Didik, Pendidik, Pendidikan



Puisi "pendidikan" ini nampaknya sederhana, namun terdapat banyak hal-hal yang sebelumnya tidak terpikir oleh kita.
Dalam membaca puisi ini disarankan untuk tidak membaca sepintas saja, namun kadang diperlukan membaca beberapa kali sehingga pesan-pesan penting yang mampu memperbaiki kepribadian kita, dapat kita tangkap dengan baik.

Pendidikan. Pendidikan asalnya dari kata "didik". Didik berarti "memelihara dan memberi latihan tentang akhlak dan kecerdasan pikiran serta perasaan". Pendidikan berarti "proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan". Jadi, pendidikan itu suatu proses, suatu perbuatan, suatu cara mendidik

Memperbaiki kesalahan merupakan pendidikan
Melakukan kesalahan, juga pendidikan
Membiarkan kesalahan, juga pendidikan
Membenarkan kesalahan, juga pendidikan
Menyalahkan kebenaran, ... kadang-kadang juga pendidikan

Menghukum yang salah adalah pendidikan
Menghukum yang benar, juga pendidikan
Memuji yang benar adalah pendidikan
Memuji yang salah, juga pendidikan
Memperbaiki sesuatu adalah pendidikan
Merusak sesuatu,... kadang-kadang juga pendidikan

Ada lima hal yang sangat penting
Pertama, pendidikan itu untuk siapa? untuk apa?
Kedua, pendidikan itu dari siapa?
Ketiga, mengapa diberikan, diterima, dan diperlukan?
Keempat, kapan itu diberikan, diterima, dan dibutuhkan?
Kelima, bagaimana memberikan dan menerimanya?

Mana yang lebih baik, mendidik ataukah dididik
Mana yang lebih baik, pendidik ataukah terdidik

Jarang yang menyadari...
Seseorang yang sedang mendidik, saat itu juga sedang dididik
Seseorang yang sedang dididik, saat itu juga sedang mendidik
Jadi... seorang pendidik sebenarnya juga seorang yang dididik
Dan... seorang yang dididik, tanpa sadar sebenarnya juga seorang pendidik



Oleh : Indragung Priyambodo, 1999
"Semi puisi" yang ditulis Indragung Priyambodo tahun 1999 saat masih menjadi dosen di Jayabaya.

*http://www.facebook.com/note.php?note_id=205566375033
.
.

4 komentar:

Sabtu, 01 September 2012 06.10.00 WIB Anonim mengatakan...

Mantap sekali, iya benar ... bacanya memang harus pelan-pelan.
Terima kasih telah menyadarkan saya.
Salam,
Joko

Sabtu, 07 Desember 2013 15.07.00 WIB Anonim mengatakan...

Terima kasih pencerahannya
Memang benar, dan saya baru menyadari
Saat kita mendidik orang lain, ternyata saat itu juga kita dididik orang tsb, ha ha ha ... iya bener ... memang begitu yg terjadi.

Rabu, 12 Februari 2014 03.19.00 WIB Anonim mengatakan...

thanks atas puisinya ...
bener, bacanya harus beberapa kali baru "ngeh" beneran
ternyata semua yg terjadi sebenarnya untuk mendidik kita semua ... sepanjang kita berusaha memahaminya.
sekali lagi, thanks
anita

Selasa, 18 Agustus 2015 12.40.00 WIB Anonim mengatakan...

Puisi ini sebaiknya diterapkan untuk Revolusi Mental Bangsa Indonesia.
Matur Nuwun

Poskan Komentar

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23