Kisah Langit dan Laut

Dahulu kala, langit dan laut saling jatuh cinta. Mereka sama-sama saling menyukai satu sama lain. Saking sukanya laut terhadap langit, warna laut = langit, saking sukanya langit terhadap laut, warna langit = laut. Setiap senja datang, si laut dengan lembut sekali membisikkan, "Aku cinta padamu" ke telinga langit. Setiap langit mendengar bisikan penuh cinta laut pun, langit tidak menjawab apa-apa hanya tersipu-sipu malu wajahnya semburat kemerahan.

Suatu hari, datang awan... begitu melihat kecantikan si langit, awan seketika itu juga jatuh hati terhadap langit. Tentu saja langit hanya mencintai laut, setiap hari hanya melihat laut saja. Awan sedih tapi tak putus asa, mencari cara dan akhirnya menemukan akal bulus.

Awan mengembangkan dirinya sebesar mungkin dan menyusup ke tengah-tengah langit dan laut, menghalangi pandangan langit dan laut terhadap satu sama lain. Laut merasa marah karena tidak bisa melihat langit, sehingga dengan gelombangnya, laut berusaha menyibak awan yang mengganggu pandangannya.

Tapi tentu saja tidak berhasil. Lalu datanglah angin, yang sejak dulu mengetahui hubungan laut dan langit merasa harus membantu mereka menyingkirkan awan yang mengganggu. Dengan tiupan keras dan kuat, angin meniup awan... Awan terbagi-bagi menjadi banyak bagian, sehingga tidak bisa lagi melihat langit dengan jelas, tidak bisa lagi berusaha mengungkapkan perasaan terhadap langit. Sehingga ketika merasa tersiksa dengan perasaan cinta terhadap langit, awan menangis sedih.

Hingga sekarang, kasih antara langit dan laut tidak terpisahkan. Kamu juga bisa melihat di mana mereka menjalin kasih. Setiap ke laut, dimana ada satu garis antara laut dan langit,di situlah mereka sedang pacaran.

source


Bagaimana Kehidupan Sosial Anda? (Tes Kokology 100% Akurat!!)

PERTAMA. Bayangkan diri anda sedang berjalan menyusuri kota. Hari itu sangat indah. Anda sedang berangan-angan. Anda berbelok ke arah jalan yang tidak pernah dilewati sebelumnya. Selagi berjalan, anda melewati rumah yang indah di seberang jalan. Anda berhenti sejenak untuk mengagumi rumah yang indah itu dan memperhatikan pintunya terbuka setengah. Mengapa pintu itu sedikit terbuka?
  1. Rumah itu dirampok
  2. Pemiliknya lupa mengunci
  3. Pemiliknya berada di dalam

KEDUA. Sebuah pot tanaman yang ada di balkon jatuh. Anda segera keluar untuk melihat kerusakannya. Apa yang anda lihat?
  1. Tanaman jatuh dan tetap utuh
  2. Pot rusak, tapi tanaman tidak rusak
  3. Pot dan tanaman rusak tanpa dapat diperbaiki
  4. Karena alasan tertentu, pot dan tanaman tidak terlihat

KETIGA. Bayangkan anda sedang tersesat di hutan yang gelap dan mulai merasa lapar ketika tiba-tiba bertemu dengan rumah yang terbuat dari permen. Setelah memeriksa daerah itu untuk memastikan tidak ada nenek sihir yang bersembunyi, anda mulai siap mengambilnya. Bagaimana anda menyantap rumah permen itu?
  1. Saya mulai makan apa saja yang kelihatan
  2. Saya berusaha mencoba sebanyak mungkin permen yang kujumpai
  3. Saya menemukan permen kesukaan dan tetap akan makan itu saja
  4. Saya tidak suka permen

*)Peraturannya: Tulis hal pertama yang muncul di kepala kalian - Jangan berusaha mengira-ngira jawaban - Jujurlah dengan diri sendiri - Lihatlah reaksi orang lain (termasuk diri sendiri) - Tetaplah berpikiran terbuka - Jawablah semua pertanyaan terlebih dahulu, baru perhatikan jawaban yg sesuai dengan pilihan kalian. Game ini bisa membantu kalian dalam membaca karakter serta kepribadian kalian.

Sekarang kita lihat ya jawaban dari kokologi ini, jangan berpaling...






 





MAKNA JAWABAN

JAWABAN PERTAMA: Dalam alam bawah sadar, alasan mengapa membayangkan pintu terbuka berhubungan dengan cara membuka diri dan menyingkap kelemahan anda terhadap orang lain.
  1. Rumah itu dirampok: Anda cepat mengambil anggapan terburuk di setiap situasi. Sifat ini terlihat sebagai bukti yang jelas ketika ternyata benar-benar terjadi sesuatu. Anda tidak pernah bingung dalam menghadapi saat-saat genting, tetapi hanya terlalu sibuk karena panik. Jadi lain kali jika bencana datang, miliki pikiran jernih. Ingatlah selalu untuk terlebih dahulu mengambil napas panjang dan menghitung sampai sepuluh. Baru anda boleh pingsan.
  2. Pemiliknya lupa mengunci: Anda bukan tipe orang yang terhanyut dalam situasi genting. Sebaliknya, anda sangat santai, bahkan tidak memperhatikan situasi genting muncul. Kesalahan yang anda buat lebih banyak disebabkan kelalaian, bukannya maksud yang buruk. Tapi hasil akhirnya bagi anda (dan orang lain) adalah sama.
  3. Pemiliknya berada di dalam, sedang menyapu pintu masuk: Anda mungkin nampak seperti orang yang santai. Tapi tidak pernah membiarkan diri lengah. Memiliki kesiagaan konstan seperti itulah yang membuat diri anda menjadi dewasa seperti sekarang. Tentu saja anda masih memiliki kelemahan yang bersifat manusiawi, hanya saja jangan memperlihatkannya ke seluruh dunia.

