10 Racun Mental Dalam Diri Manusia

Racun pertama: Menghindar
Gejalanya: Lari dari kenyataan, mengabaikan tanggung jawab, padahal dengan melarikan diri dari kenyataan, kita hanya akan mendapatkan kebahagiaan semu yang berlangsung sesaat.
Antibodinya: Realitas
Cara: Berhentilah menipu diri. Jangan terlalu serius dalam menghadapi masalah karena rumah sakit jiwa sudah dipenuhi pasien yang selalu mengikuti kesedihannya dan merasa lingkungannya menjadi sumber frustasi. Jadi, selesaikan setiap masalah yang dihadapi secara tuntas dan yakinilah bahwa segala sesuatu yang terbaik selalu harus diupayakan dengan keras.

Racun kedua: Ketakutan
Gejalanya: Tidak yakin diri, tegang, cemas yang antara lain bisa disebabkan kesulitan keuangan, konflik perkawinan, problem seksual, dll.
Antibodinya: Keberanian
Cara: Hindari menjadi sosok yang bergantung pada kecemasan. Ingatlah, 99% hal yang kita cemaskan tidak pernah terjadi. Keberanian adalah pertahanan diri paling ampuh. Gunakan analisis intelektual dan carilah solusi masalah melalui sikap mental yang benar. Keberanian merupakan proses reedukasi. Jadi, jangan segan mencari bantuan dari ahlinya, seperti psikiater atau psikolog.

Racun ketiga: Egoistis
Gejalanya: Materialistis, agresif, lebih suka meminta daripada memberi.
Antibodinya: Bersikap sosial
Cara: Jangan mengeksploitasi teman. Kebahagiaan akan diperoleh apabila kita dapat menolong orang lain. Perlu diketahui, orang yang tidak mengharapkan apapun dari orang lain adalah orang yang tidak pernah merasa dikecewakan.

Racun keempat: Stagnasi
Gejalanya: Berhenti satu fase, membuat diri kita merasa jenuh, bosan, dan tidak bahagia.
Antibodinya: Ambisi
Cara: Teruslah berkembang, artinya kita terus berambisi di masa depan kita. Kita kan menemukan kebahagiaan dalam gairah saat meraih ambisi kita tersebut.

Racun kelima: Rasa Rendah Diri
Gejalanya: Kehilangan keyakinan diri dan kepercayaan diri serta merasa tidak memiliki kemampuan bersaing.
Antibodinya: Keyakinan diri
Cara: Seseorang tidak akan menang bila sebelum berperang, yakin dirinya akan kalah. Bila kita yakin akan kemampuan kita, sebenarnya kita sudah mendapatkan separuh dari target yang ingin kita raih. Jadi, sukses berawal pada saat kita yakin bahwa kita mampu mencapainya.

Racun keenam: Narsistik
Gejalanya: Kompleks superioritas, terlampau sombong, kebanggaan diri palsu.
Antibodinya: Rendah hati
Cara: Orang yang sombong akan dengan mudah kehilangan teman, karena tanpa kehadiran teman, kita tidak akan bahagia. Hindari sikap sok tahu. Dengan rendah hati, kita akan dengan sendirinya mau mendengar orang lain sehingga peluang 50% sukses sudah kita raih.

Racun ketujuh: Mengasihani Diri
Gejalanya: Kebiasaan menarik perhatian, suasana yang dominan, murung, merasa menjadi orang termalang di dunia.
Antibodinya: Sublimasi
Cara: Jangan membuat diri menjadi neurotik, terpaku pada diri sendiri. Lupakan masalah diri dan hindari untuk berperilaku sentimentil dan terobsesi terhadap ketergantungan kepada orang lain.

Racun kedelapan: Sikap Bermalas-malasan
Gejalanya: Apatis, jenuh berlanjut, melamun, dan menghabiskan waktu dengan cara tidak produktif, merasa kesepian.
Antibodinya: Kerja
Cara: Buatlah diri kita untuk selalu mengikuti jadwal kerja yang sudah kita rencanakan sebelumnya dengan cara aktif bekerja. Hindari kecenderungan untuk membuat keberadaaan kita menjadi tidak berarti dan mengeluh tanpa henti.

