Mythomania: Penyakit Suka Berbohong demi Pengakuan

Mythomania. Istilah ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1905 oleh seorang psikiater bernama Ferdinand Dupré. 

Mythomania adalah kebohongan yang dilakukan seseorang bukan dengan tujuan menipu orang lain. Penderita gangguan Mythomania akan membuat dirinya sendiri percaya bahwa kebohongan yang dia buat adalah nyata. Yang membedakan Mythomania dengan kebohongan biasa adalah.. penderita Mythomania sering tidak sadar bahwa dia sebenarnya sedang berbohong dan menceritakan khayalan yang ada dalam kepalanya.

Kebohongan-kebohongan yang dilakukan olehnya cenderung di luar kesadaran, yang artinya adalah dia tidak tahu/tidak sadar bahwa orang lain akan merasa terganggu dengan kebohongannya, karena yang terpenting baginya adalah dirinya mendapat pengakuan oleh sekelilingnya, pengakuan terhadap ‘kenyataan’ yang ingin ia wujudkan demi melarikan dirinya dari kenyataan sebenarnya yang tidak mau ia terima, dengan tanpa rasa menderita ataupun perasaan bersalah.
"...karena yang terpenting baginya adalah dirinya mendapat pengakuan oleh sekelilingnya, pengakuan terhadap ‘kenyataan’ yang ingin ia wujudkan demi melarikan dirinya dari kenyataan sebenarnya yang tidak mau ia terima."
Salah satu penyebab mythomania adalah kegagalan-kegagalan dalam kehidupannya, bisa jadi berupa kegagalan dalam hal studi, masa kecil, masalah keluarga, kisah-kisah sentimentil, bahkan kegagalan dalam hal pekerjaan (namun jangan keliru, pada saat ia mendapati orang lain mulai meragukan apa yang ia percaya, ia menjadi sadar telah berbohong -detilnya akan dibahas di bawah). Singkatnya, ia ingin melarikan diri dari semua image tentang dirinya sendiri. Jadi, semakin orang lain mempercayai kebohongannya, semakin ia terbantu untuk lepas dari image nyata tentang dirinya yang sulit ia terima itu.

Menurut Wikipedia, pembohong patologis atau mythomaniac adalah orang yang memiliki perilaku yang terbiasa atau selalu terdorong untuk berbohong.

Sementara definisi lengkap dari kebohongan patologis adalah, "Pathological lying is falsification entirely disproportionate to any discernible end in view, may be extensive and very complicated, and may manifest over a period of years or even a lifetime."

Jadi kebohongan patologis itu merupakan suatu kebohongan yang dapat melebar dan menjadi sangat rumit untuk waktu yang sangat lama bahkan bisa sepanjang hidup si pembohong!

Berbeda dengan kebohongan biasa yang membuat seseorang tampak kaku dan salah tingkah saat berbohong, penderita Mythomania sangat lihai dan meyakinkan ketika bercerita, seolah-olah memang itulah hidupnya. Seorang mythomania akan mengesankan kalau dirinya adalah pribadi positif nan sempurna pada orang lain.



Ciri-ciri pembohong patologis:

1. Suka membesar-besarkan sesuatu.
2. Selalu menimpali bahwa dirinya lebih baik dari apapun yang kita ceritakan.
3. Menciptakan realitas sendiri untuk dirinya.
4. Karena mereka tidak menghargai kejujuran, mereka juga tidak menghargai kepercayaan.
5. Bisa jadi seorang hypochondriac juga yaitu orang yang selalu merasa sakit (dibuat-buat) ingin diperhatikan.
6. Sering kontradiktif dengan pernyataan sebelumnya.
7. Bisa berbohong hanya untuk suatu hal sepele.
8. Selalu membesar-besarkan setiap kalimat.
9. Bisa merubah-rubah cerita setiap saat.
10. Sangat defensif ketika dipertanyakan pernyataanya.
11. Sangat percaya apa yang dikatakannya benar padahal jelas tidak benar buat orang lain.
12. Berbohong ketika sebenarnya sangat mudah untuk menceritakan kebenaran.
13. Berbohong untuk mendapat simpati dan terlihat baik.
14. Selalu mendapat nilai baik pada pandangan pertama tapi selanjutnya tidak dapat dipercaya.
15. Memiliki gangguan kepribadian.
16. Jago memanipulasi.
17. Ketahuan bohong berkali-kali.
18. Tidak pernah mengakui kebohongan.
19. Menganggap dirinya legenda.


Pada saat seorang mythomaniac telah berhasil menjerat kita, sedikit demi sedikit kebohongannya merusak dan mengganggu sistem kepercayaan dan keyakinan diri kita. bahkan rasa percaya kita yang paling kokoh pun akan guncang dan kita mulai percaya pada ‘image’ baru yang dia buat, serta perlahan kita meninggalkan kenyataan yang sesungguhnya mengenai si mythomaniac tersebut. Ketika kita mulai sadar akan kebohongannya, pada awalnya ia akan mengelak, kadang disertai dengan kemarahan, kemudian ia akan memanipulasi lagi dari awal dengan tetap pada kebohongan yang sama. Tetapi jika hal ini mulai ia rasakan berat, maka ia akan ‘mengkoreksi’ kebohongannya dengan cara berbelit dan berputar-putar dengan cerita yang baru, dengan tanpa meninggalkan kebohongan awalnya (istilah sekarang ‘ngeles’). Semakin kita mempertanyakan kebohongannya, semakin banyak kebohongan yang ia ciptakan karena pada titik ini, ia sadar telah berbohong, dan seorang mythomaniac yang sadar telah berbohong akan semakin lepas kendali!