JAWABAN KEDUA: Kehidupan pot bunga yang terjaga berhubungan dengan sisi karakter tersembunyi anda yang terjaga. Selain itu juga berhubungan dengan cara anda menahan dunia memasuki kehidupan sosial anda.
  1. Tanaman jatuh dan tetap utuh: Anda terlihat kuat dan percaya diri serta selalu ingin mendemonstrasikan ketenangan di tengah-tengah masalah. Dibalik wajah yang keras, anda adalah seseorang yang lebih peduli menjaga citra.
  2. Pot rusak, tapi tanaman tidak rusak: Anda nampak tenang dan tidak dapat diganggu orang lain. Kenyataannya anda tidak suka menunjukkan emosi. Perasaan yang tertutup semakin besar. Tidak ada pot yang dapat menampung mereka selamanya.
  3. Pot dan tanaman rusak tanpa dapat diperbaiki: Anda nampak pandai bicara dan tidak mau menonjolkan diri. Tapi “pendengar alamiah’ itu sedang berteriak meminta kesempatan bersinar di panggung utama. Anda hanya menunggu kesempatan untuk keluar dari tempat yang mengurung anda.
  4. Karena alasan tertentu, pot dan tanaman tidak terlihat: Anda pintar menciptakan kesenangan dan membuat orang lain tertawa. Anda fasih menyembunyikan keseriusan. Bahkan sisi pemalu anda tidak ditunjukkan kepada dunia.

JAWABAN KETIGA: Dalam tingkat perilaku, cara mendekati rumah permen menyingkap pendekatan anda terhadap persahabatan.
  1. Saya mulai makan apa saja yang kelihatan: Anda selalu berterus terang dalam berurusan dengan dunia. Nyaris seperti seorang anak yang polos. Pendekatan langsung ini membuat anda mudah dimengerti dan diterima orang lain. Sadari bahwa tidak semua orang memiliki sifat polos dan jujur seperti anda. Kadang-kadang kejujuran membuat anda sedikit terlalu dapat dipercaya. Anda dikenal sebagai orang yang terburu-buru.
  2. Saya berusaha mencoba sebanyak mungkin permen yang kujumpai: Dunia penuh dengan manusia. Anda tidak keberatan bertemu dengan mereka semua. Anda ahli menemukan kualitas yang baik dalam diri orang lain. Tapi keinginan anda mencicipi sedikit juga dapat dinilai sebagai ketidaksediaan terlibat terlalu dalam dengan satu orang. Memang bagus dapat menikmati segala jenis rasa. Ada saatnya anda akhirnya harus mengaku kepada seseorang “kau adalah orang yang paling baik dari semuanya”.
  3. Saya menemukan permen kesukaan dan tetap akan makan itu saja: Jika dapat menemukan satu orang saja di dunia yang punya minat, selera, dan aspirasi seperti anda, itu sudah cukup. Dapat menemukan seseorang yang melihat dunia sama seperti anda adalah suatu hal yang indah. Tapi dengan membatasi diri dengan satu rasa dalam hubungan, anda mungkin sedang menjauhkan diri dari pengalaman indah diseluruh dunia.
  4. Saya tidak suka permen: Anda mempunyai pandangan bahwa mundur dari kerumunan orang banyak adalah sangat baik buat diri sendiri. Dalam berusaha memisahkan diri, anda kadang terlihat sebagai seseorang yang terlalu keras untuk terlihat berbeda. Ingat, orang yang paling takut dianggap sebagai orang biasa adalah mereka yang cocok dengan deskripsi tersebut, yaitu dianggap sebagai orang biasa.

Tes ini 100% akurat buat saya...  ^^


Intip Rahasia Pendidikan Selandia Baru Tekan Korupsi



Foto diatas adalah tulisan warga yang mengingatkan masih adanya korupsi di Indonesia di sebuah dinding jembatan layang di Jakarta. (Foto: KOMPAS.com)

Saat ini, setiap negara berperang melawan praktik korupsi. Pasalnya, penyakit ini berdampak masif bagi eksistensi sebuah bangsa ke depannya. Selandia Baru juga berusaha. Yuk, intip rahasia yang mereka terapkan.

Ketua delegasi misi dagang Selandia Baru, Izak Human, berbagi rahasia bahwa salah satu aspek yang sangat berperan menekan praktik korupsi adalah sistem pendidikan di negara penghasil Kiwi tersebut. Negara kepulauan di tenggara Australia ini memang berada pada peringkat pertama Indeks Persepsi Korupsi 2012 menurut Transparency International.

"Ya, pendidikan memang salah satu aspek yang berperan dalam menekan angka korupsi di Selandia Baru, meskipun selain itu kami juga memiliki beberapa aspek lain," kata Izak, yang juga Direktur Education New Zealand (ENZ) untuk Wilayah Asia Tenggara di Jakarta, Selasa.

Menurut Izak, selain pendidikan, ada beberapa aspek lain dalam kehidupan bernegara di Selandia Baru yang menunjang pencegahan praktik korupsi.

"Kami juga menjunjung tinggi sikap menghormati hukum selain juga menerapkan transparansi hukum serta pengadilan yang imparsial," ujarnya.

