Surat Einstein untuk Tuhan Dilelang 3 Juta Dolar

Kejeniusan otak Albert Einstein hingga kini membuat orang takjub. Spesimen otak fisikawan terbesar abad ke-20 itu pun tak pernah henti diteliti para ilmuwan untuk menyingkap rahasia kecerdasannya yang luar biasa itu.

Bagaimana pandangan otak jenius Einstein tentang eksistensi Tuhan? Kalangan masyarakat pun penasaran ingin tahu pemikiran Einstein tentang Tuhan itu.

Surat pribadi yang ditulis Einstein berkaitan dengan Tuhan dan agama akan dilelang, Senin (8/10/2014) di eBay. Isi surat Einstein itu di antaranya menyebutkan soal keputusan seseorang yang memeluk agama dan meyakini Tuhan sebagai "kekanak-kanakan". Sementara anggapan bahwa bangsa Yahudi adalah orang-orang terpilih adalah "konyol".

Menurut direktur agensi pelelangan Auction Cause, Eric Gazin seperti ditulis LiveScience bahwa surat pribadi Einstein tentang Tuhan tersebut merupakan objek paling bersejarah dan penting yang pernah dilelang di eBay.

"Kami sangat bangga bisa menawarkan pada individu atau organisasi sebuah dokumen yang paling menarik dari abad ke-20. Surat pribadi Einstein yang mengaitkan ilmu pengetahuan, teologi, logika dan budaya," ujarnya.

Surat tulisan tangan Einstein tertanggal 3 Januari 1954 ini ditujukan kepada seorang filsuf Yahudi, Eric B Gutkind. Surat yang ditulis setahun sebelum wafatnya sang jenius itu sejatinya merupakan bentuk respon atas buku Eric B Gutkind, "Choose Life: The Biblical Cal to Revolt".

"Bagiku, agama Yahudi sama dengan agama lain, sebagai inkarnasi dari mitos yang kekanakan," ungkap Einstein dalam suratnya.

Bagi Einstein, bangsa Yahudi tak ubahnya seperti bangsa lain. Jadi adanya klaim bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa pilihan itu tak benar.

"Orang-orang Yahudi tidak punya perbedaan kualitas dengan kelompok lainnya. Sejauh pengalamanku, mereka juga tidak lebih baik dari lainnya," ungkap Einstein.
 
Melalui surat ini Albert Einstein pertanyakan Tuhan. (click for large)

Bagaimana hubungan pribadi Einstein dengan Tuhan?

Dalam suratnya yang berbeda 24 Maret 1954, Einstein mengungkapkan tentang keyakinan agamanya sebagai kebohongan yang diulang-ulang. Terkait dengan surat Einstein pada Gutkind, yang dikenal sebagai "Surat Tuhan", Einstein menulis bahwa, "Tuhan tak lebih dari ekspresi dan produk kelemahan manusia".

"Aku tak meyakini Tuhan secara personal, juga tidak pernah menyangkalnya. Aku tak pernah menyatakannya secara jelas. Jika ada sesuatu dalam diriku yang bisa disebut sebagai agama, itu adalah kekaguman tak terbatas pada struktur alam semesta, yang bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan," katanya.
"Aku tak meyakini Tuhan secara personal, juga tidak pernah menyangkalnya. Aku tak pernah menyatakannya secara jelas. Jika ada sesuatu dalam diriku yang bisa disebut sebagai agama, itu adalah kekaguman tak terbatas pada struktur alam semesta, yang bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan."

Tahun 2008 silam, "Surat Tuhan" tulisan Einstein yang dilelang Bloomsbury Auctions di London dibeli seseorang yang tak diketahui namanya dengan harga 404 ribu USD. Nilai ini menurut artikel New York Times, 25 kali lipat dari harga yang ditawarkan. Kini, harganya kian melonjak lagi. Dalam pembukaan lelang 8 Oktober, harganya 3 juta USD!

"Surat Tuhan" tulisan tangan Einstein yang berada di dalam amplop asli dengan perangko dan cap pos Princeton itu kini disimpan di tempat khusus dengan suhu dan cahaya serta kelembabannya yang sangat terukur.


Nak, Ibu ingin bicara soal milih-milih perempuan...

Rasanya hampir tidak dapat dipercaya sekarang ibu menulis soal ini kepada dua anak laki-laki yang sangat membanggakan hati. Ibu tidak bisa lebih bersyukur atau meminta kepada Tuhan memperoleh putra yang lebih baik daripada kalian.  Kalian bertiga adalah anugerah terbesar dan terindah yang Tuhan berikan kepada ibu.  I could never ask for more…

Membesarkan kalian adalah masa masa terindah dalam hidupku, sekalipun itu harus ditukar dengan prospek perkembangan karir, ibu bahagia memilih menjadi ibu rumah tangga dan menyaksikan kalian tumbuh.

Pada akhirnya ibu harus bicara soal jodoh, mengingat saat ini kalian sudah cukup pusing dikejar kejar cewek yang tentu saja mengagumi kualitas yang ada dalam diri kalian. You were brought up with lots of love and values  from your parents. Never forget that.

Rasanya ibu tidak harus panjang lebar mengulang kembali bagaimana menjadi laki-laki sejati. Satu kalimat sederhana mampu mengungkapkan petuah panjang soal itu: Contohilah ayahmu.

Soal cewek, ibu dapat memahami rasa heran maupun kebingungan kalian. Wanita memang tidak mudah dipahami. Sampai detik ini juga ibu kadang sukar memahami diri sendiri. Itu bagian misteri perempuan yang justru menambah keindahannya. Satu pemahaman umum sederhana adalah wanita ingin disayangi dan dilindungi.

Soal selera secara fisik, ibu tidak perlu komen panjang lebar. Masing-masing kalian memiliki selera berbeda, dan itu sah-sah saja… Selera itu adalah hak prerogatif yang tidak bisa diganggu gugat. Yang pasti secara jujur ibu harus mengatakan bahwa inner beauty adalah hal terpenting, tapi inner beauty tanpa dibungkus dengan kulit luar yang apik akan menjadi kurang maksimal, karena kalian sebagai laki-laki sejati tidak mau merasa malu membawa istri dan mengenalkannya kepada orang lain, terutama sahabat dan keluarga. Kalian berdua sudah cukup dewasa untuk mengartikan ini…

Dari dulu ibu tidak pernah rewel soal berteman. Yang selalu ibu ingatkan adalah harus selalu baik dan sopan kepada orang lain. Berkawanlah sebanyak mungkin. Jangan memilih-milih teman karena status sosialnya maupun dilihat dari uangnya. Tidak semua yang kaya itu baik, tidak semua yang miskin juga baik. Uang hanyalah sarana dan alat membeli sesuatu yang dibutuhkan dan diinginkan. Uang itu perlu, oleh karenanya aturlah uang dengan baik, dan jangan pernah membiarkan uang mengatur kalian, apalagi sampai bisa membeli hati nurani.


"Tidak semua yang kaya itu baik, tidak semua yang miskin juga baik. Uang hanyalah sarana dan alat membeli sesuatu yang dibutuhkan dan diinginkan. Uang itu perlu, oleh karenanya aturlah uang dengan baik, dan jangan pernah membiarkan uang mengatur kalian, apalagi sampai bisa membeli hati nurani."


Entahlah kalau ibu-ibu yang lain… tapi ketika menyangkut soal memilih jodoh, ibu harus minta maaf lebih dulu. Jujur ibu akan sangat bawel soal ini. Ibu tidak pernah mungkin bisa benar-benar objektif menilai wanita yang akan menjadi istri kalian, tapi sedapat mungkin ibu janji akan bersikap adil dan fair sebatas kemampuan ibu. You two know that I am a fair person. Ibu benci ketidakadilan.

Meskipun sejujurnya ibu sudah berulang kali mengatakan… rasanya tidak ada wanita yang cukup pantas mendapatkan kalian. Ini adalah ungkapan kebanggaan seorang ibu kepada anak laki-lakinya. Overdosis? mungkin memang kedengaran berlebihan… but I can’t help it. Kelak istri kalian juga akan merasakan hal yang sama jika kalian memiliki anak laki-laki…

Memilih istri itu mungkin kurang lebih mirip dengan memilih mobil… Ada begitu banyak ragam jenis mobil dengan spesifikasi yang berbeda. Kenali diri kalian.. ketahui apa yang menjadi selera kalian.  Satu hal prinsip yang paling berbeda antara istri dan mobil adalah: Istri itu abadi. Tidak bisa ditukar tambah kapan saja kalian mau. When you get married, you married for life.

Jangan pernah menikah hanya karena merasa sudah umurnya harus menikah. Menikahlah karena kalian merasa pasti bahwa dengan dirinya kalian akan saling membahagiakan selamanya.

Ini yang bisa ibu katakan mengenai petunjuk umum secara garis besar ketika itu menyangkut calon istri…

- Look for the right chemistry. Kalian akan tahu itu ketika bertemu dengan yang cocok. Kalian akan menyadari bahwa rasanya masuk akal kenapa selama ini yang lain kurang menarik, dan ada sesuatu yang rasanya kurang sebelum bertemu dengannya.



Ada pesona tersendiri yang dibawanya yang memang melekat dalam dirinya tanpa dibuat-buat. Ibu pikir dulu ayahmu jatuh cinta dengan ibu karena diantara teman-teman calon dokternya yang lembut feminin, tiba-tiba nongol seorang wanita yang lain dari yang lain. Yang bisa memanjat pohon dan berantem dengan sangat baik….  Rupanya pria kalem yang tenang itu tergeletak tak berdaya dengan seorang gadis blak-blakan, yang kalau makan tidak pernah malu-malu, dan bisa menyatakan pendapatnya dengan jujur, sekalipun harus berbeda. Siapa yang bisa menyangka? Tanya ayahmu soal chemistry… ibu tidak pernah bosan mendengar cerita klasik bagaimana dia jatuh cinta dengan ibu…

- Nilai kebaikannya bukan semata dari cara dia memperlakukan kalian, tapi bagaimana dia memperlakukan orang lain, terutama mereka yang lebih tidak beruntung dari dirinya. Tentu saja wanita akan baik kepada pria yang dicintainya. Kebaikan sejati itu dinilai dari bagaimana dia bersikap dan memperlakukan orang lain. Apakah dia adil dan jujur? Apakah dia penuh belas kasih? Bagaimana dia menghormati orang tua dan memperlakukan teman-temannya? Dengan siapa dia bergaul? Bagaimana gaya hidupnya? Apakah dia bisa tersenyum sama lebarnya ketika diajak makan di restaurant mahal  ataupun di Warung Tegal yang murah meriah? Perlu waktu untuk menilai ini semua.