"Faktor utama penyebabnya adalah kegagalan-kegagalan dalam kehidupannya,bisa jadi berupa kegagalan dalam hal studi, masalah keluarga, kisah-kisah sentimental, bahkan kegagalan dalam hal pekerjaan (namun jangan keliru, pada saat ia mendapati orang lain mulai meragukan apa yang ia percaya, ia menjadi sadar telah berbohong- detilnya akan dibahas di bawah). Sederhananya, ia ingin melarikan diri dari semua image tentang dirinya sendiri. jadi, semakin orang lain mempercayai kebohongannya, semakin ia terbantu untuk lepas dari image nyata tentang dirinya yang sulit ia terima itu." (Indonesian Hypnosis Society)


Jika anda menjumpai seorang mythomaniac, ingatlah bahwa mereka adalah pemohong pendusta. Jalan terbaik adalah menghindar.


Mythomaniac sendiri sebenarnya adalah korban. Ia korban dari ketidakbahagiaan dalam hidupnya dan korban dari penderitaan yang terlalu terus menerus. Ia tidak mampu mengekspresikan keaslian dirinya sehingga selalu ingin bersembunyi dibalik topeng. Jika anda menjumpai seorang mythomaniac, jalan terbaik adalah menghindar darinya. Namun jika anda ingin menolongnya, jangan berusaha mencari alasan yang masuk akal, atau mencoba menemukan jawaban dari tindakan-tindakan kebohongannya karena itu membuang-buang waktu saja. Berusaha mengerti mengapa ia berbohong adalah sia-sia saja karena jiwanya merupakan sebuah labirin dimana ia hanya berputar-putar saja di situ tanpa ada jalan keluar. Yang bisa anda lakukan adalah meyakinkannya untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Setelah itu, semua kembali kepada si mythomaniac itu sendiri. Hanya dia yang bisa menolong dirinya sendiri. Ia harus menyadari permasalahannya, mengakuinya dan harus memiliki keinginan yang kuat untuk menyembuhkan dirinya. Menemui seorang psikiater adalah merupakan salah satu pertanda bahwa ia ingin menolong dirinya.



Pacar Sering Bohong? Mungkin Dia seorang Mythomania


"Lima tahun yang lalu aku tinggal di Jepang, bekerja di salah satu perusahaan saham," ujar kekasih. 

Dia bisa menceritakan dengan sangat rinci bagaimana kehidupan di Jepang, tetapi saat anda ingin melihat bukti foto-fotonya, dia tidak mau memperlihatkan dengan banyak alasan.

"Aku anak orang kaya, tapi keluargaku berantakan. Sebenarnya aku mendapat banyak warisan, tetapi aku tidak mau mengandalkan itu saja," ujarnya dengan yakin. 

Tapi saat anda memintanya untuk berkenalan dengan keluarganya, dia menolak dengan sejuta alasan yang kadang tidak masuk akal.

Semua orang pernah berbohong, tetapi jangan abaikan kebohongan-kebohongan aneh yang meyakinkan atau khayalan bohong yang dilakukan seseorang, apalagi pacar atau kekasih anda. 

Hati-Hati Terjebak Hubungan Dengan Pria Mythomania. Inilah ciri-ciri pria penderita Mythomania:
  • Sering membesar-besarkan cerita dan kisah hidupnya.
  • Sering membuat kisah bahwa dia adalah korban (orang tua broken home, sering disiksa, sakit parah dan sebagainya).
  • Selalu ingin diperhatikan, karena itu mereka sering mengubah-ubah cerita hingga anda tetap percaya.
  • Seringkali mereka terlihat menawan dan wow saat pertama bertemu, tetapi selanjutnya, kebohongan-kebohongan mulai tercium.
  • Sering ketahuan berbohong, tetapi tidak mengakui dan kembali menceritakan berjuta alasan agar anda percaya.
  • Menyembunyikan dirinya, tidak memperkenankan orang lain melihat identitas diri, foto bahkan sering tidak mau memperkenalkan teman atau keluarganya.
  • Paling sering menjalin hubungan/pacaran jarak jauh. Ada kemungkinan pernah bertemu, tetapi hubungan lebih sering via telepon, BBM, SMS, email dan sebagainya.

Agar Tidak Terjebak Bersama Pria Mythomania. Tidak ada seorangpun yang mau dibohongi, apalagi berkali-kali dengan khayalan yang sebenarnya jauuuuh dari kenyataan. Agar tidak terjebak dalam hubungan ini, perhatikan hal-hal ini:
  • Hati-hati dengan hubungan/pacaran jarak jauh dengan orang yang belum anda kenal secara nyata.
  • Hati-hati dengan pria yang sering menceritakan penderitaan hidup, misalnya sakit parah atau datang dari keluarga yang suka menyiksa.
  • Hati-hati terpesona dengan cerita WAH, dia pengusaha sukses, punya kekayaan, pernah tinggal di luar negeri dan sebagainya. Terlebih lagi jika dia tidak bisa menunjukkan bukti berupa foto atau cerita dukungan dari orang yang mengenalnya.
  • Sering ketahuan berbohong tetapi selalu menyangkal dan menceritakan hal lain untuk meyakinkan Anda (padahal dia kembali berbohong).
  • Sering menolak bahkan tidak mau memperkenalkan anda dengan keluarga atau teman-teman dekatnya, bahkan sering tidak mau menunjukkan identitas diri dengan segudang alasan yang meyakinkan.
Sekali lagi, penderita mythomania adalah orang yang menderita gangguan kejiwaan yang mereka sendiri sering tidak menyadarinya. Mereka membutuhkan ahli kejiwaan untuk bisa sembuh. Karena itu, jika anda terjebak hubungan seperti ini, bijaklah, akan meneruskan atau memutuskan hubungan.

A pathological liar is someone who often embellishes his or her stories in a way that he or she believes will impress people.

theglobal-review.com | vemale.com

Tes Kepribadian: Memilih Sebuah Pohon

Pada umumnya, untuk membantu menjelaskan kepribadian seseorang, sebuah tes kepribadian akan menggunakan bantuan angka-angka dan kemudian hasilnya di interpretasikan/dideskripsikan kedalam kualitatif. Hal ini karena kepribadian tidak dapat diukur, tetapi hanya dapat dideskripsikan. Kali ini, the-open-mind.com melansir sebuah permainan mengukur kepribadian bernama Fun Personality Test - Pick a Tree. Sesuai dengan namanya, Anda bisa mengetahui kepribadian Anda dari gambar pohon yang Anda pilih.

