East Meets West: Infografis Perbedaan Orang Barat dan Timur

Berikut ini adalah ikon poster rancangan Liu Yang, seorang pekerja seni dan desainer visual muda kelahiran Cina, tetapi menjalani masa remaja dan sekolah sejak usia 14 tahun hingga dewasa  di Jerman. Karyanya "East Meets West" menampilkan bagaimana saat budaya Timur bertemu dengan budaya Barat. Karyanya tersebut menggambarkan perbedaan sosial dan budaya antara dunia Timur dan Barat-nya dengan baik dan pas dengan menggambarkan kondisi globalisasi budaya, masyarakat, dan juga tempat sekarang ini.

Lihat apakah Anda setuju dengannya. Perhatikan: Biru berarti Barat. Merah berarti Timur atau Asia.


1. MENGEKSPRESIKAN PERASAAN. Apabila orang bule marah, maka kita akan dengan mudah mengetahui kemarahannya cukup melihat dari body language-nya saja. Kalau di budaya timur, kita akan susah mengetahui apakah seseorang  itu sedang marah atau tidak. Terkadang senyum dan tetap ramah, tapi dalam hati dongkol setengah mati.


2. RELASI KONEKSI. Orang bule kebanyakan, hanya menjalin hubungan dengan orang-orang tertentu saja. Kalau butuh berhubungan ya berhubungan, kalau tidak ya sudah. Orang timur berhubungan dengan banyak orang. Semua bisa menjadi relasi. Semakin banyak relasi, bisnis semakin menjadi lancar. :-D


3. KECANTIKAN IDEAL. Di kebudayaan timur, semakin putih cewek, semakin cantik dia. Lihat saja iklan-iklan skin whitener yang merajalela dimana-mana. Cewek-ceweknya yang sangat terobsesi sangat takut terkena sinar matahari. Memakai baju lengan panjang atau jaket jikalau pergi keluar atau memakai payung, tidak peduli menyiksa yang penting terlindungi dari sinar matahari. Bandingkan di negara-negara barat dimana orang lebih suka dengan kulit yang agak berwarna. Coba saja lihat di pantai Kuta Bali, yang senang berjemur kebanyakan para bule-bule.


4. KEHIDUPAN SEHARI-HARI LANSIA. Disini banyak kita melihat kakek nenek yang sedang memomong cucunya, sementara orang tua mereka sedang bekerja. Sangat menyenangkan bagi mereka untuk menghabiskan hari-hari tua dengan memomong cucu. Beda sekali di negara barat. Karena karakter "independence" orang bule, maka kebanyakan begitu pula pilihan mereka menghabiskan hari tua. Jarang sekali ada orang tua yang tinggal bersama dengan anak-anaknya.

5. TINGKAT KEBISINGAN DI RESTORAN. Coba kita lihat saat di restoran, disini pasti rame banget kan? Bahkan ada yang ketawa ketiwi dan terkadang bisa berisik banget. Beda halnya dengan orang bule, di restoran mereka berbicara dengan intonasi pelan atau berbisik.


6. PERSEPSI DIRI.


7. BERURUSAN DENGAN MASALAH. Perbedaan ini yang kadang membuat orang bule yang tinggal di Asia menjadi frustasi. Karena cara orang Asia untuk mengatasi suatu masalah kebanyakan dengan cara begitu mbulet atau rumit. Yang penting tetap jalan, meski malahan terkadang masalah utamanya sendiri tidak terselesaikan. Berbeda dengan orang bule yang frontal dalam menyelesaikan masalah.

8. SAAT DALAM ANTRIAN. Nah, yang ini sepertinya kita sudah sama-sama mengetahui bagaimana adat kita pada saat mengantri. Tidak disiplin, tidak rapi, berantakan... Siapa cepat dia duluan. Gara-gara masalah ini, untuk lebih mengajarkan kedisiplinan dan kesopanan dalam mengantri, di China sesaat sebelum Olimpiade dilaksanakan, setiap sebulan sekali diadakan Hari Antrian Nasional.

9. WAKTU MANDI. Orang bule terbiasa mandi waktu hari panas, sedangkan orang kita lebih suka mandi sebelum matahari terbit.

10. MENIKMATI AKHIR PEKAN. Karena keindividualismenya, orang bule lebih suka istirahat dengan menyendiri saja. Menghindari keramaian. "Lha wong istirahat tapi kok ke tempat rame," mungkin begitu mikirnya. Kebiasaan orang timur, waktu liburan diisi dengan jalan-jalan ke mall-mall. Mencari tempat-tempat yang ramai dan asyik buat nongkrong.

