Cermin Tidak Pernah Berbohong



Wahai cermin...

Tahukah kau, siapakah diriku sebenarnya yang sekarang, dan siapa kau ini...??

Tahukah kau, siapakah dirimu sebenarnya yang sekarang, dan siapa aku ini...??

Tidakkah kau membenci dirimu yang sekarang??

Aku benci diriku yang sekarang. 

("Hahaha...")
("Janganlah kamu melihatku...")
("Bukankah aku telah memberimu topeng yang cantik, kostum yang indah?! Percuma saja, untuk apa kau bercermin lagi haha...??")

Tahukah kau, kau sudah mengkhianatiku?!

("Hahaha...")
("Bukankah ini gambaran yang kau inginkan?! Tanpa topeng, di mana kau akan bersembunyi?")

Tidak akan lagi, pendusta!
Kau hanya sesatkan aku dalam dustamu, palsumu!

Aku tahu yang sebenarnya sekarang!
Aku tahu siapa dirimu sebenarnya!
Dan aku membencimu!

("Hahaha...")
("Cermin tidak pernah berbohong. Ingatlah kata-kata itu, ingatlah pada dirimu sendiri, bagaimana kau terus membodohi orang lain setiap hari. Sampai waktu terus berlalu, tidak terasa lamanya. Tapi, meskipun begitu sampai kapanpun dirimu bisa menipu orang lain, sampai kapanpun juga kau tidak akan pernah bisa membohongi dirimu sendiri. Kau tahu siapa dirimu sebenar-benarnya...")

("Bukankah kau sendiri yang berusaha membohongi dirimu sendiri, dengan terus bedusta dan berpura-pura...")
 .........................
  
 ***

Ini tentang siapa saja. Siapa saja yang mengkhianati siapa saja. Siapa saja yang membenci siapa saja. Siapa saja yang palsu dan penuh kepura-puraan. :D

Untuk 'siapa saja', siapa saja yang telah menipu kita semua.  ^^


.
.
.
.

I'm Muslimah and Very Happy

Bagaimana tidak bahagia, kalau dengan kemuslimahan ini kami masih tetap bisa melakukan banyak hal tanpa perlu melanggar aturan-Nya. Bagaimana tidak bahagia, kalau dengan kemuslimahan ini kami menjadi lebih baik dari hari ke hari dalam ketaatan karena-Nya. Dan bagaimana kami tidak bahagia, karena semakin kami bangga dengan kemuslimahan ini, maka semakin Allah menyayangi kami.

Tahukah engkau apa artinya jika Allah telah sayang pada seseorang? Mari kita dengar firman-Nya dalam sebuah hadits qudsi :

Berkata Abu Hurairah RA bahwasanya Nabi SAW bersabda :

Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia Ta’ala memanggil Jibril AS seraya berfirman :

"Sesungguhnya Aku mencintai si Fulan maka cintailah dia.”
Beliau SAW kemudian bersabda :

Maka Jibril AS pun mencintainya. Kemudian Jibril memanggil terhadap penghuni langit : 'Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah ia.’ Maka seluruh penghuni langit mencintainya. Kemudian di bumi ia diterima.

Apabila Allah membenci seorang hamba, maka Dia Ta’ala memanggil Jibril AS seraya berfirman :

"Sesungguhnya Aku membenci si Fulan, maka bencilah ia."

Lalu ia dibenci oleh Jibril AS. Kemudian Jibril AS memanggil penghuni langit : ‘Sesungguhnya Allah membenci Fulan, maka bencilah kamu sekalian terhadapnya.'

Kemudian Beliau SAW bersabda : Kemudian ia di bumi dibenci oleh orang-orang.

[HQ. 3.5 Ditakhrijkan oleh Al-Bukhari, Muslim] [MZ74-79]



Lalu, apa lagi yang kurang dalam hidup ini jika Allah SWT, para malaikat, penghuni langit, dan penghuni bumi sedemikian istimewa menempatkan kita? Yakinlah, kita tak kan pernah merasa sendiri meski sedang seorang diri.

Akan selalu ada kebaikan dalam kebaikan tercipta, karena memang demikianlah keberkahan hidup terengkuh. Dan pastinya berbeda sekali dengan kedudukan orang kedua dalam hadits tersebut, dimana pasti menjadi pilihan berikutnya jika tak memilih pilihan sebelumnya, yaitu menjadi seseorang yang dicintai Allah SWT.

Jika jelas demikian, lalu alasan apa yang masih membuat sebagian dari kita enggan hidup dengan kemuslimahan ini?

Apa? Jadi muslimah itu ribet?

Apakah yang kau anggap ribet itu mengenakan kain penutup kepala yang lebar hingga menjuntai ke dada? Sementara itu adalah penjagaan terbaik dari Allah yang disebut hijab. Yang maknanya lebih dari sekedar kain penutup kepala. Yang dengannya engkau tak hanya aman, namun juga mengamankan mata dari yang bukan haknya.

Apakah yang kau sebut ribet itu harus memakai pakaian panjang longgar dan tidak transparan? Sementara justru itulah letak harga diri fisikmu. Pun demikian, kau juga aman dan mengamankan syahwat para lelaki tak kuat iman. Itulah yang disebut langkah preventif dari pintu perzinahan, terlebih (na’udzubillahi min dzalik) pemerkosaan.

Kalaupun toh memang ribet, hanya seribet itu kan? Ribet yang tak'kan membuat hidupmu sengsara. Sedikit kepanasan bukan masalah besar, toh akan menjadi sangat biasa jika kau mengenakannya tiap hari.

Ah, jika kita bicara ribet, bukankah shalat lima waktu itu lebih ribet dari pada yang “sembahyang” sepekan sekali? Jangan-jangan kau mengatakan shalat lima waktu juga ribet? Ups, maaf… bukan bermaksud su’udzan, hanya selintas pikiran yang tiba-tiba muncul sebagai bahan perbandingan.

***

Apa? Jadi muslimah itu sulit?

Hei, jangan membuatku tertawa. Bukannya justru sangat simple dan sangat nyaman dengan apa yang ada. Tidak perlu punya se-tas make-up tuk memoles wajah agar tetap terlihat cantik menarik, toh wanita bukanlah benda pajangan yang harus menarik perhatian. Kita sedang tidak jualan diri kawan! Tapi kita sedang hidup dengan akal, hati, dan jasad kita sebagai manusia yang bemartabat.