Instruksi: Perhatikan gambar pohon di bawah ini, pilih salah satu pohon mana yang paling menarik atau yang Anda suka. Jangan terlalu lama berpikir -spontan saja langsung pilih,  kemudian cari tahu arti dari gambar tersebut sesuai dengan nomor gambar pohon pilihan Anda. Dilarang mengintip! :D



Dan hasilnya adalah...

Pohon Nomor 1: Jika Anda memilih gambar pohon nomor 1, kemungkinan besar Anda merupakan seorang pekerja keras. meskipun begitu Anda bukanlah seorang yang egois, justru Anda merupakan sosok yang murah hati dan selalu berbuat baik dan mempunyai ambisi yang tinggi. Apa yang Anda lakukan sebenarnya hanya karena ingin membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Sayangnya, tidak semua orang bisa mengapresiasi usaha Anda.

Pohon Nomor 2: Jika Anda memilih gambar pohon nomor 2, kemungkinan besar Anda merupakan seorang yang bertanggung jawab dan peduli pada kepentingan orang lain, jujur dan menyenangkan. Orang lain bisa dengan mudah memberikan kepercayaannya kepada Anda. humoris adalah sifat Anda sehingga membuat orang lain mudah dekat Anda karena Anda selalu punya cerita yang bisa dibagi.

Pohon Nomor 3: Jika Anda memilih gambar pohon nomor 3, kemungkinan besar Anda merupakan seorang yang cerdas dan merupakan pemikir yang hebat. Anda selalu memperjuangkan sesuatu yang Anda anggap benar. intuitif merupakan sifat alami Anda. Waktu menyendiri adalah saat-saat yang selalu Anda gunakan untuk berpikir. Kebohongan atau tipuan adalah hal-hal yang tidak Anda sukai.

Pohon Nomor 4: Jika Anda memilih gambar pohon nomor 4, kemungkinan besar Anda merupakan seorang yang sangat unik dengan sikap intuitif Anda. Anda tergolong sebagai seorang filosof yang suka berpikir dengan mendalam. Karena itulah banyak orang yang sering salah paham dengan Anda. Anda selalu butuh ruang untuk menyendiri dengan kreativitas yang perlu selalu dikembangkan. Hanya saja Anda orang yang sangat emosional.

Pohon Nomor 5: Jika Anda memilih gambar pohon nomor 5, kemungkinan besar Anda merupakan seorang yang penuh percaya diri dan mandiri. Takut bukanlah salah satu dari Anda. Anda paling tahu cara untuk membuat diri Anda dan orang-orang di sekitar Anda tetap kuat. Yang Anda butuhkan dari orang-orang di sekitar Anda hanyalah kejujuran, meskipun kejujuran itu pahit bagi Anda.

Pohon Nomor 6: Jika Anda memilih gambar pohon nomor 6, kemungkinan besar Anda merupakan seorang yang ramah dan peka sehingga Anda memiliki banyak teman karena menciptakan sebuah hubungan dengan orang lain bukanlah sesuatu yang sulit bagi Anda. Anda memiliki aura yang hangat dan terang, orang-orang bisa merasa nyaman saat berada di dekat Anda. Anda menghabiskan waktu Anda untuk fokus pada bagaimana cara Anda untuk menjadi sosok yang lebih baik. Anda selalu butuh cinta, dan selalu siap mencintai siapapun meskipun orang tersebut tak mencintai Anda.

Pohon Nomor 7: Jika Anda memilih gambar pohon nomor 7, kemungkinan besar Anda merupakan seorang yang tenang dan bahagia. Anda bisa menjadi pendengar yang baik tanpa menghakimi siapa pun karena Anda memiliki sifat yang peka dan sangat pengertian. Anda benar-benar menyadari bahwa setiap orang punya caranya sendiri untuk menjalani hidupnya. Cemas hanya sesekali saja menghampiri diri Anda dan Anda bisa dengan mudah merasa tenang.

Pohon Nomor 8: Jika Anda memilih gambar pohon nomor 8, kemungkinan besar Anda merupakan seorang yang mudah menarik perhatian dan energik, dengan begitu orang-orang di sekitar Anda senang dengan keberadaan Anda karena Anda pintar membuat suasana ceria dan penuh tawa. Ada banyak hal yang membuat Anda tertarik dan Anda akan mencari tahu sesuatu sampai ke akar-akarnya untuk bisa memuaskan diri. Jiwa petualang ada di dalam darah Anda. Anda adalah sosok yang spontan dan antusias.

Pohon Nomor 9: Jika Anda memilih gambar pohon nomor 8, kemungkinan besar Anda merupakan seorang yang penuh optimisme dan sering mendapatkan keberuntungan. Hidup hanya sekali, Anda merupakan seorang yang berusaha untuk melakukan segala hal yang terbaik dalam hidup Anda. Setiap kesempatan yang ada dalam hidup Anda gunakan sebaik-baiknya untuk bisa saling memaafkan, belajar, dan berkembang. Kelebihan Anda adalah, Anda bersedia berbagi rasa suka dan duka dengan orang-orang yang Anda sukai.