"Kepolisian di negeri kami juga merupakan aspek pendukung lain. Di Selandia Baru, warga dapat datang kepada petugas kepolisian untuk permasalahan apapun," tambahnya kemudian.

Izak juga menyebutkan bahwa di Selandia Baru petugas pelayan publik seperti dirinya diwajibkan untuk melaporkan selain seluruh kegiatannya, juga setiap kekayaan yang dimilikinya.

"Transparansi dan keterbukaan di Selandia Baru sangat tegas diberlakukan, rakyat dapat mengakses setiap data atau laporan yang dibutuhkan. Apabila mereka tidak bisa mengaksesnya, terdapat ombudsman yang memutuskan lebih lanjut apakah perlu dibuka atau tidak akses terhadap dokumen tersebut," kata dia.

"Transparansi dan keterbukaan di Selandia Baru sangat tegas diberlakukan, rakyat dapat mengakses setiap data atau laporan yang dibutuhkan. Apabila mereka tidak bisa mengaksesnya, terdapat ombudsman yang memutuskan lebih lanjut apakah perlu dibuka atau tidak akses terhadap dokumen tersebut."

Tentu saja, catatan lainnya dari Izak adalah jumlah populasi penduduk yang lebih kecil daripada Indonesia.

"Hal-hal semacam itu, cukup efektif membatasi praktik korupsi terutama di tubuh pelayanan publik," ujar Izak.


Sulit Menyontek

Jo Douglas, salah satu delegasi dari Institut Teknologi Waikato (Wintec), menyatakan bahwa pendidikan di negerinya memang menanamkan kebiasaan berlaku adil dan jujur melalui penerapan sistem pencegahan murid melakukan kecurangan.

"Murid akan sangat sulit untuk menyontek atau berlaku curang, karena sistemnya sangat tegas. Kami (pendidik) akan mengetahui apa-apa saja yang merupakan hasil kerja mereka pribadi dan apa yang bukan," ujarnya.

Sedikitnya lima orang delegasi misi dagang Selandia Baru mempromosikan pendidikan di negeri Kiwi tersebut guna meningkatkan minat pelajar Indonesia menuntut ilmu di sana. Menurut Izak, selama dua pekan berada di Indonesia, delegasi akan berupaya menjalin kerja sama dengan sejumlah institusi pendidikan serta universitas di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali.

Delegasi yang beranggotakan perwakilan dari tiga institut teknologi dan politeknik di Selandia Baru serta dari institut juru masak internasional Le Cordon Blue, berupaya membangun kerja sama pendidikan, menyusul keputusan Pemerintah Indonesia yang akan membangun lebih dari 300 universitas terbuka.

Selain Izak Human, delegasi terdiri atas perwakilan dari Politeknik Institut Teknologi Christchurch (CPIT) Beth Knowles, Cath Hopkin (Institut Le Cordon Blue Selandia Baru), Jo Douglas (Institut Teknologi Waikato/Wintec), dan Susie Scott (Politeknik Otago). (22/5/2013)

*http://lipsus.KOMPAS.com/trenKuliah





Makan Siang Bersama Malaikat

Suatu hari ada seorang anak kecil yang ingin bertemu dengan malaikat. Dia tahu pasti suatu perjalanan yang jauh sekali untuk mencari tempatnya malaikat, maka dia mengepak tasnya dengan kue-kue, beberapa kaleng limun dan memulai perjalanannya.

Ketika dia telah melewati beberapa blok dari rumahnya, dia bertemu dengan seorang nenek yang sedang duduk di taman sambil melihat sekerumpun burung. Anak kecil itu duduk disebelah nenek tua itu. Ketika dia sedang mengambil kaleng limunnya, dia melihat nenek itu kelihatannya lapar, jadi dia menawarkan kuenya. Nenek itu tersenyum. Anak kecil itu begitu senangnya melihat senyum nenek itu, lalu dia memberikan limunnya dan nenek kembali tersenyum kepadanya.

Mereka duduk bersebelahan makan kue, tersenyum tanpa mengatakan apa-apa. Ketika hari menjelang senja, anak itu lelah dan ingin pulang. Dia berdiri dan melangkah pulang. Baru dia beranjak beberapa langkah, dia berbalik dan memeluk si nenek dan dia mendapatkan senyum yang terindah dari apa yang anak ini pernah lihat.

Ketika anak itu sampai di rumah, ibunya kaget dengan senyum yang ada di wajah anak itu dan bertanya, "Kenapa kau begitu senang hari ini?" Anak itu menjawab, "Saya makan siang dengan malaikat." Sebelum ibunya berkata apapun, dia menambahkan, "Malaikat itu memiliki senyum yang terindah yang saya pernah lihat."

Saat yang sama si nenek kembali pulang dan ditanya oleh anaknya, "Kenapa ibu begitu bahagia hari ini?" Ibu itu menjawab,"Saya makan kue bersama malaikat." Lalu si ibu melanjutkan, "Taukah malaikat yang saya temui muda sekali."

Seringkali kita meremehkan artinya sebuah tepukan di bahu, senyum, kata-kata yang menguatkan, mendengar kesulitan orang lain, pujian tulus, perbuatan kepedulian dan semua itu yang membuat makna dalam hidup yang begitu singkat ini.

People come into our lives for a reason, a season, or a lifetime.... Take no one for granted and embrace all equally with joy!



Hakim yang Sempurna

Ada seorang raja yang bernama Bhoj. Ia terkenal karena kejujuran dan keadilannya. Siapapun yang datang ke pengadilan untuk mencari keadilan, akan puas. Kepribadiannya sangat didambakan masyarakatnya.