Racun kesembilan: Sikap Tidak Toleran
Gejalanya: Pikiran picik, kebencian rasial yang picik, angkuh, antagonisme terhadap agama tertentu, prasangka religius.
Antibodinya: Kontrol diri
Cara: Tenangkan emosi kita melalui seni mengontrol diri. Amati mereka secara intelektual. Tingkatkan kadar toleransi kita. Ingat bahwa dunia diciptakan dan tercipta dengan keberagaman kultur dan agama.

Racun kesepuluh: Kebencian
Gejalanya: Keinginan balas dendam, kejam, bengis.
Antibodinya: Cinta kasih
Cara: Hilangkan rasa benci. Belajar memaafkan dan melupakan. Kebencian merupakan salah satu emosi negatif yang menjadi dasar dari rasa ketidakbahagiaan. Orang yang memiliki rasa benci biasanya juga membenci dirinya sendiri karena membenci orang lain. Satu-satunya yang dapat melenyapkan rasa benci adalah cinta. Cinta kasih merupakan kekuatan hakiki yang dapat dimiliki setiap orang.



10 Alasan Ini Memaksa Orang untuk Berbohong

Dapat dikatakan bahwa berbohong adalah, pada kenyataannya, merupakan kebutuhan dasar bagi eksistensi sosial.

Sebuah kebohongan dapat melayani banyak tujuan. Kami mengambil melihat pada alasan paling umum yang orang sering lakukan untuk berbohong.

1. Sekedar Basa-Basi

Dalam rangka mempertahankan kenikmatan dari setiap situasi sosial, orang harus berbohong. Pertanyaan seperti, "Bagaimana penampilanku, apakah saya terlihat gemuk?", atau,  "Apakah Anda menyukai hadiah saya?". Memaksa seseorang untuk melakukan kebohongan.

2.Untuk Menyelamatkan Muka/ Menyembunyikan Wajah Asli

Kau harus menerima bahwa ada kebenaran tertentu tentang orang yang terbaik disimpan tersembunyi. Adalah jauh lebih mudah untuk berbohong daripada berbagi kebenaran memalukan tentang diri sendiri.

3. Untuk Menghindari Keberpihakan

Persentase orang yang selalu pada siap untuk saling membantu cukup rendah. Sebagian besar penduduk hanya akan berbohong daripada benar-benar berguna bagi orang lain.

4. Untuk Menghindari Percakapan Panjang

Kadang kebenaran bisa mengundang wacana panjang saran yang tidak dibutuhkan, pertanyaan lebih lanjut atau kritik. Krisis waktu adalah universal untuk semua orang dan beberapa orang tidak memiliki pilihan lain selain berbohong untuk menghindari percakapan yang panjang.

5. Untuk Membanggakan Diri Sendiri

Meskipun kebohongan-kebohongan ini lebih atau kurang berbahaya, mereka terlalu umum. Beberapa orang memiliki kebutuhan untuk merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri yang mereka mencoba untuk cukup dengan mengecat gambaran yang lebih baik dari diri mereka sendiri di depan orang lain.

6. Mengharapkan Keuntungan

Bukan rahasia lagi bahwa setiap orang terletak sedikit dalam sebuah wawancara atau untuk mendapatkan wawancara. Iming-iming hal-hal duniawi lainnya dan manfaat juga dapat mendorong orang untuk berbohong.

7. Untuk Menghindar Hukuman

Hal ini tidak memerlukan penjelasan seperti yang kita semua berbohong kepada guru kita di sekolah untuk menghindari hukuman. Orang berbohong kepada atasan mereka, orang tua atau pasangan untuk menghindari segala bentuk hukuman atau denda dan segala bentuk resiko.

8. Untuk Penerimaan dalam Pergaulan

Kebutuhan sosial orang sering membuat mereka berbohong. Banyak orang menyerah terhadap tekanan teman sebaya dan mengarang kebohongan tentang diri mereka sendiri hanya untuk cocok lebih baik.

9. Untuk Pembuktian Diri

Beberapa orang bersikeras dengan mudah untuk berbohong hanya untuk membuktikan perkataan mereka. Kelompok ini bersikeras orang juga bisa dengan kreatif  ketika mengarang sebuah kebohongan.

10. Untuk Mempengaruhi (Opini Masyarakat)

Kebohongan dapat menjadi bagian kecil dari skema besar orang licik. Orang bisa sangat rumit dengan kebohongan dalam rangka untuk mengubah pendapat seseorang.

Berbohong adalah begitu umum bahwa beberapa orang bahkan berbohong hanya untuk kepentingan itu. Alasan untuk berbohong adalah sebagai besar sebagai imajinasi manusia dan daftar tidak ada mungkin dapat mencakup semua alasan yang manusia berbohong.