Muslimah tidak perlu update fashion hanya agar tidak dibilang kampungan dan ketinggalan jaman. Karena pakaian takwa ini adalah model yang tidak pernah lekang dimakan jaman. Akan tetap seperti ini dari dulu dan sampai kapanpun. Kenapa bisa demikian? Karena acuan syarat pakaian takwa ini sudah dipatenkan langsung dari yang menciptakan jaman, yang tentu saja lebih tahu tentang perkembangan jaman. Acuan syarat yang jauh lebih valid dan sempurna, karena juga diperhatikan efek samping untuk diri sendiri maupun untuk orang di sekitar.

Jadi, apanya yang sulit? Oh, apakah tidak bersentuhannya dengan lawan jenis yang bukan mahram, meskipun hanya berjabat tangan itu yang disebut sulit? Ketahuilah, bahwa justru itulah bagian dari istimewanya muslimah. Tak disentuh selain pada yang sudah berhak. Dengan garis jelas antara haram dan halal.

Dan siapa bilang sulit? Hanya perlu sedikit bersiasat agar tetap aman dan nyaman. Misalnya engkau hanya perlu menelangkupkan kedua tangan di depan dada, sedikit tersenyum sambil berucap, “Maaf, saya sudah wudhu.” kalau ketemu lawan dan suasana yang tidak kondusif untuk menjelaskan bahwa memang selain mahram dilarang bersentuhan. Karena tidak bisa dipungkiri masih banyak yang “belum bisa menerima” bahkan ada yang belum mengerti tentang hukum yang satu ini, dimana pernah dikisahkan bahwa Nabi SAW lebih memilih ditusuk dengan besi panas dari pada menyentuh wanita yang bukan mahram.

Dan ini sedang tidak berbohong, karena kalimat bentuk lampaunya tidak menjelaskan kapan waktu wudhunya, “sudah wudhu” bisa berdurasi sejam yang lalu, sehari yang lalu, seminggu yang lalu, sebulan yang lalu, atau kalau perlu setahun yang lalu. Jadi, kalau masih juga bilang sulit, itu tandanya sih kurang kreatif saja kali ya?

***

Apa? Jadi muslimah itu kudu pinter ngaji? Banyak tahu tentang hukum agama? Tidak boleh tertawa cekakan? Tidak boleh teriak-teriak? Tidak boleh jutek? Tidak boleh bla, bla, bla…

Ayolah kawan, jangan lagi cari alasan, karena semakin banyak alasan semakin menunjukkan kualitas diri, pun semakin menunjukkan kesalahan. Semuanya ada awal mulanya, semua ada proses dan alurnya. Engkau hanya perlu satu kata kunci sukses menjadi muslimah, yaitu taat. Bahasa Al-Qur’an-nya sih sami’na wa atha’na. Karena demikianlah sikap dan sifat para sahabat/sahabiyah dahulu ketika menerima ketentuan syari’at dari untaian tutur sang Nabi SAW.



Taatlah niscaya akan bahagia. Bukan bahagia yang semu, bukan bahagia yang dibayangi kekhawatiran takut kehilangan kebahagiaan itu sendiri. Tapi ini bahagia yang menghujam ke dasar kalbu. Bahagia yang membahagiakan. Karena hanya ada kata sabar dan syukur di dalamnya, yang bermula dari rasa yang sama; percaya akan kebaikan-kebaikan di setiap takdir-Nya. Tak ada umpatan, keluhan, apalagi penyesalan tentang kehidupan.

Jadi jika demikian tentang kebahagian itu, maka kamilah yang paling lantang berkata, “I’m muslimah and very happy.”

***

RF_Hayuh… Tunjukkan kemuslimahanmu…
Tetap survive untuk rentang waktu yang pajang dan melelahkan, dalam batasan usia kita. Karena memang, ya, kita sedang menapaki jalan terjal dan berliku, penuh onak duri.

Kiriman: Rifatul Farida

Foto-foto: Syarifah Aulia Fitri Alaydrus (Sroy Alaydrus)*

*)Sroy adalah Pemenang Favorit Muslimah Beauty 2011. Gadis asal Aceh yang akrab disapa Oya atau Sroy di dunia maya yang ikut serta dalam ajang pemilihan wanita muslimah pertama di dunia ’Muslimah Beauty 2011′. Sroy terpilih sebagai muslimah favorit versi polling Detik Forum, pada 14 September 2011 lalu di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta.
.
.


Anak Lelaki dan Pohon Apel (Kisah Pengorbanan Orang Tua untuk Anaknya)



Dahulu kala, hiduplah sebatang pohon apel besar dan seorang anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh menjadi pria dewasa dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel.

Wajahnya tampak sedih.

“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.
“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi.” jawab anak itu.
“Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”
Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”

Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi.

Pohon apel itu kembali sedih. 

Suatu hari, anak kecil yang sekarang berubah menjadi seorang pria dewasa itu kembali. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.

“Ayo bermain-main denganku lagi.” kata pohon apel.
“Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu.
“Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?”
“Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu.” kata pohon apel.

Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.

Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi.

Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu hari di musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.

“Ayo bermain-main lagi denganku.” kata pohon apel..
“Aku sedih,” kata pria itu.
“Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”
“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.”

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, pria itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.

“Maaf anakku,” kata pohon apel itu.
“Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.”
“Tak apa.. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu.” jawab pria itu.
“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat.” kata pohon apel.
“Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu.” jawab pria itu lagi.
“Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini.” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang.” kata pria itu.
“Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.”
“Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Kemari, berbaringlah dipelukkan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”

Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

*ezsoftech.com


Ini adalah cerita tentang (pengorbanan orang tua untuk anak-anaknya) kita semua. Pohon apel itu ibaratnya seperti orang tua kita. Ketika kita masih muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Seringkah kita memikirkan mereka saat ketika semuanya berjalan menyenangkan dan indah ada dalam hidup kita?

Tak peduli apapun juga, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan segala apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.

Kita mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak kejam pada pohon apel itu, tetapi begitulah gambaran kita bagaimana cara kita memperlakukan orang tua kita. Kita sering menyepelekan dan menganggap itu semua hal yang biasa saja, kita jarang sekali menghargai kasih sayang dan perhatian yang mereka berikan kepada kita, sampai pada akhirnya semua sudah terlambat.
.
.

Kepada Allah, Sang Pembalut Lukaku



Kucoba hilangkan pedih ini

Justru lebih rasa sakit yang kudapat

Dan sekarang aku sekarat

Aku menyesal...

Aku menyesal mengkhianati-Mu dalam dosa

Sekarang diri hamba-Mu ini sekarat...

Meratap dalam doa...

...........................

........dan berdarah

YA ALLAH!
Apakah diri ini terlalu sesat untuk Kau selamatkan?
Terlalu sesatkah hamba-Mu ini, Ya Allah?

