Orang Bijak Lebih Sering Bersyukur

Pada titik usia lanjut, kebijaksanaan dan rasa bersyukur tampaknya selalu hadir beriringan, khususnya pada wanita, demikian diungkapkan hasil riset terbaru di Austria.

Dalam sebuah riset, seseorang yang mengucapkan rasa syukur lebih sering dinilai lebih bijaksana. "Kebijaksanaan sangat kuat hubungannya dengan rasa syukur," ujar penulis hasil riset, Judith Gluck, dari Aplen-Adria Universitat Klagenfurt, melalui email kepada Reuters dan dipublikasikan pada 10 Januari 2014. "Mereka bersyukur untuk hal-hal yang berbeda-beda," kata Gluck.

Meskipun telah cukup banyak riset mengenai kebijaksanaan dan rasa syukur, namun hanya sedikit yang meneliti hubungan antara keduanya, ungkap Gluck dan rekannya, Susanne Konig dalam Journal of Gerontology, Series B: Psychological Sciences and Social Sciences.

Guna meneliti hubungan keduanya, para psikolog itu melakukan dua penelitian kecil. Untuk riset ini, mereka menggunakan iklan surat kabar dan radio dalam mencari orang yang dikategorikan sebagai bijaksana. Dari usaha itu, ditemukan 47 pria dan wanita berusia rata-rata 60 tahun, yang setuju untuk menjadi partisipan. Sebagai perbandingan, studi ini juga melibatkan 47 orang lainnya yang berpendidikan dan usia sama, secara acak.

Seluruh partisipan kemudian diwawancarai untuk mengetahui mengenai kesulitan terbesar dalam hidup mereka, serta pelajaran-pelajaran penting dalam hidup mereka. Secara keseluruhan, 
  • 29 partisipan (31%) mengungkapkan rasa syukur pada Tuhan, pada orang lain atau untuk pengalaman itu sendiri saat diwawancara mengenai kesulitan hidup terbesar seperti kematian orang yang dicintai, rasa sakit, perceraian atau pengalaman perang. 
  • 20 partisipan (21%) mengungkapkan perasaan bersyukur saat ditanya mengenai momen terbaik dalam kehidupan mereka.
"Rasa syukur di antara orang-orang bijak ini, meskipun untuk pengalaman negatif, menunjukkan bahwa mereka menyatu dengan pengalaman-pengalaman sulit dalam kisah hidup mereka sebagai sesuatu yang membuat mereka tumbuh," ujar Gluck.

"Rasa syukur di antara orang-orang bijak ini, meskipun untuk pengalaman negatif, menunjukkan bahwa mereka menyatu dengan pengalaman-pengalaman sulit dalam kisah hidup mereka sebagai sesuatu yang membuat mereka tumbuh."
~ Judith Gluck, Aplen-Adria Universitat Klagenfurt

"Dalam hal kualitas hidup, temuan ini menjelaskan bahwa kehidupan yang baik melibatkan kepedulian pada hal-hal yang baik dalam hidup seseorang, sumber dan kekuatan yang harus dikembangkan seseorang," Gluck melanjutkan.

Secara umum, semua partisipan di grup satu lebih bersyukur untuk keluarga mereka, termasuk orangtua dan saudara kandung, anak-anak mereka, kesehatan mereka, pekerjaan, kesejahteraan dan untuk orang lain seperti teman dan rekan kerja.



0 komentar:

Poskan Komentar

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23