




Menegakkan Keadilan

Pembentukan perdamaian memerlukan penerapaan keadilan dan kejujuran, jika penerapannya buruk maka hal itu dapat menghancurkan bangsa dan konsekuensi yang mengerikan. Oleh sebab itu Nabi Muhammad saw menekankan bahwa semua orang, terlepas dari status mereka, harus diperlakukan dengan keadilan sejati. Ajaran Al-Qur'an sangat jelas menerangkan tentang hal ini: 
"Sesungguhnya Allah swt. menyuruh berlaku adil dan berbuat kebaikan dan memberi kepada kaum kerabat ; dan melarang dari perbuatan keji, dan hal yang tidak disenangi, dan memberontak.  Dia memberi kamu nasihat supaya kamu mengambil pelajaran." (An-Nahl: 90)
Dan standar keadilan yang diperlukan adalah: 
"Hai orang-orang yang beriman,  hendaklah kamu berdiri teguh karena Allah, menjadi saksi dengan adil; dan janganlah kebencian sesuatu kaum mendorong kamu bertindak tidak adil. Berlakulah adil; itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah swt. Sesungguhnya, Allah swt.  Maha Mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan." (Almaidah: 8)
Nabi Muhammad saw diriwayatkan telah bersabda bahwa negara-bangsa-bangsa terdahulu telah dihancurkan karena mereka menghukum masyarakat lemah dan membiarkan orang-orang yang berada pada status sosial yang lebih tinggi.



Menghormati Pendiri Semua Agama

Untuk menciptakan persatuan diantara bangsa-bangsa di dunia, Nabi Muhammad saw telah memberikan kita aturan emas untuk menghormati dan menghargai para Pendiri atau tokoh suci dari berbagai agama. Jika kita tidak mengikuti aturan emas ini, maka hal itu akan berpotensi menciptakan saling permusuhan dan perselisihan, yang akan merusakan kedamaian masyarakat dan menciptakan pertumpahan darah.

Nabi Muhammad saw menyampaikan ajaran Al-Qur'an ini untuk mengakhiri permusuhan:
 

"...dan bagi setiap kaum ada seorang pemberi petunjuk." (Ar-Ra'd: 7) 
"...dan tiada suatu kaum pun melainkan telah diutus kepada mereka seorang pemberi ingat." (Al-Fathir:25)
Karena semua utusan Tuhan diutus dengan oleh Tuhan yang sama, maka tugas kita adalah menghormati mereka dalam ukuran yang sama. Jadi jika kita benar-benar yakin kepada Nabi Muhammad saw maka kita akan menghargai pendiri agama lain sebagai bagian dari keimanan kita.

Di masa hidup Nabi Muhammad saw seorang Yahudi dan orang Arab bertengkar tentang keunggulan masing-masing nabi mereka. Orang Yahudi tersebut merasa sakit hati dengan cara Muslim tersebut menyampaikan klaimnya. Ketika orang Yahudi itu mengeluhkan perihal tersebut kepada Nabi Muhammad saw, beliau memperingatkan perilaku Muslim tersebut dengan bersabda: "Jangan meninggikan aku diatas Musa". Inilah standar toleransi yang tinggi dan kesopanan Nabi Muhammad saw yang harus kita miliki.

Nabi Muhammad saw tidak hanya mewariskan kepada kita ajaran dalam menghormati pendiri agama lain dan nabi-nabi, tetapi juga mengajarkan kita supaya tidak menjelek-jelekkan keyakinan dan prinsip-prinsip mereka: 

"Dan, janganlah kalian memaki apa yang diseru mereka selain Allah swt., maka mereka memaki Allah swt. karena rasa permusuhan, tanpa ilmu..." (Al-An'am: 109)
Terdapat peristiwa terkenal tentang toleransi yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad saw dalam hidupnya. Beliau mengizinkan delegasi Kristen Najran untuk melakukan ibadah mereka di masjid Madinah. Sejarah dunia belum menghasilkan contoh seperti dalam menghomati dan toleran terhadap keyakinan orang lain.