Ya Allah, Pemilik Hidupku
Kembalilah, selamatkan diri hamba-Mu ini

Apakah Engkau telah melupakan hamba-Mu ini?
Yang telah lama hilang dan jauh

Kelakkah Kau menerima hamba-Mu ini di sisi-Mu
Atau sekedar terlupakan?

Sekarang diri ini benar-benar sekarat
Hanya terus berdoa

Ku berdarah... 

(dan kuteriakkan nama-Mu)

YA ALLAH!
Apakah hamba-Mu ini terlalu sesat untuk Kau ampuni?
Terlalu sesatkah diri ini, Ya Allah?

Kembalilah, selamatkanlah diri hamba-Mu ini

(di ujung maut) 

Ya Allah, Pemilik Hidupku...

Kembalilah, selamatkan diri hamba-Mu ini

Kembalilah, selamatkan aku...

Lukaku sudah seperti ratapan yang mengharap makam

Jiwaku meratapkan kebebasan yang tak berujung

Akankah kelak Kau menerima hamba-Mu ini di sisi-Mu...

Ya Allahku?

..................................Engkau Allah Pemilik Hidupku........




“Saya diserang rasa gelisah, seperti rasa panik yang menyerang dan saya terus menangis.”

“Engkau pernah merasakan damai itu. Apa yang kamu lakukan sekarang? Mengapa kamu pergi begitu jauh?”

“Allah menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka.”

Diary Bunuh Diri Seorang Gadis


Kisah sebuah buku harian yang menunjukan seorang gadis remaja yang mengalami penolakan diri dan tragedi dalam keluarganya sebelum kemudian memutuskan untuk melakukan bunuh diri.

                                                                                   SAD STORY

Beberapa tahun yang lalu, seorang gadis berumur lima belas tahun bernama Lisa Marie meninggal dengan cara gantung diri di rumahnya. Dia seorang gadis yang sebetulnya sangat manis, dan tinggal di Michigan. Lima hari setelah kematiannya, ibunya menemukan buku hariannya di kamarnya. Ibunya ingin mengetahui mengapa Lisa memutuskan untuk bunuh diri, menggantung diri. Berikut adalah isi buku harian tersebut :

7 November 1999

Dear Diary, hari ini adalah hari pertama saya masuk sekolah di Michigan. Ketika saya berjalan di kelas beberapa orang murid meludah di depan saya, dan menyebut saya orang yang aneh. Inilah awal dari hari yang buruk. Kemudian beberapa murid cewek populer mendatangi saya dan memperkenalkan diri mereka. Mereka mengatakan bahwa saya adalah hal terburuk yang pernah mereka lihat, dan saya mulai menangis.

Saya lalu pulang ke rumah dan Jake menelepon saya. Saya pikir hari ini akan menjadi lebih baik. Namun dia mengatakan bahwa hubungan jarak jauh tidak akan pernah bisa bertahan. Sekarang dia tinggal di California, saya pindah ke Michigan.

Lalu saya katakan bahwa saya mencintainya dan rindu padanya. Tetapi dia mengakui bahwa satu-satunya alasan dia berpacaran dengan saya adalah karena hanya sekedar main-main, dan karena ditantang teman-temannya. Lalu dia mencampakkan saya, padahal kami sudah berpacaran selama dua setengah tahun!

9 November 1999

Hari ini sedikit lebih baik. Tahukah kau diary, saya sungguh merindukan Jake!!!! Tapi dia mengganti nomor teleponnya jadi saya tidak bisa menghubunginya. Tapi hari ini seorang cowok paling populer akan mengajak saya ke pesta dansa! Kemudian cewek-cewek populer yang kemarin mengolok-olok saya mengajak saya makan siang bersama. Wow, sungguh keren!

10 November 1999

Saya sedang menangis sekarang... Ternyata cowok populer itu brengsek. Di acara pesta dansa itu dia melayangkan pukulannya pada saya, dan cewek-cewek itu mengoyak baju saya. Semua orang menertawakan saya.

Lalu nenek memberitahu bahwa papa dan mama mendapat kecelakaan mobil pagi hari ini di tempat kerja. Mereka dalam kondisi kritis, mereka mungkin meninggal. Saya tidak sanggup menulis lagi.

11 November 1999

Hari ini Sabtu... tapi saya dan nenek berada di rumah sakit sepanjang malam. Papa meninggal pagi ini. Mama selamat, tapi dia mengalami lumpuh seumur hidup. Rasanya ingin mati juga saat itu, saat kami di RS baru mengetahui juga bahwa nenek terserang kanker perut dan harus segera dikemoterapi.

Saya masih tidak percaya Papa sudah meninggal. Saat inilah sepanjang hidup, saya merasakan benar-benar menangis sedih berkepanjangan. Saya sudah capek menangis. Saya shock. Saya tidak sanggup menulis... saya terlalu letih. Saya butuh tidur.

12 November 1999

Saya tidak percaya Papa meninggal! Tidak mungkin!

Ini semua hanya mimpi. Hidup saya sempurna. Jake masih mencintai saya. Saya hampir tidak bisa menulis lagi. Saya sudah menangis terlalu lama dan banyak. Saya ingin mati. Tolong bawalah saya. Selamat tinggal...

________________________________

Suatu hari kemudian, Lisa ditemukan tewas di gudang bawah tanahnya. Dia menggantung diri dengan tali berwarna kuning. Saya ibunya. Nama saya Maranda Gonzalez.

Saya menulis email ini agar orang lain tidak mengalami apa yang dialami oleh anak saya. Tidak ada seorangpun yang pantas mendapatkan hal seperti itu. 

Ingatlah bahwa setiap orang membutuhkan cinta. Setiap orang membutuhkan untuk dipeluk di hari-hari dalam kehidupannya. Tidak seorangpun pantas mendapat cemooh, dan terhina. Tiada seorangpun yang pantas mati seperti apa yang Lisa lakukan.

Kalian semua janganlah seperti gadis-gadis populer itu, yang merasa lebih baik dengan cara mempermainkan perasaan orang lain hanya untuk kesenangan mereka sendiri. Tolong jangan menjadikan pesta-pesta dansa mengerikan semacam itu hanya untuk membuat seseorang menangis sedih.

Dan sekarang, dengan segala hormat saya berharap anda membagikan kisah saya ini kepada siapapun sebanyak yang anda pikirkan bisa. Berharap semua orang mengetahuinya dan semoga mereka tidak menjadi seorang yang jahat. 

Terima kasih.

***


"Tidak ada seorang pun di dunia ini yang pantas diejek dan dihina atau disingkirkan, karena keberadaan kita lahir didunia adalah pemberian Tuhan semata dan bukan suatu pilihan yang bisa kita pilih."

