Setanisme, Teror oleh Setan

Setanisme (Satanism, ajaran setan) adalah ajaran sesat yang menjadikan kekerasan dan kebiadaban sebagai ibadah dalam ajarannya. Pemeluk Setanisme (Satanist), orang-orang yang menyebut dirinya demikian, menjadikan perbuatan tak berperikemanusiaan dan kebrutalan sebagai tindak pemujaan.

Ketika kata Setanisme disebutkan, sebagian besar orang hanya membayangkan penyebaran pengaruhnya atas jiwa kalangan muda dan menganggapnya sebagai gerakan mistis yang tidak begitu penting. Juga, karena pengaruh media massa, mereka mungkin mengira pemeluk Setanisme sebagai orang-orang yang melakukan ibadah aneh, yang tidak dilakukan oleh orang waras dan orang biasa pada umumnya. Memang benar bahwa pemeluk Setanisme merupakan bagian dari budaya kekerasan dan melakukan ibadah yang aneh serta mengerikan, namun yang tidak diketahui oleh sebagian besar orang adalah bahwa Setanisme merupakan paham materialis dan ateis yang mendukung kekerasan dan sudah ada sejak 1800-an. Ideologi tersebut bahkan mempunyai banyak pengikut di seluruh dunia.

Prinsip utama Setanisme adalah penolakannya terhadap semua nilai agama, mengambil setan sebagai Tuhan-nya, dan menyatakan bahwa neraka merupakan suatu jalan keselamatan. Menurut kepercayaan Setanisme, manusia tidak punya kewajiban selain dari memuaskan hasratnya sendiri. Jika hasratnya mengarahkan dirinya pada kemarahan, kebencian, dendam, tipu daya, pencurian, dan menyakiti orang lain atau bahkan pembunuhan, hal tersebut lumrah. Jalan pikiran dasar Setanisme bersandar pada (yang mendukung kepercayaan tersebut) pernyataan bahwa penghindaran kejahatan merupakan bentuk ketidakjujuran. Dengan kata lain, kepercayaan sesat ini percaya jika hasrat seseorang mendorong dirinya untuk membunuh orang lain dan jika dia bertindak menuruti dorongan itu, dia telah bertindak jujur.

Kebaikan, seperti cinta, tenggang rasa, kesabaran, dan sifat pemaaf, yang sangat dihormati oleh sebagian besar manusia dan merupakan bagian dari moral yang benar, justru dibenci oleh penganut Setanisme. Ideologi menyimpang ini menyatakan bahwa tidak boleh ada pembatasan atas kejahatan dan perasaan seperti kebencian, kemarahan, dan dendam. Pasal 5 dari The Satanic Bible, yang diterima secara luas sebagai buku acuan Setanisme, menyatakan--bertolak belakang dengan prinsip Alkitab yang mengatakan "kepada orang yang menampar pipi kirimu, berikan juga pipi kananmu"--bahwa "setan menyukai pembalasan dendam, bukan menyerahkan pipi kananmu"[*]. Di bagian lain buku tersebut terdapat perintah,  

"Bencilah musuhmu dengan sepenuh hati, dan jika seseorang menamparmu di pipi kirimu, HAJAR dia di pipi kanannya." [Announcements of Church of Satan (http://www.churchofsatan.com/home.html)]

*)Dalam sebuah ayat Al Qur'an seperti halnya dengan prinsip di Alkitab, Allah menganjurkan,

"Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh." (al-A'raaf [7]: 199)
Jelaslah bahwa menurut pemikiran seperti itu, akan mustahil untuk mencegah setiap bentuk kejahatan. Suasana seperti ini tak pelak lagi akan mengarah kepada kekacauan dan perselisihan. Mustahil berbicara tentang ketertiban, ketenangan dan keamanan, maaf-memaafkan, atau tenggang rasa dalam masyarakat yang orang-orangnya tidak mendengarkan suara nurani mereka sehingga tidak bisa membedakan antara kebaikan dan keburukan, atau menggunakan kehendak dan keputusannya untuk melakukan kebajikan. Dalam lingkungan seperti itu, seseorang yang merasakan kemarahan terhadap orang lain, ia tidak akan mampu menahan amarah dan bersikap tidak berlebihan, dan akhirnya akan berusaha membalaskan dendamnya. Atau, daripada bersikap sabar dalam keadaan sulit dan miskin, dan mencoba mengatasi masalah menurut akal sehat, orang-orang ini malah memilih pencurian dan tindak kejahatan lainnya. Setanisme merupakan pembenaran mereka dalam melakukan hal tersebut

The Secret Life of a Satanist merupakan biografi Anton LaVey.
Jenis masyarakat yang diinginkan oleh ideologi Setanisme tidak mengenal aturan dan batasan. Tujuannya adalah kebebasan menyatakan hasrat dan kejahatan. Dalam bukunya The Satanic Bible, Anton LaVey, yang dianggap sebagai pendiri Setanisme modern, menganjurkan pada pengikutnya agar mereka hidup dengan dan untuk menganjurkan kejahatan sesuka mereka. Dalam sebuah wawancara, LaVey bahkan berkata,

"Saya merasa bahwa hukum, tentunya, dibuat untuk dilanggar.... Saya tidak melihat ada yang salah dengan merampok orang di jalan."[Anton LaVey, Birth of Tragedy, Issue No.4, November 1986-Januari 1987]

Penolakan Setanisme untuk mengakui adanya batasan, tidak berhenti sampai di situ. Manusia tidak hanya akan menyakiti diri mereka sendiri dan orang di sekeliling mereka, tetapi juga akan menujukan permusuhan dan kemarahannya kepada semua orang. Lebih jauh dari itu, penolakan untuk mengakui batasan akan mengarah pada dianggapnya kekerasan sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Menurut Setanisme, kekerasan merupakan kenyataan alamiah, dan dengan begitu tidak bisa dihindarkan. Karena itu, pandangan yang sesat ini menyatakan adalah sangat dibolehkan jika ada orang yang ingin menggunakan kekerasan. Karena segala upaya mencegah atau mengurangi kekerasan itu melanggar apa yang disebut alamiah, segala upaya untuk melakukan hal itu adalah sia-sia, sehingga juga tidak masuk akal.