Menentang Kekejaman terhadap Hewan

Nabi Muhammad saw memperingatkan perlakuan kejam terhadap hewan dan memerintahkan bahwa hewan diperlakukan dengan baik, karena mereka juga adalah ciptaan Tuhan. 'Abdullah bin Mas'ud meriwayatkan: 
"Ketika kami dalam suatu perjalanan bersama dengan Nabi (saw) kami melihat dua merpati kecil di dalam sarang dan kami menangkap mereka. Burung itu masih sangat kecil. Ketika induk burung kembali ke sarang, ia tidak menemukan anak-anaknya yang masih kecil di dalamnya, ia mulai terbang berputar-putar. Nabi Muhammad saw tiba di tempat ia melihat burung merpati itu, beliau bersabda: "Jika salah seorang dari kalian telah menangkap anaknya, ia harus segera mengembalikannya untuk menenangkannya." (Abu Dawud)
Pada suatu kesempatan, Nabi Muhammad saw melihat seseorang yang memberikan cap dengan besi panas pada pada wajah keledai. Ketika ditanya mengapa ia melakukan hal itu, orang tersebut mengatakan kepada Nabi (saw) bahwa hal tersebut adalah praktek yang ia ikuti dari bangsa Romawi untuk menandai binatang. Nabi Muhammad saw mengatakan bahwa hewan tidak boleh dicap di wajah mereka, itu adalah bagian yang peka dari tubuh. Jika cap diperlukan, maka dilakukan pada paha atau bagian yang kurang sensitif pada tubuh hewan.

Terakhir, tapi tidak kalah penting adalah bagaimana guru universal, Nabi Muhammad saw merevolusi cara dunia dalam memandang kaum perempuan.




Hak-Hak Perempuan

Sebelum kedatangan Nabi Muhammad Al-Mustofa saw, status perempuan begitu menyedihkan. Melalui ajaran Nabi (saw) status perempuan telah terangkat ke tempat yang sangat terhormat di dalam masyarakat. Hal ini disebabkan oleh Nabi (saw), seperti yang kita baca dalam Al-Qur'an: 
 "Dan perempuan-perempuan mempunyai hak yang sama dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf..." (Al-Baqarah: 228) 
"...dan perlakukanlah mereka secara baik-baik..." (An-Nisa: 19)
Di dalam hadits Bukhari, terdapat sabda Nabi (saw) spesifik menyatakan bahwa orang yang memperlakukan istrinya dengan cara yang baik sangat dekat dengan Tuhannya. Di dalam masyarakat, Nabi Muhammad saw memberikan hal yang sama terhadap perempuan sebagaimana laki-laki, dengan tetap memperhatikan masing-masing karakteristik yang dikaruniakan Tuhan kepada mereka. Islam adalah agama yang pertama yang memberikan kepada wanita hak dalam warisan. Dalam hal warisan wanita menerima bagian tertentu dari harta keluarganya. Wanita adalah pemilik penuh akan kekayaan dan hasil tabungannya, dan bebas untuk mempergunakan hartanya atau uang sesuai dengan keinginannya. Dan tentu saja, dalam kerohanian, laki-laki dan perempuan dinyatakan memiliki status yang sama, sebagaimana diatur di dalam Al-Qur'an: 
Maka Tuhan mereka telah mengabulkan doa mereka, “Sesungguhnya Aku tidak akan menyia-nyiakan amalan orang yang beramal dari antaramu baik laki-laki maupun perempuan. Sebagian kamu adalah dari sebagian lain..." (Ali Imran: 195)
Nabi Muhammad saw sangat sensitif dengan perasaan perempuan dimana suatu ketika saat melakukan shalat berjamaah, beliau mendengar seorang anak menangis dan beliau menyelesaikan shalat dengan cepat. Setelah itu beliau menjelaskan bahwa setelah mendengar tangisan anak, ia berpikir bahwa ibu dari anak itu sedang dalam masalah; sehingga ia menyelesaikan shalat sehingga ia bisa meraih anaknya.

Beliau saw selalu menyarankan orang-orang yang melakukan perjalanan sebisa mungkin pulang dengan segera sehingga istri dan anak-anak mereka tidak merasakan beban perpisahan  yang terlalu lama. Beliau saw memberikan penekanan yang besar pada kebaikan terhadap perempuan, dan sering mengatakan bahwa jika seorang ayah mendidik anak perempuannya dengan penuh perawatan dan membesarkan mereka, Allah akan menyelamatkan mereka dari api neraka. Beliau bersabda: 

