Kekeliruan Orang Pintar

Oleh: Jaya Suprana

Ada suatu bentuk sikap dan perilaku manusia yang janggal, yaitu apabila membuat kekeliruan dan sadar bahwa dirinya keliru, lazimnya enggan mengakui bahwa dirinya keliru. Salah satu penyebab keengganan mengaku diri keliru adalah rasa malu dianggap bodoh, padahal pada kenyataan orang pintar yang paling pintar pun sebenarnya tetap manusia biasa, yang mustahil sempurna, maka sebenarnya wajar jika keliru.

Salah seorang tokoh paling pintar di planet bumi ini adalah Aristoteles. Buah-pikir murid Plato ini sempat dielu-elu sebagai salah satu landasan peradaban dan kebudayaan intelektual dunia Barat. Namun, jika kita tidak terbius nama akbar, dan berani jujur meneliti hasil karsa dan karya pemikiran Aristoteles, terutama di bidang ilmu hayat dan ilmu alam, bermunculan aneka kekeliruan.

Misalnya filsuf Yunani kuno ini yakin pusat pikiran manusia berada di jantung, dan berdasar observasi ulat-ulat "mendadak" keluar dari buah-busuk diyakini makhluk hidup bisa "mendadak" timbul tanpa lewat proses reproduksi pada "orang-tua". Dalam ilmu fisika, Aristoteles sempat ngawur menyatakan bahwa gerak benda melayang seperti anak panah adalah akibat gerak atmosfer, dan benda berat jatuh lebih cepat ketimbang benda ringan.

Dalam kualitas maupun kuantitas kepintaran, Leonardo da Vinci sulit dicari tandingannya, namun sempat juga keliru mengklaim kecepatan benda jatuh terus bertambah sesuai jarak kejatuhannya (yang benar = waktu kejatuhan). Galileo Galilei semula fanatik mendukung teori pertambahan kecepatan benda jatuh-nya pelukis Monalisa itu. Namun setelah meneliti lebih benar, terpaksa Galileo mengoreksi kekeliruan idolanya!


Orang maha pintar seperti astronom Dyonisius Lardner tidak percaya kapal uap mampu melintasi Samudera Atlantik, karena beban bahan bakar terlalu berat untuk diangkut oleh kapal itu sendiri, di samping kuatir kendaraan yang melaju di atas kecepatan 120 mil per jam, akan menyebabkan para penumpangnya mati akibat asfiksiasi (kematian karena kekurangan udara). Ernst Mach, yang namanya diabadikan sebagai istilah ukuran kecepatan suara hasil temuannya, pasti tidak bodoh, namun keliru menuduh teori relativitasnya Einstein, bahkan eksistensi atom, sekadar dogma ilmu fisika yang keliru! Sementara Thomas Alfa Edison menduga pesawat radio tidak mungkin merakyat.


Akibat prototip komputer semula memang kedodoran, pada tahun 1943, sang boss IBM, Thomas Watson pesimis memvonis kapasitas konsumsi pasar dunia maksimal lima unit komputer. Mirip Ken Olson, pimpinan DEC yang pada tahun 1977 masih yakin mustahil kaum awam membutuhkan komputer secara pribadi di rumah tangga biasa. Atau tak kurang dari Bill Gates, CEO Microsoft nan legendaris itu, di tahun 1981 bersabda bahwa daya memori 640k sudah maksimal bagi setiap pengguna komputer.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23