Kekuatan Super Tersembunyi Kita


1. Kekuatan Super

Mungkin kita pernah mendengar cerita tentang Angela Cavallo yang mampu mengangkat mobil ketika melihat anaknya yang sedang memperbaiki suspensi mobil impala 1964, terjepit. Percaya atau tidak, itu bukan hanya sebuah legenda. Angela berlari keluar untuk melihat putranya yang terjepit di bawah mobil tersebut. Dia kemudian berteriak kepada tetangga untuk pergi meminta bantuan, dan ketika bantuan tidak datang cukup cepat, dengan kekuatan seorang ibu dia memutuskan untuk mengangkat mobil yang menjepit anaknya dengan tangan telanjang!

Walaupun dia tidak mengangkat mobil tersebut sampai di atas kepalanya, tetapi hanya beberapa inci yang dibutuhkan agar dapat menyeret anaknya selama beberapa menit ke tempat yang aman. Tapi itu bukan prestasi kecil mengingat bahwa kendaraan berat setidaknya 3.340 pound (1 pound = 500 gram). Pergilah ke halaman Anda dan mencobanya.

~ Springfield Union (Springfield, Massachusetts), 14 April 1982, page 25

Selanjutnya ada Sinjin Eberle yang sedang memanjat tebing di New Mexico, saat itu batu seberat 600 pound (1 pound adalah 500 gram) longsor dan menghantam tangannya, akan tetapi ketika tubuhnya dalam keadaan terdesak ia mampu mendorong batu tersebut hanya dengan satu tangannya.

Kenapa kita tidak bisa melakukannya setiap saat?

Jadi bukti menunjukkan bahwa serat-serat otot kita yang sebenarnya secara fisik memiliki kemampuan untuk memukul menembus dinding seperti Terminator jika benar-benar ingin, tapi otak kita membatasinya. Kenapa? Salah satu masalahnya adalah tendon dan jaringan lainnya yang menghambat kita, mereka tidak dibuat untuk melakukan hal tersebut. Inilah yang sama yang membuat pengguna steroid lebih rentan terhadap cedera.


Terminator

Tetapi, ketika Kita berada di saat satu pilihan "mengangkat batu atau mati", tubuh mendapat kekuatan itu dengan menghentikan fungsi tubuh lainnya seperti pencernaan dan respon kekebalan tubuh. 

Namun, kita kesal bahwa kita tidak bisa memakai kekuatan super kita sesuai kehendak. Mungkin kalo kita bisa menggunakannya, perkelahian akan menjadi lebih seru. ^^'
 


2. "Melihat" dengan Telinga (A.K.A. Echolocation)

Ini adalah kekuatan super yang dimiliki Daredevil. Dia mengatasi kebutaan dengan kemampuan seperti sonar, pendengaran yang begitu tajam untuk menggantikan kemampuan melihatnya.
Ini adalah hal yang nyata. Dalam dunia nyata kita sebut dengan echolocation, dan orang-orang seperti Daniel Kish memilikinya. Dia benar-benar buta selama seluruh hidupnya. Meskipun demikian, salah satu hiburan favoritnya adalah bersepeda gunung.

Daniel Kish 

Mungkin kita membayangkan orang ini akan menabrak melalui jendela kita sambil mencengkeram peta Braille saat bersepeda, tetapi dia sebenarnya cukup baik dalam bersepeda. Dan dia melakukan itu semua dengan menggunakan suara untuk melukiskan gambaran di otaknya mengenai dunia di sekelilingnya, dan melakukannya begitu cepat sehingga dapat menghindari pohon, batu-batu dan beruang saat melaju di sisi gunung.

Kita mungkin ingat bahwa sebelumnya tentang orang lain dengan kemampuan ini, yaitu Ben Underwood. Kish adalah orang yang dilatih Ben.

Kenapa kita tidak bisa melakukannya setiap saat?

Untuk alasan yang sama orang-orang menggunakan kalkulator untuk mengerjakan matematika. Kebanyakan orang memilih cara yang mudah, dalam hal ini bergantung pada penglihatan kita untuk memberitahu benda di sekitar kita, dan saat kehilangan kemampuan ini kita harus melakukannya dengan cara yang jauh lebih sulit.

A.K.A. Echolocation

Tetapi sebenarnya semua orang dapat mengembangkan echolocation bahkan tanpa kehilangan mata kita seperti dalam cerita superhero. Penelitian telah menemukan bahwa orang yang ditutup matanya dapat belajar untuk menilai jarak ke obyek berdasarkan gema langkah kaki mereka sendiri. Segera mereka bahkan dapat menilai bentuk dan tekstur benda yang tak terlihat hanya melalui gema saja. Cobalah, tutup mata Anda dan perlahan-lahan berjalan menuju dinding sambil berbicara, mendengarkan perubahan suara kita sendiri karena gema akan kembali kepada kita.

Otak kita mengenali semua orang seluk-beluk di echo (kita telah mendengar nya dalam seluruh hidup kita) dan hal itu hanya tentang melatih diri untuk menggunakannya.



3. Daya Ingat Super (Super Memory)

Ingatkah pada suatu sore di bulan Maret saat kita berusia 8 tahun? Saat buang kotoran? atau tidak ada yang luar biasa terjadi? Kita pasti tidak ingat? Mengapa tidak? secara teknis otak kita memiliki kemampuan untuk membalikkan kejadian di masa lalu, dan untuk menyimpan setiap hal terkutuk yang pernah kita lihat, dengar atau alami. Tanyakan saja pada Jill Price..

Jill Price.. Dia memiliki suatu kondisi yang disebut hyperthymesia yang menyebabkan memori otobiografi hampir sempurna seperti yang baru saja kita bicarakan. Ajak dia jalan-jalan dan dia bisa mengingat semua yang ada di hari itu, cuaca, peristiwa yang tampaknya sepele lainnya yang tidak akan diingat orang lain sampai hal penting lainnya.
Tetapi bahkan jika kita tidak memiliki kelainan tersebut (dan hanya beberapa kasus yang telah dipelajari), ada trik untuk membuat memori kita mengingat lebih banyak di atas apa yang dapat kita lakukan sekarang. Dalam sebuah studi pada memori jangka pendek mereka menguji subyek tentang kemampuan mereka untuk menghafal urutan nomor. Dengan sedikit pelatihan salah satu subjek yang kemampuan awalnya mampu menghafal sekitar tujuh digit nomor pada suatu waktu (sekitar rata-rata) menjadi sekitar 80 digit/nomor, sesuatu yang akan tampak seperti trik sulap yang cukup keren jika kita dapat melakukannya di depan teman-teman.

Jill Price, mempunyai penyakit hyperthymesia a.k.a. HDB, Hard Drive Brain, yang memberinya kemampuan mengingat hampir sempurna hal.

