Ciri-ciri Politisi yang Bakat Jadi Koruptor & Pesan Antikorupsi Ki Hajar Dewantara

Kasus korupsi di Indonesia belakangan ini mulai banyak terkuak. Kebanyakan diantaranya dilakukan oleh para politisi yang terpilih jadi pejabat pemerintahan. Semua masyarakat tentunya sangat berharap para politisi itu bisa jujur dan memenuhi semua janjinya saat kampanye. Jangan malah membuat malu karena terjerat kasus korupsi setelah resmi jadi pejabat.

Berikut ciri-ciri politisi yang diperkirakan di kemudian hari bakalan korupsi saat menjabat, mungkin bisa jadi salah satu di antaranya adalah yang Anda pilih dalam Pemilu kemarin...

1. Politik uang. Jangan senang dulu jika ada politisi yang memberikan uang saat kampanye. Karena bisa jadi setelah dia jadi pejabat, dia bakal korupsi uang rakyat lebih banyak demi mengembalikan modal kampanye-nya itu. Ujung-ujungnya, masyarakat sendiri yang akan dirugikan.

2. Berbuat curang. Politisi yang berani berbuat curang saat Pemilu merupakan tanda kalau dia bakal jadi korupsi. 

3. Mencari kekayaan. Cari tahu alasan kenapa politisi di daerah Anda ingin jadi pejabat pemerintahan. Apakah dia benar tulus ingin memajukan negara atau hanya ingin memajukan perekonomian keluarganya sendiri? Jika niatnya saja sudah tidak baik, maka pasti dia bakal jadi koruptor jika terpilih.


4. Politisi yang suka menebar janji berpotensi jadi koruptor. Janji-janjinya saat kampanye hanya untuk menarik simpati masyarakat agar mau memilihnya. 

5. Ambisius. Politisi yang sangat berambisi menjadi pejabat biasanya tidak akan terima jika dirinya kalah. Padahal, memajukan negara tidak harus jadi pejabat, lalu kenapa dia tidak mau menerima kekalahan? Itu tanda kalau ada niat terselubung dari dalam dirinya.

Korupsi terjadi karena adanya kecurangan/ketidakjujuran. Koruptor merampas uang rakyat dan memperkaya diri melalui cara-cara yang tidak jujur. 




Pesan Antikorupsi Ki Hajar Dewantara di Museum Sumpah Pemuda


Inilah pesan Ki Hajar Dewantara yang antikorupsi. (Afif/detikTravel) 

Jakarta -Museum Sumpah Pemuda di Jakarta merekam kisah para anak muda merintis kemerdekaan. Museum ini pun menyimpan kata-kata pembakar semangat para pahlawan. Rupanya, ada pesan antikorupsi dari masa silam.

Jakarta memiliki banyak museum tentang sejarah kemerdekaan, seperti Museum Sumpah Pemuda di Jl Kramat Raya No 106, Jakarta Pusat. Di sini Anda akan melihat kisah para pemuda dalam mencapai kemerdekaan. Ada sejarah panjang tentang perjuangan anak muda dan juga Sumpah Pemuda yang sakral. Tak hanya itu, ada juga kutipan dan kata-kata para pejuang di salah satu sudutnya.

detikTravel berkesempatan mengunjungi museum ini beberapa waktu yang lalu. Dari luar, museum ini terlihat seperti sebuah rumah tua. Dengan membayar tiket seharga Rp 2.000 saja, saya pun memasuki museum bersejarah ini. Uniknya, dari bagian depan hingga belakang museum, merupakan kronologis perjuangan para pemuda dari tahun 1920-an hingga mencapai kemerdekaan. Informasinya sungguh lengkap.


Salah satu kata-kata pembakar semangat. (Afif/detikTravel)

Ada satu ruangan menarik di dalam museum ini. Jika dari ruang replika Sumpah Pemuda yang terletak tepat di tengah-tengah museum, Anda dapat berjalan ke arah kanan dan melewati ruangan WR Soepratman untuk mencapai ruangan tersebut. Ya, ini adalah ruangan yang penuh kata-kata dan kutipan para pejuang!

Tidak ada replika di dalam ruangannya, hanya terdapat papan-papan yang menggantung berwarna merah dengan rangkaian huruf yang berwarna putih. Saya pun tertarik untuk melihatnya dari dekat.

Betapa merindingnya saya saat membaca kata-kata dan kutipan di tiap papannya. Seperti kutipan dari Ki Hajar Dewantara, "Namun yang penting untuk kalian yakini, sesaatpun aku tak pernah mengkhianati tanah air dan bangsaku, lahir maupun batin aku tak pernah mengkorup kekayaan negara." Aah...., andai pesan ini dibaca oleh para pemimpin negeri ini sekarang.