Pohon manakah yang Anda pilih? Pohon manakah yang saya pilih? Saya memilih pohon nomor 6, dan sekilas saya juga menyukai pohon nomor 2. Jadi pilihan pertama saya 6 dan 2 adalah pilihan kedua saya. Apakah tes itu berhasil? Saya rasa tidak. ^_^

Have a Great Day!

http://www.the-open-mind.com/fun-personality-test-pick-a-tree/ 

Ciri-Ciri Politikus Busuk di Indonesia

http://www.beritaonline.co.id/komunitas-dpr-tidur-pulas-saat-rapat.html

Sebuah artikel beberapa tahun lalu, yang tentu saja masih tetap hangat karena relevansinya... ^_^


"IMF membunuh umat manusia tidak dengan peluru atau rudal, tapi dengan wabah kelaparan."
(Andres Perez, Mantas Presiden Venezuela, The Ecologist Report, Globalizing Poverty, 2000)

Oleh karena itu kriteria Politikus busuk selain suka selingkuh, korupsi, berbohong, melakukan kesalahan, adalah orang yang berpaham Neoliberalisme sesuai dengan paham IMF, World Bank, WTO, dan USAID.
Berikut kriterianya:

1. Selingkuh. Beberapa pejabat tertangkap basah selingkuh di antaranya dengan pelacur. Padahal upah pelacur kelas atas Rp 5-7 juta sekali main. Jadi jika pejabat tersebut main seminggu sekali akan habis Rp 28 juta lebih per bulan hanya untuk maksiat. Padahal gajinya hanya Rp 30 juta per bulan (belum dipotong buat partai).

"Tidak tahu, saya dikasih Pak Ahmad Rp10 juta." (bit.ly/1Cve1pE)

Oleh karena itu pejabat yang selingkuh bukannya memakai uangnya untuk memakmurkan rakyat justru memakainya untuk maksiat. Karena biaya zinah cukup besar, dia juga bisa melakukan korupsi untuk itu.

2. Berbohong. Tidak pantas pejabat membohongi rakyatnya. Sekali dia berucap sesuatu, misalnya tidak akan menaikan harga BBM, maka dia harus melakukan itu. 


3. Korupsi. Tidak pantas seorang pemimpin korupsi. Jika kekayaan seorang pemimpin tidak sesuai dengan gajinya, kemungkinan besar dia korupsi. Misalkan gajinya sebulan hanya Rp 30 juta. Dalam 40 tahun seandainya dia tidak keluar uang sepeser pun untuk makan, listrik, telpon, sekolah, dsb, maka maksimal hartanya sekitar Rp 14,4 milyar. Jika lebih dari itu kemungkinan besar korupsi. Jika pemimpin korup, anak buahnya juga korup. Tidak ada uang lagi untuk memakmurkan rakyat karena habis dikorup. 

4. Berpaham Neoliberalisme. Neoliberalisme: Paham Ekonomi yang mengutamakan sistem Kapitalis Perdagangan Bebas, Ekspansi Pasar, Privatisasi/Penjualan BUMN, Deregulasi/Penghilangan campur tangan pemerintah, dan pengurangan peran negara dalam layanan sosial (Public Service) seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya.

Sejak 1994-1998, nilai kekayaan bersih 200 orang terkaya di dunia bertambah dari 40 miliar dolar AS menjadi lebih dari 1 trilun dolar AS; aset tiga orang terkaya di dunia lebih besar dari GNP 48 negara terbelakang; 1/5 orang terkaya di dunia mengkonsumsi 86% semua barang dan jasa; 1/5 orang termiskin dunia hanya mengkonsumsi kurang dari 1% saja (The United Nations Human Development Report, 1999). Ini adalah hasil dari Neoliberalisme. Tidak ada pembagian modal yang adil bagi seluruh rakyat. Modal berupa tanah, kekayaan alam, uang, menumpuk di segelintir pemilik perusahaan MNC.




Penggerak Neoliberalisme adalah: IMF, World Bank, WTO, USAID.
Setiap pinjaman IMF dan World Bank memiliki syarat: 
  • Privatisasi/Penjualan BUMN.
  • Deregulasi, pembebasan tarif dan pencabutan ”subsidi”.
  • Perdagangan Bebas.
  • Pengurangan Layanan Masyarakat (Public Service) oleh Negara.
  


Neoliberalisme di Indonesia:

1. Pematokan Kurs (Pegged Rate) uang dihapus diganti dengan ”Kurs Mengambang” (Floating Rate).

2. Agar nilai uang stabil pemerintah membayar sekitar Rp 60 Trilyun setiap tahun ke pemegang SBI dan ORI.

3. Hancurnya Rupiah tahun 1998 dari Rp 2.200/1 USD hingga Rp 11.600/1 USD akibat ”Kurs Mengambang” dari Neoliberalisme.

4. Penghapusan ”Subsidi” BBM dan Listrik yang menaikan harga. Bensin tahun 1998 sekitar Rp 700/liter jadi Rp 6.000 di 2008 (Naik 76%/tahun).

5. Penjualan BUMN/BUMD ke Swasta/MNC, PAM, Indosat, Telkom, Krakatau Steel dijual ke Swasta/Asing.

6. Privatisasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jadi BHMN. Uang masuk/kuliah di UI Rp 200 ribu pada tahun 1998 jadi Rp 25 juta dan Rp 7,5 juta per semester tahun 2008 (Naik 365%/tahun).

7. Penjualan Rumah Sakit milik Pemerintah ke Swasta. 




Oleh karena itu setiap orang yang selalu ngomong beban subsidi terlalu berat, harus dihapus atau harga dinaikkan setiap kali harga dunia naik, ini adalah orang Neoliberalis. Tidak pantas orang Neoliberalis jadi pemimpin karena akan menyengsarakan rakyat.
Setiap orang yang menyerukan menaikan harga BBM sesuai harga pasar di New York sementara UMR di Indonesia hanya 10% dari UMR di New York adalah orang Neoliberalis.
Setiap orang yang selalu bicara untuk menjual BUMN-BUMN yang menguasai hajat hidup orang banyak ke swasta/privatisasi maka ini adalah orang Neoliberalis. Paham ini bertentangan dengan UUD 45 pasal 33: 


(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. 



Akibat BUMN yang menguasai produksi penting dan menguasai hajat hidup orang banyak dijual ke swasta, harga akhirnya membubung tinggi. Contohnya harga bensin di Indonesia yang 90% dikuasai MNC naik dari Rp 700/liter di tahun 1998 jadi Rp 6.000/liter di 2008. Keuntungannya banyak masuk ke perusahaan-perusahaan asing. Bukan ke rakyat. 