Mendeteksi Kebohongan Secara Akurat Lewat Bahasa Tubuh

Ingin menilai apakah seseorang berkata jujur atau tidak? Anda bisa melakukannya dalam hitungan detik. Menurut studi terbaru dari University of California, Berkeley, hanya dibutuhkan waktu 20 detik untuk menilai apakah lawan bicara atau orang asing di hadapan Anda dapat dipercaya atau gombal belaka.

Peneliti merekrut 24 pasangan dan meminta setiap orang untuk berbicara tentang saat-saat dimana mereka menderita. Sementara itu, kamera merekam reaksi lawan pembicara. Sebuah kelompok terpisah lalu mengamati rekaman video itu, dan mereka mampu mengidentifikasi reaksi palsu si lawan bicara dalam waktu 20 detik saja.

Setelah peneliti mengambil sampel DNA dari peserta riset itu, ternyata 60 persen peserta yang paling tidak dipercaya memiliki reseptor gen, GG genotipe, yang dapat mengontrol rasa peduli dan empati. Reseptor membantu mengatur tingkat oksitosin dalam tubuh, yang dikaitkan dengan perasaan kepercayaan, empati, dan kemurahan hati.

Reseptor ini mengatur level oxytocin di tubuh, yang menurut berbagai studi sebelumnya berhubungan dengan rasa percaya, empati, dan kemurahan hati. Demikian dijelaskan Alexsandr Kogan, Ph.D., peneliti post-doktoral di Universitas Toronto yang menjadi penulis utama dari hasil studi ini.
Di antara mereka yang dinilai paling dipercayai ketulusan responnya, 90 persen memiliki gen itu. Tapi, ditegaskan para peneliti, karena gen ini hanya berhubungan dengan persepsi ketulusan, ini tidak berarti bahwa Anda menjadi orang tidak simpatik jika tidak memilikinya. Para pengamat dapat memilah ketulusan dengan ketidakjujuran karena, kata Kogan, "Ada perilaku tertentu yang didapati merupakan sinyal rasa percaya dan dukungan."

Berikut 4 tanda perilaku itu: 

1. Perilaku tidak konsisten. "Jika biasanya seseorang sangat diam, dan tiba-tiba mereka menjadi sangat dinamis atau sebaliknya, ini menunjukkan pertanda ada yang disembunyikan," kata Marc Salem, Ph.D., seorang ahli psikologi perilaku.

Hal yang sama berlaku jika seseorang yang biasanya berbicara lancar dan cepat, tiba-tiba bicaranya jadi terpotong-potong atau terdengar berhati-hati. "Pergeseran merupakan tanda adanya kebohongan atau penipuan." 

Beberapa bahasa tubuh akurat untuk mendeteksi ketidakjujuran seseorang.

2. Tatapan mata. "Ketika orang berpikir atau merenung, wajar bila mereka memutus kontak mata dan melihat sekeliling," jelas Salem. Namun, jika pandangan seseorang terlalu konstan, baik saat mendengarkan atau saat mencoba mendapat kepercayaan, itu tanda ketidakjujuran.

3. Isyarat tubuh. Batuk, sering membersihkan tenggorokan, atau isyarat lain dengan menutup mulut dapat menunjukkan bahwa seseorang sedang mencoba untuk menyembunyikan sesuatu. Salem mengatakan, hal yang sama terjadi dengan bahu yang turun, atau pose membungkuk. "Itu tanda Anda harus berhati-hati, karena seseorang tidak membuka diri sepenuhnya."

4. Tersenyum cepat. Sebuah senyum memberi perubahan instan pada wajah seseorang, kata Salem. Mata yang berbinar, pipi dan alis akan terangkat seiring lengkungan di sudut bibir. Senyum ini biasanya berlangsung selama beberapa detik sebelum memudar. Salem mengingatkan, senyum palsu muncul dalam sekejap, dan menghilang dengan cepat.




Tes Kokology tentang Kepribadian Cinta

Jika di sebuah meja dihidangkan:

1. Es Krim
2. Susu
3. Permen
4. Cake
5. Mie
6. Pizza, dan
7. Air Putih

Mana yang kamu ambil lebih dulu?


(Jawablah dahulu, lihat jawabannya nanti saja...)







"Oke, sekarang katakan MANA yang kamu ambil lebih dulu?" 