Kenapa kita tidak bisa melakukannya setiap saat?

Pertama, penting untuk dicatat bahwa apa yang dimiliki Jill bukanlah "photographic memory" seperti beberapa orang mengklaim memiliki "photographic memory" (di mana mereka dapat, katakanlah, membolak-balik buku telepon dan mengingat semua nomor). Itu dianggap mitos, ilmu pengetahuan tidak pernah dapat memverifikasi siapa saja yang benar-benar dapat melakukannya di luar cerita dari orang lain. Yang perlu dicatat Jill bahkan tidak memiliki otak raksasa untuk menyimpan semua kenangan. Dia mampu menyimpan seluruh hidupnya di otak yang kira-kira ukuran & bentuknya sama seperti milik kita. Kenapa?

Mari kita lihat otak itu semisal seperti komputer. Ia memiliki prosesor sangat cepat dan ruang penyimpanan yang hampir tak terbatas. Tetapi juga memiliki sistem pengarsipan yang sangat unik dan sering merepotkan.

Otak Anda membuat kenangan dapat diakses dengan menciptakan link ke kenangan lain, dengan semua link ke setiap memori diurutkan menurut relevansi (berdasarkan kesamaan dan bagaimana emosi Anda ketika peristiwa itu terjadi).

Jadi memori hanya dapat diakses dengan membuka salah satu kenangan lain yang berkaitan dengan itu, atau dengan memasukkan informasi yang sama lagi (yaitu, seseorang mengingatkan Anda). Jika tidak, itu akan hilang selamanya. Itulah mengapa kita dapat melupakan janji, tapi ketika tiba-tiba mengingatnya menampar dahi dan berkata, "Oh, benar!" dengan semua rincian tiba-tiba tumpah kembali ke dalam pikiran kita. Janji tersebut belum dihapus di otak, tetapi link-nya saja yang rusak.

Jadi seseorang seperti Jill, dengan memori yang sempurnanya adalah hasil dari obsesi/ kompulsif dan menyegarkan tentang kenangan... dengan mengorbankan segala sesuatu yang lain. Seperti orang-orang yang dilatih untuk mengingat digit nomor, ia "melatih" dirinya untuk mengingat tahun dengan hal-hal yang tidak penting. Tapi otak kita melupakan hal-hal tidak penting untuk suatu alasan serius: sehingga dapat memprioritaskan hal-hal penting kedepan.


Jadi otak dengan hyperthymesia seperti mesin pencari rusak yang memunculkan gambar porno tidak peduli apa yang kita cari. Jadi pada dasarnya, mungkin seperti Google Image Search. Oh, adakah kita menyebutkan Jill depresi? Ya, ternyata bisa mengingat semuanya itu tidak selamanya mengagumkan, seperti mengingat ketika kita kencing di celana di depan teman-teman ketika berumur tujuh tahun. 


4.Manipulasi Waktu (Time Manipulation)

Cukup sederhana, "bullet time" adalah nyata. Berbicaralah dengan orang yang telah mengalami pertempuran, atau situasi saat dalam keadaan hidup atau mati dan mereka akan berbicara tentang waktu akan meregang seperti gula-gula.
Ada sebuah penelitian saat polisi terlibat dalam baku tembak atau saat menakjubkan lainnya . Satu orang ditanya & berkata "Selama terjadi tembak-menembak aku menoleh, seperti ditarik dari kekacauan secara tiba-tiba, dan bingung melihat semacam kaleng bir perlahan mengambang melalui udara melewati wajahku. Yang lebih membingungkan adalah ada tulisan 'Federal' dicetak pada bagian bawahnya. Kemudian ternyata berubah menjadi selongsong peluru yang dikeluarkan oleh petugas yang menembak berada di sampingku. "

Pemadam kebakaran Ryan Jordan menceritakan kisah serupa. Saat terjadi kebakaran hutan secara tiba-tiba dia harus berpacu dengan waktu untuk menemukan jalan keluar dan harus berpikir cepat untuk menghindari dari  terpanggang api, di saat-saat genting mereka merasa seperti ada seseorang yang mem-pause waktu.

Kenapa Kita tidak bisa melakukannya setiap saat?

Seberapa cepat waktu bergerak untuk kita sebenarnya tergantung dari yang ada di kepala kita. Coba bayangkan, saat kita berada di ruang tunggu dokter gigi, atau di kursi sementara anda harus menunggu. Kita kembalikan pada tentang "bullet time". Tiap detik menjadi seperti sejam.

Sesuatu yang serupa terjadi pada saat kita panik, tapi untuk alasan yang berbeda. Para ahli menjelaskan otak kita memiliki dua mode untuk menganalisa yaitu: berdasarkan rasional dan pengalaman. Yang pertama adalah apa yang kita pikirkan saat ini, tenang dan mampu memikirkan semuanya. Tetapi jika ada bom meledak di sebelah ruangan, otak kita akan secara tiba-tiba berada dalam modus pengalaman.

Otak Anda seperti masuk ke semacam penambah kecepatan, melewati berbagai macam proses berpikir analitis dan rasional dalam mengambil keputusan (yang bedanya hanya setebal rambut) antara hidup atau mati. Proses berpikir secara normal akan dihapuskan, dan tiba-tiba kita begantung pada insting (atau dalam kasus polisi atau tentara, pelatihan mereka). Dan karena kita berpikir lebih cepat, dunia tampaknya akan bergerak lebih lambat. Skarang ini menjadi masuk akal, Neo sebenarnya tidak memiliki kemampuan untuk memperlambat waktu. Dia hanya bergerak lebih cepat.

 Neo 'The Matrix'

Jadi mengapa kita tidak bisa hanya tinggal menyalakannya saja agar bisa seperti Neo? Pertanyaan yang lebih baik adalah, apakah itu yang kita inginkan? Pada suatu saat dalam hidup kita ketika harus membuat keputusan di saat panik, keputusan yang harus diambil dalam beberapa detik, seberapa baik keputusan tersebut? Kita akan menebak bahwa sebagian besar keputusan paling konyol (kecuali saat mabuk) yang pernah kita buat adalah saat kita sedang panik.

Inilah sebabnya mengapa polisi harus melalui berbagai macam pelatihan . Mereka harus mengatasi naluri alaminya untuk mulai menangis dan menembak ke segala arah. Pemikiran Experiential adalah ketika otak kita seperti menyingkirkan semua beban berat dari mobil kita untuk membuatnya lebih cepat. Ini bukan hanya menghilangkan AC, pemutar DVD, & sandaran kepala, melainkan menghilangkan rem dan setir juga.