Referensi: “Ekonomi Islam Vs Ekonomi Neo-Liberal”, M. Arif Adiningrat dan Farid Wadjdi. 

Korupsi Karena Nafsu Dunia

Masyarakat Indonesia boleh berbeda-beda, tetapi korupsi dan perilaku rakus sepertinya sudah menjadi kesepakatan dalam usaha mempertahankan diri di belantara hutan “manusia adalah serigala bagi manusia lainnya”. goo.gl/KVy67k

Korupsi berasal dari bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutar balik, menyogok. Secara psikologis, korupsi yaitu perilaku pejabat publik (pejabat pemerintahan), yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.

Korupsi seolah menjadi adat di Indonesia saat ini. Beragam elemen mulai dari yang paling bawah hingga paling atas, sudah sering kita lihat terlibat dalam kasus ini. Bahkan, di tingkat keluargapun mungkin sudah kita jumpai. 

Korupsi bisa timbul karena adanya nafsu serakah. 

Selalu kurang. 

Tidak puas dengan apa yang dimiliki. 

Selalu ingin memiliki yang lebih banyak, lebih baik dengan cara apapun. 

Sikap konsumerisme. Semua hal dianggap merupakan kebutuhan dan wajib dibeli. 

Kalau keinginannya belum menjadi kenyataan, perasaannya tidak tenang.

Menurut Jack Bologne dengan Teori Gone-nya, akar penyebab korupsi ada 4, yaitu Greed, Opportunity, Need, dan Exposes. 


1. Greed terkait keserakahan dan kerakusan para pelaku korupsi. Koruptor adalah orang yang tidak puas akan keadaan dirinya. Punya satu gunung emas, berhasrat punya gunung emas yang lain. Punya harta segudang, ingin punya pulau pribadi.
2. Opportunity terkait dengan sistem yang memberi lubang terjadinya korupsi. Sistem pengendalian tak rapi, yang memungkinkan seseorang bekerja asal-asalan. Mudah timbul penyimpangan. Saat bersamaan, sistem pengawasan tak ketat. Orang gampang memanipulasi angka. Bebas berlaku curang. Peluang korupsi menganga lebar.
3. Need berhubungan dengan sikap mental yang tidak pernah cukup, penuh sikap konsumerisme, dan selalu sarat kebutuhan yang tak pernah usai.
4. Exposes berkaitan dengan hukuman pada pelaku korupsi yang rendah. Hukuman yang tidak membuat jera sang pelaku maupun orang lain.


Keempat akar masalah tersebut merupakan halangan besar pemberantasan korupsi. Tapi, dari keempat akar persoalan korupsi tersebut, pusat segalanya penyebab korupsi adalah sikap rakus dan serakah. 

Sistem yang bobrok belum tentu membuat orang korupsi, namun jiwa serakahlah yang membuat semuanya berantakan. 

Kebutuhan yang mendesak tak serta-merta mendorong orang korupsi. 

Perilaku koruptif memiliki motivasi dasar sifat serakah yang akut. Adanya sifat rakus dan tamak tiada tara. Dapat dikatakan bahwa korupsi paralel dengan sikap serakah.  



Psikologis Koruptor


Banyak hal yang melatarbelakangi seseorang khususnya para pejabat negara melakukan tindakan korupsi. Salah satu faktor tersebut adalah faktor psikologis. Faktor psikologis bisa diartikan berasal dari dalam diri si pelaku sendiri.

Perbuatan korupsi memang berbeda dengan pencurian biasa/maling, perbuatan ini yang notabene dilakukan oleh oknum pejabat publik cenderung memiliki dampak luas, yang menyangkut suatu sistem pemerintahan dimana dia berada, dan bahkan bisa membuat kehancuran suatu negara, ini yang membedakan dengan perilaku kriminal biasa di level masyarakat umum yang efeknya sebatas lingkup per-individu dan tidak mempengaruhi sistem pemerintahan. Memprihatinkan bahwa Indonesia menempati ranking 3 besar dunia untuk kasus korupsi ini.

Secara umum korupsi bisa disebabakn oleh banyak hal, termasuk dari sifat psikologis seseorang. Bahkan ada orang yang katanya baik-baik ternyata juga melakukan korupsi? Kaum behavioris* mengatakan, berarti lingkunganlah yang secara kuat memberikan dorongan bagi orang untuk korupsi dan mengalahkan sifat baik seseorang yang sudah menjadi ciri/karakter pribadinya (Baca: Mengapa orang baik bisa menjadi jahat dan begitu pula sebaliknya.. di goo.gl/GtQJLv). Lingkungan dalam hal ini malah memberikan dorongan dan bukan memberikan hukuman pada orang ketika ia menyalahgunakan kekuasaannya.


Penelitian-penelitian empiris mengenai korupsi mengonfirmasi anggapan tersebut. Pada umumnya faktor penyebab korupsi bersumber pada 3 aspek yaitu: 


1. Kerusakan pada lingkungan makro (negara) di mana sistem hukum, politik, pengawasan, kontrol, transparansi rusak. Kerusakan tersebut menjadi latar lingkungan yang merupakan faktor stimulus bagi perilaku orang. Tentunya menjadi jelas ketika sistem tidak secara kuat memberikan hukuman terhadap pelanggaran dan imbalan terhadap sebuah prestasi, tingkah menyimpang (korupsi) malah akan diulang-ulang karena akan memberikan konsekuensi yang menyenangkan, 
2. Pengaruh dari iklim koruptif di tingkat kelompok atau departemen, dan 
3. Karena faktor kepribadian.


Jadi cukup jelas bahwa lingkungan secara tidak langsung sangat berpengaruh terhadap psikologi seseorang melakukan tindak korupsi. Jika memang Indonesia ingin bebas dari korupsi, maka semua calon PNS/TNI/Polri/politisi/pejabat publik dan lain-lain harus mengikuti tes psikologi yang ketat, misalnya tes kepribadian khusus. Di samping itu, perlu dibuat sistem pencegahan korupsi yang efektif.