Kata-kata dari organisasi para pemuda saat itu pun tidak kalah hebatnya, seperti dari Batavia PPPI (Perhimpunan Pemuda Pemuda Indonesia) yang ditulis pada bulan September tahun 1911. Beginilah bunyinya, "Memperoleh Indonesia merdeka adalah kewajiban yang terluhur buat anak Negeri Indonesia."

Setidaknya, ada 5-6 papan yang berisikan kata dan kutipan pembakar semangat dari para pahlawan. Ada juga tulisan yang berjudul "Indonesia Tumpah Darahku" yang dibuat oleh Muhammad Yamin setelah Kongres Pemuda II tahun 1928. Tulisan yang sungguh panjang, namun enak untuk dibaca. Rangkaian katanya memiliki ejaan lama tapi tidak mengurangi keindahan arti dari setiap katanya. Saat membacanya, dijamin hati Anda akan luluh lantak.

 Papan berisi pesan-pesan perjuangan. (Afif/detikTravel)

Ruangan tersebut memang tidak besar dan mungkin tidak terlihat menarik jika Anda tidak masuk ke dalamnya. Padahal, inilah ruangan dengan penuh semangat dan tekad para pemuda dalam mencapai kemerdekaan yang dituangkan dalam kata.

Berkunjunglah ke Museum Sumpah Pemuda dan lihat kata dan kutipannya dari dekat. Kata-kata pembakar semangat dari para pahlawan tersebut akan membuat diri Anda lebih mencintai bangsa ini. (Afif Farhan | detikTravel)

5 Gangguan Kejiwaan yang Berawal dari Foto Selfie


"Gangguan kepribadian ini bukan timbul karena yang bersangkutan sering selfie. Kemungkinan sudah terbentuk kepribadian tersebut lalu ditemukan mediumnya untuk memunculkan gejala." 
~ dr Nova Riyanti Yusuf, SpKJ
 

Selfie atau memotret diri sendiri bisa jadi ajang aktualisasi diri. Jadi sekali-dua kali selfie mungkin tak jadi soal. Lantas bagaimana dengan yang keranjingan selfie? Apa kabar kesehatan mentalnya?

Politisi yang juga psikiater, dr Nova Riyanti Yusuf, SpKJ menegaskan selfie dapat memicu munculnya gejala gangguan kepribadian seperti narsisistik dan histrinoik (caper atau ingin jadi pusat perhatian).

"Gangguan kepribadian ini bukan timbul karena yang bersangkutan sering selfie. Kemungkinan sudah terbentuk kepribadian tersebut lalu ditemukan mediumnya untuk memunculkan gejala," katanya.

Apa saja dampak selfie terhadap kesehatan mental seseorang, apalagi bila sudah sampai pada taraf keranjingan? Simak pemaparannya seperti dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, berikut ini.

1. Narsis. Seperti halnya yang dialami seorang pemuda bernama Kurt Coleman dari Australia. Hampir setiap hari ia lewatkan dengan berfoto selfie, yang kemudian ia unggah ke berbagai akun jejaring sosial miliknya, seperti Instagram dan Facebook.

Kurt Coleman: "I'm still perfect!"

Tak lupa dalam setiap fotonya, Kurt selalu memuji dirinya sendiri. "I'm in love with this photo of me, SimplyAmazing," tulisnya pada salah satu foto di Instagram saat berpose mengenakan jaket jeans atau "Aku tampan dan aku mencintai diriku sendiri," tulisnya dalam kesempatan lain.


2. Adiksi atau kecanduan. Bisa dibilang kasus yang dialami remaja asal Inggris bernama Danny Bowman terbilang langka. Pasalnya ia sangat terobsesi pada foto selfie yang sempurna. Hingga bila hasil jepretannya tak memuaskan, Danny akan frustrasi, tak mau keluar rumah dan menolak makan.

Bahkan suatu ketika remaja berusia 19 tahun itu pernah mencoba bunuh diri dengan overdosis obat. (Foto: Sosok Danny Bowman)


3. Histrionik. Mungkin belum banyak yang pernah mendengar istilah histrionik ini. Ini sebenarnya merupakan gangguan kepribadian dimana penderitanya ingin menjadi pusat perhatian. Sebagian besar penggila selfie sering diidentikkan dengan kondisi ini, tentu saja di samping narsis.

 Triana Lavey: "Kini aku memiliki wajah yang selalu aku idamkan. Aku seperti diriku dengan versi photoshop."

Seperti halnya yang terjadi pada wanita bernama Triana Lavey dari Los Angeles. Yang ada di pikirannya hanyalah bagaimana caranya terlihat cantik saat selfie. Ia pun mengaku menghabiskan uang hingga sebanyak Rp 174 juta hanya untuk operasi plastik, di antaranya implan dagu dan operasi hidung.