5.Kebal terhadap Rasa Sakit

Fakta bahwa rasa sakit adalah bagian penting dari kehidupan adalah salah satu pelajaran keras bagi kita semua untuk belajar tumbuh dewasa. Tapi kemudian, suatu saat, tulang kita patah atau memiliki beberapa cedera mendadak lain dan menyadari, tunggu Ini hampir tidak menyakitkan. Dalam saat-saat shock dan trauma, otak Anda mematikan rasa sakit seperti tombol saja.

Tanyakan kepada Amy Racina..

Amy Racina pernah jatuh dari tebing, mendarat enam tingkat ke bawah, menghancurkan lututnya dan mematahkan pinggulnya. Hanya merasakan nyeri seperti sakit ringan, bahkan dengan patah tulang menonjol keluar dari kulit, dia menyeret dirinya sampai dia menemukan bantuan. Pada saat ketika dia sedang dimuat dengan aman ke sebuah helikopter rasa sakit yang sebenar-benarnya benar-benar datang saat itu juga.

Fenomena yang disebut "runner high" juga serupa. Pada suatu titik di mana seharusnya seluruh tubuh kita berteriak minta ampun, sensasi penahan sakit seperti mengguyur tubuh yang kesakitan, hampir seperti sedang dibius.

Amy Racina (duduk) author 'Angels in the Wilderness'. Foto: lyzzbiz

Kenapa kita tidak bisa melakukannya setiap saat?

Selamat datang di dunia indah endorfin. Nama zat yang sangat ajaib ini berarti "morfin yang diproduksi secara alami di dalam tubuh". Zat ini dilepaskan dari dalam tubuh selama latihan, gembira dan orgasme, dan memiliki kekuatan untuk mengurangi atau sepenuhnya menghilangkan rasa sakit dari lapisan sinapsis terakhir di otak yang seharusnya menerima sinyal rasa sakit dari seluruh tubuh kita.

Jadi mengapa tubuh Anda begitu pelit dengan endorfin? Mengapa kita tidak bisa memakainya semau kita? Coba tanyakan pada siapa saja dengan "Ketidakpekaan bawaan pada Nyeri", kelainan genetik yang membuat mereka dalam keadaan tidak pernah merasakan nyeri sepanjang waktu. Orang tua dari seorang gadis dengan kelainan ini pernah melihat anaknya pada suatu kesempatan yang tidak sengaja mengunyah bagian lidahnya sendiri, saat melamun menggigit jarinya sendiri dan meminum cairan yang mendidih.

Untuk semua orang rasa nyeri mengganggu kita, namun hal ini mungkin menyelamatkan anda ratusan kali dari menyakiti diri sendiri.
"Untuk semua orang rasa nyeri mengganggu kita, namun hal ini mungkin menyelamatkan anda ratusan kali dari menyakiti diri sendiri."

Kita mungkin tergoda untuk mengatakan, "Tapi kenapa otak saya tidak membiarkan kita sendiri yang memutuskan? Berikan kendali tombol endorphin! Saya tidak akan menggunakannya untuk mencobak memenangkan taruhan dibar dengan memakan kaca!" tapi jauh di lubuk hati kira, itulah yang akan kita lakukan.

Sekarang mari kita berpikir, itukah yang kita inginkan?  



Arti Penting Psikologi Pendidikan Bagi Guru

Secara etimologis, psikologi berasal dari kata “psyche” yang berarti jiwa atau nafas hidup, dan “logos” atau ilmu. Dilihat dari arti kata tersebut seolah-olah psikologi merupakan ilmu jiwa atau ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Jika kita mengacu pada salah satu syarat ilmu yakni adanya obyek yang dipelajari, maka tidaklah tepat jika kita mengartikan psikologi sebagai ilmu jiwa atau ilmu yang mempelajari tentang jiwa, karena jiwa merupakan sesuatu yang bersifat abstrak dan tidak bisa diamati secara langsung.

Berkenaan dengan obyek psikologi ini, maka yang paling mungkin untuk diamati dan dikaji adalah manifestasi dari jiwa itu sendiri yakni dalam bentuk perilaku individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Dengan demikian, psikologi kiranya dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

Berangkat ke sekolah.

Psikologi terbagi ke dalam dua bagian yaitu psikologi umum (general phsychology) yang mengkaji perilaku pada umumnya dan psikologi khusus yang mengkaji perilaku individu dalam situasi khusus, diantaranya:
  • Psikologi Perkembangan; mengkaji perilaku individu yang berada dalam proses perkembangan mulai dari masa konsepsi sampai dengan akhir hayat.
  • Psikologi Kepribadian; mengkaji perilaku individu khusus dilihat dari aspek – aspek kepribadiannya.
  • Psikologi Klinis; mengkaji perilaku individu untuk keperluan penyembuhan (klinis)
  • Psikologi Abnormal; mengkaji perilaku individu yang tergolong abnormal.
  • Psikologi Industri; mengkaji perilaku individu dalam kaitannya dengan dunia industri.
  • Psikologi Pendidikan; mengkaji perilaku individu dalam situasi pendidikan
Disamping jenis – jenis psikologi yang disebutkan di atas, masih terdapat berbagai jenis psikologi lainnya, bahkan sangat mungkin ke depannya akan semakin terus berkembang, sejalan dengan perkembangan kehidupan yang semakin dinamis dan kompleks.
Psikologi pendidikan dapat dikatakan sebagai suatu ilmu karena didalamnya telah memiliki kriteria persyaratan suatu ilmu, yakni:
  • Ontologis; obyek dari psikologi pendidikan adalah perilaku-perilaku individu yang terlibat langsung maupun tidak langsung dengan pendidikan, seperti peserta didik, pendidik, administrator, orang tua peserta didik dan masyarakat pendidikan.
  • Epistemologis; teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip dan dalil – dalil psikologi pendidikan dihasilkan berdasarkan upaya sistematis melalui berbagai studi longitudinal maupun studi cross sectional, baik secara pendekatan kualitatif maupun pendekatan kuantitatif.
  • Aksiologis; manfaat dari psikologi pendidikan terutama sekali berkenaan dengan pencapaian efisiensi dan efektivitas proses pendidikan.
Dengan demikian, psikologi pendidikan dapat diartikan sebagai salah satu cabang psikologi yang secara khusus mengkaji perilaku individu dalam konteks situasi pendidikan dengan tujuan untuk menemukan berbagai fakta, generalisasi dan teori-teori psikologi berkaitan dengan pendidikan, yang diperoleh melalui metode ilmiah tertentu, dalam rangka pencapaian efektivitas proses pendidikan.


Sumbangsih psikologi terhadap pendidikan sangatlah besar.

Pendidikan memang tidak bisa dilepaskan dari psikologi. Sumbangsih psikologi terhadap pendidikan sangatlah besar. Kegiatan pendidikan, khususnya pada pendidikan formal, seperti pengembangan kurikulum, Proses Belajar Mengajar, sistem evaluasi, dan layanan Bimbingan dan Konseling merupakan beberapa kegiatan utama dalam pendidikan yang di dalamnya tidak bisa dilepaskan dari psikologi.

