Tujuh Hal yang Paling Ditakutkan Pria

Tidak seperti perempuan yang mudah mengungkapkan pikirannya, pria cenderung lebih tertutup. Kebanyakan lelaki pun terlihat lebih santai menjalani hidup. Namun sesungguhnya, mereka juga memiliki kekhawatiran. Menurut situs YourTango.com, ada tujuh hal yang dikhawatirkan pria:

1. Penghasilan. Berstatus single, berpacaran, atau sudah menikah, penghasilan merupakan isu utama yang kerap menjadi pikiran lelaki. Biasanya, mereka akan berpikir: apakah penghasilannya sudah sesuai dengan bobot pekerjaan, nilainya dianggap besar oleh keluarga, bisa mencukupi kebutuhan pendidikan anak, atau cukup untuk membiaya liburan.

"Memang banyak perempuan yang bekerja. Tapi bagi pria, masalah keuangan merupakan tanggung jawab mereka," tulis situs YourTango.

2. Prestasi. Kebanyakan pria sering melongok ke masa lalu dan bertanya-tanya: Pencapaian apa saja yang sudah saya raih? Apakah kehidupan ini yang saya inginkan? Apakah saya senang? Segala pertanyaan itu berujung pada evaluasi diri. "Mereka juga akan mencari aspirasi untuk jangka pendek atau panjang."

3. Pekerjaan. Hal yang paling menakutkan bagi pria adalah kehilangan pekerjaan. Terutama ketika krisis ekonomi tengah melanda. Mereka khawatir menjadi bagian karyawan yang dipecat perusahaan. "Untuk masalah yang satu ini, mereka membutuhkan dukungan dan kepercayaan diri dari pasangan."

4. Tua. Menjadi tua merupakan momok bagi lelaki. Mereka khawatir memiliki uban, pengelihatan menjadi lamur, dan mudah lelah. Ketidaknyamanan itu muncul karena tekanan sosial dan bayangan akan kematian.

5. Kesehatan. Bertubuh sehat merupakan investasi utama pria sebagai kepala keluarga. Mereka pun tidak ingin mendengar kabar adanya kanker atau penyakit lain yang menggerogoti tubuh. Karenanya, tidak sedikit lelaki enggan pergi ke dokter untuk mengecek kesehatan.

6. Seks. Soal seks ternyata menjadi masalah utama di pikiran pria. Apakah saya berhasil memuaskan dia? Begitulah yang mereka pikirkan. Namun mereka tidak ingin mendengar pernyataan bila pasangannya tidak terpuaskan. Sebab itu bakal mengusik egonya. "Untuk yang satu ini, sang kekasih harus memberi dukungan dan tidak menyalahkannya," tulis YourTango.

7. Ayah yang baik. Menjadi ayah yang baik bagi anak tak luput dalam pikiran pria. Terkadang, mereka mengkhawatirkan soal kemampuan berbicara dengan si anak. Untuk yang satu ini, tak jarang mereka berkaca ke masa kecil. Bagaimana sang ayah mendidiknya.



Putus Cinta, Pria Lebih Merana Ketimbang Perempuan


Selama ini, pria dianggap sebagai makhluk kuat, ketimbang perempuan. Tapi siapa sangka, lelaki ternyata lebih merasa merana ketika putus cinta. Berdasarkan penelitian Elite Singles, sekitar 95% lelaki menyatakan pernah jatuh cinta. Dan 25% dari mereka mengaku pernah menderita karena pisah dengan sang kekasih.

Menurut psikolog, dr Wiebki Neberich, rasa sakit muncul karena pria kerap menjadi korban putus cinta. Dan subjek pemutus hubungan itu adalah si perempuan. "Apalagi laki-laki lebih mengutamakan kesenangan pasangannya ketika jatuh cinta," kata Neberich di YourTango.com. "Tak jarang juga mereka menjadi korban cinta bertepuk sebelah tangan."
"Apalagi laki-laki lebih mengutamakan kesenangan pasangannya ketika jatuh cinta."
Bagi pria, Neberich melanjutkan, penyebab utama kesengsaraan pria adalah orang ketiga. Dan sekitar 80% lelaki mengaku hal itu sebagai salah satu penyebab mereka patah hati. Sementara 29% pria merasa kesal bila menjadi orang kedua dalam kehidupan kekasihnya. "Seperti putus karena keluarga si kekasih tidak memberikan restu."

Ketika putus cinta, kebanyakan pria tidak bisa menghilangkan deritanya dalam waktu singkat. Terkadang mereka membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan ada yang sampai tahunan. Bahkan tak jarang berat badan mereka meningkat. Sebab lelaki tidak menumpahkan rasa sedih dengan seember es krim, seperti perempuan, tapi lari ke makanan tinggi karbohidrat.

Sebanyak 44% pria, lebih memilih melewati rasa sedih putus cinta, sendirian. Nonton bioskop, olahraga, makan burger, atau mengurung diri di kamar. Semuanya dilakukan sendiri tanpa teman. "Tapi kebanyakan mereka, sekitar 61 pria, berpaling ke teman-teman," kata Neberich. "Selain untuk mengisi waktu, bersama teman mereka mencoba melupakan sang mantan." 


0 komentar:

Poskan Komentar

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23