 .
.


Saat Kau Merasa Sangat Begitu Lelah...


Ketika kau lelah... Saat ragamu lelah, maka bersyukurlah bahwa sehari ini kau telah berbuat banyak untuk dirimu dan keluargamu. Kau membahagiakan mereka, kau menenangkan mereka dengan hasil jerih payahmu yang melelahkan, maka tercukupilah kebutuhan mereka. Lihatlah betapa kehadiranmu memang memang pantas untuk di syukuri oleh sekitarmu, maka bersyukurlah atas karunia dari Tuhanmu yang menjadikanmu pantas untuk menjadi yang dibanggakan. 

Saat lidahmu lelah, maka diamlah. Mungkin dia terlalu capek atas huruf-huruf dusta yang terpaksa dilakoninya atas perintah kepentinganmu. Atau mungkin dia terlalu bosan dengan kata- kta bijak yang kau keluarkan namun ternyata tidak selaras dengan kenyataan yang kau wujudkan. Atau dia terlalu rindu dengan kalimat- kalimat mulia yang menjadikan lidahmu sendiri itu sebagai pembelamu saat nanti kalian berada dipengadilan Allah.


(Photo: Fog City Productions/Jupiterimages)
Saat matamu lelah, maka pejamkan dan istirahatkanlah dia. Rasakanlah betapa kekhasan dari sebuah nikmat itu memang tengah menaungimu lewat indahnya memiliki sebuah pandangan. Maka jangan jadikan dia lelah karena terus menerus menjadi salah satu donatur dosa yang justru menggiringmu ke neraka. Dan jangan jadikan dia lelah karena terus menerus kau paksa untuk tetap terjaga mengikuti ambisimu dalam menggenggam dunia. Sadarilah kerinduannya akan sebuah keteduhan yang diingankannya sebagai salah satu cabang dari cerminan hatimu. Penuhilah keinginannya untuk lebih ringan dalam memandang sebuah bentuk dari egomu.



Saat kakimu lelah, maka nyamankan dia. Nyamankan dengan berhenti untuk tetap berdiri dalam sebuah kemaksiatan. Bahkan kakipun juga adalah prajurit dari sebuah hatimu sendiri. Dia juga merupakan karunia nikmat dari Allah, tapi juga bisa menjadi korban dari nafsumu jika kau tidak baik-baik menjaganya. Istirahatkan dia dari langkah yang terus menerus demi memenuhi hasrat pikiran dan kemauan ambisimu.



Saat hatimu lelah, istrirahatlah sebentar untuknya. Mungkin kepentingan duniawimu sudah terlalu menyesakkan dada sedang naluri ruhiyahmu sudah terlalu lapar dan meminta disegerakan atas pemenuhan haknya. Maka berhentilah sebentar, dan berilah jeda waktu untuknya. Biarkan manusiawi sebuah hatimu itu bertemu dengan Yang Menciptakannya. Biarkan rongga kosong itu terpenuhi oleh kebutuhan akan kedekatan dengan Tuhannya. Biarkan dia belajar untuk menginsyafkan kembali prajurit indrawinya yang mungkin masih masih bandel untuk berada dalam kebaikan. Biarkan sebentar dia menjadi penyaring untuk membedakan yang benar dan salah. Dan biarkan lebih lama dia menuntunmu untuk menyegarkan dan menyemangatimu kembali, sehinga keluhan dan kelelahanmu bisa diselesaikan olehnya. 

Saat kau telah begitu lelah... beristigfarlah atas apa yang telah membuatmu seperti itu dan kemudian istirahatkan kelelahanmu, selanjutnya serahkan urusanmu kepada yang Maha Terjaga, Allah Subhanahu Wata'la.

*Syahidah/Voa-islam.com

.
.

Keistimewaan Wanita di Mata Islam


Berbekal pengetahuan tentang Islam yang tipis, tak sedikit kalangan yang dengan lancangnya menghakimi agama ini, untuk kemudian menelorkan kesimpulan-kesimpulan tak berdasar yang menyudutkan Islam. Salah satunya, Islam dianggap merendahkan wanita atau dalam ungkapan sekarang ‘bias jender’. Benarkah?

Wanita adalah makhluk yang tercipta dengan penuh kelembutan, kasih sayang, serta makhluk pemilik keanggunan. Allah telah menciptakan wanita dari tulang rusuk pria, yang begitu dekat dengan hati dan juga berdekatan dengan lengan, sehingga wanita begitu mudah dicintai dan juga selalu dalam perlindungan. Cinta dan perlindungan inilah hal yang sepatutnya diperoleh wanita dan menjadikan hak yang amat dasar. Akan tetapi , seringkali hak ini tidak didapatkan oleh kaum wanita dan justru sebaliknya, yang diperoleh adalah sikap kasar dan perlakuan yang tidak adil.

Dari masa ke masa, perlakuan yang diskriminatif dan nasib yang memilukan dialami oleh kaum wanita. Sebelum kedatangan Islam, hampir semua bangsa dan agama menghinakan kaum wanita.
  • Kalangan Yahudi menganggap wanita sebagai pembawa kesialan dan dosa karena telah menggelincirkan Nabi Adam.
  • Kaum Nasrani menganggap wanita sebagai sumber kejahatan, sehingga para pendeta tidak boleh menikah. Masyarakat
  • Hindu bahkan menganggap bahwa waita yang ditinggal mati suaminya tidak mempunyai hak untuk hidup lagi, sehingga ia harus ikut membakar diri bersama jenazah sang suami.
  • Masyarakat Eropa juga tidak mahu kalah menghinakan wanita. pada masa Henry VIII, parlemen Inggris membuat peraturan yang melarang wanita membaca Perjanjian Baru (Bible) karena wanita di anggap Najis. Tahun 586M, diadakan konferensi di Perancis yang hasilnya menetapkan bahwa wanita termasuk manusia tetapi diciptakan sebagai pelayan kaum pria. Alangkah menyesakan dada ketika kita melihat fakta ini, dimana status wanita sebagai manusia pun masih dipertanyakan dan dibahas dalam suatu konfrensi. Padahal, tidak satu manusiapun di muka bumi yang tidak terlahir dari rahim wanita terkecuali Nabi Adam.
Dari rahimnya kau lahir
Dari air susunya kau hidup
Dengan belaiannya kau tumbuh
Lalu dengan beginikah caramu membalas??
........................

    Tidak satu manusiapun di muka bumi yang tidak terlahir dari rahim wanita terkecuali Nabi Adam. "Lalu dengan beginikah caramu membalas?"