Tapi kalau soal jodoh, selalu ibu katakan, jangan merasa diburu-buru. Take your time… give time enough time.

- Pilihlah wanita yang mampu menertawakan dirinya sendiri. Ini kemampuan hebat yang sangat perlu. Hidup ini akan membawa kalian kepada banyak masalah dan lika-liku… Tapi tidak ada yang lebih menyenangkan daripada  hidup bersama dengan wanita yang mampu membuat kalian tertawa.

Pilihlah wanita yang bisa tertawa ketika kalian mengatakan “kartu ATM-ku tertelan lagi….


Selera humor yang baik itu bukan menertawakan orang lain, tapi lebih kepada bagaimana dia bisa menertawakan dirinya sendiri dan melihat sisi lucu dan baik dari segala sesuatu.  Pada akhirnya cinta yang bergelora itu akan stabil… kupu kupu yang terbang tak tentu arah dalam perut kalian ketika pertama jatuh cinta, akan hinggap dengan tenang dan menetap, digantikan dengan rasa nyaman yang  menyenangkan…, tapi perekat cinta yang awet adalah tertawa bersama menjalani kehidupan rumah tangga kalian.

- Menikahlah dengan wanita yang memiliki prinsip hidup yang baik dan menghormati prinsip-prinsipnya. Dia tidak harus selalu setuju dengan kalian. Buat apa menikah dengan orang yang selalu mengatakan ya? When two person always agree, one is not necessary…


Pilihlah wanita yang mampu menyikapi perbedaan pendapat, mampu menghargai perbedaan selera dan berkompromi secara fair…

- Menikahlah dengan wanita yang mampu bicara jujur demi kebaikan. Ini yang terakhir, tapi bukan berarti tidak penting…. Menikahlah dengan wanita yang menghormati kalian. Ibu akan menjadi orang yang paling naik pitam jika kalian dikasari. Terutama di depan umum. Never.. ever let a woman be rude to you.

Ibu bisa mengatakan ini karena ibu mendidik kalian untuk selalu menghormati dan menghargai wanita. Cinta tanpa penghargaan bagaikan mobil tanpa setir, tidak berguna.



Well, you know your mother.. ini dulu yang bisa ibu katakan. Mudah mudahan tidak ada lagi yang perlu ibu tambahkan  kecuali bahwa I love you and will always be proud of you, my sons.

For Russell and Reinhart, with unlimited love from your Mum.)

Ditulis oleh Ellen Maringka pada kompasiana muda.



Sembilan Rahasia Yahudi

Kita tahu saat ini bangsa Yahudi menguasai dunia, bahkan ada teori konspirasi Illuminati, suatu cara bangsa Yahudi menguasai dunia. Seperti kita ketahui juga ada banyak hal di dunia ini yang tampaknya begitu misteri, namun sudah menjadi gaya hidup dan namun remeh di sekeliling kita.

1. Bahaya Rokok

Bangsa Yahudi pemilik pabrik rokok terbesar di dunia. Bangsa Yahudi tidak merokok, mereka tahu bahaya merokok, jadi harga rokok dibuat sangat mahal. Di New York, Amerika Serikat harga rokok per bungkusnya $ 12. Itu setara Rp 108.000 bila harga dollar 9.000 rupiah!



Bila pasar Yahudi enggan membeli rokok karena mahal, lantas dijual kemana rokoknya? Tentu saja ke negara-negara Muslim. Misalnya Indonesia. Merokok dapat membuat otak tumpul dan bodoh, dan di Indonesia rokok dijual di samping sekolah. Lihat saja warung kaki lima di sebelah sekolah Anda, jual rokok? Bangsa Yahudi makin pintar karena tak merokok, dan umat muslim semakin bodoh karena lebih memilih membeli rokok ketimbang menabung atau melakukan investasi cerdas lainnya.

2. Bahaya Vaksin dan Obat Modern
 
Yahudi jago membuat vaksin dan obat modern lainnya, tapi tahukah Anda? Rakyat Israel tidak berobat menggunakan vaksin dan obat- obatan modern, mereka tahu obat yang mengandung bahan kimia tidak bagus untuk kesehatan. Karena itu masyarakat Israel memilih obat- obatan alami, misalnya coba tebak, Habbatus Sauda! Sungguh ironi, pengobatan alami sunah rasul digunakan sebagai pengobatan sehari-hari rakyat Israel, namun umat Islam lebih percaya dengan obat kimia yang katanya modern itu. Belum lagi beberapa vaksin mengandung babi.



“Satu-satunya vaksin yang aman adalah vaksin yang tidak pernah digunakan.”
  ~Dr. James R. Shannon


Mengapa anda seharusnya menghindari vaksin? Baca disini http://is.gd/mdlg4G dan http://is.gd/VuOVRt

3. Hubungan Ibu dan Calon Bayinya

Tanpa bermaksud untuk mendramatisasi tentang orang Israel dan atau orang Yahudi, saya ingin berbagi informasi yang saya peroleh dari membaca terjemahan H. Maaruf Bin Hj Abdul Kadir (guru besar berkebangsaan Malaysia) dari Universitas Massachuset USA tentang penelitian yang dilakukan oleh DR.Stephen Carr Leon. Penelitian DR Leon ini adalah tentang pengembangan kualitas hidup orang Israel atau orang Yahudi.

Mengapa Orang Yahudi, rata-rata pintar ? Studi yang dilakukan mendapatkan fakta-fakta sebagai berikut :

Ternyata, bila seorang Yahudi Hamil, maka sang ibu segera saja meningkatkan aktivitasnya membaca, menyanyi dan bermain piano serta mendengarkan musik klasik. Tidak itu saja, mereka juga segera memulai untuk mempelajari matematika lebih intensif dan juga membeli lebih banyak lagi buku tentang matematika. mempelajarinya, dan bila ada yang tidak diketahui dengan baik, mereka tidak segan-segan untuk datang ke orang lain yang tahu matematika untuk mempelajarinya. Semua itu dilakukannya untuk anaknya yang masih didalam kandungan.


 Menu makanan ibu Yahudi saat hamil

Setelah anak lahir, bagi sang ibu yang menyususi bayi nya itu, mereka memilih lebih banyak makan kacang, korma dan susu. Siang hari, makan roti dengan ikan yang tanpa kepala serta salad. Daging ikan dianggap bagus untuk otak dan kepala ikan harus dihindari karena mengandung zat kimia yang tidak baik untuk pertumbuhan otak si anak. Disamping itu sang ibu diharuskan banyak makan minyak ikan (code oil lever).

4. Mengganti Kafein Berbahaya

Bangsa Yahudi tahu itu. McDonald di Israel mengganti kopi berkafein dengan teh yang mengandungi polyphenols. Polyphenols berguna sebagai antioksidan memperbaiki sel rusak dan mencegah kanker. Sedang umat Islam masih terpedaya dengan kafein berbahaya.




Polifenol (polyphenol) merupakan senyawa kimia yang terkandung di dalam tumbuhan dan bersifat antioksidan kuat. Polifenol adalah kelompok antioksidan yang secara alami ada di dalam sayuran (brokoli, kol, seledri), buah-buahan(apel, delima, melon, ceri, pir, dan stroberi), kacang-kacangan (walnut, kedelai, kacang tanah), minyak zaitun, dan minuman (seperti teh, kopi, cokelat dan anggur merah/red wine). Polifenol umumnya banyak terkandung dalam kulit buah, sehingga ada benarnya kalau kita dihimbau untuk mengkonsumsi apel dan bit beserta kulitnya.

Polifenol ini berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dengan cara mengikat radikal bebas sehingga mencegah proses inflamasi dan peradangan pada sel tubuh. Dr. Perricone dalam bukunya “the Perricone prescription, program ampuh 28 hari mempermuda wajah dan menyehatkan seluruh tubuh” menyarankan minum teh hijau 3 kali sehari untuk mengurangi efek peradangan yang akan menghambat proses penuaan dini. Polifenol juga bermanfaat menurunkan risiko penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, alzheimer, dan kanker.

   
5. Makan Buah Sebagai Makanan Pembuka

Di Israel mereka mendahulukan makan buah terlebih dahulu sebelum memakan makan utama. Mereka tahu kalau mereka makan makanan utama terlebih dahulu (misalnya nasi atau roti), maka mereka akan mengantuk, lemah dan payah. Sungguh kombinasi yang tidak produktif untuk belajar dan bekerja. Bagaimana dengan umat Islam? Lagi-lagi mereka terpedaya. Masyarakat muslim lebih percaya untuk memakan buah sebagai makanan penutup. Pantas jadi suka mengantuk.


Makan yang benar adalah mendahulukan buah-buahan dibanding makanan besar. Setidaknya makan buah sebaiknya 20-30 menit sebelum makan besar. Mengapa demikian?

Hal ini karena kandungan gula buah membutuhkan waktu untuk dicerna. Apabila kita mengonsumsi buah setelah makan, maka biasanya justru akan membuat perut kita mengalami masalah pencernaan. Apabila hal ini terjadi, akan ada banyak nutrisi makanan yang tak terserap dengan baik di tubuh. Makanan sehat yang kita makan, jadi tidak maksimal manfaatnya untuk tubuh. 

