Belajar dari Grace Groner, Nenek Miliarder Sederhana yang Dermawan



"Manusia paling baik adalah orang yang dermawan dan bersyukur dalam kelapangan, yang mendahulukan orang lain, bersabar dalam kesulitan."

Tidak ada yang menduga bahwa seorang nenek yang hidup sederhana itu meninggal dalam usia 100 tahun, Januari lalu, dan yang lebih mencengangkan, nenek tersebut mewariskan saham senilai AS $7 Juta (hampir Rp 70 Milliar) Grace Groner, perempuan yang hidup sendiri sampai meninggal itu memang orang "berpunya" dan mulia, dibalik kesederhanaannya.

Masyarakat menjulukinya "Amazing Grace". Dia tinggal di rumah yang hanya memiliki satu kamar tidur, bertempat di Lake Forest, Chicago.


Rumah Grace Horner. Rumah sederhana dengan hanya 1 kamar tidur. :")

Groner pernah menjadi sekretaris di Abbot Laboratories selama 43 tahun. Sejak lama, ia sering menyumbang dana beasiswa kepada almamaternya, Lake Forest College. Ia selalu bilang akan menyumbang lebih banyak apabila sudah meninggal, tapi tidak ada yang pernah menyangka jumlah yang disumbangkannya begitu besar!


Lake Forest College

Uang AS $7 Juta yang dimilikinya semasa hidup merupakan akumulasi nilai saham yang dibeli sejak tahun 1935 senilai AS $180. Setiap keuntungan diinvestasikan lagi hingga mencapai nominal tersebut. Dengan uang itu, Groner akan membantu sekitar 1.300 mahasiswa yang akan menempuh praktek magang dan studi lanjutan di luar negeri.

Selain uang, Groner juga mewariskan rumahnya untuk ditempati pemenang undian beasiswa.



Frugal woman leaves $7M to Lake Forest College Thursday, March 04, 2010



4 Maret 2010-yang telah lalu (LAKE FOREST, Illinois) (WLS) |  Dua bulan lalu, Grace Groner meninggal pada usia 100 tahun. Mereka yang mengenalnya tidak tahu ia telah mengumpulkan kekayaan yang cukup besar dalam kehidupan yang panjang dan itu cukup mengejutkan ketika ia meninggalkan uang itu untuk sebuah perguruan tinggi di utara pinggiran kotanya yang kecil.

Groner meninggal pada bulan Januari. Sebelum kematiannya, ia mendirikan Grace Elizabethm Groner Foundation dan menyumbangkan kekayaan bersihnya ke Lake Forest College, almamaternya. Hadiah? Tujuh juta dolar!

Ini yang terbesar dari jenisnya dalam sejarah di perguruan tinggi itu.


 "I had had no idea it was even possible for somebody such as Grace to accumulate that kind of wealth." ~ Stephen Schutt, president, Lake Forest College.

"Saya tidak tahu itu, bahkan kemungkinan untuk seseorang seperti Grace bisa mengumpulkan kekayaan seperti itu," kata Stephen Schutt, presiden Lake Forest College.

Groner lulus dari perguruan tinggi pada tahun 1931 dan bekerja untuk Abbot Laboratories selama 43 tahun sebagai sekretaris. Dia tinggal di sebuah rumah kecil di daerah. Mereka yang mengenalnya mengatakan dia sangat hemat dan tidak peduli tentang hal-hal materi.

Uang AS $7 Juta yang dimilikinya semasa hidup merupakan akumulasi nilai saham yang dibeli sejak tahun 1935 senilai AS $180 di Abbot Laboratories. Setiap keuntungan diinvestasikan lagi hingga mencapai nominal tersebut.

Tetangga mengatakan bahwa Grace bahkan pada 100 tahun ingin tahu tentang kehidupan dan pengetahuan tentang kejadian terkini.

"Dia adalah salah satu orang yang paling sederhana yang pernah Anda temui."
 ~ Stephen Schutt, president, Lake Forest College.

"Dia adalah salah satu orang yang paling sederhana yang pernah Anda temui," kata Schutt.

Groner menjadi sukarelawan selama puluhan tahun di First Presbyterian Church di Sheridan Road. Pendetanya mengatakan dia tidak memikirkan kebutuhan material dan percaya untuk saling memberi/ tolong-menolong.

"Ketika dia baru berusia 12 tahun, kedua orang tuanya meninggal, dan anggota pendiri jemaat ini membawanya kemari, saya pikir saat itulah dia belajar apa itu yang dinamakan 'kasih' Kristen," kata Christine Chakoian, pendeta First Presbyterian Church. 

 
"Ketika dia baru berusia 12 tahun, kedua orang tuanya meninggal, dan anggota pendiri jemaat ini membawanya kemari, saya pikir saat itulah dia belajar apa itu yang dinamakan 'kasih' Kristen." ~ Christine Chakoian, pendeta First Presbyterian Church.

Dengan uang itu, Groner akan membantu sekitar 1.300 mahasiswa yang akan menempuh praktek magang dan studi lanjutan di luar negeri.

Erin McGinley (34), seorang junior dari Lake Zurich adalah mahasiswa yang diuntungkan kontribusi masa lalu Groner untuk perguruan tinggi.

"Saya beruntung mendapatkan kemurahan hatinya. Ia mengirim saya ke Jamaika tahun lalu untuk sekolah lapangan, yang pasti itu mengubah hidup dan membawa perubahan," kata McGinley.




"No act of kindness, no matter how small, is ever wasted." 
~ Aesop


0 komentar:

Poskan Komentar

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23