"Kini aku memiliki wajah yang selalu aku idamkan. Aku seperti diriku dengan versi photoshop," ujar wanita berambut brunette* itu dengan bangga. 
 *)Brunette, adalah sebutan bagi wanita pemilik rambut coklat.

4. Body Dismorphic Disorder (BDD). Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh University of Strathclyde, Ohio University dan University of Iowa ditemukan bahwa semakin banyak wanita melakukan selfie dan mengunggahnya di media sosial, maka semakin mereka merasa insecure atau tidak nyaman dengan citra tubuhnya sendiri.

Apalagi bila kegiatan ini disambi dengan mengamati selfie teman-temannya. Karena ini akan memicu si wanita untuk membanding-bandingkan tubuhnya dengan tubuh orang lain, dan hal ini semakin memicu mereka untuk berpikir negatif tentang penampilannya.

"Mereka yang masih berusia muda biasanya membandingkan diri mereka dengan foto-foto orang lain di media sosial. Yang berbahaya, mereka pada akhirnya merasa bersalah jika tubuh mereka tak seperti yang mereka lihat dari orang lain di media sosial," kata peneliti Petya Eckler.





"Mereka yang masih berusia muda biasanya membandingkan diri mereka dengan foto-foto orang lain di media sosial. Yang berbahaya, mereka pada akhirnya merasa bersalah jika tubuh mereka tak seperti yang mereka lihat dari orang lain di media sosial."   


5. Eksibisionis. Eksibisionis atau kecenderungan untuk memamerkan bagian tubuh tertentu kepada orang lain bisa juga dipicu oleh kebiasaan selfie. Seperti yang terjadi pada seorang staf wanita di parlemen Swiss yang kedapatan berpose bugil di gedung parlemen lantas mengunggahnya ke Twitter.

Selfie menjurus eksibisionis. Karyawati Parlemen Swiss dengan latar kantor Parlemen Swiss ber-selfie bugil. (DailyMail)

Anehnya, ia merasa selfie bugil adalah bagian dari kehidupan pribadinya dan mengaku sering melakukannya di jam kerja. Akan tetapi dr Tun Kurniasih Batsaman SpKJ(K) dari Sanatorium Dharmawangsa mengingatkan seseorang baru bisa dikatakan mengidap eksibisionis bila ia bisa memamerkan organ intimnya ke orang lain untuk memuaskan hasrat seksualnya.

Sementara itu tidak diketahui apa motif si staf parlemen Swiss itu dibalik kebiasaan selfie bugilnya di kantor.


If you could take a SELFIE OF YOUR SOUL, what would it look like? ^_^:

6 Tipe Cinta: Kenali Tipe Cintamu (Fun Quizze)

Cinta, sebagaimana manusia, memiliki tipe yang berbeda-beda. Hal itu tercermin dari penafsiran setiap orang yang berbeda-beda akan cinta. Ada yang menganggap cinta sama dengan seks. Jadi kalau saling cinta sudah seharusnya untuk melakukan hubungan seksual. Ada yang menganggap cinta adalah keinginan untuk menolong dan menjaga yang dicintai. Jadi, kalau kita mencintai seseorang, sudah selayaknya untuk menolongnya meski tidak diminta olehnya. Ada yang menganggap cinta adalah keadaan ketika kita merasa tak berdaya di depan ‘dia’; kita merasa tergetar, jantung berdegup kencang, bicara tidak lancar, dan salah tingkah. Ada pula yang menganggap cinta adalah ketika kita bisa saling berbagi apa-apa yang kita rasakan. Diluar itu, masih ada banyak penafsiran lain tentang cinta. Semuanya mencerminkan kenyataan bahwa cinta memiliki variasi.

Dalam bukunya Colours of Love 1973, John Alan Lee mengidentifikasi adanya 6 jenis cinta, yakni tiga jenis cinta primer (eros, ludus, dan storge) serta tiga jenis cinta sekunder (mania, pragma, dan agape). Tipe cinta primer merupakan tipe cinta utama yang paling jelas membedakan adanya perbedaan tipe dalam cinta. Sementara itu, tipe cinta sekunder merupakan perpaduan antara tipe-tipe cinta primer. Tipe cinta mania merupakan perpaduan antara tipe cinta eros dan tipe cinta ludus. Tipe cinta pragma adalah tipe cinta sebagai hasil perpaduan tipe cinta ludus dan storge. Sedangkan tipe cinta agape adalah perpaduan tipe cinta eros dan tipe cinta storge.



Ciri Eros
 
1. Daya tarik fisik dan emosional yang kuat, komitmen terhadap yang dicintai.
2. Penuh gairah akan cintanya. 
3. Cinta pada orang yang diidealkan.
4. Cinta pada pandangan pertama, berdasarkan daya tarik fisik dan keterbangkitan fisik.