Makan buah saat perut kosong sangat baik bagi tubuh kita. Hal ini karena pada saat itu tubuh lebih mudah menyerap nutrisi dari buah-buahan tersebut secara maksimal.



6. Penggalian Masjid Al Aqsa dan Qubah Shakhrah


Sejak 50 tahun lalu, Israel melakukan penggalian bawah tanah. Israel menginginkan Masjid Al Aqsha dan Qubah Shakhrah runtuh dengan sendirinya. Mengapa Yahudi menggali di bawah Masjid Al-Aqsa?

Kenapa invasi harus dilakukan ke Masjidil Al-Aqsa? Apakah karena nilai tanahnya atau lain-lain sebab musabab yang diinginkan oleh Yahudi!

Pihak Israel sedang menggali di bawah Masjidil Al-Aqsa. Mereka mengakui secara terbuka niat mereka untuk menghancurkan Masjidil Al-Aqsa untuk “membangkitkan kembali” Temple of Solomon. “Yaitu Kuil Sulaiman. Arkeologi dan ahli kaji sejarah mengetahui bahwa reruntuhan “Kuil Sulaiman” berada di bawah Masjidil Al-Aqsa. 




Nabi Sulaiman AS dan rahasia yang tertanam di bawah Masjidil A-Aqsha

Kembali ke sejarah silam kisah Nabi Sulaiman AS atau Raja Sulaiman yang bertanggung jawab membangun apa yang dikenal sebagai Kuil Sulaiman. Nabi Sulaiman As berbeda dari nabi-nabi yang lain karena beliau diberi Allah SWT kemampuan bisa menguasai umat manusia, dan bangsa jin.

Nabi Sulaiman ditugaskan dengan menyebarkan ayat-ayat Allah SWT yaitu: keyakinan dan ibadah dalam hanya SATU tuhan saja. Hal ini menjadi perhatian Nabi Sulaiman dimana ada kaum-kaumnya yang kuat mengamalkan ilmu sihir dan okultisme (ilmu ghaib). Beliau memerintahkan pengawalnya untuk pergi ke seluruh negeri dan merampas setiap buku, naskah, kitab-kitab yang tertulis segala ilmu sihir dimana praktek sesat ini diajarkan untuk berhubungan dengan pemanggil roh. Praktek ini terkait dengan jin dan setan.

Dalam Islam kita tahu bahwa ilmu sihir adalah haram. Al-Quran mengatakan kepada kita bahwa Jin dan Manusia tidak bisa berhubungan walaupun hidup di dimensi yang sama dengan manusia, tetapi tidak bisa berkomunikasi antara satu sama lain. Jin tidak dapat dilihat, mereka bisa melihat kita, tapi kita tidak dapat melihat mereka. Tidak adanya seperti Jin “baik” atau membantu, karena setiap jin yang berbicara dan berinteraksi dengan manusia secara langsung dilarang oleh Allah SWT.


Foto penggalian Masjid Al Aqsa

Jadi petunjuk Nabi Sulaiman AS agar mereka membawa semua buku, kitab yang terkait dengan ilmu sihir kepadanya, dan kemudian beliau kuburkan semua buku, kitab dan apapun yang terkait dengan praktek ini dimana beliau pikirkan paling aman yaitu tidak akan ada siapapun yang bisa mendapatkan atau mencurinya. Beliau menanamkan buku-buku ajaran sihir itu di bawah situs kuil tersebut. Beliau menunjuk beberapa orang ksatria yang di kenali sebagai “Knights of the Temple of Solomon” (Knight Templar) untuk menjaga kuil Sulaiman itu siang dan malam.

Lambang The Knight Templar yang Digunakan

Kesatria Templar
Kesatria melakukan tugas yang diberikan pada awalnya. Setelah Nabi Sulaiman as wafat, The Knights menemukan apa yang ada di bawah kuil itu. Mereka menyadari akan pentingnya hal ini, rahasia praktek sihir berada di ujung jari mereka. Mereka mencuri dan mulai berlatih. Mereka pindahkan kitab-kitab dan mulai berlatih dan mengamalkan. Mereka benar-benar jauh dari agama Musa dan Allah SWT. Dan tenggelam di bawah kuasa dan pengaruh Iblis. Karena ritual yang mereka jalankan, mereka dengan cepat menjadi orang yang berpengaruh dan terkaya di negara itu.

Anggota okultisme menegaskan bahwa setan memberi penghargaan kepada pengikutnya dengan kekayaan duniawi. Mereka bisa membuat apa saja seperti memberi dan menerima suap, maksiat, kerusakan di bumi, dan banyak lagi yang menyimpang dari ajaran sebenarnya di dalam Islam. Mereka juga percaya bahwa Setan meyakinkan mereka, melalui para imam dan pendeta tinggi, bahwa ‘kekuasaan’ itu adalah Allah yang nyata.

 
Selama berabad-abad, naskah itu diselundupkan ke Eropa, dan Kesatria Templar menyebut mereka sebagai “Freemason”. Dengan kekuatan yang terkumpul, mereka cepat menyebarkan pengetahuan ini di seluruh dunia melalui kelompok-kelompok rahasia.

Semua ini dilakukan dengan satu tujuan yaitu menurut kehendak tuhan setan dan sebagai langkah untuk menyambut kedatangan Dajjal bermata satu yang mewakili setan di bumi. Simbol mereka adalah piramida dan di atasnya terdapat “all seeing eye” yang bermata satu. Perlu diketahui bahwa orang Mesir kuno ini memiliki tuhan yang bermata satu dikenal sebagai Mata Ra dan Mata Osiris. Ingatlah bahwa ilmu hitam adalah diajarkan dari orang-orang kafir dari Mesir kuno.



7. Penipuan Sejarah Israel memanipulasi fakta sejarah dengan mengatakan negara-negara Arab yang menyerang Israel terlebih dahulu pada perang tahun 1967.

Padahal faktanya, Israel yang menyerang negara-negara Arab terlebih dahulu kemudian mereka merebut kota Al Quds dan Tepi Barat. Tetapi mereka mengatakan serangannya itu adalah serangan untuk menjaga diri dan antisipasi?



Agama Islam mengajarkan bahwa kezaliman yang ditimpakan kepada kita tidak boleh membuat kita berpaling dari bersikap dan berpandangan adil. Dalam memandang konflik Arab-Israel selama ini sudahkah kita bersikap adil? Kita juga diajarkan kalau terjadi pertikaian antara seorang muslim dan non muslim, kita dilarang membela salah satu pihak berdasarkan kesamaan agamanya tanpa melihat fakta dan permasalahannya.

Dalam hal ini, dengan membaca dan mempelajari sejarah konflik Arab-Israel sebelum mengucapkan komentar-komentar yang ternyata justru merupakan komentar yang zalim.


Agar tidak menghabiskan ribuan halaman, silahkan googling membaca sumber-sumber lain mengenai konflik Arab-Israel.

8. Umat Muslim dan Kristen Bersatu

Pejuang Islam dan Kristen Palestina bersatu melawan Yahudi Israel, ternyata banyak orang salah sangka, perang yang terjadi di Palestina adalah perang antar agama , Termasuk Islam dan Kristen yang berkonflik) ternyata. mereka adalah sama-sama sebagai kaum yang terzalimi. Dijajah oleh Israel.

Di Palestina, umat muslim dan umat kristen bersatu melawan penjajahan zionis.



"Saya adalah Sayed. Kristen Palestina. Selain mayoritas Muslim, Palestina juga terdiri dari pejuang pejuang Kristen. Bahkan George Habbash – pimpinan PLO dari faksi garis keras Kristen Marxist – sebagai orang yang paling dicari cari Israel selain Yaser Arafat.
Kami adalah Palestina. Bukan bangsa Arab atau Bangsa Yahudi. Jumlah penduduk Kristen di tanah suci ini justru terbanyak di Palestina. Bukan di Lebanon.

Pemimpin kami, Abu Ammar, kerap dikenal sebagai Yaser Arafat – yang istrinya seorang Kristen – menepis anggapan bahwa perjuangan Palestina melawan kolonialisme Israel adalah perang agama. Ini perjuangan kemerdekaan suatu bangsa yang mengimpikan memiliki Negara yang merdeka dan berdaulat.
Bahkan Juru bicara pertama kami di Perserikatan Bangsa Bangsa, Hanan Asrawi seorang diplomat Kristen yang tangguh.

Saya tak pernah menerima bahwa negeri kami lahir dari kompromi. Negeri kami semestinya lahir atas persamaan nasib. Bukan kompromi yang diangkat menjadi doktrin Negara.
Politik Israel selalu ingin memisahkan bangsa Palestina. Mereka ingin Kristen Palestina dan Muslim Palestina memiliki sikap yang berbeda. Dan ini tidak akan terjadi karena rakyat Palestian selalu bersatu. Kaum Muslimin dan Kristen di Palestina, khususnya di Jerussalem, adalah seperti satu keluarga sejak masuknya Islam ke Palestina,

Lihat saja Uskup Atalla, dari Gereja Orthodok di Jerussalem , mendukung aksi syahid yang dilakukan pejuang Palestina. Bahkan ia menegaskan bahwa aksi syahid itu bukanlah terorisme.
Saya Sayed bangsa Palestina menangis terharu mendengar uskup berkata “ Bila pejuangan kemerdekaan itu dianggap sebagai terorisme, maka sayalah teroris yang paling pertama,” katanya. Menurutnya, siapapun yang berkunjung dan menyaksikan penderitaan rakyat Palestina akan bisa memahami latar belakang atau motivasi yang mendorong para pejuang melakukan aksi syahid.



Saya tak tahu apakah masih ada harapan melawan Israel yang konon dianggap bangsa pilihan Tuhan menurut kitab kitab Taurat. Ini juga bukan Daud Yahudi melawan Goliath dari Filistin. Ini adalah sebuah jejak. Jejak penindasan atas hak-hak kemerdekaan negeri kami.
Kami tidak membutuhkan mati syahid menurut cara bangsa lain. Kami akan memenangkan pertempuran dengan cara kami sendiri, Cara syahid bangsa Palestina.
Saya adalah Sayed. Saya bangga menjadi Palestina yang utuh."