Pendidikan sebagai suatu kegiatan yang di dalamnya melibatkan banyak orang, diantaranya peserta didik, pendidik, adminsitrator, masyarakat dan orang tua peserta didik. Oleh karena itu, agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif dan efisien, maka setiap orang yang terlibat dalam pendidikan tersebut seyogyanya dapat memahami tentang perilaku individu sekaligus dapat menunjukkan perilakunya secara efektif.

Guru dalam menjalankan perannya sebagai pembimbing, pendidik dan pelatih bagi para peserta didiknya, tentunya dituntut memahami tentang berbagai aspek perilaku dirinya maupun perilaku orang-orang yang terkait dengan tugasnya,–terutama perilaku peserta didik dengan segala aspeknya–, sehingga dapat menjalankan tugas dan perannya secara efektif, yang pada gilirannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian tujuan pendidikan di sekolah.

Great Teacher

Disinilah arti penting Psikologi Pendidikan bagi guru. Penguasaan guru tentang psikologi pendidikan merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai guru, yakni kompetensi pedagogik. Muhibbin Syah (2003) mengatakan bahwa, “Diantara pengetahuan-pengetahuan yang perlu dikuasai guru dan calon guru adalah pengetahuan psikologi terapan yang erat kaitannya dengan proses belajar mengajar peserta didik.”
“Diantara pengetahuan-pengetahuan yang perlu dikuasai guru dan calon guru adalah pengetahuan psikologi terapan yang erat kaitannya dengan proses belajar mengajar peserta didik.” ~ Muhibbin Syah

Dengan memahami psikologi pendidikan, seorang guru melalui pertimbangan – pertimbangan psikologisnya diharapkan dapat :

1. Merumuskan tujuan pembelajaran secara tepat. Dengan memahami psikologi pendidikan yang memadai diharapkan guru akan dapat lebih tepat dalam menentukan bentuk perubahan perilaku yang dikehendaki sebagai tujuan pembelajaran. Misalnya, dengan berusaha mengaplikasikan pemikiran Bloom tentang taksonomi perilaku individu dan mengaitkannya dengan teori-teori perkembangan individu.

2. Memilih strategi atau metode pembelajaran yang sesuai. Dengan memahami psikologi pendidikan yang memadai diharapkan guru dapat menentukan strategi atau metode pembelajaran yang tepat dan sesuai, dan mampu mengaitkannya dengan karakteristik dan keunikan individu, jenis belajar dan gaya belajar dan tingkat perkembangan yang sedang dialami siswanya.

3. Memberikan bimbingan atau bahkan memberikan konseling. Tugas dan peran guru, di samping melaksanakan pembelajaran, juga diharapkan dapat membimbing para siswanya. Dengan memahami psikologi pendidikan, tentunya diharapkan guru dapat memberikan bantuan psikologis secara tepat dan benar, melalui proses hubungan interpersonal yang penuh kehangatan dan keakraban.

4. Memfasilitasi dan memotivasi belajar peserta didik. Memfasilitasi artinya berusaha untuk mengembangkan segenap potensi yang dimiliki siswa, seperti bakat, kecerdasan dan minat. Sedangkan memotivasi dapat diartikan berupaya memberikan dorongan kepada siswa untuk melakukan perbuatan tertentu, khususnya perbuatan belajar. Tanpa pemahaman psikologi pendidikan yang memadai, tampaknya guru akan mengalami kesulitan untuk mewujudkan dirinya sebagai fasilitator maupun motivator belajar siswanya.

5. Menciptakan iklim belajar yang kondusif. Efektivitas pembelajaran membutuhkan adanya iklim belajar yang kondusif. Guru dengan pemahaman psikologi pendidikan yang memadai memungkinkan untuk dapat menciptakan iklim sosio-emosional yang kondusif di dalam kelas, sehingga siswa dapat belajar dengan nyaman dan menyenangkan.

Sekolah Rimba

6. Berinteraksi secara tepat dengan siswanya. Pemahaman guru tentang psikologi pendidikan memungkinkan untuk terwujudnya interaksi dengan siswa secara lebih bijak, penuh empati dan menjadi sosok yang menyenangkan di hadapan siswanya.

7. Menilai hasil pembelajaran yang adil. Pemahaman guru tentang psikologi pendidikan dapat mambantu guru dalam mengembangkan penilaian pembelajaran siswa yang lebih adil, baik dalam teknis penilaian, pemenuhan prinsip-prinsip penilaian maupun menentukan hasil-hasil penilaian. ~*♥

Tangan Seperti Inilah yang Tak Akan Disentuh Api Neraka

Seorang ibu dengan bakti dan ketulusannya membesarkan anak - apalagi anak perempuan, berhak mendapatkan surga. "Barangsiapa yang mencukupi kebutuhan dan mendidik dua anak perempuan hingga mereka dewasa, maka dia akan datang pada hari kiamat nanti dalam keadaan aku dan dia (seperti ini),” dan beliau mengumpulkan jari jemarinya." (HR. Muslim no. 2631). 

Bukan itu saja, Rasulullah pun menyanjung para ibu seperti dalam hadits:
"Bersungguh-sungguhlah dalam berbakti kepada ibumu, karena sesungguhnya surga itu berada di bawah kedua kakinya." (HR Imam Ahmad & Nasa'i). 
Hadits itu membuktikan betapa berharganya seorang ibu hingga surga bayarannya untuk orang yang berbakti padanya. Begitulah keterhubungan seorang ibu dengan surga. Lalu, adakah keterhubungan seorang ayah dengan surga?

Ada peran yang cukup fital yang dimiliki seorang ayah dalam keluarganya. Peran yang tak kalah menantang dibanding peran yang dimiliki oleh seorang ibu. Peran yang sarat tekanan, harus dihadapi dengan tenaga, pikiran, dan mental. Bahkan pepatah begitu hebatnya menggambarkan peran ini dalam kata-kata: "Peras keringat, banting tulang."

Mencari nafkah. Itulah peran yang dimiliki oleh seorang ayah. Sebagai kepala keluarga, seorang ayah punya tanggung menafkahi anggota keluarganya. Bahkan sebelum menjadi seorang ayah, seorang suami punya kewajiban menafkahi istrinya. Seperti itu peran utama seorang kepala keluarga. Lalu adakah hubungannya dengan surga?

Jawabannya, ada! Pada keringat seorang ayah, ada pengampunan yang Allah janjikan.