    Hingga lahirlah seorang manusia mulia yang membawa ajaran mulia, di tanah Arab. Pada masa itu, masyarakat di tempat inipun tidak lebih baik dalam memperlakukan wanita, wanita dinggap sebagai makhluk yang hina dan membawa aib. Apabila lahir seorang anak perempuan dalam keluarga mereka, maka merah padamlah wajah mereka. Bahkan karena begitu malunya, seringkali anak perempuan yang lahir tersebut di kubur hidup-hidup. Islam, yang dibawa Nabi Muhammad membawa perubahan yang dahsyat.

    Sudah kita maklumi keberadaan wanita dalam Islam demikian dimuliakan, terlalu banyak bukti yang menunjukkan kenyataan ini. Sampai-sampai ada satu surah dalam Al-Qur`anul Karim dinamakan surah An-Nisa`, artinya wanita-wanita, karena hukum-hukum yang berkaitan dengan wanita lebih banyak disebutkan dalam surah ini daripada dalam surah yang lain. Salah satu pointnya dalam surah An-Nisa, bahwa demikian diperintahkan bahwa seorang suami tidak boleh membenci istrinya dan tetap harus berlaku baik terhadap istrinya walaupun dalam keadaan tidak menyukainya.


    “Kemudian bila kalian tidak menyukai mereka maka bersabarlah karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (An-Nisa`: 19)

    Hingga saat ini hanya Islam-lah yang menempatkan wanita pada martabat yang terhormat dan memberikan perlindungan bagi wanita. Namun perlindungan dan kemuliaan yang diberikan oleh islam kepada wanita kini tidak dapat diterima oleh segolongan perempuan yang menyebut diri mereka sebagai pejuang dan pembela hak-hak kaum perempuan, yaitu kalagan feminis. Sejarah feminisme terkait dengan perjuangan wanita barat dalam menuntut kebebasannya, karena pada abad pertengahan perempuan tidak mendapatkan tempat di tengah masyarakat. Perempuan pada masa itu dianggap memiliki derajat yang rendah, sehingga tidak di perkenankan untuk mengurus apapun dan memiliki sesuatu. Sampai akhirnya pada era renainsence yang di ikuti dengan terjadinya Revolusi Inggris dan Perancis, terjadilah pemberontakan secara besar-besaran oleh orang-orang yang merasa di perlakukan sewenang-wenang, termasuk didalamnya adalah kaum perempuan.

    Feminisme berlanjut hingga saat ini dengan tuntutan yang semakin meluas, yaitu kebebasan, persamaan dan kesetaraan jender. Mereka menuntut adanya persamaan antara wanita dan pria serta kebebasan memilih peran di tengah keluarga dan masyarakat, serta partisipasi dalam semua aktivitas di semua level dan bidang. Kaum feminis mulai menuntut persamaan secara mutlak dengan kaum laki-laki termasuk dalam urusan kebebasan hubungan seksual tanpa perkawinan, kebebasan memilih peran dan tugas dalam keluarga, melaksanakan segala keinginannya tanpa ada batasan dan tolak ukur yang pasti.

    Berbagai tudingan dan pernyataan yang menyudutkan Islam mereka lontarkan. Mereka menyatakan bahwa Islam tidak berpihak pada wanita dan membelenggu wanita dengan berbagai aturan. Islam membebani wanita dengan berbagai kewajiban, serta menempatkan wanita di bawah derajat kaum lelaki. Islam memenjarakan wanita. Masih banyak lagi tuduhan yang mereka lemparkan kepada Islam. Sungguh, mereka mengatakan sesuatu yang tidak mereka ketahui.

    Dalam majalah Fatawa Vol.III/No.4 (Maret 2007) termuat sebuah artikel yang berjudul "Susah Jadi Wanita Muslimah". artikel tersebut membahas tentang alasan-alasan yang dijadikan oleh kaum feminis sebagai tameng untuk menentang ajaran Islam, sekaligus semua jawaban yang mementahkan argumentasi mereka. Berikut ini saya cantumkan ringkasan isi dari artikel tersebut.


    Kaum feminis mengatakan bahwa sangat susah menjadi muslimah, diperlukan tidak adil dan banyak aturannya. Lihat saja peraturannya di bawah ini:
    1. Wanita auratnya lebih susah dijaga dibanding lelaki.
    2. Wanita perlu minta ijin dari suami apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
    3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
    4. Wanita menerima warisan lebih sedikit dari pada lelaki.
    5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak
    6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada istrinya.
    7. Talak terletak di tangan suami dan bukan istri.
    8. Wanita kurang nyaman dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas.
    9. dan lain-lain.
    Tetapi pernahkah kita melihat kenyataanya?
    1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti itulah intan permata bandingannya dengan seorang wanita.
    2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada Ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada Bapaknya?!
    3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah bahwa harta itu akan menjadi miliknya dan tidak perlu diserahkan kepada suami? Sementara suami apabila menerima warisan ia wajib juga menggunakan hartanya untuk istri dan anak-anaknya ?
    4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala mahluk, malaikat dan seluruh mahluk Allah dimuka bumi ini, dan tahukah jika ia meninggal karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya. 
    5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita, yaitu : istrinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu: suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.
    6. Seorang Wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu mana saja yang disukainya cukup dengan 4 syarat saja, yaitu :  sholat 5 waktu, puasa di bulan ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.
    7. Seorang lelaki wajib berjihad di jalan Allah, sementara bagi wanita jika taat kepada suami serta menunaikan tanggung jawabnya kepada Allah SWT, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad di jalan Allah tanpa perlu mengangkat senjata.
    Perempuan muslim di Michigan
    Maha Suci Allah, rasanya tak ada lagi kata-kata yang perlu saya tambahkan untuk menepis semua tudingan dari golongan feminisme pada akhirnya akan membawa manusia kepada kebobrokan dan kehancuran. Akibat yang telah dapat kita saksikan pada masa sekarang ini antara lain: merebaknya free sex, pelecehan seksual, penyimpangan seksual, KDRT, anak-anak remaja bermasalah dan masih banyak lagi. Sebaliknya seorang muslimah sangat patut untuk bergembira, karena ia begitu terjaga. Apapun yang telah Allah tetapkan bagi muslimah tidak lain hanyalah untuk kebaikan dirinya sendiri dan bentuk kasih sayang serta perlindungan Allah kepada kita kaum wanita.

    Demikian Maha Adil dan Penyayangnya Allah SWT kepada hamba-Nya, khususnya disini adalah kepada para kaum wanita...