Pada suatu hari raja Bhoj pergi ke suatu tempat. Ia menunggangi seekor gajah. Tentara dan pengawalnya mengikutinya ke arah manapun Raja pergi. Orang-orang ke luar rumah hanya untuk memberikan penghormatan padanya. Raja sangat bahagia. Tetapi secara tiba-tiba, sebuah batu mendesing dan jatuh dipangkuan raja. Raja sangat murka. Tentaranya mengerumuninya dan membawa ke tempat yang aman. Taja memerintahkan untuk mencari tahu penjahatnya.

Tentara itu mencari ke semua arah untuk menangkap penjahatnya. Selang beberapa lama tentara itu menangkap seorang anak laki-laki masih kecil. Salah satu tentara itu berkata, "Tuanku, inilah anak yang melempar batu ke arahmu. Ia harus dihukum." Raja bertanya kepada anak itu, "Siapa namamu? Mengapa engkau melempari aku dengan batu?"

Anak laki-laki itu menjawab, "Namaku Rony. Aku tidak bermaksud melemparimu. Sebenarnya, aku mencoba melempar mangga yang manis dari sebuah pohon. Bagiku pohonnya sangat tinggi untuk dipanjat. Mangga yang masak diluar jangkauanku. Sehingga untuk mendapatkan mangga yang masak aku melemparnya dengan batu. Sahabat-sahabatku juga melempari mangganya dengan batu. Mereka melarikan diri ke rumahnya masing-masing karena melihat tentara ini. Aku tertangkap karena aku tidak melarikan diri. Tuan boleh menghukum aku."

Raja Bhoj sangat terkesan dengan kejujuran dan keberanian anak ini. Tentara dan Rony sedang menunggu hukuman yang hendak dijatuhkan Raja. Tetapi semua orang terperanjat menyaksikan raja dengan senyumnya. Raja mengeluarkan gelang berlian dan memberikannya kepada Rony. Menterinya yang berdiri dekat itu sama-sama terkejut. Ia berkata, "Tuanku Yang Mulia! Aku tidak paham atas keputusanmu. Batu itu dilempar oleh anak-anak ini dan mengenai tubuhmu, engkau tidak memberikan hukuman apapun malah tuanku memberikan ia hadiah sebuah gelang berlian. Pastilah itu tidak masuk akal, itu di luar kebijaksanaan."

Raja dengan tenangnya berkata, "Tidak biasanya engkau terkejut; namun aku akan jelaskan. Lihat, anak laki-laki ini tidak bermaksud melempar batu ke arahku. Ia tertuju pada sebuah mangga yang buahnya masak. Dan andaikan sebuah pohon, dihantam oleh sebuah batu, dapat memberi kelezatan buah pada anak ini, mengapa aku tidak dapat memberikan sebuah gelang berlian kepadanya, dari seorang raja? Apakah aku lebih buruk dari sebuah pohon."

Setiap orang mengagumi raja Bhoj atas perasaannya yang begitu dalam untuk memberikan keadilan dan hukuman yang sangat tepat.

"Dan andaikan sebuah pohon, dihantam oleh sebuah batu, dapat memberi kelezatan buah pada anak ini, mengapa aku tidak dapat memberikan sebuah gelang berlian kepadanya, dari seorang raja? Apakah aku lebih buruk dari sebuah pohon."

*Dikutip dari buku "101 Cerita Nenek" diterjemahkan oleh Made Aripta Wibawa, Paramita, Surabaya, hal. 30-31



Impian Seorang Mahasiswi

Hari pertama kuliah di kampus, profesor memperkenalkan diri dan menantang kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri dan melihat sekeliling ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya. Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil, dan berkeriput, memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyum yang cerah.

Ia menyapa, "Halo anak cakep. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh. Maukah kamu memelukku?" Saya tertawa dan dengan antusias menyambutnya, "Tentu saja boleh!". Diapun memberi saya pelukan yang sangat erat. "Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih muda dan tak berdosa seperti ini?" tanya saya berolok-olok.

Dengan bercanda dia menjawab, "Saya di sini untuk menemukan suami yang kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan bepergian."
"Ah yang serius?" pinta saya. Saya sangat ingin tahu apa yang telah memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya. "Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya sedang mengambilnya!" katanya.

Setelah jam kuliah usai, kami berjalan menuju kantor senat mahasiswa dan berbagi segelas chocolate milkshake. Kami segera akrab. Dalam tiga bulan kemudian, setiap hari kami pulang bersama-sama dan bercakap-cakap tiada henti. Saya selalu terpesona mendengarkannya berbagai pengalaman dan kebijaksanaannya.

Setelah setahun berlalu, Rose menjadi bintang kampus dan dengan mudah dia berkawan dengan siapapun. Dia suka berdandan dan segera mendapatkan perhatian dari para mahasiswa lain. Dia pandai sekali menghidupkannya suasana.

Pada akhir semester kami mengundang Rose untuk berbicara di acara makan malam klub sepak bola kami. Saya tidak akan pernah lupa apa yang diajarkannya pada kami. Dia diperkenalkan dan naik ke podium. Begitu dia mulai menyampaikan pidato yang telah dipersiapkannya, tiga dari lima kartu pidatonya terjatuh ke lantai. Dengan gugup dan sedikit malu dia bercanda pada mikrofon. Dengan ringan berkata, "Maafkan saya sangat gugup. Saya sudah tidak minum bir. Tetapi wiski ini membunuh saya. Saya tidak bisa menyusun pidato saya kembali, maka ijinkan saya menyampaikan apa yang saya tahu."