"Sesungguhnya diantara dosa-dosa itu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat”. Maka para sahabat pun bertanya: “Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: ”Bersusah payah dalam mencari nafkah."" (HR. Bukhari)

Ada banyak hadits tentang keutamaan bekerja. Dan sudah seharusnya kerja keras dan profesional menjadi attribute seorang mukmin. Karena pada profesionalisme, ada kecintaan Allah swt di sana. “Sesungguhnya Allah mencintai jika seseorang melakukan suatu pekerjaan hendaknya dilakukannya secara itqon (profesional)”. HR Baihaqi dari Siti Aisyah ra.

Surga sudah selayaknya menjadi balasan bagi seorang ayah. Bila seorang ayah berada di kantor, maka ada tekanan yang dihadapinya dari berbagai penjuru. Tekanan target pekerjaan. Ini hanya sebuah tekanan normal, biasa ada dalam pekerjaan. Tapi biasanya ada pula tekanan lain seperti perilaku atasan yang kurang cocok dengan sang ayah, perilaku rekan kerja yang suka membuat gesekan ketidak-harmonisan, juga perilaku bawahan yang kurang sesuai harapan. Belum lagi bila pekerjaan yang didapat di kantor itu terasa overload. Tekanan seperti ini tidak akan diketahui dan dirasakan oleh seorang anak balita yang gemar bermain, atau anak remaja yang suka bersenang-senang, juga tak dirasakan oleh ibu di rumah walau sedang mengeluh karena anaknya rewel.


Tekanan lain bisa didapat dari susahnya transportasi ke kantor, hingga penghasilan yang dirasa kurang memadai buat keluarganya tercinta. Stressfull.

Bila sang ayah adalah seorang pengusaha, maka lebih hebat lagi tekanannya. Mungkin orang-orang banyak bercita-cita menjadi pengusaha karena melihat kesuksesannya, tapi jarang yang melihat kerja keras seorang pengusaha sebelum menggapai sukses. Kerja keras itulah yang dihadapi seorang ayah.

Seorang pengusaha dihadapkan pada penghasilan yang tak tetap tiap bulannya. Yang penting memang tetap berpenghasilan. Seorang ayah pekerja kantoran bekerja dari pagi sampai sore. Kadang bekerja lembur. Tapi seorang pengusaha waktu kerjanya adalah 24 jam sehari. Dalam tidur, ia harus siap mendapat panggilan telepon dari pelanggannya. Hal yang susah dimengerti oleh anggota keluarga lain.

Namun ada ampunan Allah pada kesusah-payahan itu. Ada kecintaan Allah pada tekanan-tekanan itu. Rasulullah saw bersabda, ”Siapa saja pada malam hari bersusah payah dalam mencari rejeki yang halal, malam itu ia diampuni”. (HR. Ibnu Asakir dari Anas). Atau dalam hadits lain, ”Siapa saja pada sore hari bersusah payah dalam bekerja, maka sore itu ia diampuni”. (HR. Thabrani dan lbnu Abbas). Saat Rasulullah mencium tangan seorang sahabat yang melepuh karena bekerja, Rasulullah berkata, "Inilah tangan yang tak akan disentuh oleh api neraka."

Rasulullah saw juga bersabda, "Sesungguhnya Allah Ta‘ala suka melihat hamba-Nya bersusah payah dalam mencari rejeki yang halal”. (HR. Dailami). “Sesungguhnya Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang Mukmin dan berusaha”. (HR. Thabrani dan Baihaqi dari lbnu ‘Umar)

Bahkan, bekerja keras mencari nafkah ini termasuk bagian dari jihad. ”Barangsiapa yang bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya, maka sama dengan pejuang di jalan Allah ‘Azza Wa Jalla”. (HR. Ahmad).

Begitulah, menjadi orang tua berarti kita siap berjihad. Seorang ibu berjihad dalam rumahnya membesarkan anak-anaknya. Seorang ayah berjihad di medan usahanya.

Ayah, engkau terhubung dengan surga melalui kerja kerasmu. Maka bergembiralah!


Manusia Memang Aneh

Seorang laki-laki bertanya pada teman saya, Jaime Cohen, "Apa sifat yang paling aneh pada manusia?"
 
Cohen berkata, "Sifat-sifat kita yang serba bertolak belakang."

Waktu masih kecil, kita ingin cepat-cepat dewasa, lalu setelah dewasa kita merindukan masa kecil yang telah hilang.

Kita mencari uang sampai sakit-sakitan, lalu uang itu kita habiskan untuk berobat supaya sembuh.

Kita begitu cemas memikirkan masa depan, sampai-sampai kita mengabaikan masa kini, sehingga kita tidak benar-benar hidup di masa kini maupun di masa depan.

Kita hidup seolah-olah kematian tidak berkuasa atas diri kita, dan kita mati seolah-olah kita tidak pernah menjalani hidup." 

Oleh Paulo Coelho dalam "Seperti Sungai yang Mengalir"
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | source


Tersesat dalam Kehidupan...

Datang disini bercahaya sebuah hari,

Hari, sebuah awal baru dengan banyak tugas,

Tugas, yang menentukan kesejahteraan hidup,

Hidup, tak ada yang ingat atau peduli sampai terlihat kematian,

Kematian, tak ada yang menginginkan atau mengharapkan tetapi datang seperti cahaya,

Cahaya, tapi kulihat lampu bergerak cepat di jalan-jalan di gelapnya malam,

Malam, duduk santai sambil
berpikir, apa yang sebenarnya kita lakukan pada hidup kita,

Hidup, disini datang lagi Tapi tak ada lain yang dirasa kecuali perlombaan & persaingan.


~*♥



Mengenal Jenis Kepribadian Manusia

Kursus Kepribadian berdasarkan teori Jung dari jurnalnya “Psychological Types”, terdapat perbedaan yang mendasar dalam tipe kepribadian. Berikut merupakan beberapa tipe kepribadian dari teori Jung tersebut.



