Doa dan Atheis


Ada kata-kata bijak kaum komunis yang pernah saya baca dari sebuah blog. “Two hands working can do more than a thousand clasped in prayer.” Kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih seperti ini, “Dua tangan yang bekerja bisa melakukan lebih banyak dari pada seribu tangan berdoa.” Kalau dipikir secara logika hal tersebut benar, karena kalau kita bekerja atau melakukan sesuatu tentunya akan ada hasil yang dapat dilihat secara nyata dibandingkan dengan kita hanya berdoa saja meminta kepada Tuhan tanpa melakukan apa-apa.
“Two hands working can do more than a thousand clasped in prayer.”
Lalu kalau dipikir-pikir apa gunanya kita berdoa selama ini? Bukankah orang-orang atheis tidak pernah berdoa dan meminta sesuatu kepada Tuhan tapi kalau dilihat-lihat kehidupan mereka tidaklah buruk. Banyak dari mereka yang hidupnya berhasil meskipun mereka tidak pernah berdoa. Setuju atau tidak, menurut saya orang-orang yang mengaku dirinya beragama atau memiliki Tuhan justru hidupnya tidak lebih baik dari orang-orang yang tidak percaya adanya Tuhan. Salah satu contoh saja di negara kita , tidak jarang kerusuhan yang terjadi di negara kita justru mengatasnamakan agama. Kaum atheis tidak mendapatkan pelajaran agama, tapi mereka hidup secara damai.

***

Mungkin ada pendapat lain?

Mungkin ada yang beranggapan tulisan ini berat, sedikit banyak... pasti (kebanyakan) bilang, "Ya"! EQ saja tidak cukup, IQ saja tidak cukup, SQ saja tidak cukup. Bagaimana perpaduan ketiganya??! Mungkin itu bagus, setidaknya bisa balancing, seperti roda mobil yang tidak oleng kekanan atau kekiri...

Saya bukan orang yang taat dalam hal soal agama, tetapi kurang lebih ngerti soal agama meskipun tidak banyak selaiknya para ulama. Tetapi bukankah itu diajarkan setidaknya semisal dulu waktu kita sekolah, atau bisa saja dari ceramah-ceramah di masjid maupun media. Dan alhamdulillah agama yang saya yakini sekarang ini sesuai dengan logika manusia normal.


Doa adalah "terang". Doa adalah "terang" untuk menuntun kita. Kita selalu butuh penerangan. Kalau tolak ukurnya hanya dunia tentulah ungkapan itu tepat, tetapi itu kalau hanya dunia.

Mungkin benar berdoa tidak menghasilkan sesuatu, mungkin yang cuma bekerja tanpa berdoa pada sukses, tapi bisa saja doa bisa meningkatkan kesuksesan seseorang, karena :
  1. Ketika berdoa ada penyatuan antara niat dan hal yang ingin kita kerjakan, secara otomatis secara motivasi, orang yang berdoa lebih besar motivasinya dibandingkan dengan yang tidak berdoa atau sang atheis.
  2. Ketika berdoa ada pengaktifan syaraf, keluarnya hormon dan beberapa hal lain yang tidak disadari, artinya kita akan lebih siap secara fisik untuk melakukan banyak hal dibandingkan dengan yang tidak berdoa atau sang atheis.
  3. Ketika bedoa, ada satu titik di otak yang aktif, sering disebut dengan God Spot* (Titik Tuhan), yang memicu otak seseorang yang berdoa menjadi lebih aktif dibanding dengan orang yang tidak berdoa atau seorang atheis. Makanya kita dianjurkan untuk rajin melakukan doa dan selanjutnya dibarengi dengan bekerja agar apa-apa yang kita kerjakan berhasil dengan baik (bekerja/beraktifitas dan berdoa, atau sebaliknya).
  4. Tentu saja orang yang berdoa akan dikabulkan oleh Tuhan menurut kepercayaan masing-masing. Kita mempercayai bahwa segala hal tidak mungkin terjadi atau bisa terjadi, lancar atau tidak lancar, berhasil atau tidak, karena Tuhan yang menghendakinya.
Dan bagi kita umat muslim, kita sama-sama mengetahui dan meyakini bahwa adab berdoa tidak sesederhana yang para komunis atau atheis atau non-agama sekalipun pikirkan, akan tetapi berdoa dan ikhtiar (berusaha) merupakan sebuah kesatuan yang kompleks untuk mencapai tujuan.

Maaf jangan tersinggung, karena tidak ada maksud untuk menyerang siapapun disini..

Mungkin ada diantara kalian yang atheis, yang tidak pernah berdoa, yang sombong dengan dalil agama dan materi dunia, atau yang sudah berdoa tetapi tidak setuju dengan postingan ini karena mungkin putus asa karena doanya tidak terkabul??!

"Kerja tanpa doa itu sombong, doa tanpa kerja itu bohong."

Ibaratnya, kalau orang yang taat berdoa tetapi berlimpahan harta, itu hanyalah materi duniawi yang hanya sementara. Sedangkan orang yang rajin berdoa tetapi minim materi, mereka mendapatkan DUA HAL, yaitu pahal dunia dan akhirat.

Setahu saya (atau sebenarnya anda semua yang mengaku beragama juga pasti banyak yang tahu), yang namanya hidup itu ada dua hal, dan dua hal itu berhubungan dengan hal duniawi (horizontal) dan hal akhirat (dengan Tuhan/vertikal). Hal yang berhubungan dengan duniawi, apa-apa yang kita lakukan disini akan memberikan efek pada saat kita berada di dunia, dan secara tidak langsung kemudian di akhirat kelak. Sedangkan, sebaliknya hal yang berhubungan dengan Tuhan (vertikal) dalam halnya mengenai berdoa, berdoa merupakan salah satu cara atau jenis cara kita berkomunikasi vertikal dengan Tuhan, mengenai efeknya mungkin bisa kita rasakan secara langsung di dunia, dan efek yang lebih besar atau tidak langsung lagi kelak apabila kita sudah di akhirat nanti.

Bukankah Tuhan mengasihi semua orang..??
Merdekalah... dan jangan saling salah prasangka dan mudah menyalahkan, dan jika saya salah tolong beritahu ya hehe... 
 Peace!  ^^

*)tentang God Spot (Titik Tuhan): http://chillinaris.blogspot.com/2012/01/titik-tuhan-god-spot.html
.
.

1 komentar:

Poskan Komentar

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23