Saat kami tertawa dia membersihkan kerongkongannya dan mulai, "Kita tidak pernah berhenti bermain karena kita tua; kita menjadi tua karena kita berhenti bermain. Hanya ada empat rahasia untuk tetap awet muda, tetap bahagia, dan meraih sukses. Kamu harus tertawa dan menemukan humor setiap hari. Kamu harus mempunyai mimpi. Bila kamu kehilangan mimpi-mimpimu, kamu mati. Ada banyak sekali orang yang berjalan di sekitar kita yang mati namun tidak mengetahuinya!"

"Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa. Bila kamu berumur sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama satu tahun penuh, tidak melakukan apa-apa, kamu tetap akan berubah menjadi dua puluh tahun. Bila saya berusia delapan puluh tujuh tahun dan tinggal di tempat tidur selama satu tahun, tidak melakukan apapun, saya tetap akan menjadi delapan puluh delapan.

Setiap orang pasti menjadi tua. Itu tidak membutuhkan suatu keahlian atau bakat. Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam perubahan. "Jangan pernah menyesal. Orang-orang tua seperti kami biasanya tidak menyesali apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami perbuat. Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan penyesalan."
"Jangan pernah menyesal. Orang-orang tua seperti kami biasanya tidak menyesali apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami perbuat. Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan penyesalan."

Rose mengakhiri pidatonya dengan bernyanyi "The Rose". Dia menantang setiap orang untuk mempelajari liriknya dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Akhirnya Rose meraih gelar sarjana yang telah diupayakannya sejak beberapa tahun lalu. Seminggu setelah wisuda, Rose meninggal dunia dengan damai.

Lebih dari dua ribu mahasiswa menghadiri upacara pemakamannya sebagai penghormatan pada wanita luar biasa yang mengajari kami dengan memberikan teladan bahwa tidak ada yang terlambat untuk apapun yang bisa kau lakukan.

Ingatlah, menjadi tua adalah keharusan, menjadi dewasa adalah pilihan.


***

Nice girl


#OUTRO

Sediakan waktu untuk bekerja; itulah harga sebuah keberhasilan.
Sediakan waktu untuk berpikir; itulah sumber kekuatan.
Sediakan waktu untuk bermain; itulah rahasia awet muda.
Sediakan waktu untuk membaca; itulah landasan kebijaksanaan.
Sediakan waktu untuk berteman; itulah jalan menuju kebahagiaan.
Sediakan waktu untuk bermimpi; itulah yang membawa kereta anda ke bintang.
Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai; itulah hak istimewa Tuhan.
Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda; hari anda terlalu singkat untuk mementingkan diri sendiri.
Sediakan waktu untuk tertawa; itulah musik jiwa.

(Doa Inggris Kuno)




1000 Burung Kertas

Let the story begin...

Sewaktu boy dan girl baru pacaran, boy melipat 1000 burung kertas buat girl, menggantungkannya di dalam kamar girl. Boy mengatakan, 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya. Waktu itu, girl dan boy setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua.

Tetapi pada suatu saat, girl mulai menjauhi boy. Girl memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis, ke Paris tempat yang dia impikan di dalam mimpinya berkali-kali itu!! Sewaktu girl mau mutusin boy, girl bilang sama boy, "Kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa... Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya!! Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh, aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita nanti setelah menikah...!!"

Setelah Girl pergi ke Perancis, Boy bekerja keras, dia pernah menjual koran, menjadi karyawan sementara, bisnis kecil, setiap pekerjaan dia kerjakan dengan sangat baik dan tekun. Sudah lewat beberapa tahun... Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya, akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Girl, dia masih tidak dapat melupakannya.

"Kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa... Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya!! Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh, aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita nanti setelah menikah...!!"

Pada suatu hari, waktu itu hujan, Boy dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali mereka, mereka adalah orang tua Girl... Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil pribadi, tetapi juga mempunyai vila dan perusahaan sendiri. Boy ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang Bos. Boy mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang tua tersebut. Hujan terus turun, tanpa henti, biarpun kedua orang tua itu memakai payung, tetapi badan mereka tetap basah karena hujan. Sewaktu mereka sampai tempat tujuan, Boy tercegang oleh apa yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman! Dia melihat di atas papan nisan, foto Girl tersenyum sangat manis terhadapnya. Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung-burung kertas yang dibuatkan Boy. Dalam hujan, burung-burung kertas itu terlihat begitu hidup. Orang tua Girl memberitahu Boy, Girl tidak pergi ke Paris.

Girl terserang kanker, Girl pergi ke surga. Girl ingin Boy menjadi orang, mempunyai keluarga yang harmonis, maka dengan terpaksa ia berbuat demikian terhadap Boy dulu. Girl bilang dia sangat mengerti Boy, dia percaya kalau Boy pasti akan berhasil. Girl mengatakan, kalau pada suatu hari Boy akan datang ke makamnya dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi. Boy langsung berlutut, berlutut di depan makam Girl, menangis dengan begitu sedihnya. Hujan pada hari Ching Ming itu terasa tidak akan berhenti, membasahi sekujur tubuh Boy. Dingin tidak terasa lagi, yang ada kepiluan hati... Boy teringat senyum manis Girl yang begitu manis dan polos, mengingat semua itu, hatinya mulai meneteskan darah... Sewaktu orang tua ini keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau Boy sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut,


"Hatiku tidak pernah menyesal,
semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas,
1000 ketulusan hatiku,
beterbangan di dalam angin menginginkan bintang
yang lebat besebaran di langit,
melewati sungai perak,
apakah aku bisa bertemu denganmu?