Ekstrovert vs. Introvert

Seseorang dapat menjadi ekstrovert atau introvert, tergantung dengan arah aktivitas mereka. Extrovert adalah orang yang berpikir mengenai hal-hal secara objektif dan luas, sedangkan Introvert lebih berpikir ke arah subjektif atau dirinya sendiri. Perbedaan kedua kepribadian tersebut seperti di bawah ini:

Ekstrovert
  • Tertarik dengan apa yang terjadi di sekitar mereka
  • Terbuka dan seringkali banyak bicara
  • Membandingkan pendapat mereka dengan pendapat orang lain
  • Seperti aksi dan inisiatif
Introvert
  • Tertarik dengan pikiran dan perasaannya sendiri
  • Memerlukan teritori mereka sendiri
  • Tampil dengan muka pendiam dan tampak penuh pemikiran
  • Biasanya tidak mempunyai banyak teman


Logika vs. Intuisi


Berpikir secara logika adalah kemampuan mengambil informasi berdasarkan kualitas fisik dan pengaruhnya terhadap informasi lainnya. Intuisi atau suara hati merupakan kemampuan untuk mengambil informasi berdasarkan potensi tersembunyi dan kemungkinan eksistensinya. Perbedaan umum keduanya sebagai berikut:

Tipe Penuh Logika
  • Melihat semua orang dan memikirkan semua hal
  • Merasa hanya hidup di sini dan hari ini
  • Cepat beradaptasi dengan berbagai situasi
  • Senang dengan sensasi fisik
Tipe Intuisi
  • Mengarah ke masa lalu atau masa depan
  • Khawatir mengenai masa depan lebih dari yang sekarang
  • Tertarik dengan semua hal baru dan tidak biasa
  • Tidak suka rutinitas
 

Berpikir vs. Merasakan


Berpikir merupakan kemampuan untuk mengambil informasi berdasarkan struktur dan fungsinya. Sedangkan merasakan adalah kemampuan untuk mengambil informasi berdasarkan kondisi penuh semangat. Perbedaan umum dari keduanya adalah:

Tipe Pemikir
  • Tertarik dengan sistem, struktur, dan pola
  • Mengekspos apapun dalam analisi logis
  • Relatif dingin dan tidak emosional
  • Mengevaluasi hal dengan intelektualitas dan antara benar atau salah
Tipe Perasa
  • Tertarik dgn orang dan perasaan mereka
  • Mudah mengungkapkan mood-nya kepada orang lain
  • Menaruh perhatian besar terhadap cinta dan keinginannya yg besar
  • Mengavaluasi hal dgn penuh etika dan antara baik atau buruk
 

Pasrah vs. Penuntut


Tipe Pasrah termotivasi dalam aktivitas dari perubahan suatu situasi. Tipe penuntut termotivasi ke dalam aktivitas hasil keputusan mereka dari perubahan situasi. Perbedaan umum keduanya adalah:

Tipe Pasrah
  • Bergerak secara impulsive mengikuti situasi
  • Dapat memulai banyak hal dalam sekali waktu, namun tanpa penyelesaiannya
  • Lebih memilih kemerdekaan daripada memenuhi kewajiban
  • Selalu ingin tahu dan suka hal baru
Tipe Penuntut
  • Tidak suka meninggalkan pertanyaan tanpa jawaban
  • Bekerja keras dan selalu menyelesaikannya dengan baik
  • Tidak suka mengubah apa yang sudah menjadi keputusannya
  • Relatif stabil dalam bekerja

Kita bisa mengenal kepribadian tersebut melalui kursus kepribadian atau bentuk pengajaran lain. Dengan kursus kepribadian kita bisa mengerti tentang tingkah laku orang.



Cinta dan Kedewasaan Diri


| Mencegah Anda "Bertepuk Sebelah Tangan"      

MEMANG, pacaran adalah masa di mana kalian dapat lebih dekat dan mengenal lebih jauh satu sama lain. Pada masa pacaran pun biasanya hari-hari kalian berdua begitu terasa indah, dan diliputi dengan banyak senyuman, dan tentu saja... cinta.

Intinya, dengan adanya cinta yang baru, otomatis semangat dan gairah hidup Anda akan terasa lebih baik lagi. Di hati Anda hanya ada dia seorang, dan tidak ingin melepaskannya.

Akan tetapi sebagai lelaki sejati, tentunya perasaan ini tidak ingin terusik oleh hal negatif sekalipun dari pacar Anda, bukan? Apalagi kalau Anda sampai sadar bahwa selama ini perasaan cinta Anda hanya dipermainkan saja olehnya.

Tapi, namanya juga sudah kepalang jatuh cinta, tetap saja sulit untuk menerima kenyataan ini, apalagi kalau sampai harus melepaskan si dia yang Anda cintai. Meskipun Anda nyata-nyata sadar bahwa si dia hanya mempermainkan perasaan Anda dan Anda sendiri sama sekali tidak merasakan manisnya berpacaran.

Sebenarnya begitu Anda mengenal cinta, apalagi sampai jadian dengan si dia, Anda seharusnya sadar bahwa nantinya tidak akan menerima dan memberikan yang indah-indah saja. 
"Sebenarnya begitu Anda mengenal cinta, apalagi sampai jadian dengan si dia, Anda seharusnya sadar bahwa nantinya tidak akan menerima dan memberikan yang indah-indah saja."

Anda sebenarnya harus paham benar bahwa di dalam sebuah hubungan yang kedua belah pihak saling mencintai saja pasti masih ada masalah. Apalagi jika nyata-nyata cinta Anda hanya "bertepuk sebelah tangan" seperti bait lagu yang dinyanyikan kelompok musik Dewa.

Hubungan yang terasa tidak pernah ada keharmonisan, kebahagiaan, apalagi keromantisan. Hanya ada status bahwa si dia sekarang pacar Anda, tetapi dalam kenyataan yang Anda jalani sehari-hari tidak seperti layaknya pasangan yang sedang berpacaran.

Sebenarnya jika Anda bisa melihat dengan bahasa tubuh, kemauan wanita seperti ini akan mudah dilihat. Misalnya saja, si dia belakangan ini selalu saja membicarakan masalah kebebasan dan kemerdekaannya untuk bergaul dengan teman-teman -tentu termasuk teman-teman prianya -dan bersahabat dengan mereka. Ini berarti pacar Anda ingin tetap ada kebebasan meskipun ia "cewek" Anda sekarang.

Nah, jika Anda dapat menerima keinginannya, luluskan saja. Dan, jika tidak bisa, tentukan sikap, jangan diam saja! Jelaskan padanya apa yang Anda mau, dan ambil jalan yang terbaik untuk Anda berdua. Lain halnya jika Anda mencari pacar untuk akhirnya menjadi pasangan hidup. Mengingat usia dan desakan orangtua agar Anda lekas menikah. Jelaskan dan tegaskan hal ini pada awal-awal kalian jadian. Jangan paksakan pacar jika ternyata ia belum siap menikah. Tapi jika Anda mau toleran, berilah ia waktu untuk lebih mengenal Anda. Siapa tahu dengan begitu nantinya malah si dia yang ingin dinikahi. Tapi jika si dia tak kunjung memberikan jawaban yang pasti, sudah sepantasnya Anda mencari orang lain yang lebih matang, dewasa, dan tentu saja siap hidup berdampingan bersama Anda selamanya.

... ^^'
Akan tetapi, jika hari-hari Anda selalu diisi dengan masalah dan bertengkar. Sampai hal-hal kecil pun menjadi sebuah pertengkaran hebat. Sebenarnya merupakan konflik yang biasa-biasa saja di dalam suatu hubungan. Karena hal-hal seperti ini secara langsung maupun tidak, dapat membawa hubungan kalian berdua ke arah yang lebih baik, atau, ke arah yang terburuk. Yang terburuk adalah jika pertengkaran Anda rasakan sudah tidak dapat ditolerir lagi, akhiri saja kisah cinta yang menyedihkan ini. Karena jika tetap dijalani hanya akan menyakiti kedua belah pihak.