"Nama saya Sayed. Saya bukan druze, Hisbullah, Hamas, PLO atau komunis. Saya adalah Kristen Palestina. Saya telah berjuang bersama Nasrallah dari Hisbullah sejak saya kecil. Melempar tank tank Israel dengan batu dan menyusupkan pesan pesan panglima kepada pejuang kami di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Orang tua saya terbunuh di kamp Sabra dan Shatila , dua puluh delapan tahun lalu. Kata kakek saya mayat mereka begitu menyedihkan. Kapak dan pisau kaum Falangis telah memenggalnya."


9. Wajib Militer

Para pelajar Israel diwajibkan ikut wajib militer dan dilatih taktik ketentaraan seperti menembak dan memanah.






Filosofi Kehidupan Socrates untuk Plato

Cinta

Suatu hari, Plato bertanya kepada Socrates apa itu cinta.

Socrates: Pergilah ke ladang, petik dan bawalah setangkai gandum yang paling besar dan paling baik, tapi ingat satu hal, kamu hanya boleh berjalan satu arah. Setelah kamu lewati kamu tidak boleh kembali dan kesempatanmu hanya sekali.

Plato melalukan apa yang diminta, tetapi dia kembali dengan tangan kosong.

Socrates bertanya kenapa Plato kembali dengan tangan kosong.

Plato: Aku melihat beberapa gandum yang besar dan baik saat melewati ladang, tetapi Aku berpikir mungkin ada yang lebih besar dan lebih baik dari yang ini, jadi Aku melewatinya, tetapi Aku tidak menemukan yang lebih baik daripada yang Aku temui di awal, akhirnya Aku tidak membawa satupun.


Socrates menjawab itulah Cinta. Hakikat Cinta, yaitu saat engkau belum puas dan menemukannya, maka kau akan terus mencari dan mencari, melihat sesuatu dan membandingkannya dengan yang lain, sehingga hanya kehampaan yang kau dapatkan.

Pernikahan

Di hari yang lain, Plato bertanya kepada Socrates apa itu pernikahan.

Socrates: Pergilah ke hutan, potong dan bawalah pohon yang paling tebal dan yang paling kuat, tapi ingat satu hal, setelah kamu lewati kamu tidak boleh kembali dan kesempatanmu hanya sekali.

Plato pergi melakukan apa yang diminta, tapi dia tidak membawa pohon yang tebal dan kuat, dia hanya membawa pohon yang bagus.

Socrates bertanya alasannya. 

Plato: Aku melihat beberapa pohon yang bagus dalam perjalanan di hutan, tapi kali ini Aku belajar dari kasus gandum, jadi Aku memilih pohon ini. Karena jika tidak, Aku takut kembali dengan tangan kosong lagi, kurasa ini adalah pohon terbaik yang Aku lihat.


Socrates berkata itulah arti pernikahan. Hakikat Pernikahan, dimana engkau berani memutuskan memilih yang baik menurut pandanganmu dan walaupun engkau tahu bahwa itu bukanlah yang terbaik, disinilah engkau menentukan sikap dalam memilih. Perkawinan adalah pengambilan keputusan yang berani, penyatuan dua hati, penyatuan dua karakter yang berbeda dimana dua insan ini harus dan berani berbagi serta menyatukan dua pandangan menjadi satu dalam menerima kekurangan dan kelebihan pasangannya.

Kebahagiaan

Sekali lagi Plato bertanya kepada Socrates apa itu kebahagiaan.

Socrates: Pergilah melewati taman, petiklah bunga yang paling cantik, tapi ingat satu hal, setelah kamu lewati kamu tidak boleh kembali dan kesempatanmu hanya sekali.

Plato pergi melakukan apa yang diminta, dia kembali membawa bunga yang cukup cantik.

Socrates bertanya apakah ini bunga yang paling cantik.

Plato: Aku melihat bunga ini, memetiknya dan berpikir ini adalah bunga yang paling cantik, dalam perjalanan di taman Aku melihat banyak bunga yang cantik, Aku tetap percaya bunga yang Aku petik adalah yang paling cantik, kemudian Aku membawanya kembali.

Kemudian Socrates berkata itulah kebahagian.

Selingkuh

Sekali lagi Plato bertanya kepada gurunya Socrates apa itu selingkuh.

Socrates meminta Plato pergi ke hutan, dan kembali dengan bunga yang paling cantik.

Plato pergi dengan percaya diri, dan dua jam kemudian dia kembali membawa bunga berwarna cerah yang agak layu.

Socrates bertanya apakah ini bunga yang paling cantik.

Plato: Selama dua jam Aku mencari bunga yang paling cantik dan menemukan ini, tapi dalam perjalanan pulang, bunga yang Aku petik layu.

Kemudian Socrates berkata itulah perselingkuhan.

Kehidupan

Di hari lain Plato bertanya kepada gurunya Socrates apa arti kehidupan.

Socrates memintanya ke hutan, dia harus kembali dan membawa bunga yang paling cantik.

Plato belajar dari pengalamannya yang terakhir, dan pergi dengan penuh keyakinan.

Tiga hari berlalu, Plato belum kembali.

Socrates berjalan ke hutan mencari Plato dan akhirnya berhasil menemukannya berkemah disana. Socrates bertanya apakah dia sudah mememukan bunga yang paling cantik.

Plato menunjuk bunga di sebelahnya dan mengatakan itu adalah bunga yang paling cantik.

Socrates bertanya kenapa dia tidak membawanya pulang


Plato menjawab: Jika Aku melakukannya, bunga itu akan layu. Meskipun tidak kupetik bunga itu cepat atau lambat akan layu juga. Jadi Aku berada di dekatnya waktu bunga itu sedang mekar, dan pada saat bunga itu mati Aku akan menemukan bunga yang lain; itu adalah bunga kedua yang Aku temukan disini.

Kali ini, Socrates mengatakan kepada Plato bahwa sekarang Plato sudah mengetahui kebenaran hidup.


Lepaskan Amarahmu, Cobalah untuk Mengikhlaskan



“Terus memendam amarah sama seperti menggenggam bara panas untuk dilontarkan kepada seseorang, kitalah yang akan terbakar.” 
~ Sidharta Gautama

Dalam hidup memang wajar kalau ada peristiwa-peristiwa yang membuat kita marah dan kecewa. Tapi cepat kendalikan emosi kita kembali. Jangan biarkan rasa amarah, dendam, iri, kesal atau kecewa kepada pasangan, teman, rekan kerja, atau atasan di kantor bercokol lama di hati kita.

Kekesalan, amarah dan kekecewaan hanya akan mengaktifkan hukum tarik menarik, membuat kita menerima apa yang kita berikan.

Bila kesal pada pasangan atau ada kawan yang mengingkari janji, lalu kita menyalahkan mereka atas kekacauan semua itu, maka kita akan mendapatkan kembali keadaan yang dipersalahkan itu.

Kembalinya keadaan itu tidak harus selalu dari orang yang kita salahkan, tetapi sejatinya kita akan mendapatkan kembali keadaan yang kita salahkan itu.

Ikhlaskanlah, maafkanlah. Hati akan terasa lebih lega dan ringan dalam menjalani hidup, lebih fokus terhadap tujuan hidup tanpa terbebani penyakit-penyakit hati yang hanya akan menghabiskan energi positif.
“Jika saya mengikhlaskan diri saya, saya menjadi yang saya inginkan. Jika saya mengikhlaskan yang saya punya, saya akan menerima apa yang saya butuhkan.” ~ Tao Te Ching

Semoga Tuhan mengaruniai sabar yang tak terbatas dan ikhlas yang tak bertepi untuk kita semua, sehingga apapun rintangan dan cobaan yang dilalui akan terasa lebih ringan. :)




Palu Menghancurkan Kaca


"Palu menghancurkan kaca, tetapi palu membentuk baja."


Apa makna dari pepatah kuno diatas?

Jika jiwa kita rapuh seperti kaca, maka ketika palu/masalah menghantam, kita akan mudah putus asa, frustasi, kecewa, marah, dan jadi remuk redam. Jika kita adalah kaca, maka kita juga rentan terhadap benturan. Kita mudah tersinggung, kecewa, marah, atau sakit hati saat kita berhubungan dengan orang lain. Sedikit benturan sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan hubungan kita.

Jangan pernah jadi kaca, tapi jadilah baja. “Mental baja” adalah mental yang selalu positif, bahkan tetap bersyukur di saat masalah dan keadaan yang benar-benar sulit tengah menghimpitnya.

Mengapa demikian? Orang yang seperti ini selalu menganggap bahwa, “masalah adalah proses kehidupan untuk membentuknya menjadi lebih baik”. Sepotong besi baja akan menjadi sebuah alat yang lebih berguna setelah lebih dulu diproses dan dibentuk dengan palu. Setiap pukulan memang menyakitkan, namun mereka yang bermental baja selalu menyadari bahwa itu baik untuk dirinya.
“Masalah adalah proses kehidupan untuk membentuk kita menjadi lebih baik”.

Jika hari ini kita sedang ditindas oleh masalah hidup, jangan pernah merespons dengan sikap yang keliru!

Jika kita adalah “baja”, kita akan selalu melihat palu yang menghantam kita sebagai sahabat yang akan membentuk kita. Sebaliknya jika kita “kaca” maka kita akan selalu melihat palu sebagai musuh yang akan menghancurkan kita.