Dan inilah arti dari jawaban kamu…

1. Es Krim: kamu mencintai seseorang hanya sementara dan bukan cinta sejati

2. Susu: kamu mencintai seseorang tulus dan putih

3. Permen: kamu mencintai seseorang karena tampan/cantik

4. Cake: kamu tak tulus mencintai dan ada orang lain yang kamu sayang selain dia

5. Mie: kamu mencintai untuk selamanya dan tulus

6. Pizza: kamu mencintai karena matrealitasnya

7. Air Putih: kamu mencintainya apa adanya, cintamu suci dan murni.

...Saya? 
Saya No. 7.





Psikologi dan Arti dari Warna-Warna

Ahli fisiologi dan psikologi menjelaskan ada empat warna primer: merah, hijau, kuning dan biru. Walaupun tidak diketahui secara pasti mengapa orang-orang menyukai warna dan kombinasi warna tertentu. Tetapi yang jelas, setiap warna mempunyai karakter atau sifat yang berbeda-beda. Bahkan sejak dahulu warna diketahui mempunyai pengaruh terhadap manusia, namun baru belakangan ini penggunaannya telah dimanfaatkan secara meluas dalam dunia otomotif, busana, permainan dan sebagainya.

MERAH

Warna ini melambangkan keadaan psikologi yang mengurangkan tenaga, mendorong makin cepatnya denyut nadi, menaikkan tekanan darah dan mempercepat pernafasan. Warna ini mempunyai pengaruh produktifitas, perjuangan, persaingan dan keberanian.

1.Merah Terang:
Warna ini melambangkan kekuatan kemauan atau cita-cita. Sifatnya: agresif, aktif, eksentrik. Pengaruhnya: berkemauan keras, penuh gairah, dominasi, jantan.

2.Merah Jambu:
Warna ini melambangkan romantisme, feminim. Warna ini mempunyai sifat menuntut dalam kepasrahan, menggemaskan dan jenaka.

Catatan: Warna Merah kadang berubah arti jika dikombinasikan dengan warna lain. Merah dikombinasikan dengan Hijau, maka akan menjadi simbol Natal. Merah jika dikombinasikan dengan Putih, akan mempunyai arti ‘bahagia’ di budaya Oriental

BIRU

Warna ini melambangkan ketenangan yang sempurna. Mempunyai kesan menenangkan pada tekanan darah, denyut nadi, dan tarikan nafas. Sementara semua menurun, mekanisme pertahanan tubuh membangun organisme.

1.Biru Tua:
Warna ini melambangkan perasaan yang mendalam. Sifatnya: konsentrasi, kooperatif, cerdas, perasa, integratif. Pengaruhnya: tenang, bijaksana, tidak mudah tersinggung, banyak teman.

2.Biru Muda:
Warna ini melambangkan kegigihan dari cita-cita. Sifatnya: bertahan, protektif, tidak berubah pikiran. Pengaruhnya: keras kepala, teguh, sering berbangga diri, berpendirian tetap.

Respon Psikologi: kepercayaan, konservatif, keamanan, teknologi, kebersihan, keteraturan.
Catatan: Banyak digunakan sebagai warna pada logo Bank di Amerika Serikat untuk memberikan kesan ‘kepercayaan.’

KUNING

Warna ini melambangkan kegembiraan. Warna ini mempunyai sifat: Leluasa dan santai, senang menunda-nunda masalah. Berubah-ubah tapi penuh harapan, mempunyai cita-cita setinggi langit dan semangatnya juga tinggi.

Kuning Terang:
Warna ini melambangkan sifat spontan yang eksentrik. Sifatnya: toleran, investigatif, menonjol. Pengaruhnya: berubah-ubah sikap, berpengharapan, dermawan, tidak mudah percaya.

Respon Psikologi: optimis, harapan, filosofis, ketidakjujuran, pengecut (untuk Budaya Barat), pengkhianatan.
Catatan: Kuning adalah warna keramat dalam agama Hindu

HIJAU

Warna ini melambangkan adanya suatu keinginan, ketabahan dan kekerasan hati. Mempunyai kepribadian yang keras dan berkuasa. Warna ini mempunyai sifat: meningkatkan rasa bangga, perasaan lebih superior dari yang lain. Orang yang menyukai warna ini umumnya senang dipuji, senang menasihati orang lain.