Ciri Ludus
 

1. Cinta dianggap sebagai suatu permainan (Game-Playing Love).
2. Tidak ada komitmen terhadap cinta dan pasangan.
3. Tidak pernah ada kecemburuan yang sesungguhnya.
4. Tanpa adanya komitmen dan kecemburuan, maka cinta terbebas dari kecemasan dan selalu menyenangkan. Bagi mereka hal inilah yang dinilai sebagai cinta yang sesungguhnya.
5. Dapat mencintai lebih dari satu orang pada saat bersamaan.
6. Dapat dengan mudah mencintai seseorang lalu beralih ke yang lainnya.



Ciri Storge

1. Perasaan yang ada kurang berkobar-kobar tetapi mengandung afeksi yang dalam.
2. Komitmen kuat terhadap hubungan yang telah dibuat.
3. Lebih sebagai hubungan persahabatan yang membutuhkan kepercayaan satu sama lain sepanjang waktu untuk membangunnya.
 


Ciri Mania

1. Kombinasi Eros dan Ludus
2. Cinta yang obsesif, sangat intens, penuh kecemasan, dan posesif.
3. Yang dicintai dipikirkan terus menerus.
4. Ada kebutuhan yang sangat besar untuk dicintai.
5. Ada kebutuhan untuk menjamin cinta akan terus bertahan sampai kapanpun.



Ciri Pragma:

1. Kombinasi Ludus dan Storge.
2. Cinta dipandang sebagai sesuatu yang realistik dan praktis.
3. Dalam menemukan yang dicintai dilihat kesamaan demografi dan kualitas kepribadian yang dibutuhkan untuk kecocokan dan lebih dari itu untuk keberlanjutan hubungan.



Ciri Agape

1. Kombinasi Eros dan Storge.
2. Penuh perhatian pada yang dicintai tanpa adanya kepentingan pribadi.
3. Cinta dilihat sebagai sesuatu yang intens dan penuh persahabatan.
4. Mereka menambahkan kualitas cinta dengan keinginan saling menolong (altruisme), dimana kebutuhan yang dicintai didahulukan daripada kebutuhan-kebutuhannya sendiri.




Kuis: Cek Tipe Cintamu

Bagaimana kita bisa mengetahui tipe cinta yang kita miliki? Berikut adalah skala sikap cinta (the love attitudes scale) yang disusun oleh Hendrick dan Hendrick (dari http://psychology.about.com/library).

Petunjuk: Silahkan jawab pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur dan seakurat mungkin. Jika anda tidak sedang memiliki pasangan atau kekasih, jawab pertanyaan berikut dengan orang yang paling baru menghiasi pikiran anda. Jika tidak, jawablah berdasarkan perkiraan respon anda terhadap pernyataan-pernyataan yang ada.

Skala:
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Netral
  4. Tidak setuju
  5. Sangat tidak setuju

Skoring: Skor cinta anda bisa anda peroleh dengan memberikan nilai berdasarkan skala diatas pada setiap item. Jumlahkan dan bagi 7. Nilai terkecil yang anda dapat dalam satu jenis cinta berarti itulah jenis cinta yang anda miliki. Bisa jadi anda khas memiliki salah satu jenis cinta yang ada namun bisa juga kombinasi dari tipe-tipe.

Eros
  • Pasangan saya dan saya saling tertarik segera setelah pertama kali berjumpa.
  • Percintaan kami sangat intens dan memuaskan.
  • Pasangan saya dan saya bisa dengan cepat saling terlibat secara emosional.
  • Pasangan saya dan saya sungguh-sungguh saling mengerti satu sama lain.
  • Pasangan saya dan saya memiliki fisik yang benar-benar sangat sesuai satu sama lain seperti campuran kimia.
  • Saya merasa bahwa pasangan saya sangatlah berarti, dan saya sangat berarti baginya.
  • Pasangan saya memenuhi standar ideal saya akan sebuah kecantikan/ketampanan.

Ludus
  • Saya berusaha menjaga agar pasangan sedikitpun tak ragu akan kesetiaan saya terhadapnya.
  • Saya dapat dengan mudah melakukan selingkuh terhadap pasangan saya.
  • Bila pasangan saya terlalu tergantung pada saya, saya akan sedikit mundur.
  • Saya menikmati percintaan saya dengan beberapa pasangan saya.
  • Saya percaya bahwa pasangan saya tidak akan mengetahui kalau saya menyakitinya.
  • Saya kadang-kadang harus menjaga pasangan saya agar tidak menemukan cinta saya yang lain.
  • Pasangan saya akan terganggu bila ia tahu tentang beberapa hal yang pernah saya lakukan bersama orang lain.