11. ANAK DALAM KELUARGA. Lihatlah kita, kita akan bekerja sekuat tenaga demi anak-anak kita. Demi keturunan kita. Dalam budaya barat, anak-anak mereka dibiasakan mandiri sedari kecil. Mereka harus terbiasa sendiri dan sebisa mungkin tanpa bantuan orang tua.


12. SAAT PESTA. Di pesta orang bule, biasanya mereka berbincang-bincang secara terpisah. Paling tidak bergerombol 2-4 orang. Di Indonesia, acara akan lebih seru jika diadakan serentak berbarengan dengan diatur oleh MC (Master Ceremony). Jadi tidak terpisah-pisah seperti budaya barat. Kalau gitu mendingan jalan sendiri ajah deh... :-D


13. SARANA TRANSPORASI. Jaman dahulu di dunia barat (tahun 70-an) mereka sudah mengendarai mobil. Sekarang sudah berganti naik sepeda, dengan alasan mengatasnamakan generasi hijau. Di Indonesia dulu masih mengendarai sepeda (itupun yang berduit yah..), karena mobil masih langka. Sekarang, Jakarta macet gara-gara banyaknya mobil dan sepeda motor.


14. BOS. Di perusahaan-perusahaan barat, bos itu part of the team, alias 'bagian dari tim'. Di perusahaan-perusahaan Asia, bos laiknya seperti dewa. Takutnya minta ampunlah kalo sama bos. Bos salah, anak buah ga ada yang berani menentang atau protes...  :-D

15. TRAVELLING. Orang bule traveling untuk menikmati pemandangan yang segar-segar dan alamiah. Kalau kita yang terpenting foto-fotonya dong... :-D


16. LIFESTYLE: MANDIRI VS. SALING KETERGANTUNGAN. Orang bule selalu berfikir tentang SAYA (independent). Sementara kita selalu berfikir sebagai bagian kecil dari suatu kelompok.


17. MAKAN 3 KALI SEHARI.


18. MENU MAKANAN. Orang bule menyukai masakan Asia dengan sayur mayur dan bumbu rempah-nya yang menyehatkan. Sementara kita lebih menyukai makanan yang kebarat-baratan hanya karena prestise, lifestyle, tidak ketinggalan jaman.


19. SUASANA HATI.


20. KESENANGAN AKAN BARANG BARU.


21. PERSEPSI: BAGAIMANA BARAT DAN TIMUR MELIHAT SATU SAMA LAIN.


22. KETEPATAN WAKTU.


23. PERLAKUAN TERHADAP BINATANG.


24. CARA PENGOBATAN SAKIT PERUT. :-D


25. MENYAMPAIKAN PENDAPAT.

Yang Liu mengatakan dia sering ditanya tentang cara dia mengumpulkan konten tersebut dan apakah dia menggunakan wawancara, penelitian atau teori-teori. "Faktanya adalah bahwa setiap ilustrasi tunggal pengalaman yang sangat pribadi saya dalam 13-17 tahun terakhir, dan pekerjaan ini dibuat sebagai dokumentasi dari kehidupan saya sendiri," katanya.  

"Faktanya adalah bahwa setiap ilustrasi tunggal pengalaman yang sangat pribadi saya dalam 13-17 tahun terakhir, dan pekerjaan ini dibuat sebagai dokumentasi dari kehidupan saya sendiri."  
~Yang Liu


Sebagai seorang seniman yang dibesarkan di beberapa budaya, dia tidak merasa seperti dia milik salah satu dari mereka: "Saya merasa diri saya lebih dari sekedar orang biasa, saya milik semua tempat yang telah saya tinggali," kata Liu.

Mungkin, ini cukup bisa menggambarkan secara umum bagaimana kurang lebihnya antara cara  Barat dan Timur. Kedua belahan dunia saling belajar satu sama lain. Favorit saya adalah 'persepsi masing-masing'. Disini, Barat belajar untuk berpakaian, minum, dan makan dengan caraTimur, sebaliknya Timur menyukai tampilan yang modern, memakan sosis, dan minum bir.

Apa favorit Anda?

Bagaimana Anda menafsirkan grafis ini?




Tentang Liu Yang

Liu Yang lahir di Beijing, sejak tahun 1990 menetap di Jerman. Ia belajar di UWE di Bristol, Inggris, dan lulus dengan gelar Master dari University of Arts Berlin, dengan Prof Holger Matthies, dia telah bekerja dengan Derek Birdsall, Thomas Manss London dan Berlin, dengan Chermayeff & Geismar New York. Sejak tahun 2004 ia telah mendirikan Yang Liu Design Institute di Berlin. Sejak 2010 Yang Liu adalah profesor dan kepala departemen desain komunikasi di Berlin Technical Art University.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi website-nya www.yangliudesign.com


by translated


0 komentar:

Poskan Komentar

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23