Jadi, kami hanya bisa menyarankan, bahwa apapun nantinya kisah cinta Anda dengan si dia, berusahalah untuk tetap bijak dan dewasa. Karena cinta membutuhkan banyak pengertian dan perhatian. Akan tetapi tetap saja Anda harus menetapkan pilihan yang terbaik untuk diri Anda sendiri. Yaitu dengan tidak memaksakan cinta yang "berat sebelah", yaitu cinta yang hanya dirasakan oleh Anda -dan tidak dirasakan oleh wanita yang Anda cintai.

Mudah-mudahan dengan perilaku dan sikap Anda yang dewasa dan bijak ini dapat membuatnya sadar, dan kembali mencintai Anda.

Indah Pada Waktunya

Apa yang sedang kamu alami sekarang?! Sukacita, duka cita, kesengsaraan, patah hati, dan sebagainya. Apa kamu pernah mengalami hal-hal tersebut? Sudah tentu pasti, bukan!

Hidup ini tak selalu pahit, pasti ada manisnya kok.. Engkau tak selalu mendapatkan warna hitam, pasti suatu saat nanti akan mendapat warna biru, putih, atau pink. Yang penting bagaimana hatimu menyikapinya. Tuhan sesungguhnya melihat sikap kita. Bagaimana kita menyikapi semua keadaan ini. Ingat, sikap itu adalah kuas cat dari pikiran. Warna apa yang akan kita berikan dalam menyikapi suatu pencobaan?! Hitam yang berarti kebencian atau biru yang berarti pengharapan.

Yang berperan penting dalam semua tindakan kita ini adalah hati. Bagaimana kita menerimanya, juga bagaimana kita melampiaskannya. Guys... bersyukurlah dengan apa yang kamu miliki sekarang. Di dunia ini, kita tak selalu mendapatkan apa yang kita suka. Oleh sebab itu, sukailah apa pun yang kita dapatkan. 

Kualitas hati tertinggi adalah untuk selalu mengucap syukur kepada-Nya. Jika kau tak memperoleh apa yang kau suka atau yang terjadi itu di luar kehendakmu, renungkanlah! Pasti di balik itu semua ada rencana baik Tuhan yang lebih sesuai denganmu. Karena Tuhan tahu betul bagaimana kepribadianmu. Ia mengenal hatimu. Dan Ia tahu rancangan apa yang terbaik bagimu. Kita hanya melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat jauh ke dalam hati.



Sesungguhnya hidup ini penuh dengan kebahagiaan. Kebahagiaan yang terbaik dari Tuhan itu sudah ada dan dekat pada diri kita, hanya saja kita yang tak pernah menyadarinya. Seperti ikan yang selalu mencari-cari dimanakah air itu, padahal sebenarnya ia sudah berada dan hidup di dalam air itu. Seperti itu juga-lah manusia. Jadi, jangan khawatir! 

Bunga Bakung yang tumbuh di lembah saja, diberi keindahan oleh Tuhan, bahkan Raja Salomon pun yang di dalam kemegahannya tak pernah mempunyai baju seindah warna bunga Bakung itu. So, apa yang kamu takutkan sekarang?! Hiduplah di dalam Pengharapan dan Tuhan pasti akan mengabulkannya.

Inggou


Hati Seorang Wanita

1. Sensitif: Bukan bermaksud suka merajuk, tapi hanya ingin bermanja dan mendapatkan perhatian.

2. Cerewet: Bukan bermaksud rewel, terkadang hanya ingin pria mengikut kata-katanya sekali-kali.

3. Halus: Ibarat sehelai sutera, cantik, mulus, lembut dan mudah tercarik dan koyak. Walaupun seorang wanita memaafkan seseorang yang lain atas sebab kesalahan, biasanya wanita akan ingat kesalahan tersebut untuk disimpan jadi pelajaran. Bukan dendam.

4. Ikhlas: Keikhlasan seorang wanita tidak perlu diragukan lagi.

5. Korban: Wanita sanggup berkorban apa saja untuk seseorang yang amat disayangi, termasuk ibu bapa, anak-anak, dan suami. Wanita amat tabah.

6. Prihatin: Sentiasa memperhatikan keadaan sekeliling dalam diam.

7. Manja: Walaupun dia adalah seorang wanita yang pandai mandiri, naluri seorang wanita masih lagi tetap seorang wanita. Suka bermanja bukan hanya kepada insan yang bernama pria, namun juga sesamanya.

8. Ego: Wanita yang terlalu menyayangi kekasihnya sanggup menolak, menepikan egonya apabila bertemu dengan pria lain yang disukai.

9. Cinta: Cinta pertama bagi seorang wanita adalah yang paling dalam dan tulus.

10. Seks: Seks bukanlah segala-galanya untuk wanita, karena wanita diciptakan dengan 9 nafsu dan 1 akal. Nafsu yang banyak dan tidak tertumpu kepada satu saja. Sedangkan pria diciptakan dengan 9 akal dan 1 nafsu. Fungsi pria adalah membimbing wanita dan bukan menghanyutkannya.



Cocok atau Tidak Cocok?

Pertimbangkan Lagi Hubungan Anda Berdua!

NOBODY'S PERFECT. Ungkapan itu bukan hanya digunakan sebagai pepatah dalam iklan kosmetik atau judul serial komedi situasi saja namun benar-benar berlaku bagi setiap manusia dalam hal apapun. Misalnya saja… dalam hal mencari pasangan.

Arti maupun realitas ungkapan Nobody's Perfect ini sangat tepat untuk mengingatkan setiap manusia agar selalu bersikap wajar, apa adanya, dan menerima orang lain seadanya. Pepatah itu sangat berarti untuk menggambarkan bahwa tak ada manusia di muka bumi ini yang diciptakan sempurna. Begitu juga untuk urusan cinta.

Misalkan saja dalam memilih pasangan. Janganlah terlalu tinggi menetapkan kriteria calon pasangan maupun pendamping hidup Anda kelak. Hal utama yang harus dilihat baik-baik justru diri sendiri. Sudah seperti apa diri Anda sekarang? Makin baikkah? Atau malah makin tak karuan?

Jangan menuntut orang lain sempurna jika tak dapat menyempurnakan diri sendiri. Misalnya saja ada seorang pria yang menyukai seorang gadis, tapi karena faktor fisik - yaitu ia tak bertubuh atletis seperti yang diidam-idamkan, lalu pendekatannya ditolak mentah-mentah dengan seribu alasan bullshit.