"Wanita telah diciptakan dari tulang rusuk dan bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah paling atas. Jika kalian mencoba untuk meluruskannya kalian akan mematahkannya dan jika kalian membiarkannya ia akan tetap bengkok. Jadi perlakukanlah wanita dengan baik." (Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)



Penutup

Kepribadian, karakter, tindakan dan ucapan Nabi Muhammad saw sedemikian rupa tingginya sehingga jika semua itu diadopsi oleh dunia yang beradab dengan sungguh-sungguh, maka dunia ini akan menjadi tempat yang damai dan segala permasalahan yang kompleks dapat diselesaikan dengan mudah. Seorang penulis besar, George Bernard Shaw mengatakan: 
"Dia harus dipanggil sebagai juru selamat kemanusiaan. Saya yakin, jika orang seperti beliau diasumsikan memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan sedemikian hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia."
Apa penghargaan dari kita semua kepada Nabi Muhammad saw? Nabi Muhammad saw adalah sosok ideal untuk dicontoh dan semua kebijaksanaan Al-Qur'an tecermin di dalam perbuatan dan ucapan Nabi sehingga kita harus berupaya untuk mengikutinya.

Sumber: Review of Religions
Terjemah: Jusman


Orang Baik

MENGAPA ORANG BAIK SERING TERSAKITI?
Karena orang baik selalu mendahulukan orang lain. Dalam ruang kebahagiaannya, ia tak menyediakan untuk dirinya sendiri, kecuali hanya sedikit saja.

MENGAPA ORANG BAIK KERAP TERTIPU?
Karena orang baik selalu memandang orang lain tulus seperti dirinya. Ia tak menyisakan sedikitpun prasangka bahwa orang yang ia pandang penyayang mampu mengkhianatinya.

MENGAPA ORANG BAIK SERINGKALI DINISTA?
Karena orang baik tak pernah diberi kesempatan membela dirinya. Ia hanya harus menerima, meski bukan dia yang memulai perkara.

MENGAPA ORANG BAIK SERING MENETESKAN AIR MATA?
Karena orang baik tak ingin membagi kesedihannya. Ia terbiasa mengobati sendiri lukanya, dan percaya bahwa suatu masa Allah akan mengganti kesedihannya.


NAMUN ORANG BAIK TAK PERNAH MEMBENCI YANG MELUKAINYA. 
Karena ia selalu memandang bahwa di atas semua, Allah-lah hakikatnya.
Jika Allah menggiringnya, bagaimana ia akan mendebat kehendak-Nya. Itu sebabnya orang baik tak memiliki almari dendam dalam kalbunya. Jika kau buka laci-laci di hatinya, akan kau temukan hanya cinta yang dimilikinya.

Kalian yang membaca ini pastinya ORANG YANG BAIK itu kan..?? ^^

Photo Credit: One Chinese Muslimah! di onechinesemuslimah.blogspot.com

10 Mitos Populer dalam Psikologi

Ada banyak sekali mitos psikologi terkenal yang diyakini kebenarannya oleh masyarakat. Scott O. Lilienfield dan kawan-kawan menemukan fakta-fakta mencengangkan tersebut dan menjabarkannya secara detil dalam buku yang mereka tulis bersama. Buku tersebut menjelaskan tentang 50 mitos psikologi yang ternyata keliru semuanya. Berikut adalah beberapa fakta psikologi yang ternyata hanya mitos belaka: 

Mitos 1: Kita Hanya Menggunakan 10% Otak Kita

Ini jelas salah. Otak bekerja secara totalitas sehingga tidak ada bagian otak yang tidak bekerja bagi orang yang normal. Mitos ini berasal dari psikolog William James satu abad yang lalu. Saat itu ia menulis kalau ia meragukan kalau rata-rata manusia mencapai sekitar 10% potensi intelektualnya. Dalam sebuah studi, saat ditanya “Sekitar berapa persen kekuatan otak potensial manusia yang menurut kamu dipakai sebagian besar orang?”, sepertiga mahasiswa psikologi menjawab 10%. Dalam waktu lama, para motivator “berpikir positif” memperbesar mitos ini menjadi seolah sebuah fakta. Sebagai contoh, dalam buku How to be Twice as Smart, Scott Witt menulis “Jika kamu seperti orang kebanyakan, berarti kamu hanya memakai 10% kekuatan otakmu.” 