    Yakinlah bahwa sebagai Zat yang Maha Pencipta sudah pasti Allah Maha Tahu akan segala yang diciptakan-Nya sehingga peraturan-Nya adalah yang terbaik bagi manusia.  ^^

    *** 

    *Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah
    *http://facebook.com/akhwatjamill

    "I'm Muslimah and Very Happy!"
     .
    .


    Valentine, Kasih Sayang, dan Islam



    Bulan Februari sudah datang kembali membawa iklim segar yang dingin. Bagi kebanyakan orang, hari yang paling ditunggu-tunggu di bulan ini adalah hari yang jatuh setiap tanggal 14 Februari, yaitu hari Valentine. Yep! Merayakan Valentine’s Day sangat digandrungi oleh kaum remaja (bahkan remaja kolot juga). Pada hari itu banyak orang mencoba untuk menunjukkan cintanya kepada keluarga, kerabat karib atau orang-orang yang sangat dikasihi.

    Tetapi, kebanyakan ucapan kasih sayang ini lebih dominan ditujukan buat Sang Pacar. Dan biasanya isi dari ungkapan kasih sayangnya bersifat sangat sentimentil berat, penuh rayuan gombalis bahkan ada ucapan yang menjurus ke tindakan bodoh yang tak senonoh. Selain mengirim kartu ucapan, banyak juga yang mengirim hadiah dalam bentuk kado, seperti Cupid Doll, karangan bunga, kotak berhias kembang gula atau gambar-gambar fantasi cinta. Dan yang paling khas adalah mengirim coklat berbentuk hati. Tidak saja cukup sampai disini, perayaan Valentine Day belum sreg tanpa mengadakan pestaphora, seperti pesta dansa ria diiringi lagu-lagu cinta dan sejenisnya.


    Various Definition for Valentine

    “The date of the modern celebration, February 14, is believe to derive the execution of a Christian martyr, Saint Valentine, on February 14, 270.” [Encyclopedia Americana volume XIII, page 464]

    Tanggal 14 Februari itu adalah perayaan modern yang berasal dari hari dihukum matinya seorang martir atau pahlawan Kristen, yaitu Santo Valentine pada tanggal 14 Februari 270 Masehi.

    “A day on which lovers traditionally exchange affectionate messages and gifts. It observed on February 14, the date on which Saint Valentine was martyred." [Encyclopaedia Americana Volume XXVII, page 860]

    Sebuah hari dimana orang yang sedang dilanda cinta secara tradisional saling mengirimkan pesan cinta dan hadiah-hadiah. Hari itu diperingati pada tanggal 14 Februari dimana Santo Valentine mengalami martir (seseorang mati sebagai pahlawan karena mempertahankan kepercayaan atau keyakinan).

    “The Saint Valentine who is spoken as the apposite Rhaetia and venerated in Passau as its first bishop…” [Encyclopaedia Britannica Volume XIV, page 949]

    Santo Valentine yang disebutkan itu adalah seorang utusan dari Rhaetia dan dimuliakan di Passau sebagai Uskup yang pertama.

    Valentine Day dalam Sejarah

    Sesungguhnya, belum ada kesepakatan final di antara para sejarawan tentang apa yang sebenarnya terjadi yang kemudian diperingati sebagai hari Valentine. Dalam buku “Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Hallowen: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pusaka Alkautsar, 2005), sejarah Valentine Day dikupas secara detil. Inilah salinannya:

    Ada banyak versi tentang asal dari perayaan Hari Valentine ini. Yang paling populer memang kisah dari Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14 Februari 269 M. Namun ini pun ada beberapa versi. Yang jelas dan tidak memiliki silang pendapat adalah kalau kita menelisik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganisme (dewa-dewi) Romawi Kuno, sesuatu yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.

    Menurut pandangan tradisi Roma Kuno, pertengahan bulan Februari memang sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

    Di Roma kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia, yang merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing.

    Di zaman Roma Kuno, para pendeta tiap tanggal 15 Februari akan melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa.

    Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu yang sangat dibanggakan di Roma kala itu.

    Perayaan Lupercalia
    Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata.

    Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pemuda yang memilihnya.

    Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuann itu berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur.

    Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I.

    Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.

    Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari. Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

    Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II yang memerintahkan Kerajaan Roma berang dan memerintahkan agar menangkap dan memenjarakan Santo Valentine karena ia dengan berani menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih, sembari menolak menyembah Tuhan-tuhannya orang Romawi. Orang-orang yang bersimpati pada Santo Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

    Versi kedua menceritakan, Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat di dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Sebab itu kaisar lalu melarang para pemuda yang menjadi tentara untuk menikah. Tindakan kaisar ini diam-diam mendapat tentangan dari Santo Valentine dan ia secara diam-diam pula menikahkan banyak pemuda hingga ia ketahuan dan ditangkap. Kaisar Cladius memutuskan hukuman gantung bagi Santo Valentine. Eksekusi dilakukan pada tanggal 14 Februari 269 M.

    Tradisi Berkirim Kartu Valentine Day

    Selain itu, tradisi mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan Santo Valentine. Pada tahun 1415 M, ketika Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St. Valentine tanggal 14 Februari, ia mengirim puisi kepada isterinya di Perancis.
    Oleh Geoffrey Chaucer, penyair Inggris, peristiwa itu dikaitkannya dengan musim kawin burung-burung dalam puisinya.

    Lantas, bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” yang sampai sekarang masih saja terdapat di banyak kartu ucapan atau dinyatakan langsung oleh pasangannya masing-masing? Ken Sweiger mengatakan kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang mempunyai persamaan dengan arti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini sebenarnya pada zaman Romawi Kuno ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, Tuhan orang Romawi.

    "Be My Valentine?"
    Disadari atau tidak, demikian Sweiger, jika seseorang meminta orang lain atau pasangannya menjadi “To be my Valentine?”, maka dengan hal itu sesungguhnya kita telah terang-terangan melakukan suatu perbuatan yang dimurkai Tuhan, istilah Sweiger, karena meminta seseorang menjadi “Sang Maha Kuasa” dan hal itu sama saja dengan upaya menghidupkan kembali budaya pemujaan kepada berhala.

    Cupid
    Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi atau lelaki rupawan setengah telanjang yang bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “The Hunter” dewa Matahari. Disebut Dewa Cinta, karena ia begitu rupawan sehingga diburu banyak perempuan bahkan dikisahkan bahwa ibu kandungnya sendiri pun tertarik sehingga melakukan incest dengan anak kandungnya itu!