Storge. Sangat sulit untuk mengatakan bahwa persahabatan saya dengannya mulai beralih menjadi cinta. Saya ingin selalu menjadi sahabat bagi pasangan saya. Cinta kami didasari persahabatan yang dalam, bukan atas dasar emosi mistis yang misterius. Untuk menjadi terlihat nyata, cinta kami memerlukan sejenak perhatian. Cinta kami adalah cinta yang paling baik karena tumbuh setelah melalui persahabatan yang panjang. Persahabatan kami secara perlahan berubah menjadi cinta. Hubungan cinta kami adalah yang paling memuaskan karena dibangun dari persahabatan yang baik.


Pragma. Saya memikirkan apa yang pasangan saya akan lakukan dalam hidupnya sebelum saya memiliki komitmen terhadapnya. Saya telah berusaha merencanakan hidup saya secara hati-hati sebelum memilih pasangan. Menurut saya, pasangan cinta yang terbaik adalah yang memiliki latar belakang yang sama. Sebelum melibatkan diri secara mendalam dengan pasangan saya, saya berusaha membayangkan kecocokan latar belakang keturunannya dengan latar belakang saya dalam rangka kemungkinan pemilikan anak. Bagi saya, pertimbangan utama memilih pasangan adalah persetujuan keluarga saya. Bagi saya, faktor penting dalam memilih pasangan adalah apakah ia akan menjadi orangtua yang baik atau tidak. Bagi saya, salah satu pertimbangan dalam memilih pasangan adalah bagaimana ia akan dapat membantu karir saya.

Mania
  • Ketika terjadi sesuatu yang tidak benar antara saya dan pasangan saya, perut saya mengalami gangguan.
  • Bila pasangan saya dan saya bertengkar, saya merasa tertekan sekali bahkan kadang saya berpikir untuk bunuh diri.
  • Kadangkala saya mendapatkan kesenangan yang luar biasa dalam merasakan cinta terhadap pasangan saya yang membuat saya tidak dapat tidur.
  • Semenjak saya jatuh cinta terhadap pasangan saya, saya mengalami gangguan konsentrasi dan berbagai hal lainnya.
  • Ketika pasangan saya tidak membalas perhatian yang saya berikan padanya, saya merasa sakit.
  • Saya tidak dapat bersantai bila saya tahu/mengira bahwa pasangan saya sedang bersama orang lain.
  • Bila pasangan saya mengabaikan saya untuk beberapa waktu, saya kadang-kadang merasa melakukan tindakan bodoh untuk mendapatkan perhatiannya kembali.


Agape. Saya berusaha selalu membantu pasangan saya melalui waktu-waktu yang sulit baginya. Saya biasanya berkeinginan untuk mengorbankan keinginan saya demi pasangan saya agar mencapai apa yang diinginkannya. Bila pasangan saya marah rterhadap saya, saya tetap mencintainya sepenuhnya dan tanpa syarat. Apapun yang saya miliki adalah milik pasangan saya untuk digunakannya, bilamana ia memilihnya. Saya lebih suka saya yang menderita daripada pasangan saya yang menderita. Saya tidak dapat berbahagia kecuali jika saya memberikan kebahagiaan pada pasangan saya sebelum saya sendiri.Saya akan menanggung segala sesuatunya demi pasangan saya.
  

10 Ciri Instansi Pemerintah Korup

Penilaian bersih atau kotornya sebuah instansi tentunya harus dilakukan melalui sebuah pemeriksaan/penyidikan oleh instansi penegak hukum.

Tapi itu tentunya membutuhkan waktu yang lama dan sudah menjadi pengetahuan umum bahwa masyarakat Indonesia suka dengan sesuatu yang instan dan tergesa-gesa. Oleh karena itu saya akan memberikan tips 10 cara cepat dan mudah mengenal bersih atau tidaknya sebuah instansi dari praktek pungli, kolusi, korupsi dan nepostisme.

Berikut uraiannya.



10 INDIKASI INSTANSI BERSIH/KORUP


1. Kebiasaan makan para pegawainya

Instansi yang bersih: Jika makan di warung makan para karyawan akan membayar sendiri-sendiri makanan mereka. Jarang ada acara makan-makan.

Instansi yang korup: Ada kebiasaan saling traktir antar pegawai. Sering ada acara makan-makan. Uang mudah, keluar mudah.

2. Pegawai honorer

Instansi yang bersih: Biasanya hanya mempekerjakan tenaga honorer di bidang kebersihan dan keamanan saja. Itupun biasanya merupakan tenaga outsourcing.

https://www.youtube.com/watch?v=9V5ghxBpmaU

Instansi yang korup: Banyak mempekerjakan honorer. Para pegawai honorer ini terdapat di semua seksi yang ada di kantor. Pegawai asli malah lebih banyak menganggur. Pegawai honorer umumnya adalah kerabat dari pegawai dengan harapan kelak akan diangkat sebagai pegawai tetap.