Selain itu terdapat juga daerah korteks diam yang menurut para ahli masa lalu tidak memiliki fungsi namun sekarang telah terbukti berperan penting untuk bahasa dan berpikir abstrak dan diganti namanya menjadi korteks asosiasi. Masyarakat awam juga mengambil pernyataan ilmuan kalau mereka belum mengetahui dengan pasti fungsi dari 90% bagian otak, lalu dijadikan seolah fakta bahwa 90% ini berarti tidak berfungsi. Akhirnya ada juga yang mengklaim kalau Albert Einstein yang bilang bahwa kecerdasannya hanya berasal dari 10% bagian otaknya. Walau begitu, tidak ada bukti kalau Einstein pernah mengatakan demikian.


Mitos 2: Lebih Baik Marah daripada Ditahan

Dalam sebuah survey, 66% mahasiswa percaya kalau lebih baik membiarkan marah itu lepas (katharsis) ketimbang menahannya, karena dapat mengganggu kesehatan. Film Anger Management tahun 2003 juga menyebarkan keyakinan ini dengan menyarankan seorang tokoh memukul bantal atau tas sebagai penyaluran kemarahan. Bahkan ada juga psikolog yang menyuruh kliennya berteriak atau melemparkan bola ke dinding saat mereka marah. Sayangnya, keyakinan ini sama sekali tidak didukung bukti ilmiah apapun kalau hal tersebut memang dapat meredakan agresi. Malahan hal tersebut justru akan meningkatkan agresi. Lebih jauh lagi, bermain sepakbola juga dapat meningkatkan agresivitas baik pemain maupun suporter.



Mitos 3: Penyebab Utama Masalah Kejiwaan adalah Kepercayaan Diri yang Rendah

Mitos ini juga dimunculkan oleh para motivator berpikir positif. Sebuah buku, Self-Esteem Games, memuat 300 aktivitas untuk membantu anak merasa nyaman dengan dirinya sendiri, seperti mengulang-ulang afirmasi positif yang menekankan keunikan mereka. Walau demikian, penelitian menunjukkan kalau kepercayaan diri tidak berhubungan kuat dengan kesehatan mental yang lemah. Dalam penelitian komprehensif oleh Roy Baumeister et al. yang meninjau lebih dari 15 ribu studi mengenai kepercayaan diri ke segala jenis variabel psikologi. Mereka menemukan kalau kepercayaan diri kecil sekali hubungannya dengan kesuksesan hubungan antar manusia, dan tidak berhubungan dengan pasti pada penyalahgunaan obat-obatan. Lebih jauh, mereka menemukan kalau kepercayaan diri berhubungan positif dengan prestasi di sekolah, tapi hubungan interaktif ini lebih condong pada prestasi di sekolah. Artinya, pengaruh prestasi sekolah dalam meningkatkan kepercayaan diri lebih kuat daripada pengaruh kepercayaan diri terhadap prestasi di sekolah. Fakta yang paling mengesankan adalah kepercayaan diri yang rendah tidak perlu dan tidak cukup untuk menyebabkan depresi.



Mitos 4: Ingatan Manusia Bekerja Seperti Kamera Video

Sudah jelas hal ini adalah mitos. Terlalu sering anda atau orang lain disekitar anda lupa akan sesuatu. Tapi 36% orang percaya kalau otak dapat merekam pengalaman secara sempurna layaknya kamera video. Hal ini disebabkan terutama kalau seseorang lupa, ia mungkin tidak sadar kalau ia lupa. Pikirannya menjadi kreatif dan menambal ingatan yang hilang tersebut dengan ingatan lain yang entah dari peristiwa apa yang masih ia ingat. Ini menunjukkan kalau sifat ingatan bukanlah reproduktif (menyalin apa yang kita alami) tapi bersifat rekonstruktif (menambal ingatan). Para ilmuan bahkan mampu membuat subjek penelitiannya percaya sepenuh hatinya kalau sebuah kejadian fiktif yang dibuat ilmuan, benar-benar terjadi.



Mitos 5: Hipnotis adalah Kondisi Khusus yang Berbeda dari Kondisi Sadar

Keyakinan ini muncul dari film dan dunia hiburan. Tapi penelitian menunjukkan orang yang dihipnotis dapat menolak dan bahkan menentang sugesti penghipnotis terutama dalam melakukan hal-hal yang berlawanan dengan prinsipnya seperti menyakiti orang yang mereka tidak sukai. Orang yang terhipnotis sepenuhnya dalam kondisi sadar. Pindai otak juga tidak menunjukkan adanya pola khusus di otak orang yang dihipnotis. Para ilmuwan mampu membuat orang melakukan apa yang dilakukan oleh orang yang dihipnotis tanpa melakukan hipnotis. Dengan kata lain, hipnotis semata merupakan sebuah prosedur diantara banyak prosedur untuk meningkatkan respon seseorang pada sugesti.