8 Warga Asing Ini Mengabdi dan Mencintai Indonesia Lebih Dari Hidupnya

“Jangan tanyakan apa yang negara ini berikan kepadamu tapi tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada negaramu.”  
~ John F. Kennedy 


Seberapa besar cintamu pada Indonesia? Apa yang sudah kamu berikan pada Ibu Pertiwi? Dibawah ini adalah beberapa nama, bukan nama besar dan mentereng laiknya artis infotainment yang setiap hari wira-wiri di TV saban hari, mereka hanya WNA yang memiliki cinta yang besar, warga negara asing yang ternyata sangat mencintai Indonesia. Bahkan cinta mereka bisa jadi lebih besar daripada warga negara Indonesia pada umumnya. Tidak percaya, siapa saja mereka?


1. Andre Graff (Perancis). Si Tukang Gali Sumur dari Sumba


Bahkan untuk tukang gali sumur, Indonesia butuh tenaga asing dari Perancis!

Nama aslinya Andre Graff, tetapi masyarakat Sumba memanggilnya ”Andre Sumur”. Warga di tempat tinggalnya, Lamboya, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, menyapa dia Amaenudu, orang yang baik hati. Ini karena perjuangannya mengadakan sumur gali bagi warga Sumba dan Sabu Raijua.
Padahal, latar belakang Graff adalah pilot balon udara. Selama puluhan tahun ia juga memimpin perusahaan balon udara di Perancis untuk pariwisata. Dia suka menerbangkan balon udara melewati Pegunungan Alpen.
Tahun 1990 dan 2004, Graff mengunjungi Bali sebagai turis. Dari Bali dia menyewa perahu layar dan bersama tujuh wisatawan asing dari sejumlah negara menjelajahi beberapa pulau di Nusa Tenggara Timur (NTT), seperti Sabu Raijua, Sumba, Solor, Lembata, Alor, dan Kepulauan Riung.

”Teman-teman turis itu latar belakangnya beragam, ada yang dokter bedah, ahli planologi, dan ahli pertanian,” katanya. Sejumlah aktivitas masyarakat, budaya, dan tradisi lokal pun menjadi obyek foto mereka. Saat itu Graff berjanji akan mengirimkan foto yang mereka buat kepada warga setempat. Jumlahnya mencapai 3.547 lembar, seberat 25 kilogram. Agustus 2004, ia memutuskan mengantar sendiri foto tersebut kepada sejumlah warga di NTT.

Juni 2005, dia singgah di Sabu Raijua dan menetap di kampung adat Ledetadu. Warga di kampung itu kesulitan air bersih. Setiap hari mereka harus berjalan 2 kilometer untuk mengambil air sumur di dataran rendah. ”Saya prihatin. Saya lalu bertemu Pastor Frans Lakner, SJ yang sudah 40 tahun mengabdi di Sabu. Dia mengajari saya bagaimana mencari air tanah, menggali sumur, dan membuat gorong-gorong dari beton agar air tak terkontaminasi lumpur. Gorong-gorong itu bertahan sampai bertahun-tahun kemudian,” katanya.
Graff pun membuat satu unit sumur bagi 127 keluarga di Ledetadu. Merasa puas atas hasilnya, dia lalu menggali sumur dan memasang gorong-gorong beton lain bagi warga sekitar Ledetadu.

Pada 2005-2007, dia berhasil membuat 25 sumur gali bagi 1.250 keluarga yang tersebar di tiga desa. Graff juga mengajarkan warga setempat untuk mencari air, menggali, dan membuat gorong-gorong yang berkualitas. Pengetahuan itu terus dia tularkan kepada desa-desa di sekitar Ledetadu dan Namata.

Pada 2007-2011, sebanyak 35 sumur berhasil dikerjakan Graff bersama GGWW.

Berkat air sumur, warga bisa menanam sayur, jagung, buah, dan umbi-umbian di sekitar rumah. Mereka bisa menjual hasil kebunnya ke pasar untuk membeli beras dan kebutuhan lain.

Akhir 2007, ia memutuskan pindah ke Lamboya, Sumba Barat, setelah warga Sabu Raijua bisa membuat sumur sendiri. Ia tinggal dengan Rato (Kepala Suku) Kampung Waru Wora, Desa Patijala Bawa, Lamboya. Disini, ia membentuk kelompok pemuda beranggota sembilan orang untuk membuat gorong-gorong yang disebut GGWW (Gorong-gorong Waru Wora). Melihat kualitas dan fungsi gorong-gorong itu, warga kampung dan desa lain di sekitar Patijala pun memesan gorong-gorong kepada GGWW dengan harga Rp 300.000 per potong (sekitar 1 m x 1 m).

Pada 2007-2011, sebanyak 35 sumur berhasil dikerjakan Graff bersama GGWW. Mereka melakukan pencarian air dengan kemampuan khusus yang dimiliki para rato dalam menentukan lokasi sumber air tanah.
”Orang kampung tak memakai alas kaki. Telapak kaki mereka langsung kontak dengan tanah dan mampu merasakan lokasi di mana ada air,” kata Graff.



Permukiman warga di Sumba dan Sabu umumnya berada di dataran tinggi dengan jarak tempuh ke lembah yang ada sumber airnya 1 km hingga 3 km.
”Setiap pagi, kaum perempuan menghabiskan 2-3 jam untuk mengambil air 20 liter. Air untuk memasak, mencuci alat dapur, dan memberi minum ternak. Anak-anak ke sekolah tak mandi. Warga kampung pun buang hajat di sembarang tempat. Ini membuat sanitasi kampung jadi buruk,” katanya.
Graff mencari solusi tanpa mengotori lingkungan dengan mesin diesel berbahan bakar minyak. Energi matahari diupayakannya untuk menaikkan air dari lembah ke perkampungan. Ia menemui seorang ahli tenaga matahari di Denpasar.
Mereka mengevaluasi masalah air sumur dan permukiman warga Sumba, lalu terbentuklah Pilot Project Waru Wora (PPWW) berupa sinar sel.

Graff kekurangan modal. Namun, ia berhasil mendapat bantuan Rp 330 juta dari Rotary Club Belanda. Dana itu belum cukup untuk mewujudkan proyek tersebut. Masih dibutuhkan dana sekitar Rp 500 juta.
Salah satu upaya yang dilakukannya adalah mengadakan pameran foto tentang Sumba dan Sabu Raijua di Jakarta dan Denpasar.
”Sayang, foto-fotonya tak laku. Orang hanya kagum, tetapi tak membeli. Namun, saya bertemu orang dari Shimizu yang bersedia membantu pompa, pipa, tangki air, dan bahan lain. Ada pula teman yang membantu Rp 50 juta, tetapi kesulitan belum teratasi,” kata Graff yang juga mendapat bantuan dari Bupati Sumba Barat sebesar Rp 65 juta.

Menurut dia, komponen termahal proyek ini adalah solar sel berukuran 6 meter x 6 meter untuk menampung energi matahari guna menaikkan air dengan ketinggian 1.300 meter ke permukiman warga yang berjarak 110 meter.
Apabila proyek ini terwujud, 11 kampung di Desa Patijala Bawa atau sekitar 1.600 jiwa bisa menikmati air bersih. Sampai kini baru 600 jiwa atau tujuh kampung yang terlayani.

”Saya bukan orang LSM (lembaga swadaya masyarakat) yang (sebagian) asal kerja. Saya punya pilot project. Orang bisa belajar di sini karena proyek dengan sinar matahari guna ’menarik’ air ini merupakan (salah satu) terbesar di Indonesia. Ke depan, wilayah ini bisa menjadi pusat wisata,” katanya.
"Saya bukan orang LSM yang asal kerja. Saya punya pilot project. Orang bisa belajar di sini karena proyek dengan sinar matahari guna ’menarik’ air ini merupakan (salah satu) terbesar di Indonesia. Ke depan, wilayah ini bisa menjadi pusat wisata.” ~ Andre Graff
Jika proyek itu terwujud, Graff sudah punya program lain, yakni melakukan filtrasi (penjernihan) air, program pengadaan rumah mandi untuk kelompok masyarakat di setiap kampung, dan program pertanian pekarangan rumah atau lahan terbatas. (KOMPAS.com)


2. Alm. Husin Abdullah a.k.a Gavin Edward Birch (Selandia Baru). 'Turis Gila' Pemungut Sampah di Senggigi


Birch datang ke Lombok sebagai turis, lalu dia mengabdi memunguti sampah selama 25 tahun!

Kalau kita menyebut nama Gavin Edward Birch mungkin tidak ada yang tahu siapa beliau, tetapi kalau kita menyebut Pak Husin, atau si Bule Gila orang akan langsung tahu. Berangkat dari kecintaannya pada alam dan tekadnya untuk membersihkan Senggigi, beliau rela dijuluki Bule Gila.

Husin Abdullah adalah seorang Warga Negara Selandia Baru. Beliau pertama kali datang ke Lombok pada tahun 1984 dan prihatin melihat keindahan Lombok tertutup sampah. Dua puluh lima tahun silam beliau kembali ke Lombok, menikah dengan Ibu Siti Hawa dan memulai usahanya dalam membersihkan Pantai Senggigi. Beliau pula yang pertama membangun toilet bagi warga yang kala itu belum memiliki toilet. Dua bulan yang lalu Pak Husin wafat karena malaria, kini usaha membersihkan pantai tengah dibenahi dan dilanjutkan oleh putra pertamanya Abdul Aziz Husin. Kami menemui Aziz dan Ibu Siti Hawa ketika berkunjung ke Pondok Siti Hawa pada 12 Oktober 2010 silam.

Semasa hidupnya Pak Husin mengumpulkan sampah yang ditemuinya sepanjang Batu Layar hingga Senggigi. Sampah plastik ia buang ke TPS, sampah organik beliau olah menjadi pupuk. Rutinitas beliau dimulai sebelum matahari terbit. Setiap pagi beliau bangun pukul lima pagi, lalu akan menenangkan diri di Brugag (berego) belakang rumahnya yang menghadap pantai hingga matahari terbit. "Beliau tidak bisa hidup tanpa pantai." Ujar Aziz. Rutinitas beliau dilanjutkan dengan memungut sampah plastik yang ditemui sepanjang pantai untuk dibuang ke TPS. Pada siang hari beliau melanjutkan pekerjaan, entah ke Mataram untuk ke kantor pemerintahan, belanja kebutuhan sehari-hari atau mengolah pupuk.