3. Keberadaan orang asing

Instansi yang bersih: Tidak pernah ada orang-orang asing yang bercokol di kantor ataupun di sekitar kantor.

https://www.youtube.com/watch?v=67bsRO_DvZk

Instansi yang korup: Biasanya sering dihuni oleh orang-orang asing/bukan pegawai. Mereka setiap hari bercokol di dalam atau di sekitar kantor tersebut. Biasanya mereka menjadi calo atau makelar penghubung antara orang kantor dengan warga yang membutuhkan layanan.

4. Sikap bawahan terhadap atasan

Instansi yang bersih: Sikap hormat bawahan terhadap atasan sewajarnya. Begitu juga atasan terhadap bawahan tidak akan terlalu menuntut. Tugas atasan terhadap bawahan akan dianggap sebagai beban. Tidak ada pamrih atau harapan tertentu. Tercipta suasana egaliter.


Instansi yang korup: Sikap hormat bawahan terhadap atasan berlebihan dan cenderung menjilat. Bawahan disuruh atasan malah senang dan bangga. Merasa jadi orang penting. Ada pamrih mendapatkan sesuatu. Entah jabatan atau materi. Atasan cenderung sangat berkuasa dalam mengatur kantor tanpa ada yang berani melakukan kritik atau protes.

(Klik untuk memperbesar)

5. Ada Seksi favorit

Instansi yang bersih: Tidak ada satu bagian kantor yang menjadi favorit dan diincar banyak orang. Semuanya sama saja. Yang membedakan hanya pekerjaannya.

Instansi yang korup: Ada seksi tertentu yang menjadi incaran banyak orang. Mereka menyebutnya dengan istilah seksi basah dan seksi kering. Seksi ini menjadi sumber dana bagi semua kegiatan foya-foya kantornya.

6. Target

Instansi yang bersih: Para pegawainya sangat menyukai target dan pekerjaan yang memerlukan biaya rendah untuk menghindari resiko kesalahan dan beban pekerjaan yang berat.


Instansi yang korup: Para pegawai mengharapkan target pekerjaan yang tinggi dan berbiaya besar. Karena semakin besar biaya yang terlibat semakin besar peluang korupsinya.

7. Auditor atau Pemeriksa

Instansi yang bersih: Biasa-biasa saja didatangi tim auditor/pemeriksa baik dari internal maupun eksternal. Temuan dari tim pemeriksa akan direspon sesuai dengan saran pemeriksa. Instansi yang bersih biasanya juga jarang sekali kedatangan tim auditor/pemeriksa. Umumnya pemeriksa yang bersih enggan mengaudit kembali karena jarang menemukan koreksi atau bagi tim auditor yang nakal merasa tidak memperoleh sesuatu. Instansi yang bersih umumnya berani nyuekin tim auditor/pemeriksa.


Instansi yang korup: Ketakutan menghadapi pemeriksa. Saran dan temuan Pemeriksa akan dihadapi dengan berusaha membayar/menyuap tim auditor agar menutupi atau membelokkan temuan tim auditor/pemeriksa. Tim auditor suka banget mendatangi intansi model begini. Bahkan cenderung menjadi langganan. Karena dengan mudah mereka akan mendapat banyak temuan. Dan bagi tim auditor yang nakal mereka akan mudah memperoleh sesuatu dalam jumlah besar. Di sini tim auditor akan dilayani bagaikan raja.

8. Wartawan

Instansi yang bersih: Instansi yang bersih akan menghadapi wartawan dengan sewajarnya. Tidak menutup-nutupi keadaan di kantor. Akibatnya sebuah instansi yang bersih jarang didatangi wartawan. Utamanya wartawan yang nakal karena tidak pernah mendapatkan sesuatu. Wartawan yang datang biasanya memang serius akan meliput suatu berita atau mencari data yang valid.


 
Instansi yang korup: Ketakutan didatangi wartawan. Mereka sebisa mungkin menghindari bertemu wartawan dan menolak wawancara. Instansi seperti ini sering menjadi incaran wartawan. Umumnya adalah wartawan nakal yang mengharapkan sesuatu.

9. Parsel dan makanan

Instansi yang bersih: Tidak ada parsel atau makanan kecil yang berlimpah di kantor. Umumnya klien kantor tersebut sudah percaya bahwa ada atau tidak adanya pemberian mereka akan dilayani dengan standar pelayanan yang sama. Jika ada parsel biasanya nilainya kecil dan berasal dari uang kebersamaan di mana pegawai yang berkedudukan lebih tinggi akan dipotong uang kebersamaan lebih besar tetapi parsel yang diterima sama. Intinya ada pengorbanan yang lebih besar dari pegawai yang berpenghasilan lebih besar. Tercipta rasa keadilan.