Respon Psikologi: alami, sehat, keberuntungan, pembaharuan.
Catatan: Warna Hijau tidak terlalu ’sukses’ untuk ukuran Global. Di Cina dan Perancis, kemasan dengan warna Hijau tidak begitu mendapat sambutan. Tetapi di Timur Tengah, warna Hijau sangat disukai.

ABU-ABU & HITAM


1. ABU-ABU:
Warna ini tidak menunjukkan arti yang jelas. Tidak terang dan sama sekali bebas dari kecenderungan psikologi. Warna ini cenderung netral.

Respon Psikologi: intelek, masa depan (seperti warna Milenium), kesederhanaan, kesedihan.
Catatan: Warna Abu-abu adalah warna yang paling gampang/mudah dilihat oleh mata.

2. HITAM:
Warna ini melambangkan kehidupan yang terhenti dan karenanya memberi kesan kehampaan, kematian, kegelapan, kebinasaan, kerusakan dan kepunahan.

COKLAT & UNGU

1. COKLAT:
Warna ini seringkali menunjukan ciri-ciri: suka merebut, tidak suka memberi hati, kurang toleran, pesimis terhadap kesejahteraan dan kebahagian masa depan.

Respon Psikologi: tanah/bumi, reliability, comfort, daya tahan.
Catatan: Kemasan makanan di Amerika sering memakai warna Coklat dan sangat sukses, tetapi di Kolumbia, warna Coklat untuk kemasan kurang begitu membawa hasil.

2. UNGU:
Warna ini adalah campuran warna merah dan biru yang melambangkan sifat Gempuran Keras yang dilambangkan oleh warna biru. Perpaduan antara keintiman dan erotis atau menjurus pengertian yang mendalam dan peka. Sifatnya sedikit kurang teliti tetapi selalu penuh harapan.

Respon Psikologi: spiritual, misteri, kebangsawanan, transformasi, kekasaran, keangkuhan.
Catatan: Warna Ungu sangat jarang ditemui di alam.




Jangan Mendengarkan Apa Kata 'Ayam'

Seorang petani menemukan sebutir telur elang di ladangnya. Telur itu lalu dibawa pulang. Bukan kebetulan ayamnya di rumah tengah mengerami telur, sehingga Pak Tani tadi menambahkan satu telur elang. Akhirnya telur ayam plus telur elang tadi menetas.

Hari demi hari anak-anak ayam dan anak elang tadi mulai berjalan-jalan melihat dunia luar dibawah asuhan induknya.

Suatu saat induk ayam berteriak, ”Hai anak-anakku, ayo cepat-cepat sembunyi di bawah pepohonan, ada burung elang yang jahat, suka makan bangsa ayam. Dia terbangnya sangat tinggi, namun dengan lincahnya tiba-tiba bisa menyambar kita semua yang berada jauh di daratan." Maka anak elang kecil itu pun bersembunyi bersama anak-anak ayam lain dan baru keluar meneruskan perjalanan setelah keadaan aman.

Lain hari, ketika anak-anak ayam berjalan dekat kolam, induknya memberi peringatan dan larangan. Jangan berjalan dekat kolam. Nanti kalau tercebur, kalian tidak bisa renang dan tidak bisa terbang. Kita ini bangsa ayam, harus bisa membawa diri. Jangan pergi jauh-jauh, karena banyak binatang lain yang akan menerkam kita. Kita tidak punya senjata untuk melawan musuh.

Bahkan manusia pun pura-pura sayang pada kita, padahal ujung-ujungnya pun kita disembelih, dimasak, lalu dimakan.

Pada suatu hari, anak elang tersebut melihat seekor elang yang dengan gagah terbang mengarungi angkasa. “Wow, luar biasa! Siapakah itu?”, katanya penuh kekaguman. “Itulah elang, raja segala burung!” sahut ayam di sekitarnya. “Kalau saja kita bisa terbang ya? Luar biasa!” Para ayam menjawab, “Ah, jangan mimpi! Dia makhluk angkasa, sedang kita hanya makhluk bumi. Kita hanya ayam!”
Demikianlah, elang itu makan, minum, menjalani hidup dan akhirnya mati sebagai ayam. Dia tidak pernah terbang ke angkasa melihat dan menikmati luasnya cakrawala karena dia merasa dirinya ayam. Dia tidak tahu dirinya Elang.

Dari cerita di atas dapat disimpulkan bahwa lingkunganlah yang mempengaruhi kita. Mungkin seperti itu kehidupan di sekitar kita, begitu banyak telur elang, namun ditetaskan, diasuh dan dibesarkan bersama kerumunan ‘ayam’...