"Pupuknya sekarang masih saya kerjakan, pelan-pelan. Untuk pembersihan pantai mungkin ditunda sampai tahun depan." Ujar Aziz. Pupuk hasil olahan sampah ini digunakan sendiri dan sebagian dijual kepada toko bunga. Tetapi jangan bayangkan Pak Husin meraup untung, uang hasil dari penjualan hanya menutup biaya produksi dan untuk membayar pekerjanya. Untuk menjalankan programnya tak Jarang Pak Husin menggunakan uangnya sendiri. Setelah program berjalan barulah jika mendapat dana dari pemda sebagian uang beliau akan diganti. 


Abdul Aziz Husin, putra pertama Husin Abdullah yg melanjutkan perjuangan ayahnya. Foto: Yudi F, detik.com

Kami kemudian berjalan ke pantai yang berada tepat dibelakang Pondok Siti Hawa. Aziz mengakatakan, setiap tahun ketika musim penghujan tiba, semua sampah dari sungai akan meuju ke laut, lalu terbawa angin dan terdampar di pantai. Pak Husin prihatin dengan pemerintah yang tidak melakukan preventif agar sampah tak sampai ke pantai. "Aku pernah surfing di Kuta, waktu itu surfingnya sama sampah, mandi di pantai juga sama sampah." Ujarnya prihatin.

Untuk meneruskan usaha sang ayah, Aziz bercita-cita untuk membuat suatu organisasi agar kegiatan dapat berjalan dengan lebih teratur. Pembersihan pantai, edukasi tentang kebersihan kepada anak usia sekolah dasar, pembangunan TPS, menyediakan program untuk sukarelawan, adalah beberapa dari program yang ia rencanakan. Ia juga ingin memiliki area percontohan yang mengutamakan kebersihan untuk membuka mata masyarakat tentang dampak langsung kebersihan terhadap lingkungan. 

"Papaku menerapkan prinsip untuk langsung terjun ke lapangan. Tak perlu banyak bicara," kenang Aziz tentang sang ayah. "Mengikuti apa yang dia lakukan memang susah, aku tidak bisa mengatur waktuku, mungkin nanti setelah beberapa tahun aku baru bisa seperti Papa."


Husin Abdullah bersama istrinya yg asli Lombok dan 2 anaknya. Foto: Dokumentasi Keluarga

Cemoohan tak jarang dilontarkan pada beliau, hampir setiap hari beliau mendapat hinaan. Bahkan label "Bule Gila" diberikan untuk beliau. Tapi Pak Husin tidak menghiraukannya. Aziz ingat bagaimana ayahnya mengajarkan pada Aziz untuk menanggapi ejekan masyarakat "malah dia yang gila, buang sampah sembarangan. Kalau lingkungan bersih kan enak."
"Malah dia yang gila, buang sampah sembarangan. Kalau lingkungan bersih kan enak." ~ Husin Abdullah
:")

Meneladani cinta alam dan kebersihan dari Pak Husin, dari si Bule Gila. Benar kata beliau, siapa yang gila? Yang mencintai alam dan membersihkan lingkungan atau yang membuang sampah sembarangan? Selamat jalan Pak Husin, Anda patut mendapat tempat terbaik di sisiNya.
Aziz dan program Indonesia Bersih dan Hijau dapat ditemui di Pondok Siti Hawa, Batu Layar. Juga melalui Facebook "Indonesia Bersih & Hijau" dan blog di http://indonesiabersihdanhijau.blogspot.com. (Tulisan oleh Hanindita - @sihanin)


3. Aurelien Francis Brule (Perancis). 16 Tahun Mengabdikan Diri & Pendiri Organisasi Perlindungan Owa-Owa di Kalimantan dan Sumatera


Tidak banyak orang yang sangat peduli terhadap kelangsungan hidup satwa primata di hutan-hutan Sumatera dan Kalimantan. Karena itu, kiprah Aurelien Francis Brule, warga Prancis yang sudah 16 tahun mengabdikan diri mengonservasi kehidupan owa-owa, salah satu jenis primata, patut diapresiasi.

Aurelien Francis Brule mulai tertarik dengan owa-owa saat diajak orang tuanya mengunjungi kebun binatang di kota kelahirannya di Prancis. Pada usia 12 tahun, Chanee "panggilan Aurelien Francis Brule" merasakan ada yang aneh dengan owa-owa. Binatang bernama latin Hylobates muelleri itu terlihat selalu menyendiri. Ketika hewan-hewan lain aktif bergerak dan bermain dengan kawanannya, hewan yang satu itu justru diam dan terlihat sedih.

Rasa penasaran itulah yang akhirnya membuat laki-laki kelahiran 2 Juli 1979 tersebut memutuskan untuk mengunjungi kebun binatang setiap Rabu guna mengamati primata tersebut. Saking penasarannya, rutinitas itu sampai berlangsung selama lima tahun!

"Awalnya saya penasaran mengapa owa-owa selalu tampak sedih, tidak gembira seperti yang lain. Tidak terasa selama lima tahun saya mendatangi dan mengamati perilaku owa-owa itu. Saya selalu diantar ibu," ungkap Chanee kepada Jawa Pos yang menghubunginya pekan lalu.
Tidak hanya melihat apa yang dilakukan owa-owa setiap berkunjung, Chanee akhirnya ikut membantu kebun binatang itu untuk merawat si owa dan memberinya pasangan agar bisa berkembang biak. Betapa sayangnya kepada owa-owa, pada usia 16 tahun, Chanee sudah bisa membuat buku yang bercerita tentang kehidupan owa-owa di kebun binatang itu. Judulnya Le Gibbon " Mains Blanches.

Buku tersebut menarik perhatian media di Prancis karena jarang ada remaja yang peduli terhadap kehidupan satwa langka. Sampai-sampai, aktris papan atas Prancis, Muriel Robin, terharu dan bersedia membiayai Chanee untuk pergi ke Thailand guna melihat dari dekat kehidupan owa-owa di habitatnya.

Pada usia 18 tahun, Chanee mulai menggeluti kehidupan owa-owa liar di hutan Thailand. Namun, dia belum tahu apa yang harus dilakukan untuk membantu kehidupan kera-kera tersebut. Dia baru mendapatkan inspirasi ketika membaca berita tentang terbakarnya hutan Kalimantan.

"Saat itu saya berpikir, jika ingin menolong owa-owa, saya harus pergi ke Indonesia. Sebab, di Indonesia paling banyak jenis owa dan banyak persoalannya," ungkapnya.
Pada 1998, Chanee terbang ke Indonesia. Gelombang demo reformasi yang meledak di Jakarta membuat dirinya langsung menuju ke Kalimantan untuk melakukan observasi. Baru tiga bulan kemudian Chanee kembali ke Jakarta untuk menjalin kerja sama dengan Kementerian Kehutanan dan Kelautan (saat itu bernama Departemen Kehutanan) untuk melindungi owa-owa.

Suasana Indonesia yang sedang ricuh menyusul tumbangnya rezim Orde Baru ditambah pemahaman yang kurang akan budaya Indonesia membuat Chanee sulit mendapat kepercayaan dari pemerintah RI. Namun, tanpa kenal menyerah, dia terus berjuang untuk mendapatkan izin penggunaan hutan sebagai kawasan konservasi owa-owa.


 Di usia muda, saat Chanee berusia 19 tahun ia telah melakukan observasi selama lima tahun terhadap primata yang ada di kebun binantang di Perancis, kemudian menuliskannya menjadi sebuah buku. Hal ini menarik perhatian publik di Perancis, hingga seorang artis komedian Perancis, Muriel Robbin, bersedia mendanainya untuk membuat sebuah program konservasi pada hewan primata ini.


"Setahun saya bolak-balik ke kantor kementerian untuk mendapatkan izin itu. Syukurlah, akhirnya saya dapatkan juga, mungkin mereka bosan melihat saya setiap hari hahaha..," cerita dia.

Menurut Chanee, persoalan di hutan Kalimantan awalnya terkait dengan penebangan liar kayu-kayu berharga jual tinggi. Tapi, kemudian ditambah pembukaan lahan-lahan baru untuk perkebunan kelapa sawit yang menggiurkan pemilik modal. Habitat hewan-hewan di hutan pun tergusur, termasuk owa-owa.

"Setelah reformasi, kawasan konservasi satwa yang pada zaman Soeharto tidak disentuh menjadi persoalan. Tidak ada kawasan konservasi yang aman. Bahkan, kawasan di luar hutan konservasi mulai dihancurkan untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit. Nasib owa dan binatang lainnya tidak mempunyai masa depan," ungkapnya.

Meski begitu, Chanee tidak putus asa. Dia bersama para aktivis Kalaweit, organisasi perlindungan binatang yang didirikannya, terus berjuang agar habitat owa-owa tidak rusak. Dia pun menjalin kerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk tiga hal.

Pertama, menerima semua binatang yang ditangkap karena binatang itu termasuk hewan dilindungi yang disita pemerintah atau diserahkan secara sukarela. Kedua, membantu pemerintah mengamankan beberapa kawasan hutan dari para penjarah. Ketiga, berkampanye kepada masyarakat melalui media tentang pentingnya perlindungan satwa.

Untuk mencapai misi ketiga itu, Chanee kemudian mendirikan stasiun radio lokal yang diberi nama Radio Kalaweit. Dengan konsep anak muda, dia menggandeng generasi muda Kalimantan untuk ikut menyelamatkan hutan dan satwa liar di tanah kelahiran mereka.

"Saya juga tengah menjalin kerja sama dengan Metro TV untuk pembuatan program penyelamatan satwa langka," ujar bapak dua anak dari istri yang asli Kalimantan itu.

