"Si Jelek"

Semua orang di daerahku sudah tau siapa itu "Si Jelek""Si Jelek" adalah kucing liar yang berkeliaran di apartemen, "Si Jelek" menyukai tiga hal: berantem, makan-makanan sampah dan sesuatu yang sering kita lakukan "menyayangi" dan "mencintai".

"Si Jelek" hanya mempunyai satu mata, kupingnya selalu terluka setiap saat kulihat, terlihat kaki kirinya sudah terluka parah dan "Si Jelek" berjalan dengan tidak seimbang, selalu saja setiap jalan "Si Jelek" hanya mencari sudut jalan untuk beristirahat dan untuk membantu dia berjalan dengan baik. Ekornya dulu panjang dan cantik tapi sekarang ekornya terlihat banyak luka dan basah karena "Si Jelek" selalu jatuh ke air kotor.

"Si Jelek" mempunyai mata sipit dan selalu saja kotoran mata menutup matanya itu, setiap istirahat dia mencakar kotoran itu agar hilang dari matanya. Setiap kali orang melihat "Si Jelek" semua mempunyai reaksi yang sama "..ihhhhh itu Kucing Jelek".

Semua anak kecil dilarang untuk menyentuhnya karena orang dewasa melarang mereka, dan menjauhkan kucing itu dengan kaki besar mereka. Jika "Si Jelek" ingin datang ke rumah mereka mengusirnya, meludahi dan melukai lagi "Si Jelek" atau "Si Jelek" hanya diam di depan pintu rumah itu diam dan hanya melihat saja dari pintu, tanpa berani masuk ke dalam.

"Si Jelek" selalu mempunyai reaksi yang sama, jika kamu berniat menyiraminya dia akan tetap diam disitu sampai kamu menyerah dan berhenti melakukannya. Jika kamu melempari sesuatu ke "Si Jelek", dia hanya merunduk dan merasa bersalah. Suatu saat si Jelek melihat anak-anak bermain, "Si Jelek" hanya mengeong dan berlari ke arah anak-anak dan menggesekan kepalanya ke tangan si anak-anak dan berharap elusan dan "kasih sayang" dari anak-anak itu. Jika kamu pernah memeluknya dia akan menyusup pada tubuhmu menganggap bahwa kamu ibu-nya

Suatu hari "Si Jelek" mengelus dan bermanja ke tetangga, mereka tidak membalasnya dengan baik, dan si jelek selalu mendapat perlakuan buruk. Terdengar dekat rumah, saya mendengar suara "Si Jelek" berteriak dan saya berlari kearahnya dan berusaha mengobatinya, sejak saat itu saya hanya melihat "Si Jelek" terdiam dan tertidur di tempat itu. Suatu waktu saya melihat "Si Jelek" masih tertidur dan kepalanya bergerak melihat ke arahku, saya mendekatinnya dan saat itulah saat-saat "Si Jelek" akan mendekati ajalnya.

"Si Jelek" saya bungkus dengan plastik dan terlihat tangan dan kakinya keluar dari plastik tanpa tenaga, saya ambil dan saya bawa "Si Jelek" ke rumah saya, saya dapat mendengar suaranya yang kehabisan suara dan seperti sedang membisik dan merengek kecil, mungkin karena saya mengangkatnya dan itu membuatnya kesakitan.

"Si Jelek" (*its from /b/ 4 april 2008 when /b/ cried)

Saya dapat mendengar "Si Jelek" kesakitan, menderita dan suara sekaratnya terdengar jelas olehku. Saya angkat "Si Jelek" mendekatiku dia mengeluskan kepalanya kearah tanganku dan dia melihatku dengan pandangan emas sepertinya dia merasa kalau hanya akulah orang yang berada disisinya pada saat dia mati nanti. Walaupun dalam kedaan sakit si jelek yang mempunyai luka pada tubuhnya itu hanya berharap elusan dan kasih sayang yang kecil dan berharap ada yang memperhatikannya.

Pada saat itu saya mengetahui sesuatu bahwa "Si Jelek" adalah binatang paling cantik dan baik yang pernah saya lihat. Belum pernah dia mencoba menggigit atau mencakar ataupun mencoba menjauhiku atau berontak kepadaku. "Si Jelek" hanya melihatku mempercayaiku untuk menghilangkan rasa sakitnya itu.
"Pada saat itu saya mengetahui sesuatu bahwa "Si Jelek" adalah binatang paling cantik dan baik yang pernah saya lihat. Belum pernah dia mencoba menggigit atau mencakar ataupun mencoba menjauhiku atau berontak kepadaku. "Si Jelek" hanya melihatku, mempercayaiku untuk menghilangkan rasa sakitnya itu."

"Si Jelek" mati ditanganku sebelum dia bisa masuk ke rumahku, saya memegangnya erat untuk beberapa saat dan membayangkan seperti apa kehidupan "Si Jelek" selama ini yang berharap kasih sayang dan elusan dari setiap makhluk Tuhan lainnya, pada saat itu "Si Jelek" memberiku pelajaran melebihi ratusan buku dan segala apapun juga, dan saya akan selalu berterima kasih kepadanya.

Dia memiliki luka di luar, tapi saya memiliki luka di dalam dan saya mempelajari sesuatu untuk belajar mencintai, menghargai dan memberikan kasih sayang kepada orang-orang.


"Banyak orang yang berusaha untuk menjadi kaya, sukses, disukai ataupun keren tapi bagi saya. Saya hanya ingin menjadi si Jelek."



1 komentar:

Sabtu, 27 Oktober 2012 18.48.00 WIB Anonim mengatakan...

sediih...
hiks..hiks..hiks..
:'(

Poskan Komentar

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23