SAHABAT PEMBERANI 










 Video Najwa Shihab Menyanyi Korupsi


Speech Composing Raditya Dika, Najwa Shihab, dkk - Indonesia Harus Bebas Korupsi






"Tak banyak pemimpin seperti Bung Hatta, memimpin tanpa menguras harta negara." 
~ Najwa Shihab

*)Behaviorisme merupakan aliran revolusioner, kuat dan berpengaruh, serta memiliki akar sejarah yang cukup dalam. Behaviorisme lahir sebagai reaksi terhadap introspeksionisme (yang menganalisis jiwa manusia berdasarkan laporan-laporan subjektif) dan juga psikoanalisis (yang berbicara tentang alam bawah sadar yang tidak tampak).
 
Behaviorisme ingin menganalisis bahwa perilaku yang tampak saja yang dapat diukur, dilukiskan, dan diramalkan. Behaviorisme memandang pula bahwa ketika dilahirkan, pada dasarnya manusia tidak membawa bakat apa-apa. Manusia akan berkembang berdasarkan stimulus yang diterimanya dari lingkungan sekitarnya. Lingkungan yang buruk akan menghasilkan manusia buruk, lingkungan yang baik akan menghasilkan manusia baik. Kaum behavioris memusatkan dirinya pada pendekatan ilmiah yang sungguh-sungguh objektif. Kaum behavioris mencoret dari kamus ilmiah mereka, semua peristilahan yang bersifat subjektif, seperti sensasi, persepsi, hasrat, tujuan, bahkan termasuk berpikir dan emosi, sejauh kedua pengertian tersebut dirumuskan secara subjektif. (www.edus.web.id/2010/12/teori_behavioristik_paud.html).  


Tujuh Hal yang Paling Ditakutkan Pria

Tidak seperti perempuan yang mudah mengungkapkan pikirannya, pria cenderung lebih tertutup. Kebanyakan lelaki pun terlihat lebih santai menjalani hidup. Namun sesungguhnya, mereka juga memiliki kekhawatiran. Menurut situs YourTango.com, ada tujuh hal yang dikhawatirkan pria:

1. Penghasilan. Berstatus single, berpacaran, atau sudah menikah, penghasilan merupakan isu utama yang kerap menjadi pikiran lelaki. Biasanya, mereka akan berpikir: apakah penghasilannya sudah sesuai dengan bobot pekerjaan, nilainya dianggap besar oleh keluarga, bisa mencukupi kebutuhan pendidikan anak, atau cukup untuk membiaya liburan.

"Memang banyak perempuan yang bekerja. Tapi bagi pria, masalah keuangan merupakan tanggung jawab mereka," tulis situs YourTango.

2. Prestasi. Kebanyakan pria sering melongok ke masa lalu dan bertanya-tanya: Pencapaian apa saja yang sudah saya raih? Apakah kehidupan ini yang saya inginkan? Apakah saya senang? Segala pertanyaan itu berujung pada evaluasi diri. "Mereka juga akan mencari aspirasi untuk jangka pendek atau panjang."

3. Pekerjaan. Hal yang paling menakutkan bagi pria adalah kehilangan pekerjaan. Terutama ketika krisis ekonomi tengah melanda. Mereka khawatir menjadi bagian karyawan yang dipecat perusahaan. "Untuk masalah yang satu ini, mereka membutuhkan dukungan dan kepercayaan diri dari pasangan."

4. Tua. Menjadi tua merupakan momok bagi lelaki. Mereka khawatir memiliki uban, pengelihatan menjadi lamur, dan mudah lelah. Ketidaknyamanan itu muncul karena tekanan sosial dan bayangan akan kematian.

5. Kesehatan. Bertubuh sehat merupakan investasi utama pria sebagai kepala keluarga. Mereka pun tidak ingin mendengar kabar adanya kanker atau penyakit lain yang menggerogoti tubuh. Karenanya, tidak sedikit lelaki enggan pergi ke dokter untuk mengecek kesehatan.

6. Seks. Soal seks ternyata menjadi masalah utama di pikiran pria. Apakah saya berhasil memuaskan dia? Begitulah yang mereka pikirkan. Namun mereka tidak ingin mendengar pernyataan bila pasangannya tidak terpuaskan. Sebab itu bakal mengusik egonya. "Untuk yang satu ini, sang kekasih harus memberi dukungan dan tidak menyalahkannya," tulis YourTango.

7. Ayah yang baik. Menjadi ayah yang baik bagi anak tak luput dalam pikiran pria. Terkadang, mereka mengkhawatirkan soal kemampuan berbicara dengan si anak. Untuk yang satu ini, tak jarang mereka berkaca ke masa kecil. Bagaimana sang ayah mendidiknya.



Putus Cinta, Pria Lebih Merana Ketimbang Perempuan


Selama ini, pria dianggap sebagai makhluk kuat, ketimbang perempuan. Tapi siapa sangka, lelaki ternyata lebih merasa merana ketika putus cinta. Berdasarkan penelitian Elite Singles, sekitar 95% lelaki menyatakan pernah jatuh cinta. Dan 25% dari mereka mengaku pernah menderita karena pisah dengan sang kekasih.

Menurut psikolog, dr Wiebki Neberich, rasa sakit muncul karena pria kerap menjadi korban putus cinta. Dan subjek pemutus hubungan itu adalah si perempuan. "Apalagi laki-laki lebih mengutamakan kesenangan pasangannya ketika jatuh cinta," kata Neberich di YourTango.com. "Tak jarang juga mereka menjadi korban cinta bertepuk sebelah tangan."
"Apalagi laki-laki lebih mengutamakan kesenangan pasangannya ketika jatuh cinta."
Bagi pria, Neberich melanjutkan, penyebab utama kesengsaraan pria adalah orang ketiga. Dan sekitar 80% lelaki mengaku hal itu sebagai salah satu penyebab mereka patah hati. Sementara 29% pria merasa kesal bila menjadi orang kedua dalam kehidupan kekasihnya. "Seperti putus karena keluarga si kekasih tidak memberikan restu."