Biasanya cewek memang terkenal sangat selektif dalam memilih pasangan. Tapi tak tertutup kemungkinan sekarang ini banyak cowok yang berusaha mendapatkan pasangan yang tingkat intelejensia maupun materinya tak terpaut terlalu jauh. Jangan begitu! Memang wajar jika semua pihak menginginkan yang terbaik untuk mereka, apalagi untuk masa depan. Wajar saja jika selektif memilih pasangan, malah wajib dilakukan agar tak salah pilih dan menyesal di kemudian hari. Dalam memilih pasangan tak boleh asal-asalan - misalnya: asal si dia kaya, asal si dia pandai, asal badannya atletis atau seksi, asal keluarganya 'berada', dan lain-lain - jangan menetapkan kriteria seperti itu dalam memilih pasangan! Karena hubungan cinta yang 'asal-asalan' seperti itu takkan bertahan lama.

Ada banyak faktor lain yang perlu dipikirkan matang-matang sebelum memutuskan untuk menjadikan si dia sebagai pasangan - apalagi jadi pasangan hidup. So, you better check this out, pal … cuz' you won't be sorry later, right?

Pertama kali yang harus ditanyakan adalah hati kecil sendiri. Kedua, jangan sekali-kali tidak jujur pada diri sendiri. Ketiga, langsung saja tanyakan hal-hal berikut ini: Setiap orang pasti menginginkan pasangannya mempunyai penampilan fisik bagus. Paras yang cantik atau ganteng, bentuk badan atletis dan seksi. Tapi tanyakan dalam hati, apakah dia benar-benar kriteria pasanganmua? Jika hatimu menginginkan orang yang biasa saja dalam berpenampilan, kenapa harus memaksakan diri dengan hal-hal seperti itu? 


Kedua, jangan lupa melihat bagaimana si dia memberikan perhatian dan bagaimana caranya mengekspresikan perasaannya. Karena kalau dia 100 kali dalam sehari bilang 'sayang' padamu tapi tidak pernah membuktikannya, apalah artinya rayuannya itu kalau bukan sekadar gombal belaka?

Yang lainnya adalah memperhatikan bagaimana cara dia berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya. Apakah dia tipe penyendiri, atau orang yang gemar berinteraksi dengan banyak orang? Lantas Anda sendiri suka dengan tipe yang bagaimana?

Jangan lupa memperhatikan intelektualitasnya. Latar belakang pendidikan, kemauan belajar, kemampuan menganalisa, dan tingkat kreativitasnya. Yang diinginkan yang standar dan biasa-biasa saja, atau si pintar jenius?

Agama. Memang ini merupakan hal yang sangat prinsipil untuk sebagian besar orang. Bila percayai bahwa perbedaan agama akan menimbulkan banyak persoalan di kelak kemudian hari, jangan biarkan kesempatan untuk menerima yang tak seagama. Bahkan, jika seagama pun, pilihlah yang mempunyai tingkat spiritual yang sebanding. Jangan sampai dia rajin beribadah, sementara Anda hanya sekadar mendengar atau melihat belaka. Akan tetapi jika Anda termasuk orang yang tak menjadikan agama sebagai penghalang hubungan dan memandang semua agama itu sama baik dan terpuji seperti agama Anda, maka berusahalah untuk tetap berpegang teguh pada keyakinan itu, dan tanamkan pula pada diri pasangan Anda nantinya. Tokh, pada hakekatnya Tuhan itu satu, hanya manusianya saja yang terkesan terlalu membeda-bedakannya.

Hal lain selain agama adalah komunikasi. Hal ini sangat rentan dalam suatu hubungan. Perhatikan selalu bagaimana bentuk komunikasi yang telah terjalin selama berkenalan dengan dia. Apakah nyambung atau mesti sering mengulang pembicaraan agar dia mengerti arah pembicaraan? Apa tanggapan dan jawaban setiap pembicaraan Anda padanya? Apakah dia menjawabnya dengan baik (tak melenceng dari topik) atau malah melantur dan tulalit?

Harus juga diperhatikan kondisi pekerjaan dan sisi finansialnya. Jangan menyebutkan diri seorang materialistis untuk hal ini. setiap manusia perlu materi, kan? BOHONG jika ada yang bilang TIDAK! Kecuali menganut prinsip "Yang penting saya sayang dan cinta…", atau memang sudah 'berlebihan' secara materi. Cobalah untuk melihat sisi pekerjaan si dia. Apakah capable dalam profesinya sekarang, apakah bertanggungjawab dengan tugas-tugasnya, atau sebaliknya hanya duduk memberi perintah sana-sini pada bawahan untuk melakukan pekerjaannya - alias malas.

Dengan melihat itu semua, dapat ditemukan sisi maupun tingkat kedewasaannya. Lihat bagaimana dia menghadapi semua kegiatannya, lihat juga bagaimana caranya menyelesaikan masalah, bagaimana caranya berinteraksi dengan rekan-rekannya. Jangan sampai dia mempunyai kedewasaan yang tak seimbang denganmu karena salah satu pihak akan merugi nanti! Kecuali jika salah satu dari kalian bertindak sebagai pengemong. Jika begitu adanya, sampai kapan sikap ngemong ini akan bertahan? Apalagi jika pihak cewek tak ingin disebut ibu asuh?

Lainnya adalah keterbukaan soal seks. Hal ini perlu disimak dengan baik, nyatanya tak sedikit pasangan yang akhirnya memutuskan berpisah karena problem seks. Padahal hal ini tak perlu terjadi jika kedua belah pihak saling terbuka. Akan tetapi semua berbalik pada diri masing-masing. Apakah Anda lebih suka pasangan yang berpengalaman soal seks, atau justru buta seks - atau, apakah Anda merupakan seorang yang menganggap seks tak perlu didiskusikan, dan hanya perlu dipraktekkan saja?


Terakhir adalah punya hobi dan minat sama. jika punya hobi dan minat sama, tak tertutup kemungkinan hal ini akan makin mendekatkan kalian berdua. Sebaliknya jika hobi dan minat kalian terpaut terlalu beda jelas akan menjauhkan masing-masing pihak. Misalkan saja, dia cepat bosan, atau bagaimana? Apakah dia suka hal-hal kejutan atau malah anti kejutan?

Bagaimanapun complicated-nya kriteria-kriteria di atas, tentu saja tak perlu terlalu dijadikan patokan mati. Semua tergantung pada Anda karena setiap orang punya kriteria dan keinginan yang berbeda dalam memilih pasangan, bukan? Kami hanya ingin Anda lebih dewasa dan bijak dalam melakukannya. Tokh, Anda tidak ingin gagal dalam membina hubungan mesra, bukan? Just, grow-up…..!!!


 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23