Dokter Hewan: Hewan Kurban Punya Perasaan, Jangan Potong Dekat Temannya

Seperti manusia, hewan juga memiliki perasaan dan bisa mengalami stres. Karena itu, panitia pemotongan hewan kurban dilarang untuk menyembelih hewan kurban di dekat kawanannya.

Pernyataan itu disampaikan oleh dokter hewan Adnan Ahmad di Auditorium Gelanggang Remaja Kotamadya Jakarta Pusat, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (23/9/2014). Di situ tengah diadakan bimbingan teknis pemotongan hewan kurban untuk panitia pemotongan hewan kurban se-Kotamadya Jakarta Pusat.

"Upayakan tempat pemotongan hewan kurban jangan sampai dekat dengan kandang, atau tempat hewan kurban lainnya yang akan disembelih. Hewan punya perasaan juga, bisa stres. Itu pengaruh. Sebaiknya tidak melihat temennya yang disembelih," kata Adnan di acara yang dihadiri sekitar 50 orang panitia pemotongan hewan kurban itu.

"Upayakan tempat pemotongan hewan kurban jangan sampai dekat dengan kandang, atau tempat hewan kurban lainnya yang akan disembelih. Hewan punya perasaan juga, bisa stres. Itu pengaruh. Sebaiknya tidak melihat temennya yang disembelih."


Adnan kemudian menyarankan agar panitia mencari lokasi yang agak luas untuk pemotongan hewan kurban. "Kalau memang tidak ada tempat yang agak luas, sempit, dipakaikan terpal batas. Sehingga kawanannya tidak bisa melihat sapi atau kambing yang disembelih," imbuhnya.

Dalam acara tersebut, juga diadakan demonstrasi pemotongan hewan kurban kambing. Para panitia pemotongan hewan kurban didampingi Kasudin Pertanian dan Peternakan Jakarta Pusat Ishom Setyawan memperhatikan tata cara penyembelihan hewan yang baik dan benar.

Ishom sendiri mengatakan, acara itu rutin diadakan setiap tahun. Hal itu dirasa perlu agar masyarakat tahu cara-cara penyembelihan hewan kurban yang benar, sehingga layak dikonsumsi.

"Ini supaya masyarakat betul-betul paham bagaimana cara memotong hewan kurban yang baik dan benar. Jadi tidak asal main tarik saja. Kita juga paparkan seperti apa hewan yang berpenyakit, misalnya ada cacing pita, terkena anthraks atau terkena penyakit kuku dan mulut. Sehingga nantinya hewan kurban itu layak dikonsumsi," ucap Ishom.




1 komentar:

Kamis, 27 Oktober 2016 14.10.00 WIB Dewi Sempurna mengatakan...

alhamdulillah terimakasih atas informasi mengenai kurbannya

Poskan Komentar

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23