Tidak takut berapapun jauhnya, hanya ingin
sekarang langsung berlari ke sampingmu.
Masa lalu seperti asap,
hilang dan takkan kembali,
menambah kerinduan di hatiku.
Bagaimanapun dicari,
jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah..."

(lirik langsung ditranslate dari bahasa Mandarin)

  • Pesan: Kalau kamu menginginkan semua orang di dunia ini menemukan jodohnya, maka kirimkanlah artikel ini kepada semua orang. Sekarang berusahalah... mengirimkan ini ke 20 orang atau lebih, maka orang-orang di dunia ini akan menemukan pasangan hidupnya. Termasuk teman-teman kamu... kirimkan kepada mereka, mereka seperti barang berharga yang tidak mudah ditemukan. Mereka memberikan kita kebahagiaan, mendorong kita untuk berhasil, mereka mendengarkan curhat kita dan share pujian-pujian mereka. Terus kirimkan kepada teman-teman kamu dan semua orang yang kamu kenal.
  • Apabila artikel ini kembali padamu, kamu akan tahu kalau kamu mempunyai teman sejati. Ini adalah surat berantai, sudah mulai dari tahun 1877.
  • NOTE: Bukannya percaya pada surat berantai, tapi cerita ini memang menyentuh hati dan baik untuk diteruskan pada teman-teman!

Gityu... ^^



Hati yang Sempurna

Pada suatu hari, seorang pemuda berdiri di tengah kota dan menyatakan bahwa dialah pemilik hati yang terindah yang ada di kota itu. Banyak orang kemudian berkumpul dan mereka semua mengagumi hati pemuda itu, karena memang benar-benar sempurna. Tidak ada satu cacat atau goresan sedikitpun di hati pemuda itu. Pemuda itu sangat bangga dan mulai menyombongkan hatinya yang indah. Tiba-tiba, seorang lelaki tua menyeruak dari kerumunan, tampil ke depan dan berkata, "Mengapa hatimu masih belum seindah hatiku?". Kerumunan orang-orang dan pemuda itu melihat pada hati pak tua itu. Hati pak tua itu berdegup dengan kuatnya, namun penuh dengan bekas luka, dimana ada bekas potongan hati yang diambil dan ada potongan yang lain ditempatkan di situ; namun tidak benar-benar pas dan ada sisi-sisi potongan yang tidak rata. Bahkan, ada bagian-bagian yang berlubang karena dicungkil dan tidak ditutup kembali. Orang-orang itu tercengang dan berpikir, bagaimana mungkin pak tua itu mengatakan bahwa hatinya lebih indah? Pemuda itu melihat kepada pak tua itu, memperhatikan hati yang dimilikinya dan tertawa, "Anda pasti bercanda, pak tua", katanya, "Bandingkan hatimu dengan hatiku, hatiku sangatlah sempurna sedangkan hatimu tak lebih dari kumpulan bekas luka dan cabikan".

"Ya", kata pak tua itu, "Hatimu kelihatan sangat sempurna meski demikian aku tak akan menukar hatiku dengan hatimu. Lihatlah, setiap bekas luka ini adalah tanda dari orang-orang yang kepadanya kuberikan kasihku, aku menyobek sebagian dari hatiku untuk kuberikan kepada mereka, dan seringkali mereka juga memberikan sesobek hati mereka untuk menutup kembali sobekan yang kuberikan. Namun karena setiap sobekan itu tidaklah sama, ada bagian-bagian yang kasar, yang sangat aku hargai, karena itu mengingatkanku akan cinta kasih yang telah bersama-sama kami bagikan. Adakalanya, aku memberikan potongan hatiku begitu saja dan orang yang kuberi itu tidak membalas dengan memberikan potongan hatinya. Hal itulah yang meninggalkan lubang-lubang sobekan -- memberikan cinta kasih adalah suatu kesempatan. Meskipun bekas cabikan itu menyakitkan, mereka tetap terbuka, hal itu mengingatkanku akan cinta kasihku pada orang-orang itu, dan aku berharap, suatu ketika nanti mereka akan kembali dan mengisi lubang-lubang itu. Sekarang, tahukah engkau keindahan hati yang sesungguhnya itu?"

Pemuda itu berdiri membisu dan air mata mulai mengalir di pipinya. Dia berjalan ke arah pak tua itu, menggapai hatinya yang begitu muda dan indah, dan merobeknya sepotong. Pemuda itu memberikan robekan hatinya kepada pak tua dengan tangan-tangan yang gemetar. Pak tua itu menerima pemberian itu, menaruhnya di hatinya dan kemudian mengambil sesobek dari hatinya yang sudah amat tua dan penuh luka, kemudian menempatkannya untuk menutup luka di hati pemuda itu. Sobekan itu pas, tetapi tidak sempurna, karena ada sisi-sisi yang tidak sama rata. Pemuda itu melihat kedalam hatinya, yang tidak lagi sempurna tetapi kini lebih indah dari sebelumnya, karena cinta kasih dari pak tua itu telah mengalir kedalamnya. Mereka berdua kemudian berpelukan dan berjalan beriringan.