Perhatian Chanee terhadap pelestarian satwa liar dan habitatnya sangat besar. Dia rela tinggal di tengah hutan Kalimantan dan bolak-balik Kalimantan-Sumatera untuk melihat langsung binatang-binatang yang ditangani Kalaweit. Selain itu, dia rela membeli 135 hektare hutan di Kalimantan untuk dihibahkan kepada Kalaweit. Sebab, di Indonesia, yayasan tidak diizinkan memiliki lahan sendiri.

"Saya bersyukur masih ada masyarakat yang peduli sehingga 100 persen pendanaan Kalaweit berasal dari mereka. Saat ini masih dari luar negeri. Semoga secepatnya dari masyarakat Indonesia sendiri," tuturnya.

Tentu saja banyak yang menentang perjuangan Chanee itu. Dia pernah diteror lewat ponsel, ditodong pisau, dan rumah kapalnya ditenggelamkan oleh orang-orang yang tidak dikenal. Namun, Chanee tetap tidak peduli dan merasa itu semua sudah menjadi risiko perjuangan.

Kecintaannya kepada satwa Indonesia membuat Chanee jatuh cinta kepada negara ini. Dia berusaha keras mendapatkan status kewarganegaraan Indonesia agar bisa memiliki hak untuk menyuarakan penyelamatan hutan.

Meski telah menikah dengan perempuan asli Kalimantan bernama Nurpradawati pada 2002, dia masih belum bisa mendapatkan status kewarganegaraan yang diinginkan itu. Baru setelah tampil dalam acara KickAndy beberapa tahun lalu, Chanee mendapat kemudahan informasi untuk menjadi WNI.
"Saya sempat melontarkan candaan saat itu. Saya bilang, sepertinya harus menjadi pemain bola dulu jika ingin menjadi warga negara Indonesia. Tapi, setelah itu, saya dibantu beberapa orang untuk bisa mendapatkan status kewarganegaraan Indonesia yang saya inginkan," ujarnya lantas tertawa.
"Saya sempat melontarkan candaan saat itu. Saya bilang, sepertinya harus menjadi pemain bola dulu jika ingin menjadi warga negara Indonesia. Tapi, setelah itu, saya dibantu beberapa orang untuk bisa mendapatkan status kewarganegaraan Indonesia yang saya inginkan." ~ Aurelien Francis Brule

Sudah 15 tahun Kalaweit beraktivitas. Bukan hanya owa-owa yang diurusi. Satwa-satwa liar lain yang diserahkan pemerintah maupun masyarakat kini menjadi concern mereka. Chanee dan aktivis Kalaweit melakukan itu karena tidak ada organisasi-organisasi perlindungan satwa"lain yang mau menerima binatang selain orang utan.

"Yayasan saya menerima semua binatang. Bukan hanya orang utan. Ada beruang, ular, buaya, dan sebagainya," tegasnya. (MARISQA AYU/unikom.ac.id)


4. Robin Lim (AS). Bidan Bali, Mother Hero of the Mothers, Beraksi untuk Negeri


Robin Lim adalah bidan yang diakui secara internasional, terkenal penulis dan penyair berbakat. Non-profit nya melahirkan bahasa Indonesia dan klinik pendidikan telah menyelamatkan ratusan nyawa dan disampaikan ribuan bayi selama dekade terakhir, melayani warga miskin dan tersingkir medis Bali dan, jauh, di provinsi yang dilanda tsunami di Aceh, Sumatera.

"Ibu Robin," atau "Ibu Robin" saat ia disebut oleh penduduk setempat, bekerja untuk perubahan yang dengannya Yayasan Bumi Sehat (Sehat Ibu Bumi Foundation) klinik kesehatan. Suaka ini menawarkan perawatan kehamilan persalinan gratis, layanan persalinan dan bantuan medis untuk siapa saja yang membutuhkannya. Robin organisasi ini didanai sepenuhnya oleh sumbangan pribadi.

Dan kebutuhan yang luas di Indonesia. Rata-rata keluarga mendapatkan setara dengan $ 8 hari, menurut Dana Moneter Internasional, tetapi rumah sakit persalinan normal tanpa komplikasi biaya sekitar $ 70. Sebuah bagian raja dapat biaya lebih dari $ 700.

Lim percaya tingkat tinggi di Indonesia angka kematian ibu dan bayi disebabkan sebagian oleh biaya-biaya, yang banyak perempuan tidak dapat memenuhi. Pada gilirannya, kehidupan mereka dan kehidupan bayi mereka beresiko.


Pengakuan regional dan global (2011 CNN HERO OF THE YEAR).

"Ibu" (Ibu) Robin telah mendapat pengakuan regional dan global. Baru-baru ini dia telah dinominasikan Pahlawan CNN, dan telah tampil di Indonesia setara acara Oprah. Setelah 13 tahun pelayanan dan tantangan keuangan konstan, Ibu Robin kenal lelah tetap berkomitmen untuk mengubah dunia, satu kelahiran lembut pada suatu waktu.

Bekerja sebagai seorang bidan di Indonesia bukan sesuatu Lim, seorang warga negara AS dan penulis banyak buku yang berkaitan dengan kesehatan bayi dan ibu, direncanakan untuk hidupnya. Tapi setelah beberapa tragedi pribadi, hidupnya bergeser ke arah yang baru.

"Dalam rentang satu tahun, aku kehilangan sahabatku dan salah satu bidan yang mengantarkan anak saya," kata Lim, yang memiliki delapan anak. "Adik saya juga meninggal karena komplikasi kehamilan ketiga, dan begitu pula bayinya aku hancur, hanya hancur.. Tapi saya memutuskan untuk tidak marah. Saya memutuskan untuk menjadi bagian dari solusi. Jika saya bisa membantu bahkan satu keluarga mencegah hilangnya seorang ibu atau seorang anak, saya akan melakukan itu saya akan mendedikasikan hidup saya untuk itu.. "

Lim dan suaminya, Will, menjual rumah mereka di Hawaii dan pindah keluarga ke Bali untuk "menemukan kembali kehidupan mereka". Setelah di Bali, Lim mengajukan diri untuk membantu bidan lokal memberikan berbagai bayi di rumah. Dan sebagai permintaan untuk layanan itu tumbuh, ia memutuskan untuk menerima sertifikasi bidan formal.

Pada tahun 1994, Robin mulai menyediakan layanan kesehatan bagi perempuan hamil dan anak balita secara gratis di daerah Ubud, Bali. Dari pertama, tak ada yang memalingkan muka, tidak peduli betapa miskinnya mereka. Segera penuh-matang, organisasi resmi dibentuk. Selama dekade berikutnya karena permintaan tumbuh dan pengetahuan layanan Bumi Sehat itu menjadi luas, yang lain bergabung untuk mendukung inisiatif menyediakan perawatan bagi perempuan dan anak-anak kebutuhan.

Didirikan pada tahun 1995, Bumi Sehat adalah nirlaba, organisasi berbasis desa yang menjalankan dua oleh sumbangan-pusat kesehatan masyarakat di Bali dan Aceh, Indonesia. Kami menyediakan lebih dari 17.000 konsultasi kesehatan untuk anak-anak dan orang dewasa per tahun. Kebidanan layanan untuk memastikan kelahiran lembut adalah jantung dari Bumi Sehat dan klinik kami menyambut sekitar 600 bayi baru ke dunia setiap tahunnya.

Pada tahun 2002 dan lagi pada tahun 2005, Bali diguncang bom teroris, yang menghancurkan ekonomi wisata nya. Pekerjaan Bumi Sehat itu menjadi bahkan lebih penting, seperti kelahiran rumah sakit menjadi lebih terjangkau bagi warga negara tergantung kerajinan.

Pada awal 2005, sebuah klinik kedua didirikan di Aceh, Sumatera 1.000 mil jauhnya, di tanggapan langsung kepada 26 Desember 2004 tsunami. Salah satu LSM yang pertama untuk menjangkau daerah tersebut, YBS memberikan banyak dibutuhkan pasokan medis untuk korban, layanan darurat yang ditawarkan, dan mulai melayani kematian ibu mengejutkan penduduk.

Pada awal 2010, menyusul gempa bumi tragis di Haiti, Robin & Bumi Sehat memimpin tim bidan dengan pasokan dan membantu untuk membangun kesehatan ibu dan anak dan pusat kelahiran di Jacmel, dilisensi oleh Departemen Kesehatan. Pada bulan Juni 2010, Robin dan Bumi Sehat Dewan klinik Haiti berbalik ke LSM lain sehingga bisa berjalan seperti instalasi permanen, melayani korban gempa.

Robin Lim, suaminya, Will Hemmerle, dengan putri mereka, Lakota Moira. (JG Photo)

Beberapa selebriti Indonesia dan ekspatriat memilih Bumi Sehat kelahiran anak-anak mereka, dan mereka sering memberikan sumbangan. Tapi Lim mengatakan 80% keluarga yang dilayani oleh klinik hampir tidak bisa membayar apapun.

"Bintang Rock atau pelacur, semua orang akan diperlakukan (seperti) VIP di Bumi Sehat ... dengan kebaikan dan rasa hormat," katanya. "Ini sesuatu untuk melihat keluarga datang tahun demi tahun, setiap kali pohon mangga mereka memberikan buah, dan memberikan beberapa mangga staf untuk mengucapkan terima kasih".
"Bintang Rock atau Pelacur, semua orang akan diperlakukan (seperti) VIP di Bumi Sehat... dengan kebaikan dan rasa hormat." ~ Robin Lim
Di samping semua ini, yayasan Robin Lim juga memfasilitasi peningkatan kapasitas di Indonesia, mentor mahasiswa bidan dari Bali dan dari seluruh dunia, dan telah mendirikan Pusat Pemuda gratis di Ubud yang mengajarkan keterampilan bahasa Inggris dan komputer untuk remaja lokal.