Akibatnya kita tidak bisa memaksimalkan POTENSI TERBAIK KITA.

Pesan Moral: Ikutilah kata hati dan impian Anda, dan tidak perlu mendengarkan apapun kata 'ayam' itu.
 

Musuh Terbesar dan Menakutkan di Dunia adalah Diri Kita

INTROVERT

Introvert adalah keadaan atau sifat yang selalu menyendiri dan tidak mau bergaul dengan lingkungan sekitar, ini menyebabkan depresi tingkat berat dan cenderung memilih pergaulan yang salah, kesalahan introvertnya adalah karena tidak pernah sekalipun menjalani kehidupan diluar rumah.

Kehidupan bermasyarakat adalah tempat dimana kumpulan keluarga-keluarga membentuk suatu wilayah, harmonisasi yang ada di dalamnyalah yang kita sebut sebagai hubungan bermasyarakat. Namun banyak orang yang tidak bisa mengaplikasikan harmonisasi tersebut. Hmmm... mari saya elaborasi lebih jauh. Kehidupan bermasyarakat adalah sebuah keharusan bagi kita semua, kecuali anda tinggal di hutan dan hidup bersama hewan buas seperti Tarzan. Manusia tidak bisa hidup sendiri, saya tekankan lagi Manusia, sehebat dan setangguh apapun dia, tidak akan mampu hudup sendiri dan tidak akan mampu. Mengapa? Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain.

Persoalan yang terjadi saat ini, terutama yang saya lihat dari pengalaman saya yang hidup bermasyarakat di komplek-komplek. Para pemuda cenderung anti sosial dan tidak mampu membina hubungan bahkan dengan tetangganya sekalipun. Mereka hanya mampu menjalani pertemanan dengan lingkungan yang tidak bisa mereka rancang sendiri seperti sekolah, ya, di sekolah kita dipaksa berteman dengan teman sekelas, bukan lingkungan hasil rancangan dan kemauan kita sendiri. Apa akibatnya kita akan terbawa oleh arus lingkungan tersebut, sebagai contoh jika kita berteman dengan orang yang menggunakan narkoba kita akan tertular dan juga ikut-ikutan menjadi pengguna narkoba. Oleh karena itu memilih teman adalah sangat PENTING, karena merekalah atau lingkungan lah yang akan membentuk karakter diri kita.
"Bila berteman dengan tukang minyak wangi maka kecipratan wanginya. Bila berteman dengan tukang pandai besi kecipratan baunya." Aa Gym
Oleh karena itu perlu saya jelaskan pentingnya memilih dan membina hubungan dengan lingkungan sekitar agar kita tidak terjerumus tempat yang salah. Mungkin para orang tua mengatakannya sebagai "Pergaulan Bebas".

PUBLIC ENEMY

Mungkin dari judul diatas kita akan bingung, lantas siapakah yang harus kita jauhi atau siapakah PUBLIC ENEMY tersebut?

Public Enemy tersebut adalah kita yang tidak mampu mengambil peranan kita dalam masyarakat dan lebih cenderung introvert dan tidak mampu memilih siapa yang bisa dijadikan mentor dan siapa yang harus dijauhi, karena hanya mampu ikut-ikutan. Orang-orang seperti ini dalam tatanan masyarakat atau lingkungan sekitarnya akan banyak dibenci dan dianggap sampah masyarakat oleh karena itu kita sebut sebagai public enemy. Kalau masih ingat sekolah dulu figur orang yang paling banyak disuka adalah orang yang tersenyum dan berusaha bermanfaat pada siapapun, tidak pada orang-orang tertentu.

Oleh karena itu kita sangat perlu memilih teman yang bisa kita jadikan mentor atau teman yang hanya kita jadikan teman biasa saja, bukan maksudnya malah menjauhi orang-orang yang tidak kita senangi. Jika memilih teman yang buruk maka kita harus jaga jarak dan membatasi pergaulan dengannya agar tidak "tertular".

The LINK

Hubungan antara Introvert dan Public Enemies adalah sikap introvert yang salah akan menghasilkan Public Enemies tersebut. Oleh karena itu untuk menghindarinya coba hilangkanlah sikap menyendiri dan mulailah dunia baru. Sebagai motivasi akan coba berikan sedikit tips untuk ini:

1. Jika anda muslim cobalah untuk setiap hari usahakan sekali saja shalat di masjid dan sapalah setiap orang yang ada disana, jika ada pengajian ikutilah dan cobalah bergaul dan melihat teman baru disana.