Ketika putus cinta, kebanyakan pria tidak bisa menghilangkan deritanya dalam waktu singkat. Terkadang mereka membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan ada yang sampai tahunan. Bahkan tak jarang berat badan mereka meningkat. Sebab lelaki tidak menumpahkan rasa sedih dengan seember es krim, seperti perempuan, tapi lari ke makanan tinggi karbohidrat.

Sebanyak 44% pria, lebih memilih melewati rasa sedih putus cinta, sendirian. Nonton bioskop, olahraga, makan burger, atau mengurung diri di kamar. Semuanya dilakukan sendiri tanpa teman. "Tapi kebanyakan mereka, sekitar 61 pria, berpaling ke teman-teman," kata Neberich. "Selain untuk mengisi waktu, bersama teman mereka mencoba melupakan sang mantan." 


Teman atau Kekasih? Cari Tahu dari Suaranya

Dalam satu hubungan dekat, seseorang terkadang bingung apakah hubungan itu hanya sekedar teman atau seorang kekasih. Jika ada dalam situasi tersebut, Anda tak perlu bingung. Dalam satu penelitian terbaru terungkap seseorang bisa disebut teman atau punya hubungan khusus bisa dilihat dari nada suaranya.

Suara seseorang berbeda saat berbicara dengan kekasihnya dibandingkan dengan hanya kepada temannya. Hal tersebut, kata penulis hasil riset Susan Hughes, bisa digunakan untuk mendeteksi ketidakjujuran atau perselingkuhan pasangan.

"Ini bukan sekadar bahwa kita mengubah suara kita, tetapi juga seseorang bisa dengan mudah mengetahui perubahan itu," ujar Hughes, yang merupakan associate profesor di Albright College di Reading, Philadelphia.

Studi ini melibatkan 24 orang yang baru saja membina hubungan cinta. Mereka diminta untuk menelepon pasangan masing-masing dan menelpon teman sesama jenisnya. Pertanyaan yang diajukan adalah, "Apa kabar?" dan "Apa yang sedang kamu kerjakan?"
Telepon tersebut kemudian direkam dan diputar ulang untuk 80 pendengar independen yang menilai isi rekaman itu dengan menilai keseksian, keramahan, dan level romantisme.

"Contoh suara menunjukkan bahwa pasangan romantis dinilai lebih ramah, lebih seksi dan menunjukkan level ketertarikan romantik yang lebih tinggi dibandingkan dengan telepon kepada sesama jenis," ujar Hughes, dalam hasil penelitian yang dipublikasikan di Journal of Nonverbal Behaviour edisi Oktober 2013.
Info Jurnal


"Contoh suara menunjukkan bahwa pasangan romantis dinilai lebih ramah, lebih seksi dan menunjukkan level ketertarikan romantik yang lebih tinggi dibandingkan dengan telepon kepada sesama jenis."
 ~ Susan Hughes, Journal of Nonverbal Behaviour


Salah satu jenis analisis atas rekaman suara itu menunjukkan baik wanita maupun pria cenderung untuk menyesuaikan nada suara dengan pasangan kekasih mereka. Wanita akan menggunakan nada lebih rendah, sementara pria akan menggunakan nada lebih tinggi.

Analisis lain menunjukkan bahwa fokus pada elemen suara seperti perubahan suara dan intonasi yang menunjukkan stres, rasa gugup dan kurang percaya diri dalam suara partisipan ketika mereka bicara dengan kekasih mereka. Hal ini dikarenakan fakta bahwa mereka masih dalam tahap awal hubungan cinta mereka.


Ada momen dimana kau tersenyum canggung saat bertelepon dengan seseorang dan kemudian orang tuamu bertanya dengan siapakah kamu berbicara... ^_^ '

"Ada hubungan antara kerentanan dengan nada suara pada pasangan yang baru membina hubungan. Mungkin karena mereka tak mau ditolak," ujar Hughes yang merupakan ahli psikologi evolusi dan persepsi suara. 


Cerita Tentang Seorang Pria yang Ingin Mengubah Dunia

Ingin mengubah dunia? Begini caranya.. 

Berikut ini diketahui tertulis di makam seorang Uskup Anglikan di Westminster Abbey sekitar 1100 AD. Tentang cerita seorang pria yang ingin mengubah dunia

Ada dua versi yang saya ketahui, mungkin bisa jadi memang hanya dua versi saja. Berikut ini adalah versi pertama dan paling populer, paling sering diposting & dishare. Saya dan juga kebanyakan orang mungkin suka versi yang ini karena salah satu yang lebih baik dan sederhana.

Tentang mengubah dunia, ada tertulis seperti ini:
"Ketika aku muda, aku ingin mengubah seluruh dunia. Lalu aku sadari, betapa sulit mengubah seluruh dunia ini. Maka aku putuskan untuk mengubah negaraku saja.

Ketika aku sadari bahwa aku tidak bisa mengubah negaraku, aku mulai berusaha mengubah kotaku. Ketika aku semakin tua, aku sadari tidak mudah mengubah kotaku. Maka aku mulai mengubah keluargaku.

Kini aku semakin renta, aku pun tak bisa mengubah keluargaku. Ternyata aku sadari bahwa satu-satunya yang bisa aku ubah adalah diriku sendiri.
 
Tiba-tiba aku tersadarkan bahwa bila saja aku bisa mengubah diriku sejak dahulu, aku pasti bisa mengubah keluargaku dan kotaku. Pada akhirnya aku akan mengubah negaraku dan aku pun bisa mengubah seluruh dunia ini."

Tulisan diatas bersumber asli (berbahasa Inggris) di: http://www.scrapbook.com/poems/doc/12475/378.html. Apakah ada yang tahu dari versi atau sumber lain? Tulisan di bawah ini sepertinya adalah kisah komplitnya yang kemudian disederhanakan sedemikian rupa, memang agak panjang, tetapi inti hikmah dari setiap paragrafnya kurang lebih sama. Untuk keotentikannya.. Sayang belum ada seorangpun yang memverifikasi. Berikut ini adalah versi komplitnya:

Aku ingin mengubah dunia.