DEFINITION OF A FRIEND

A friend should be Radical.
They should love you when you're unlovable,
Hug you when you're unhuggable,
and Bear you when you're unbearable.
They should cheer when the whole world boos.
Dance when you get good news, And cry when you cry, too.
But most of all a friend should be Mathematical.
They should Multiply the joy, Divide the sorrow,
Subtract the past, Add to tomorrow.
Calculate the need deep in your heart,
and Always be bigger than the sum of all their parts.



Bekerja Keras Dicintai oleh Semua Orang

Seekor Tikus hidup di dalam rumah seorang pedagang. Ia membuat lubang untuk tempat tinggalnya. Ketika semua anggota keluarga pedagang itu tertidur, Tikus itu makan di dapur. Ia menjadi gemuk disebabkan banyak makan. Ketika, anak-anak pedagang itu bermain di kamarnya, Tikus juga bermain berkeliling-keliling.

Pedagang itu memiliki seekor Kuda. Biasanya Kuda itu digunakan untuk mengangkut barang-barangnya yang ditaruhnya di punggungnya untuk dibawa ke toko. Ia memberikan rumput hijau dan menyayanginya. Pedagang itu memiliki sebuah kandang yang dibangun di rumahnya. Kuda itu tinggal di sana.

Pada suatu hari Tikus itu berlari berkeliling-keliling. Ia memasuki kandang kuda. Kuda saat itu sedang mengangkut barang-barang. Tikus bermain di sana seharian. Tikus itu biasanya setiap hari melihat Kuda yang membawa barang-barang yang berat dan menyayangi atas ketidakberuntungannya. Pada suatu malam ketika Kuda itu kembali, benar-benar merasa sangat kelelahan. Pembantu pedagang itu melayani dengan memberikan makanan.

Sementara Kuda sedang makan, Tikus itu mendekatinya dan berkata, "Engkau binatang yang sangat besar dan harus bekerja dengan pedagang ini. Tidakkah engkau malu bekerja seperti budak? Lihatlah aku! Aku tidak sebagai budak. Aku berkelana kemana saja aku suka. Namun aku tidak bekerja untuk siapapun juga."

Kuda itu berkata, "Ini tidak benar. Aku bukan budak. Aku bekerja untuk majikanku sebab ia mencintaiku. Ia mengasihiku. Apakah ada orang yang menyayangimu? Engkau tidak diberikan makanan. Engkau mencuri makanan dari dapur dimana aku dilayani dengan baik di kandangku. Aku mencintai majikanku."

Tikus itu tertawa. Ia tidak setuju dengan pendapat Kuda. Ia berkata, "Engkau hidup dalam mimpi. Sesungguhnya majikanmu tidak menyayangimu. Ia menyayangi pekerjaanmu."

Kuda itu mengatakan, "Apapun alasanmu. Namun itu benar bahwa majikanku menyayangiku dan aku mencintai majikanku. Ini juga benar bahwa tak seorangpun menyayangimu. Sebaliknya ketika engkau tertangkap, mereka akan membunuhmu."

Tikus itu berkata, "Engkau tidak pernah memahami apa arti kebebasan." Dengan berkata begitu Tikus itu pergi dari sana. Pada suatu hari Tikus tidak ada yang dapat dimakannya. Ia telah berkeliling untuk mencari makanan. Ia menemukan sebuah baju di kamar. Ia menggigit dan merobeknya karena lapar. Ia duduk di pojok kamar dengan penuh kepuasan. Pedagang itu mengambil pakaian di kamarnya. Ia sungguh merasa geram melihat lubang besar di bajunya. Ia memerintahkan pembantunya untuk memasang perangkap Tikus di rumahnya. Tikus tidak sadar adanya perangkap.

Pada malam hari ketika Tikus melihat ada sepotong manisan di dalam perangkap, ia masuk ke dalamnya. Ia tertangkap. Keesokan harinya, pembantunya melihat seekor Tikus terperangkap dalam perangkap Tikus. Sementara pembantunya sedang mengeluarkan Tikus yang kena perangkap, Kuda itu melihatnya. Ia berkata, "Teman, tidakkah engkau sadar perbedaan antara engkau dan aku sekarang? Bila aku merasa melakukan kewajibanku untuk majikanku, majikanku juga melakukan kewajibannya kepadaku. Ia memberiku makan dengan cinta kasih, dan engkau dibuang keluar rumah hanya karena sepotong manisan. Aku sangat kasihan padamu."

Pembantu itu membawa perangkap Tikus ke jalan raya dan melepaskannya. Baru saja ia keluar dari perangkap, seekor Anjing melihatnya. Anjing itu memburu dan menangkap serta memakannya.

*Dikutip dari buku "101 Cerita Nenek" diterjemahkan oleh Made Aripta Wibawa, Paramita, Surabaya, hal. 87-89. Pic: Coiler




Tes Psikologi Seorang yang Workaholic

Pandangan mata tak bisa lepas dari ponsel pintar, selalu memeriksa email atau memantau pekerjaan. Tubuh memang sedang berada di rumah bersama buah hati, berbelanja di mal, atau mungkin makan malam dengan keluarga, tapi fokus pikiran siapa yang tahu.

Terdengar melelahkan atau menyedihkan? Tapi, bagi sebagian orang, kondisi tersebut adalah hal wajar. Justru, ketika mereka tak bisa mengetahui informasi terbaru soal pekerjaan, muncul kepanikan. Ini merupakan obsesi terhadap pekerjaan yang tanpa disadari sudah menjadi bentuk kecanduan.

Untuk mengetahui apakah seseorang termasuk workaholic atau kecanduan kerja, peneliti dari Norwegia dan Inggris mengembangkan sebuah metode. Metode yang diberi nama "Bergen Work Addiction Scale" ini berfungsi mengukur obsesi seseorang terhadap pekerjaannya.