2. Di kampus usahakan cari kenalan baru, cobalah ikuti organisasi kampus dan terjunlah sesuai bidang anda didalamnya. Sapalah setiap orang yang pernah anda kenal, jangan cuek dan pura-pura tidak tahu. Tersenyumlah dan coba katakan sesuatu misalnya, "Wah, elu yang kemaren ikut Ospek bareng gw ya? Sekarang dimana kelas lw?" atau "Hei? Gimana kabar lw?"

3. Cobalah cari sebuah organisasi atau group yang sesuai dengan hobi anda, seperti contoh anda hobi Komputer atau Motor, temukanlah dan berbagilah pengalaman dan kesukaan anda dengan mereka, anda pasti akrab.

4. Usahakan aktif dan re-aktif jangan menjadi pribadi yang pasif karena itu sangat mempengaruhi orang-orang disekitar anda dalam menyikapi anda.

5. Jangan ragu jika ingin berkenalan dengan seseorang yang anda kira sesuai denga tipe orang untuk dijadikan mentor, cobalah tanya nama dan hobinya mungkin akan cocok dengan anda.
“Happiness is something that multiplies when it is divided.” ― Paulo Coelho
"Kebahagiaan adalah sesuatu yang akan berlipat-lipat ketika dibagikan." ^^







12 Sifat Negatif Mayoritas Orang Indonesia Menurut Mochtar Lubis

Sifat-sifat negatif manusia Indonesia yang ditulis oleh Mochtar Lubis dalam bukunya “Manusia Indonesia Sebuah Pertanggungjawaban”, adalah sebagai berikut :

1. Hipokrit alias Munafik
Berpura-pura, lain di muka – lain di belakang, merupakan sebuah ciri utama manusia Indonesia sudah sejak lama, sejak mereka dipaksa oleh kekuatan-kekuatan dari luar untuk menyembunyikan apa yang sebenarnya dirasakannya atau dipikirkannya ataupun yang sebenarnya dikehendakinya, karena takut akan mendapat ganjaran yang membawa bencana bagi dirinya.

2. Segan dan Enggan Bertanggung Jawab
Atas perbuatannya, putusannya, kelakuannya, pikirannya, dan sebagainya.
“Bukan saya", adalah kalimat yang cukup populer di mulut manusia Indonesia. Atasan menggeser tanggung jawab tentang suatu kegagalan pada bawahannya, dan bawahannya menggesernya ke yang lebih bawah lagi, dan demikian seterusnya.

3. Berjiwa Feodal
Meskipun salah satu tujuan revolusi kemerdekaan Indonesia ialah untuk juga membebaskan manusia Indonesia dari feodalisme, tetapi feodalisme dalam bentuk-bentuk baru makin berkembang dalam diri dan masyarakat manusia Indonesia. Sikap-sikap feodalisme ini dapat kita lihat dalam tatacara upacara resmi kenegaraan, dalam hubungan-hubungan organisasi kepegawaian (umpamanya jelas dicerminkan dalam susunan kepemimpinan organisasi-organisasi isteri pegawai-pegawai negeri dan angkatan bersenjata), dalam pencalonan isteri pembesar negeri dalam daftar pemilihan umum. Isteri komandan, isteri menteri otomatis jadi ketua, bukan berdasar kecakapan dan bakat leadership-nya, atau pengetahuan dan pengalamannya atau perhatian dan pengabdiannya.

4. Masih Percaya Takhyul
Dulu, dan sekarang juga, masih ada yang demikian, manusia Indonesia percaya bahwa batu, gunung, pantai, sungai, danau, karang, pohon, patung, bangunan, keris, pisau, pedang, itu punya kekuataan gaib, keramat, dan manusia harus mengatur hubungan khusus dengan ini semua. Kepercayaan serupa ini membawa manusia Indonesia jadi tukang bikin lambang. Kita percaya pada jimat dan jampe. Untuk mengusir hantu kita memasang sajen dan bunga di empat sudut halaman, dan untuk menghindarkan naas atau mengelakkan bala, kita membuat tujuh macam kembang di tengah simpang empat. Kita mengarang mantera. Dengan jimat dan mantera kita merasa yakin telah berbuat yang tegas untuk menjamin keselamatan dan kebahagiaan atau kesehatan kita.