    Silang sengketa siapa sesungguhnya Santo Valentine sendiri juga terjadi di dalam Gereja Katolik sendiri. Menurut gereja Katolik seperti yang ditulis dalam The Catholic Encyclopedia (1908), nama Santo Valentinus paling tidak merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda, yakni: seorang pastur di Roma, seorang uskup Interamna (modern Terni), dan seorang martir di provinsi Romawi Afrika. Koneksi antara ketiga martir ini dengan Hari Valentine juga tidak jelas.

    St. Valentinus
    Bahkan Paus Gelasius II, pada tahun 496 menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui secara pasti mengenai martir-martir ini, walau demikian Gelasius II tetap menyatakan tanggal 14 Februari tiap tahun sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus.

    Ada yang mengatakan, Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini untuk menandingi hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.
    Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus di Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Jenazah itu kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836.

    Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi di dalam gereja. Pada hari itu, sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 dengan alasan sebagai bagian dari sebuah usaha gereja yang lebih luas untuk menghapus santo dan santa yang asal-muasalnya tidak bisa dipertanggungjawabkan karena hanya berdasarkan mitos atau legenda. Namun walau demikian, misa ini sampai sekarang masih dirayakan oleh kelompok-kelompok gereja tertentu.

    Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari mitos dan legenda zaman Romawi Kuno di mana masih berlaku kepercayaan paganisme (penyembahan berhala). Gereja Katolik sendiri tidak bisa menyepakati siapa sesungguhnya Santo Valentine yang dianggap menjadi martir pada tanggal 14 Februari. Walau demikian, perayaan ini pernah diperingati secara resmi Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia dan dilarang secara resmi pada tahun 1969. Beberapa kelompok gereja Katolik masih menyelenggarakan peringatan ini tiap tahunnya.

    Kepentingan Bisnis

    Industrialisasi agama
    Kalau pun Hari Valentine masih dihidup-hidupkan hingga sekarang, bahkan ada kesan kian meriah, itu tidak lain dari upaya para pengusaha yang bergerak di bidang pencetakan kartu ucapan, pengusaha hotel, pengusaha bunga, pengusaha penyelenggara acara, dan sejumlah pengusaha lain yang telah meraup keuntungan sangat besar dari event itu.

    Mereka sengaja, lewat kekuatan promosi dan marketingnya, meniup-niupkan Hari Valentine Day sebagai hari khusus yang sangat spesial bagi orang yang dikasihi, agar dagangan mereka laku dan mereka mendapat laba yang amat sangat besar. Inilah apa yang sering disebut oleh para sosiolog sebagai industrialisasi agama, di mana perayaan agama oleh kapitalis dibelokkan menjadi perayaan bisnis.

    Pesta Maksiat

    Christendom adalah sebutan lain untuk tanah-tanah atau negeri-negeri Kristen di Barat. Awalnya hanya merujuk pada daratan Kristen Eropa seperti Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, dan sebagainya, namun dewasa ini juga merambah ke daratan Amerika.

    Orang biasanya mengira perayaan Hari Valentine berasal dari Amerika. Namun sejarah menyatakan bahwa perayaan Hari Valentine sesungguhnya berasal dari Inggris. Di abad ke-19, Kerajaan Inggris masih menjajah wilayah Amerika Utara. Kebudayaan Kerajaan inggris ini kemudian diimpor oleh daerah koloninya di Amerika Utara.

    Di Amerika, kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 – 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar. Mr. Howland mendapat ilham untuk memproduksi kartu di Amerika dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. Upayanya ini kemudian diikuti oleh pengusaha-pengusaha lainnya hingga kini.
    Sejak tahun 2001, The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) tiap tahun mengeluarkan penghargaan “Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary” kepada perusahaan pencetak kartu terbaik.
    Sejak Howland memproduksi kartu ucapan Happy Valentine di Amerika, produksi kartu dibuat secara massal di seluruh dunia. The Greeting Card Association memperkirakan bahwa di seluruh dunia, sekitar satu milyar kartu Valentine dikirimkan pertahun. Ini adalah hari raya terbesar kedua setelah Natal dan Tahun Baru (Merry Christmast and The Happy New Year), di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama juga memperkirakan bahwa para perempuanlah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu Valentine.

    Mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu di Amerika mengalami diversifikasi. Kartu ucapan yang tadinya memegang titik sentral, sekarang hanya sebagai pengiring dari hadiah yang lebih besar. Hal ini sering dilakukan pria kepada perempuan. Hadiah-hadiahnya bisa berupa bunga mawar dan coklat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan kepada perempuan pilihan.

    Di Amerika Serikat dan beberapa negara Barat, sebuah kencan pada hari Valentine sering ditafsirkan sebagai permulaan dari suatu hubungan yang serius. Ini membuat perayaan Valentine di sana lebih bersifat ‘dating’ yang sering di akhiri dengan tidur bareng (perzinaan) ketimbang pengungkapan rasa kasih sayang dari anak ke orangtua, ke guru, dan sebagainya yang tulus dan tidak disertai kontak fisik. Inilah sesungguhnya esensi dari Valentine Day.

    Perayaan Valentine Day di negara-negara Barat umumnya dipersepsikan sebagai hari di mana pasangan-pasangan kencan boleh melakukan apa saja, sesuatu yang lumrah di negara-negara Barat, sepanjang malam itu. Malah di berbagai hotel diselenggarakan aneka lomba dan acara yang berakhir di masing-masing kamar yang diisi sepasang manusia berlainan jenis. Ini yang dianggap wajar, belum lagi party-party yang lebih bersifat tertutup dan menjijikan.

    Valentine Day dalam Takaran Islam

    Sebagai generasi muslim modern yang intelek, kita mesti kritis dalam melihat suatu persoalan. Bukan levelnya lagi kalau kita cuma Ai alias ikut-ikutan saja, itu sama saja halnya dengan kerbau yang dicocok hidungnya. Kita harus tahu dulu gimana agama memandangnya? Apa untung ruginya secara akal dan mental? Termasuk untuk masalah yang satu ini, kita harus bisa thinking smart alias berpikir cerdas, begitu...


    Yang namanya cinta itu adalah fitrah dan anugerah yang diberikan Allah buat manusia. Rasulullah SAW juga menganjurkan kita untuk memberikan cinta dan kasih sayangnya kepada sesama manusia. Hanya saja, pengertian cinta dan kasih sayang yang dianjurkan Rasulullah SAW bukan seperti perayaan hari Valentine (Day), yang cuma memfokuskan cinta pada lawan jenis dan cenderung mengumbar hawa nafsu. Akan tetapi kasih sayang yang esensinya lebih hakiki. Seperti kasih sayang kepada orang tua, adik, kakak, isteri atau suami dan saudara sesama muslim. Bukan cuma itu saja, kita bahkan diharuskan menyayangi hewan, tumbuh-tumbuhan dan juga lingkungan. Utamanya kasih sayang seorang Muslim adalah menyeluruh, komplit dan penuh manfaat!

