Kisah Iblis, Tawanan yang Dibesarkan Malaikat

Dalam penafsiran yang sering kita dengar bahwa kisah iblis ataupun Azazil adalah salah satu dari malaikat yang dilaknat Allah. Tetapi, jika kita mengkaji penciptaan diantara keduanya sangat bertentangan dimana malaikat telah disebutkan tercipta dari cahaya sementara Iblis dari api. Jadi, siapakah Iblis sebenarnya?

Literatur menyebutkan bahwa makhluk ini mempunyai lima sebutan yang sering terdengar yaitu Jan, Jin, Setan, Ifrit dan Marid. Kemudian Jan diubah penyebutannya menjadi Jin yang umumnya digunakan untuk menyebut makhluk halus apapun, baik ataupun buruk. Setan dikenal sebagai makhluk jenius dan jahat, sementara ifrit dikenal sebagai sosok jenius, jahat dan kuat. Sementara Marid sosok jenius, jahat dan yang paling kuat diantaranya.

Al Jauhari mengatakan bahwa Setan atau Iblis diciptakan dari nyala api (gas), juga telah disebutkan dalam Quran. Beberapa literatur menyebutkan bahwa kisah Iblis adalah ayah (moyang) dari semua Jin dan Setan. Kata Al-Jan dalam Quran terkadang digunakan untuk menyebutkan iblis seperti yang ayat berikut:
Dan Kami telah menciptakan Jan (Iblis) sebelum (Adam) dari api yang sangat panas (Al Hijr: 27)
Jika kita telaah dengan baik, maka kisah Iblis awalnya bukan berasal dari ras malaikat, sementara malaikat diciptakan dari cahaya yang cemerlang. Lalu mengapa Iblis bisa masuk di lingkungan malaikat dan pada waktu semua malaikat bersujud kepada Adam, hanya dia sendiri yang tidak dan dia sendiri pula yang tercipta dari api. Kisah iblis ini menganggap dirinya lebih mulia karena merasa kuat diantara makhluk ciptaan-Nya.
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir ( Al Baqarah: 34)
 Jin terbang membawa manusia, naskah abad ke-14. / Kitab al-Bulhan

Kisah Iblis Menurut Kosmografi Al-Qazwini

Sebelum adanya manusia, Allah menciptakan dua makhluk yang saling bertentangan dimana saat ini berlaku kekuasaan dan kerajaan diantara dua makhluk. Masing-masing makhluk memiliki otoritas dan kekuasaan tersendiri, yaitu pemerintahan Jin dan pemerintahan malaikat.

Dalam sejarah, Allah telah menciptakan Jan (Jin) dua ribu tahun sebelum penciptaan Adam. Bahkan beberapa sejarawan alkitab menyatakan lebih lama dari waktu yang diperkirakan. Ketika itu, kalangan jin terbagi atas golongan mukmin dan kafir dimana kedua golongan itu terus berlanjut hingga saat ini. Bangsa Jin di zaman kuno menghuni Bumi dari udara, lautan hingga daratan. Pada saat ini mereka memiliki pemerintahan tersendiri termasuk membentuk hukum, agama, serta teknologi.

Suatu ketika mereka lalai akan penciptanya, mereka melanggar hukum dan menentang wali-wali agama diantara kalangan Jin. Kemudian Allah mengirimkan bala tentara langit, para malaikat untuk mengusir dan menghancurkan kerajaan Jin karena membuat kerusakan dimuka bumi. Sebagian jin tertawan dan diantara tawanan tersebut termasuk Azazil, cikal bakal iblis.

Entah bagaimana, Azazil yang pada saat itu berusia muda dibesarkan oleh kalangan malaikat dimana dia terus mempelajari pengetahuan mereka dan memasukkannya kedalam pemerintahan malaikat. Pada akhirnya dia menjadi pemimpin diantara para malaikat karena kepintaran dan menguasai pengetahuan malaikat, dan salah satu rival Azazil adalah Jibril.

Suatu ketika, tragedi itu terjadi dimana semua makhluk bersujud kepada Adam hingga membuat kisah Azazil dilaknat dan dilemparkan ke Bumi, dari sini namanya berubah penyebutan menjadi Iblis.
Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina". (Al A'raf: 13)
Ketika kisah Iblis diusir dari surga, Adam masih berada di surga cukup lama. Tentunya perhitungan waktu antara Bumi dan Surga berbanding jauh, sehari serasa seribu tahun di Bumi. Waktu yang cukup lama ini dimanfaatkan iblis untuk membentuk dan memimpin kerajaan jin di Bumi. Diantara kerajaan-kerajaan yang dibentuknya berada di Kumari Kandam Lemuria yang dianggap Taman Eden bagi pengikutnya.

Bentuk dasar piramid Candi Borobudur. Peradaban Lemuria? / http://danipicture.wordpress.com

Dalam catatan sejarah, kisah iblis merajai Kumari Kandam (Lemuria) dibentuk berdasarkan pengetahuan surga ataupun pengetahuan para malaikat. Dimana para jin yang hidup pada waktu itu benar-benar menikmati keindahan dan kemakmuran berlebihan. Berbagai piramida dan bangunan lain mungkin tak pernah seindah Lemuria, dan tidak heran ada pengikut mereka yang masih mencari dan merindukan Taman Eden Lemuria hingga saat ini, atau mereka yang menginginkan Tatanan Dunia Baru.

Sampai titik ini kisah iblis terus berlanjut, dia mampu menyelinap ke dalam surga, dan hari yang dinantikan itupun tiba, tak hanya Adam yang dikeluarkan dari surga tetapi juga para malaikat. Penjelasan ini bisa kita lihat pada ayat berikut:
Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati" (Al Baqarah: 38)
Dari sinilah, para malaikat diberikan kepercayaan untuk menduduki kekuasaan langit pertama hingga ketujuh, semata-mata untuk menjaga agar iblis dan jin tidak melewati batas yang ditentukan seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya.

Jadi, telah jelas bahwa kisah iblis ataupun Azazil yang diceritakan bukan dari kalangan malaikat karena penciptaan dan keturunannya berbeda. Dan Iblis satu-satunya jin yang diberi umur panjang hingga hari berbangkit.
Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan". Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh". (Al A'raf: 15-16)

Bibliografi:

  • Modern Egyptians and of Note on the Arabian Nights, Edward William Lane
  • Aja'ib al-makhluqat wa ghara'ib al-mawjudat (Marvels of creatures and Strange things existing) karya Zakariya al-Qazwini
  • Image The Fall of the Rebel Angels by Pieter Brueghel the Elder
  • Quran Surah Al Baqarah dan Al A'raf 11-18


0 komentar:

Poskan Komentar

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23