Instansi yang korup: Banyak parsel berseliweran di kantor atau rumah pegawainya. Di dalam ruangan kantor juga tersedia makanan kecil yang berlimpah. Ini karena umumnya klien ketakutan pelayanan akan terhambat jika tidak ada pemberian. Terjadi anomali bawahan justru memberikan parsel kepada atasan layaknya upeti. Biasanya nilai parsel signifikan. Asal muasal dana untuk pengadaan parsel tidak jelas.

10. Hubungan antar pegawai

Instansi yang bersih: Hubungan antar pegawai harmonis karena tidak ada perasaan sebagai karyawan elit atau karyawan berpenghasilan lebih tinggi. Tidak ada pegawai yang berfungsi sebagai bos. Sangat jarang terjadi perselingkuhan antar pegawai.


Instansi yang korup: Sering terjadi hubungan yang panas antar pegawai akibat rasa iri dan dengki antar mereka. Penyebabnya adalah adanya perbedaan penghasilan antar pegawai yang berpangkat sama. Selalu ada pegawai yang bersikap dan berfungsi layaknya bos dan tukang traktir karena banyak mendapat penghasilan ilegal. Banyak terjadi perselingkuhan antar pegawai. Uang panas akan membuat pemiliknya suka bermain api.

Itu adalah 10 tips yang dengan kasat mata bisa dilihat oleh orang dalam maupun luar untuk menilai kondisi suatu instansi. Sebenarnya ada juga ciri lain yang lebih spesifik. Tetapi ini umumnya hanya dapat dilihat oleh orang-orang yang terlibat. Seperti mark up harga barang di kuitansi seperti pernah diungkapkan oleh salah seorang perempuan yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil yang mengaku pernah melakukannya di sebuah media. (Contoh berita soal mark up: Anggaran Rapat Hotel Boros Rp 5,1 Triliun Sebulan).

Tetapi saya pikir cukup dengan 10 tips itu saja Anda akan dengan mudah menilai bahwa sebuah instansi itu bersih dari praktek KKN atau tidak. Cukup salah satunya terdapat di sebuah instansi, maka Anda sudah boleh meragukan integritas instansi yang bersangkutan.

Tetap kecenderungan yang ada adalah apabila satu indikasi ada, maka indikasi-indikasi yang lain akan mengikutinya.

Wallahu alam bishawab



MEREKA YANG PINTAR & YANG PEDULI PADA RAKYAT
Mahasiswa Indonesia di Jerman Permalukan Anggota DPR

Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman (fb.com/ppiberlin), bersama dengan PPI Berlin, dan Nahdlatul Ulama Cabang Istimewa Jerman, menolak kedatangan Komisi 1 DPR-RI yang datang ke Jerman.

Para mahasiswa tersebut mempertanyakan sikap anggota DPR yang senang berbondong-bondong keluar negeri bak orang desa rindu ke kota, apalagi dengan membawa keluarga dan rombongan yang dipastikan akan mengganggu kinerja perwakilan RI setempat, misalnya pelayanan imigrasi. Mengikuti rentetan pertanyaan retorik tersebut, pernyataan pun kemudian dikeluarkan.

Dalam pernyataan penolakanya, PPI Jerman, PPI Berlin, dan NU menuntut tiga hal, yaitu transparansi, laporan, dan pengertian dari para wakil rakyat, yang mana dalam pernyataan mereka dijabarkan sebagai berikut:
  1. Transparansi dari setiap anggota DPR RI mengenai agenda kunjungan ke luar negeri beserta biaya yang akan dikeluarkan. Informasi tersebut harus dipublikasikan paling lambat 1 bulan sebelum keberangkatan.
  2. Melaporkan hasil kunjungan tersebut kepada rakyat melalui website DPR RI dan media massa.
  3. Pengertian Ibu Bapak wakil rakyat untuk tidak menghamburkan uang rakyat dengan terbang ribuan kilometer untuk Rapat Dengar Pendapat dengan KBRI dan KJRI. Hal ini bisa dilakukan lewat tele-konferens, atau ketika pejabat-pejabat KBRI dan KJRI berada di Jakarta.
Melihat rendahnya urgensi kunjungan dan dana sebesar 3,1 miliar Rupiah yang telah dikeluarkan untuk membiayai perjalanan ini, PPI Jerman, PPI Berlin, dan NU Cabang Istimewa Jerman sepakat untuk menolak kedatangan Ibu Bapak Wakil Rakyat beserta keluarga dan rombongannya. (Berlin,24 April 2012).

 

"Berkaca dari pengalaman terdahulu, setiap kunjungan ke sini selalu disertai dengan keluarga. Padahal ini tujuan untuk dinas, bukan untuk wisata. Semoga keikutsertaan keluarga kali ini tidak menggunakan uang negara sepeser pun." goo.gl/67WpHC




Mau tidak mau harus diakui, walaupun tidak semuanya tetapi masih banyak terjadi di negeri yang kita cintai ini hal seperti itu. Begitulah birokrasi di negara kita ini.