    Kalo kita tarik garis lurus dari sejarah diatas, sebenarnya Valentine Day itu merupakan bagian dari acara keagamaan umat Nasrani. Bagi kita umat Islam, melibatkan simpati terhadap kegiatan dan perayaan agama lain dibatasi kedalamannya. Bahkan kalo bersandar pada pedoman aqidah yang hakiki, kita musti tegas pada prinsip.

    Perayaan Hari Valentine memuat sejumlah pengakuan atas klaim dogma dan ideologi Kristiani seperti mengakui “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan lain sebagainya. Merayakan Valentine Day berarti pula secara langsung atau tidak, ikut mengakui kebenaran atas dogma dan ideologi Kristiani tersebut, apa pun alasanya.

    Nah, jika ada seorang Muslim yang ikut merayakan Hari Valentine, maka diakuinya atau tidak, ia juga ikut-ikutan menerima pandangan yang mengatakan bahwa “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan sebagainya yang di dalam Islam sesungguhnya sudah termasuk dalam perbuatan musyrik, menyekutukan Allah SWT, suatu perbuatan yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah SWT.

    Nasihat Rasulullah SAW :
    “Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk kaum itu.” (HR. Abu Daud dan sanadnya diperkuat oleh Ibnu Taimiyah).
    Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah juga berkata, ”Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan,”Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah.”

    Allah SWT sendiri di dalam Qur’an surat Al-Maidah ayat 51 melarang umat Islam untuk meniru-niru atau meneladani kaum Yahudi dan Nasrani,

    ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."

    Sudah seharusnya kita menolak untuk merayakan Valentine Day, bukan karena alasan yang mengenai kebencian terhadap seseorang atau suatu kaum, tetapi lebih dikarenakan alasan yang prinsipil, hal yang mengenai keyakinan kita sebagai muslim, mengenai pengajaran kita di agama. Toleransi boleh-boleh saja, tetapi itu dalam hal hubungannya dengan hal yang lain (bukan mengenai hal prinsipil/aqidah agama), semisal karena saling menghormati saja antar sesama pemeluk agama. Jadi disini kita menolak bukan dalam artian untuk memusuhi, melecehkan atau mengucilkan. Bagaimanapun juga Islam menekankan toleransi antar pemeluk beragama.

    Berkasih sayang adalah bagian dari ajaran Islam. Bukankah Allah SWT sendiri punya nama ar-Rahman yang artinya Maha Penyayang? Sebagai muslim, kita diperintahkan untuk saling mengasihi dan menyayangi pada sesama muslim dan bahkan juga ke orang kafir sekalipun kita dianjurkan untuk bertindak adil dan benar, dan juga ke makhluk lain semisal hewan dan tumbuhan serta alam sekitar kita.

    Tapi berkasih sayang dalam Islam ada aturannya. Misalnya, tidak boleh berkasih sayang dalam rangka merayakan Valentine ini, karena memang Valentine Day itu bukan hari raya umat muslim, bukan bagian dari ajaran Islam. Kita dilarang untuk merayakannya juga mengikutinya.

    Jika kita mau berkasih sayang, maka kesempatannya amat luas. Setiap hari kita diperintahkan berkasih sayang, tidak perlu menunggu tanggal 14 Febuari.

    Dan yang terutama adalah Valentine Day bukan murni sebuah peringatan tentang kasih sayang lagi, tetapi sudah bermutasi menjadi hari seks bebas, hari shoping sedunia, semua hal mengenai hedonisme dan seks lebih dominan dengan dibumbui eforia, pesta-pesta, mabuk-mabukan, dan lain sebagainya yang sifatnya negatif. Valentine Day lebih banyak menjerumuskan utamanya para remaja ke hal-hal yang negatif, konsumtif, dan pola hidup yang tidak sesuai dengan apa yang diajarkan di sekolah, keluarga, menentang agama, dan bertentangan dengan nilai-nilai budaya di masyarakat di mana kita lahir, berkembang di sini, Indonesia.

    Umat Muslim Diimbau Tak Peringati Valentine Day
    Sosbud / Jumat, 10 Februari 2012 18:31 WIB 

    Metrotvnews.com, Lebak: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lebak, Banten, meminta umat Muslim tak merayakan Valentine`s Day yang jatuh saban 14 Februari. Valentine`s Day acap disebut Hari Kasih Sayang. Tapi MUI Lebak tegas mengatakan, perayaan itu tak sesuai ajaran Islam.

    "Kami berharap umat Muslim tak merayakan Valentine`s Day, karena mengundang kemaksiatan dan itu budaya luar," kata Sekrrtaris MUI Lebak Kiai Haji Baidjuri di Rangkasbitung, Jumat (10/2).

    Ia mengatakan, biasanya Valentine`s Day acap diisi dengan hura-hura dan bersenang-senang antara laki-laki dan wanita. Mereka saling melakukan kasih sayang dengan berlainan jenis, sehingga mengundang pergaulan bebas seks. Tak jarang pula diselingi dengan pesta pesta minuman keras.

    MUI secara resmi melarang umat Muslim merayakan Valentine`s Day dengan alasan tidak sesuai ajaran Islam. "Saya kira Hari Kasih Sayang itu tak tertutup kemungkinan mengundang kemaksiatan. Dan, itu bukan budaya Islam," terang Baidjuri.

    Ia mengimbau, para orangtua dari keluarga Muslim memberikan pengertian mengenai Valentine`s Day kepada anak-anak mereka. Sebab "Valentine's Day" merupakan budaya luar yang bertentangan dengan ajaran Islam.

    Di samping itu perayaan kasih sayang sangat identik kebebasan dengan hura-hura dan bersenang-senang bagi kalangan remaja. "Kami minta anak-anak remaja tidak ikut-ikutan dengan budaya luar itu," katanya.

    Menurut dia, sebetulnya dulu perayaan Valentine`s Day mencari orang-orang yang terpuruk dalam ekonomi atau kelaparan, lalu menemui kasih dengan menerima bantuan sambil perasaan kasih sayang. Namun, kata dia, sekarang Valentine`s Day disalahartikan dengan cinta kasih kasih mengarah pergaulan bebas seks dan minum-minuman.

    "Kami minta masyarakat jangan mengikuti Valentine`s Day. Lebih baik mengikuti budaya yang sesuai dengan agama Islam, yakni tuntutan Alquran dan hadis," jelas Baidjuri.(Ant/ICH)
    .
    .

     
    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
    23