"Ketika aku masih muda dan bebas berimajinasi tanpa batas, aku bermimpi mengubah dunia. Seiring dengan bertambahnya usia dan bijaksana, kutemukan dunia tidak akan berubah, karenanya kurubah cara pandangku dan memutuskan untuk mengubah hanya negaraku saja.

Ketika usiaku semakin senja, dalam satu upaya putus asa terakhir, kutetapkan untuk mengubah hanya keluargaku saja, orang-orang terdekatku, tapi sayangnya mereka tidak menginginkan itu.
 
Dan sekarang, saat aku berbaring di ranjangku, tiba-tiba aku tersadar: Jika aku terlebih dahulu mengubah diriku sendiri, maka aku akan memberi contoh dan itu mengubah keluargaku.
 
Dari inspirasi dan dorongan mereka, kemudian akan mampu memperbaiki negeriku, dan siapa tahu, aku mungkin bahkan mengubah dunia."


Ditemukan pada batu nisan di Westminster Abbey

Seorang narasumber mengatakan tulisan ini terukir di batu nisan seorang uskup Anglikan yang dimakamkan di Westminster Abbey pada tahun 1100 AD. bit.do/Y3rL

Ada informasi menyebutkan tidak ada Uskup Anglikan di 1100 AD. oleh karena pada masa itu semua orang adalah Kristen Khatolik. (Gereja Anglikan tidak resmi dimulai sampai sekitar 1534 AD, meskipun jejak awal Gereja Inggris untuk St. Augustine, sekitar tahun 597 AD). bit.do/Y3rL



Apakah ukuran batu nisannya itu relatif besar atau kecil sehingga mampu menampung tulisan yang sedemikian agak panjang, sayangnya juga belum ada seorangpun yang memverifikasi. Adakah yang bisa memverifikasi semuanya ini? 

Tapi saya hanya berpikir bahwa ini hanyalah sekedar tulisan seperti halnya cerita fiktif dongeng untuk membangun dan mencerahkan orang-orang, semacam kisah inspiratif untuk memotivasi khalayak yang menceritakan seorang Uskup Anglikan yang kebetulan tidak dikenal namanya yang hidup pada tahun 1100 AD, yang dimakamkan di Westminster Abbey, kemudian kisahnya ditemukan terukir pada batu nisan saat meninggal dunia. Sekali lagi, adakah yang bisa memverifikasi semuanya ini..?? ^_^  

Tetapi bagaimanapun juga kisah tersebut diatas cukup bagus dan mengandung muatan positif yang mengedukasi, jadi cukup ambil hikmahnya saja. Kenapa saya bilang bagus? Simple, karena populer. Mendunia diberbagai kalangan khalayak berbeda. ^_^




Pesan Moral: 

Keinginan adalah hal besar. Semangat adalah motivasinya. Sedangkan tindakan adalah apinya. Jadi, jika ingin merubah hal-hal besar, maka rubahlah dari sekarang, dari hal terkecil, dan lihatlah revolusi sedang terjadi!

Jangan mudah menyerah dalam menghadapi permasalahan yang ada, karena pada akhirnya kita tahu bahwa semua bisa dilalui dan semua masalah bisa terpecahkan. Yang perlu kita lakukan hanyalah mencoba dan berusaha memberikan yang terbaik.

Seorang manusia dibilang sukses karena ia berhasil bangkit dari keterpurukannya. Bukan semata-mata hanya karena ia pernah membuat hal-hal besar dan dipuji karena kehebatannya.

Tantangan terbesar yang kita miliki sebagai individu hamba Allah SWT Tuhan YME, sebagai bagian masyarakat, ataupun sebagai pemimpin umat beragama (ulama, uskup, dsb) adalah kepemimpinan spiritual dari kehidupan kita sendiri.

Semoga Allah SWT senantiasa memberi kita kekuatan iman, hati yang lembut yang sabar menanti dan menjalani setiap proses step by step dalam kehidupan ini. Aamiin.


"Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit."
"Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia."
~ Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adam 
  
"Menyesali nasib tidak akan mengubah keadaan. Terus berkarya dan bekerjalah yang membuat kita berharga." 
~ Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
 
"Dunia tengah berangkat gila, dan di zaman ini hanya orang gila yang berkeinginan mengubah atau menyelamatkan dunia. Seandainya tiap manusia cukup rendah hati untuk menyelamatkan sebuah dunianya terlebih dulu." 
~ Nukila Amal, Cala Ibi, hal.151



"Yesterday I was clever, so i wanted to change the world. Today I am wise, I want to change my self."
"Kemarin aku menjadi pintar, karenanya aku ingin merubah dunia. Hari ini aku menjadi bijak, aku ingin merubah diriku sendiri."
~ Rumi
 


"Saya belajar bahwa keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut, tetapi kemenangan di atasnya. Orang yang berani bukanlah orang yang tidak merasa takut, tetapi orang yang mengalahkan rasa takut tersebut."
 ~ Nelson Mandela

"Tentukan hal yang bisa dan akan dilakukan, kemudian kita akan menemukan jalan." 
~ Abraham Lincoln 

"Kita mengubah dunia bukan dengan apa yang kita katakan atau lakukan, tetapi sebagai konsekuensi dari telah menjadi apa kita." 
 ~ David R. Hawkins

"Jadilah Anda perubahan yang ingin Anda lihat di dunia itu sendiri." 
~ Mahatma Gandhi
  
"Mereka yang mengusahakan untuk menyembuhkan diri sendiri dapat menyembuhkan dunia!"
~ Thomas Bien 


 
*)AD (Anno Domini) atau Kalender Masehi dalam bahasa Indonesia adalah sebutan untuk penanggalan atau penomoran tahun yang digunakan pada kalender Julian dan Gregorian. Era kalender ini didasarkan pada tahun tradisional yang dihitung sejak kelahiran Yesus dari Nazaret. wikipedia.org.


 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23