5. Artistik
Karena sifatnya yang memasang roh, sukma, jiwa, tuah dan kekuasaan pada segala benda alam di sekelilingnya, maka manusia Indonesia dekat pada alam. Dia hidup lebih banyak dengan naluri, dengan perasaannya, dengan perasan-perasaan sensuilnya, dan semua ini mengembangkan daya artistik yang besar dalam dirinya yang dituangkan dalam segala rupa ciptaan artistik dan kerajinan yang sangat indah-indah, dan serbaneka macamnya, variasinya, warna-warninya.

Foto ribuan cewek anak buah Ratu Prostitusi Yunita Keyko. Keyko diduga sebagai mucikari besar dengan 'ayam' atau gadis mencapai 2.600 orang. / merdeka.com
6. Watak yang Lemah
Karakter kurang kuat. Manusia Indonesia kurang dapat mempertahankan atau memperjuangkan keyakinannya. Dia mudah, apalagi jika dipaksa, dan demi untuk ’survive’ bersedia mengubah keyakinannya. Makanya kita dapat melihat gejala pelacuran intelektuil amat mudah terjadi dengan manusia Indonesia.

7. Tidak Hemat, Dia Bukan “Economic Animal”.
Malahan manusia Indonesia pandai mengeluarkan terlebih dahulu penghasilan yang belum diterimanya, atau yang akan diterimanya, atau yang tidak akan pernah diterimanya. Dia cenderung boros. Dia senang berpakaian bagus, memakai perhiasan, berpesta-pesta. Hari ini ciri manusia Indonesia menjelma dalam membangun rumah mewah, mobil mewah, pesta besar, hanya memakai barang buatan luar negeri, main golf, singkatnya segala apa yang serba mahal.

8. Lebih suka tidak bekerja keras, kecuali kalau terpaksa.
Gejalanya hari ini adalah cara-cara banyak orang ingin segera menjadi “miliuner seketika”, seperti orang Amerika membuat instant tea, atau dengan mudah mendapat gelar sarjana sampai memalsukan atau membeli gelar sarjana, supaya segera dapat pangkat, dan dari kedudukan berpangkat cepat bisa menjadi kaya.

9. Manusia Indonesia kini Tukang Menggerutu.
Tetapi menggerutunya tidak berani secara terbuka, hanya jika dia dalam rumahnya, atau antara kawan-kawannya yang sepaham atau sama perasaan dengan dia.

10. Cepat Cemburu dan Dengki
Terhadap orang lain yang dilihatnya lebih dari dia.

11. Manusia Indonesia juga dapat dikatakan manusia sok.
Kalau sudah berkuasa mudah mabuk berkuasa. Kalau kaya lalu mabuk harta, jadi rakus.

12. Manusia Indonesia juga manusia tukang tiru atau Plagiat.
Kepribadian kita sudah terlalu lemah. Kita tiru kulit-kulit luar yang mempesonakan kita. Banyak yang jadi koboi cengeng jika koboi-koboian lagi mode, jadi hipi cengeng jika sedang musim hipi.

"Stereotipe ini tentu saja tidak semuanya benar, namun tidak juga seluruhnya salah."



Manusia Indonesia

Pidato kebudayaan Mochtar Lubis (1977) di Taman Ismail Marzuki (TIM) diterbitkan menjadi buku berjudul Manusia Indonesia. Karena gaya dan sikapnya yang lugas dalam mengupas terutama sifat-sifat negatif orang Indonesia, buku ini menimbulkan pendapat pro dan kontra, selain membangkitkan pemikiran kritis tentang manusia Indonesia.

Sifat-sifat manusia Indonesia yang dimaksud ialah munafik, tidak mau bertanggungjawab, berperilaku feodal, percaya pada takhyul, berbakat seni, dan lemah karakternya. Stereotipe ini tentu saja tidak semuanya benar, namun tidak juga seluruhnya salah. Ketika reformasi sedang berkembang, sosok manusia Indonesia seperti dilukiskan di atas lebih kuat lagi aktualitas dan relevansinya. beberapa penyebabnya ialah pendidikan, sistem, dan struktur politik yang ikut mengentalkan sifat-sifat negatif tersebut. dari kedua sudut pandang tersebut, buku Manusia Indonesia menyajikan bahan dan permulaan kerangka yang berguna untuk membangun kembali manusia Indonesia yang sedang porak-poranda. (Yayasan Obor Indonesia)




 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23