6 Kisah Cinta Paling Tragis dalam Sejarah

Tidak ada sesuatu hal pun yang bisa membuat jantung sesorang berdebar melainkan sebuah kisah cinta yang bagus. Kisahnya bagus, tentu saja kita tahu karena setiap kisahnya berakhir tragis. Berikut beberapa kisah cinta memilukan yang bernasib tragis dari masa lalu:


Andrew Jackson dan Rachel Donelson


Andrew percaya bahwa cinta sejatilah yang mempertemukannya dengan Rachel Donelson pada tahun 1971. Sayangnya Rachel telah menikah dengan seorang pria bernama Lewis Robards.

Mengetahui hubungan keduanya, Lewis setuju bercerai dengan Rachel agar keduanya bisa bersatu. Namun, karena urusan politik, Lewis jutru menangguhkan surat perceraiannnya dengan Rachel.

Andrew kemudian dijatuhkan oleh para pesaing politiknya. Dan Rachel dianggap sebagai wanita yang tak pantas menjadi pendamping pemimpinnya.

Karena kerap menerima kabar buruk dan tertekan, Rachel mengalami serangan jantung dan tak dapat diselamatkan oleh dokter. Andrew bersedih dan menangisi jasad kekasihnya selama berjam-jam. Berharap bahwa ia dapat bangkit dan hidup kembali. Dan kenyataannya justru orang yang dicintai itu pergi meninggalkannya selamanya.


Cleopatra dan Mark Antony


Cleopatra dan Mark Antony pertama kali bertatap muka saat Roma berdiri di puncak kejayaannya. Kecantikan ratu Mesir ini seketika membius Mark Antony. Namun keduanya kemudian justru larut dalam kerja sama politik yang berusaha menyatukan dua wilayahnya.

Octavian, sahabat Mark Antony berambisi menguasai Mesir. Ia membujuk Mark Antony untuk merebut kekuasaan Mesir dengan cara memperdaya Cleopatra. Mark menolak.

Dan saat Octavian mendeklarasikan perang, keduanya tak mau diinjak dan dikuasai oleh Octavian. Memilih hubungan mereka tetap abadi, keduanya memilih untuk bunuh diri.

Cinta mereka berakhir dengan kematian yang entah apakah mereka masih bersatu di alam baka atau tidak.


Abelard dan Heloise


Tak hanya kisah cinta Romeo dan Juliet saja yang dibawa mati. Seorang pujangga asal Inggris pernah menulis dan mengangkat kisah cinta Heloise dan Abelard.

Heloise pada saat itu berusia 19 tahun dan tinggal di Prancis bersama pamannya. Pamannya mempekerjakan seseorang bernama Abelard untuk mengajarkan Heloise berbagai hal.

Sekalipun usianya berbeda 20 tahun, keduanya lantas jatuh cinta dan membuahkan anak di luar nikah bernama Astrolabe.

Geram dengan ulah keduanya, Abelard dikirim ke Inggris. Keduanya tak pernah bisa bertemu dan bersentuhan fisik lagi. Hanya surat-surat cinta saja yang membuat cinta mereka tetap hidup.

Hingga keduanya dipisahkan oleh maut, surat cinta itu tak pernah berhenti dikirimkan satu sama lain.


Shah Jahan dan Mumtaz Mahal


Pernah mendengar nama Taj Mahal yang megah itu bukan?

Taj Mahal sebenarnya adalah sebuah bangunan yang didedikasikan oleh Shah Jahan untuk istri ketiganya yang bernama Mumtaz Mahal.

Pada saat itu Mumtaz Mahal meninggal karena melahirkan anak Shah Jahan. Larut dalam kesedihannya, Shah Jahan membangun Taj Mahal. Yang namanya sendiri diambil dari nama istrinya.

"Mumtaz Mahal" berarti Berlian Kerajaan. Dimakamkan di bawah bangunan Taj Mahal pada tahun 1666. Dan selalu dikenang oleh Shah Jahan seumur hidupnya.


Queen Victoria dan Prince Albert


Kisah cinta sejati yang berakhir dengan perpisahan oleh maut ini dialami oleh Ratu Victoria dan Pangeran Albert.

Pada saat itu, Ratu Victoria melamar Albert, sosok yang dikenal punya kepribadian menarik, cerdas, baik hati dan sempurna di mata Ratu. Sayangnya Pangeran Albert meninggal di usia 42 tahun. Meninggalkan Ratu Victoria yang patah hati karena cintanya yang begitu dalam.

Bertahun-tahun lamanya, Ratu Victoria tak pernah sembuh dari patah hatinya. Dan duka itu dibawanya sampai mati.

Keduanya dimakamkan di sebuah makam yang sama. Di mana sepasang kekasih dengan cinta sejatinya berharap dipersatukan kembali sekalipun maut telah memisahkan.


Ines De Castro dan King Pedro


Ines de Castro menikah diam-diam dengan Don Pedro pada tanggal 1 Januari 1347. Tiga tahun kemudian, ia dibunuh oleh anggota komplotan yang disewa oleh ayah Don Pedro, yang tidak menyetujui perkawinan itu. Perlu dicatat bahwa ayah Don Pedro adalah Raja Portugal masa itu. Tidak lama kemudian sang raja mangkat, dan Don Pedro naik tahta dengan gelar King Pedro I.

Cintanya pada Ines de Castro ternyata masih sangat mendalam. Tindakan pertamanya setelah naik tahta adalah membuka makam Ines dan membawa mayatnya (yang tinggal tulang belulang) ke istana. Selanjutnya, dengan upacara besar dilakukan penobatan Ratu Portugal terhadap Ines de Castro lengkap dengan penyerahan mahkota dan tongkat kerajaan oleh Raja Pedro. Seusai upacara, mayat Ines dimakamkan kembali dengan diiringi upacara besar.




0 komentar:

Poskan Komentar

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23