Terdapat tujuh kriteria di dalamnya, yang bisa dites dengan menjawab pertanyaan. Jawaban pertanyaan, terdiri atas lima, yaitu "tidak pernah", "jarang", "kadang", "sering" dan "selalu".

"Dengan melakukan tes sendiri, pekerja bisa mengukur apakah dia bukan tipe orang yang kecanduan kerja, sedikit kecanduan kerja atau memang sangat kecanduan," kata Cecilie Schou Andreassen dari Fakultas Psikologi University of Bergen Andreassen, dikutip dari NY Daily News.

Penasaran seperti apa tesnya? Cukup jawab tujuh pertanyaan di bawah ini secara jujur, dengan kategori jawaban  "tidak pernah", "jarang", "kadang", "sering" atau "selalu".

1. Anda berpikir bagaimana agar bisa bekerja lebih lama?

2. Anda menghabiskan lebih banyak waktu untuk bekerja daripada yang seharusnya?

3. Anda bekerja untuk mengurangi perasaan khawatir, bersalah, tak bisa membantu atau depresi?

4. Anda pernah diperingatkan pasangan, sahabat, atau orang terdekat untuk mengurangi kesibukan, tapi tak pernah mendengarkannya?

5. Anda menjadi stres jika memiliki akses terbatas untuk bekerja?

6. Anda melupakan hobi, kesukaan atau waktu bersantai karena pekerjaan?

7. Anda sangat sibuk bekerja hingga mengalami masalah kesehatan?

Menurut penelitian, jika Anda menjawab "sering" atau "selalu" pada empat pertanyaan atau lebih, Anda dalam bahaya. Obsesi pada pekerjaan begitu tinggi, hingga membuat kecanduan dan memunculkan kepanikan dan stres saat tak bisa mengaksesnya.

 

Metode ini dikembangkan dengan melakukan penelitian pada 12.135 pekerja asal Norwegia yang tersebar di 25 negara. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Scandinavian Journal of Psychology ini, juga menemukan seseorang kecanduan kerja berisiko tinggi mengalami insomnia, stres, termasuk memunculkan konflik dalam keluarga.

Beberapa orang menganggap kalau tipe orang yang gila kerja ini akan dicintai atasan, karena loyalitas yang tinggi terhadap pekerjaan. Namun, faktanya, tak selalu demikian, jam kerja yang panjang justru jadi pertanyaan, apakah pekerjaan mereka cukup efektif.

"Bisa jadi karena mereka tak percaya dengan orang lain, hingga tak mau mendelegasikan pekerjaan. Kemungkinan lain, si pecandu kerja bukan orang yang bisa bekerja dalam tim atau tak memiliki kemampuan mengorganisasi pekerjaannya dengan baik," kata Bryan E Robinson, PhD, penulis buku Chained to the Desk: A Guidebook for Workaholics. 



Benarkah Pria-Wanita Bisa Berteman tanpa Asmara?

Masih ingat film When Harry Meet Sally yang dirilis pada 1989? Film yang dibintangi Meg Ryan itu bercerita tentang sepasang sahabat, Harry Burns dan Sally Albright. Awalnya mereka memang berteman, tapi kemudian keduanya memutuskan berciuman dan merencanakan pernikahan.

Pertanyaannya sekarang, apakah pria dan wanita bisa menjalin persahabatan tanpa dicampuri ketertarikan, rasa suka, atau asmara? Jawabannya, bisa. Tapi dengan beberapa syarat yang dikutip dari situs Your Tango ini.

1. Kalian berdua sudah memiliki pasangan. Syarat pertama ini sebisa mungkin dimiliki kedua belah pihak, baik si perempuan maupun lelakinya. Sebab, jika hanya satu saja yang sudah berpasangan, tidak menutup kemungkinan timbulnya asmara di antara keduanya. Tapi, kalau Anda berdua sudah memiliki gandengan, bisa dipastikan api asmara itu tak akan muncul. Sebab Anda dan dia mencintai orang lain.

2. Tidak ada chemistry. Chemistry atau daya tarik biasanya menjadi pangkal dari sebuah hubungan asmara. Bila tak ingin melanjutkan hubungan ke tingkat pacaran dengan si teman, Anda harus memastikan tidak tertarik dengannya. Kalau ada unsur kimia yang menarik Anda ke dia, meski hanya sedikit, kemungkinan besar api asmara itu akan muncul.

3. Anda berdua mencari tujuan lebih dari sekadar pacaran. Di masa lalu, lelaki dan perempuan yang menjalin hubungan asmara lebih suka melakukan segalanya bersama. Tapi kini, tidak semuanya begitu. Misalnya saja di dunia musik, ada pasangan Dave Stewart dan Annie Lennox yang sudah lama bersama. Tapi kedekatan mereka hanya sebatas pekerjaan. Tak ada kisah percintaan di antara mereka. Jika Anda memiliki tujuan yang sejenis, bukan mengejar asmara, maka pertemanan dengan lawan jenis sangat mungkin terjadi.

4. Anda dan si teman harus sejajar. Jika menjalin pertemanan dengan lawan jenis, ada baiknya tidak ada perbedaan mencolok. Misalnya posisi dalam pekerjaan, penghasilan, bakat, atau kemampuan khusus. Kalau ada, kemungkinan pertemanan itu tak bertahan lama. Sebab sifat dasar manusia akan cenderung rendah diri ketika ada yang lebih dari dirinya.

 

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23