Mudah-mudahan tulisan ini bisa terbaca oleh semua lapisan masyarakat sehingga pengawasan terhadap instansi pemerintah yang KORUP dapat terdeteksi sejak dini.

Semoga berguna buat kita semua…


Pengaruh Musik Terhadap Kepribadian Seseorang

Musik bisa menjadikan Anda sebagai sosok yang baik hati. Ya, musik yang Anda sukai mampu membuat Anda terdorong untuk memberi lebih kepada orang lain. 

Mengapa, apakah ini penting? 

Karena sekarang ada bukti ilmiah untuk mendukung klaim Anda bahwa musik yang Anda dengarkan membuat Anda menjadi sosok yang lebih baik dari orang lain.

Sebuah penelitian di Jepang baru-baru ini telah menemukan bahwa ketika orang mendengarkan musik yang mereka sukai, mereka cenderung lebih altruistik. Sebaliknya, jika mereka mendengarkan musik yang mereka benci, mereka cenderung berperilaku lebih egois.

Pemerhati musik telah lama mengklaim bahwa musik yang mereka dengarkan membuat mereka menjadi orang yang lebih baik. Sekarang, berkat penelitian tersebut, klaim mereka akhirnya terbukti benar.

Musik. Dalam berbagai penelitian, musik adalah fitur universal kebudayaan manusia yang memiliki baik pesona menakjubkan tapi juga segudang masalah. 



Penelitian

Tim peneliti dari Nara University of Education, Jepang membuktikan bahwa kepribadian seseorang bisa dipengaruhi oleh berbagai hal semisal pilihan buku, genre musik atau teman-teman yang ia miliki.  

Untuk membuktikannya, para peneliti tersebut meneliti 11 partisipan pria dan wanita, yang usianya rata-rata 21 tahun. Semua partisipan tersebut kemudian diberikan kuisioner yang berisikan pertanyaan seputar musik dan emosi yang ia rasakan saat mendengarkan lagu tertentu. Setelah mengisi kuisioner, semua partisipan kemudian diputarkan lagu-lagu yang mereka suka dan yang tidak mereka suka untuk melihat reaksi psikologis mereka.

Untuk itu, peneliti sengaja menambahkan suara hening untuk menetralkan emosi partisipan karena lagu yang diputar. Melalui sebuah simulasi komputer, partisipan diminta untuk membagikan uang virtual. Dari situlah peneliti bisa melihat pengaruh sebuah musik terhadap psikologis manusia. Dimana mereka yang baru saja mendengarkan lagu kesukaan tampak lebih banyak mengeluarkan uang ketimbang yang baru saja mendengar lagu yang mereka benci.

"Ini artinya musik memang bisa mendorong perilaku altruistik* pada diri seseorang. Bila mereka mendengar lagu yang tidak disukai, mereka akan cenderung egois dan pelit," simpul peneliti seperti dikutip dari Daily Mail (3/12/2014).



"Ini artinya musik memang bisa mendorong perilaku altruistik* pada diri seseorang. Bila mereka mendengar lagu yang tidak disukai, mereka akan cenderung egois dan pelit."



Lebih lanjut peneliti mengungkapkan bahwa lagu tertentu dapat mempengaruhi aktivitas struktur limbik dan paralimbik yang ada di otak, inilah yang memicu terpancingnya emosi manusia saat mendengarnya. Hal ini berlaku bagi wanita dan pria, baik dengan lagu yang memiliki atau tidak memiliki lirik. 

Terbukti, tidak peduli apa musik yang sedang Anda dengarkan kebetulan, selama Anda pikir itu baik dan Anda menikmati mendengarkan itu, Anda akan lebih mudah untuk bertindak seperti layaknya manusia

Fakta: Sebuah laporan Harvard Business School diterbitkan tahun ini mengungkapkan bahwa orang-orang yang menghabiskan uang pada orang lain melaporkan lebih banyak kebahagiaan daripada mereka yang tidak.

Pemahaman: Chill-inducing music enhances altruism in humans [PubMed] askmen.com

"I want people to listen to our music and hear that there’s hope, even when they’re mad and angry, and the world’s crashing down. I want them to get that sort of message out of our music." ~ Hayley Williams


*)Altruisme adalah tindakan sukarela untuk menolong orang lain tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun atau disebut juga tindakan tanpa pamrih.Altruisme dapat juga didefinisikan sebagai tindakan memberi bantuan kepada orang lain tanpa adanya antisipasi akan reward atau hadiah dari orang yang ditolong (Macaulay dan Berkowitz,1970).

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23