Dia terkenal di lingkup internasional, dan saat ini dicalonkan untuk menjadi Pahlawan 2011 Year oleh CNN media massa bersama dengan 9 kandidat lainnya. (jagatbali.com)



5. Annette Horschmann (Jerman). "Kutambatkan Hati di Danau Toba Indonesia"


Bagi sebagian warga Indonesia, nama Annette Horschmann mungkin masih asing. Tapi bagi masyarakat di Sumatera Utara, nama wanita asal Jerman ini aman populer. Annette merupakan wanita yang sangat peduli dengan kelestarian Danau Toba. Bahkan ia tak segan memunguti sampah demi menjaga keindahan dan kebersihannya. Di sisi lain, Annette juga sering mempromosikan Danau Toba di negaranya. Ia menyebut bahwa Danau Toba tak kalah indah dibanding tempat populer lainnya di Indonesia.

Annette Horschmann, telah melanglang buana ke beberapa negara sejak ia lulus kuliah di tahun 1984. Di Thailand tahun 1993 ia mendengar cerita tentang Danau Toba dari turis-turis lainnya. Sejak saat itu rasa penasarannya terhadap Danau Toba mulai muncul. Puncaknya saat ia di New Zeland. Hanya beberapa hari di New Zeeland ia kemudian memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan langsung ke Danau Toba.

Sesampainya ia di Danau Toba ia tertegun melihat keindahan Danau Toba. Namun rasa takjubnya terganggu oleh banyaknya sampah yang berserakan di danau toba, sebagai orang Jerman yang sangat sadar lingkungan ia kemudian memutuskan untuk melakukan aksi bersih Danau Toba.


Danau Toba dan keindahan alamnya di Pameran Pariwisata Internasional Berlin (ITB Berlin) 2013. Dia mempertontonkan video klip dan foto-foto Danau Toba.

Ia mengajak tetangganya yang turis Belanda untuk bekerja sama membersihkan danau Toba dari sampah dan enceng gondok. Mereka kemudian mengajak pemuda-pemuda lokal untuk membantu mereka.

Annette belajar bahasa Batak tujuannya selain untuk bisa berinteraksi dengan masyarakat lokal juga untuk melancarkan misi pembersihan tersebut. Menurutnya, jika menggunakan bahasa daerah maka orang yang ditegur akan cepat mengerti dan itu lebih sopan. 

Karena kecintaannya terhadap Danau Toba ia pun bertemu dengan jodohnya yang merupakan orang asli Toba, Anthony Silalahi. (Kick Andy di Metro TV)


"Nunga hudapot di son ngolukku. Hidup dan masa depan saya ada di sini. Keluarga saya ada di sini. Saya hidup bahagia bersama suami dan anak-anak." 
~ Annette Horschmann
Jika ingin informasi bisa menghubungi www.tabocottages.com
 


6. Elizabeth Karen Sekar Arum (AS). Sinden Keren from USA 


Nama Karen Elizabeth Sekararum sudah tak asing di antara deretan penggiat seni Jawa Timur. Berangkat dari padepokan seni Mangun Dharma Malang, dia meretas konsistensi dan berjuang menghidupkan lagi seni tradisional yang mulai terpinggirkan.

Hobi menari dan nyinden kini telah menjadi sebuah identitas yang tak terpisahkan dari sosok perempuan kelahiran Chicago, Amerika Serikat, itu. Istri dalang Ki Soleh Adi Pramono tersebut kini lekat dengan identitas sinden bule. Satu-satunya di Jatim, mungkin di Indonesia.

“Saya mengawalinya sebagai penikmat seni tradisional Jawa. Eeh, suwe-suwe kok kepincut, ya sekalian saja nyemplung,” tuturnya sambil tersipu.

Ibu dari Sonya Condro Lukitosari dan Kyan Andaru Kartikaningsih itu mengatakan, budaya tradisional Indonesia, khususnya Jawa Timur, adalah seni budaya yang sangat langka. Sayang, kata dia, generasi muda Jawa cenderung mengabaikannya. “Saya sangat mengaguminya. Terus terang, saya eman jika seni adiluhung itu hilang percuma,” ujarnya.

Elizabeth mengaku akan kecewa jika seni budaya tradisional sering diposisikan di tempat kedua setelah kebudayaan modern. “Setiap mendengar gending Jawa, saya merasa ayem. Anehnya, anak-anak muda sekarang cenderung anti terhadap irama warisan nenek moyangnya,” katanya.

“Tidak ada yang melarang jika orang suka musik rok atau dangdut. Tapi, jangan lupakan seni tradisional sendiri,” sambung wanita bermata biru tersebut.
“Tidak ada yang melarang jika orang suka musik rok atau dangdut. Tapi, jangan lupakan seni tradisional sendiri." ~ Elizabeth Karen
Sebagai bentuk keprihatinannya, Elizabeth merumuskan sebuah ide untuk disampaikan kepada generasi muda Indonesia. “Sebaiknya, para pelestari budaya mulai memikirkan cara mengawinkan seni modern dengan tradisional untuk menumbuhkan kecintaan pemuda terhadap seni tradisional,” ucapnya.

Dia menilai, seni itu ada karena ada yang menikmati dan mengapresiasi. Jadi, walaupun dimuseumkan, kalau tidak ada lagi yang menikmati, seni menjadi tidak berguna. “Kalau nggak gitu, ya muspro (percuma),” tuturnya.

Jika pencinta seni tradisional cukup banyak, kesenian tersebut pun akan terjaga dengan sendirinya. “Meski tidak disimpan dalam museum, kesenian itu akan terjaga oleh masyarakatnya,” katanya.


Tentang Elizabeth Karen
 
Nama: Karen Elizabeth Sekararum
Penggilan: Elizabeth
Tempat, tanggal lahir: USA, 19 Desember 1964
Alamat: Padepokan Seni Mangun Dharma Tumpang, Malang
Suami: Ki Sholeh Adi Pramono
Anak: Sonya Condro Lukitosari (13) dan Kyan Andaru Kartikaningsih (8)
Pendidikan: Universitas Wisconsin, dan Universitas Virginia, Amerika Serikat
Ayah: David Schrieber
Ibu: Janet Schrieber
Hobi: Menari, menyanyi
Makanan favorit: Masakan Padang





7. Carlos Ferrandiz (Spanyol). Guru Bahasa Inggris yang Mengabdi di Sumbawa


Bagi sebagian besar warga negara asing, Indonesia adalah negara indah yang biasa dijadikan tujuan untuk berwisata. Namun bagi Carlos Ferrandiz, Indonesia memiliki arti lebih dari itu.

Pria asal Spanyol ini begitu mencintai Indonesia. Berawal dari kekagumannya atas pantai-pantai di Indonesia, ia mulai tertarik berpetualang lebih dalam di Indonesia.

Kualitas pendidikan adalah hal yang paling disorot oleh Carlos. Ia menganggap pendidikan di Indonesia, khususnya di Sumbawa sangat memprihatinkan.

Tak ingin berdiam diri, Carlos memutuskan untuk tinggal lebih lama di Sumbawa. Singkat cerita, Carlos mengajarkan anak-anak Sumbawa berbahasa Inggris. Kelas Bahasa Inggris pun ia buka setiap sore. Dari situlah ia akhirnya membentuk Harapan Sumbawa Proyek.

"Terpacu dari keinginan masyarakat ini untuk belajar, saya memutuskan bahwa hidup saya harus berubah untuk membantu orang orang ini. Pada titik tersebut, Harapan project telah lahir," tulis Situs www.proyectoharapan.org.  

Proyek Harapan Sumbawa







"Terpacu dari keinginan masyarakat ini untuk belajar, saya memutuskan bahwa hidup saya harus berubah untuk membantu orang orang ini. Pada titik tersebut, Harapan project telah lahir." 
~ Carlos Ferrandiz
Kunjungi Carlos Ferrandiz dan muridnya di http://www.facebook.com/ProyectoHarapanSumbawa



8. Daniel Ziv (Kanada). 7 Tahun Berjuang Naik Turun Bus demi 'Jalanan'  


Daniel adalah seorang sutradara film dokumenter 'Jalanan'. Tidak tanggung-tanggung, Daniel mengikuti dan mendokumentasikan para pemeran utama dalam filmnya selama 7 tahun. 

Pengalaman Daniel sebagai wartawan di Ibu Kota menjadi bekal dalam membuat film ini. Banyak sisi kehidupan di perkotaan yang menarik untuk ditelusuri. Selama hidup di Jakarta selama 11 tahun, Daniel tinggal di Cikini. Sebelumnya, pria berkebangsaan Kanada itu pernah menetap di Bali.

 Saat di Bali. Pria berkebangsaan Kanada itu pernah menetap di Bali.

'Jalanan' adalah sebuah film yang mengangkat kehidupan tiga pengamen Jakarta dan subkultur jalanan yang ada di Ibu Kota. Untuk film ini, Daniel mengaku, harus melakukan audisi rahasia sebelum memutuskan untuk mengangkat kehidupan tiga pengamen sebagai pemeran utama. Dia meluangkan waktu naik turun bus umum mencari pengamen yang memiliki karakter sesuai filmnya.

Dengan menyorot tiga kehidupan pengamen dengan latar belakang yang berbeda-beda, Daniel berhasil menampilkan wajah lain dari kota Jakarta yang gemerlap penuh mal serta hotel berbintang. Film dokumenter yang ia suguhkan memiliki paket komplet dengan menyinggung sisi sosial hingga politik dari kaca mata para karakternya.


 Bersama Ho, Titi, dan Boni di film Jalanan.

Film ini pun berhasil memenangkan Best Documentary dalam Busan International Film Festival, festival film terbesar di Asia yang dihelat di Korea Selatan pada Oktober 2013 lalu. "Ini merupakan sejarah, selama 18 tahun ajang ini diadakan baru kali ini film Indonesia keluar sebagai pemenang," kata Daniel.


"Ini merupakan sejarah, selama 18 tahun ajang ini diadakan baru kali ini film Indonesia keluar sebagai pemenang." ~ Daniel Ziv




Setelah baca, jadi merasa malu sama diri sendiri hehe...  ^^'


 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23