Mitos 6: Alat Pendeteksi Kebohongan (Poligraf) adalah Alat yang Akurat

Poligraf ditemukan tahun 1920-an oleh psikologi William Moulton Marston. Alat ini pada dasarnya alat pengukur tekanan darah sistolik, karena ia percaya kalau saat orang berbohong, tekanan darah sistoliknya meningkat. Mesin ini kemudian disempurnakan dengan menambahkan pengukuran konduktansi kulit dan pernapasan. Selain hal ini belum tentu berhubungan, grafik poligraf yang dihasilkan sulit untuk dianalisa hingga sekarang. Ambil contoh, orang yang jujur tapi berkeringat banyak, dapat disalah sangka sedang berbohong. Belum lagi tidak adanya bukti kalau efek Pinokio (reaksi emosi atau fisiologi yang hanya terjadi saat seseorang berbohong) itu ada. Satu-satunya yang bisa ditunjukkan poligraf saat seseorang memakainya adalah bukti bahwa orang tersebut tegang atau tidak. Dengan kata lain, poligraf bukanlah alat pendeteksi kebohongan tapi alat pendeteksi ketegangan. Bagi para penjahat berdarah dingin dan psikopat, mereka dapat lolos dengan mudah lewat alat deteksi kebohongan ini. Dan sudah banyak orang yang tidak bersalah dihukum gara-gara mesin poligraf.




Mitos 7: Dua Hal yang Berlawanan Saling Tarik Menarik

Maksud dari mitos ini adalah, dua orang yang memiliki hal yang bertentangan, dapat tertarik satu sama lain. Hal yang bertentangan ini bisa saja kepribadian, keyakinan dan penampilan. Film banyak mengeksploitasi ini. Cinta antara Putri dan Si Buruk Rupa (Beauty and the Beast), Cinta antara Atheis dan Pendeta, Percintaan antara jenderal jahat dan peri baik hati. Hal ini diperkuat lagi oleh pendapat Harville Hendrix, Ph.D. kalau hanya mereka yang berlawanan yang dapat saling tertarik. Sebaliknya, penelitian membuktikan Hendrix sepenuhnya salah. Lusinan bukti menunjukkan orang yang sama sifatnya-lah yang lebih mungkin berpasangan. Kutu buku dengan kutu buku, anak punk dengan anak emo, anggota group facebook dengan anggota grup yang sama, dsb. Jauh lebih banyak orang yang tertarik dengan sesama sifat daripada yang berlawanan sifat. Survey juga menunjukkan kalau kesamaan sifat ini penting bagi keharmonisan keluarga. Gampangnya seperti ini, semakin sesuai pendapat seorang tokoh politik dengan pendapat kita, semakin besar kemungkinan kalau kita menyukai tokoh tersebut.



Mitos 8: Penderita Schizophrenia Memiliki Kepribadian Ganda

Mitos di masyarakat menganggap kalau schizophrenia sama artinya dengan kepribadian ganda (multiple personality disorder – MPD). Dalam sebuah survey, 77% mahasiswa psikologi percaya kalau penderita schizophrenia adalah pemilik kepribadian ganda. Film Me, Myself, and Irene yang diperankan Jim Carrey juga mengeksploitasi mitos ini. Ia didiagnosa menderita schizophrenia, padahal pada kenyataannya ia menderita kepribadian ganda. Pada kenyataannya, dua penyakit ini sangat berbeda. Penderita MPD memiliki dua atau lebih kepribadian dalam dirinya dalam satu waktu. Dan banyak ahli psikologi yang ragu kalau penyakit seperti ini benar-benar ada. Schizophrenia sebaliknya, memiliki fungsi psikologi yang terpisah-pisah, khususnya emosi dan berpikir. Bagi orang normal, apa yang kita rasakan dan pikirkan sekarang akan berhubungan erat dengan apa yang kita rasakan dan pikirkan beberapa saat lagi. Tapi bagi penderita Schizophrenia, pikiran dan emosi tersebut dapat berubah begitu cepat dan ekstrim. Kepribadiannya tetap sama, hanya saja emosi dan pikirannya yang tidak terprediksi. Akibatnya orang skizophrenia justru memiliki resiko rendah melakukan bunuh diri, mengalami depresi, ketakutan, penyalahgunaan narkoba, pengangguran dan tuna wisma. Wajar saja, bila sekarang ia merasa begitu sedih beberapa saat lagi ia menjadi sangat senang. Bagi orang normal, sekarang ia merasa begitu sedih, beberapa saat lagi mungkin ia akan bunuh diri atau depresi. Seperti kata Irving Gottesman, “Penyalahgunaan istilah schizophrenia dalam merujuk kebijakan luar negeri Amerika Serikat, pasar saham atau ketidak sesuaian sesuatu dengan harapan seseorang tidaklah sama dengan masalah kesehatan umum dan penderitaan dengan penyakit paling sulit dipahami dari pikiran manusia ini.”



Mitos 9: Bulan Purnama Menyebabkan Kegilaan dan Kejahatan

Mitos ini sudah sangat purba. Ia berasal dari masa saat manusia belum memiliki lampu listrik. Akibatnya orang senang saat malam hari terang oleh purnama. Mereka lebih aktif daripada malam biasa yang gelap. Sekarang hal tersebut sudah tidak teramati lagi, karena setiap rumah memiliki listrik dan tidak terlalu banyak orang terlalu memperhatikan bulan. Legenda dari Yunani Kuno dan Abad Pertengahan mengatakan adanya manusia serigala, vampire, dan monster menyeramkan saat bulan purnama. Tapi beberapa pihak mengklaim kalau kebiasaan ini tertanam secara tidak sadar pada diri manusia. Tahun 1985, dua psikolog memeriksa semua bukti penelitian yang ada mengenai pengaruh bulan, dan tidak satupun ada bukti kalau bulan berpengaruh pada kejahatan, kecenderungan bunuh diri, masalah kejiwaan, jumlah orang yang masuk rumah sakit jiwa atau telpon darurat. Penelitian lebih modern juga membantah adanya hubungan antara bulan purnama dengan bunuh diri, orang yang masuk rumah sakit jiwa, orang yang masuk UGD, dan gigitan anjing.



Mitos 10: Banyak Kriminal Berhasil Membela Diri dengan Mengaku Gila

Setelah memberi pidato tanggal 30 Maret, 1981, Presiden Ronald Reagan muncul dari hotel Washington Hilton. Beberapa detik kemudian, enam tembakan terdengar. Satu mengenai agen rahasia, satu polisi, satu sekretaris James Brady dan satu mengenai presiden sendiri. Sang penembak adalah pria berusia 26 tahun bernama John Hinckley, yang jatuh cinta dengan artis Jodie Foster dan yakin kalau dengan membunuh Presiden, Foster akan tergugah dan jatuh cinta padanya. Tahun 1982, saksi ahli psikologi berdebat mengenai apakah Hinckley bersalah atau tidak karena alasan gila. Akhirnya juri memutuskan kalau Hinckley gila. Keputusan juri memicu protes publik. Pooling ABC menunjukkan 76% rakyat tidak setuju dengan keputusan tersebut. Dan dari sini mulailah mitos kalau dengan alasan gila, banyak penjahat yang berhasil lolos dari penjara. Mitos ini semakin diperkuat oleh film-film action yang menunjukkan antagonis pura-pura gila untuk menghindari hukuman. Namun keyakinan ini sama sekali salah. Data menunjukkan kalau pengajuan alasan gila di pengadilan berada di bawah 1%. Dan dari semua pengajuan ini, hanya 25% saja yang diputuskan memang gila. Lebih parah lagi, orang yang dinyatakan gila di pengadilan akan dikirim ke rumah sakit jiwa dan disana mereka menghabiskan waktu rata-rata 3 tahun sebelum diputuskan apakah ia harus ditahan lebih lama atau dilepaskan. Akibatnya bagi orang normal yang berhasil mengaku gila, tinggal di rumah sakit jiwa bisa jadi hal yang lebih menyiksa dari di penjara. Di penjara ia punya waktu yang jelas untuk bebas dan tidak perlu berpura-pura, di rumah sakit jiwa tidak.


 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23