Seperti yang telah kita lihat, Setanisme menganut kepercayaan yang amat sesat, yang mendorong manusia untuk bertindak membabi buta, untuk melakukan pembunuhan, bahkan pembantaian massal. Di Amerika, khususnya, para akademisi sepakat bahwa Setanisme berada pada akar teror nasional dan harus diambil langkah serius untuk mengatasinya. Salah seorang dari para akademisi tersebut, Carl Roschke, seorang dosen pada Denver Univesity, menekankan pentingnya masalah ini dengan menyatakan, "Kita jelas-jelas sedang berurusan dengan jalan yang ditempuh pikiran setan yang mendasari terorisme dalam negeri."[Expert on Satanism Sees Terrorism Dangers Ahead, Online Athensnews, 28 Februari 1999.] Roschke berkata bahwa langkah terpenting dalam perang yang akan dilancarkan terhadap Setanisme adalah dengan menyatakan bahwa para pengikut Setanisme bukanlah sekadar "orang gila yang tak berbahaya", karena jika kejahatan mereka ditelaah, kita akan paham betapa berbahayanya orang yang mengaku sebagai penganut Setanisme.[Expert on Satanism Sees Terrorism Dangers Ahead, Online Athensnews, 28 Februari 1999.]

Tidak disangkal lagi, pertempuran terpenting melawan gerakan seperti ini harus pula bersifat perang pemikiran, sehingga kita harus mengenal atas dasar ideologi apakah Setanisme itu didirikan.

Darwinisme Merupakan Dasar Pemikiran Setanisme

The Secret Life of a Satanist merupakan biografi Anton LaVey.
Salah satu cara yang paling lazim digunakan oleh pemeluk Setanisme untuk memperkenalkan diri mereka, dalam buku-buku, majalah dan terbitan-terbitan, dan juga situs internet mereka, adalah menganggap manusia sebagai "jenis binatang yang sudah maju" dan menyatakan bahwa "hanya yang terkuat dapat bertahan". Inilah bukti terpenting yang membuktikan bahwa Darwinisme terdapat pada akar kepercayaan pemeluk Setanisme. Kenyataannya, banyak pemeluk Setanisme yang tidak ragu mengakui kenyataan itu. Dalam A Description of Satanism, seorang penulis Setanisme menggambarkan ideologi ini dalam kalimat berikut.

"... Pertama-pertama, manusia adalah binatang sosial... semua orang dan binatang saling berbagi sumber daya yang sama dalam kehidupan. Setanisme adalah kepercayaan bahwa manusia itu tidak lebih dari sekadar jenis binatang yang lebih tinggi tingkatannya: kita tidak punya tempat khusus dalam penciptaan kecuali selain lebih beruntung telah berevolusi dan bertahan...." [Vexen Crabtree, A Description of Satanism (http://simon.crabtree.com/satanism/modern.html)]

Terbitan pemikir Setanisme lainnya, The Church of Satan, menggambarkan bagaimana mereka memercayai bahwa manusia adalah jenis binatang yang telah maju,

"Karena Setanisme mengakui bahwa manusia adalah binatang, telah banyak pencipta di banyak kebudayaan masa lalu yang menerima pandangan ini dan menyelidikinya dalam lingkup masyarakat mereka, sehingga kita menggali pernyataan filsafat seni ini dan memandangnya sebagai akar dari kesadaran kita saat ini." [Magister Peter Gilmore, Satanism the Feared Religion (http://churchofsatan.com/Pages/Feared.html)]
 
Jelaslah dari penjelasan tadi bahwa Setanisme menganggap teori Darwin, bahwa manusia berevolusi dari binatang, sebagai sumber dari "kesadaran" ideologinya. Dalam pembukaan sebuah wawancara dengan Anton LaVey, yang dilakukan jurnal musik MF Magazine, digambarkan suatu hubungan antara Setanisme dan Darwinisme,

"Pada akhir 1960-an, Anton LaVey mengemukakan sebuah doktrin yang bisa dipahami dengan mudah tentang Darwinisme sosial dan pemikiran positif yang kuat (bersifat magis) kepada sejumlah orang-orang yang makin meningkat jumlahnya, yang sudah bosan baik pada hura-hura maupun pada moral Kristen yang macet."[The Doctor Is In, Shane & Amy Bugbee (http://churchofsatan.com/Pages/MFInterview.html)]

Satan Speaks dan The Devil's Notebook oleh Anton LaVey mengungkap kepercayaan menyimpang pemeluk Setanisme.

Mgr. Peter H. Gilmore, seorang pendeta pada Gereja Setan (The Church of Satan), menggambarkan agama sesat ini dengan pernyataan berikut.

"... Marilah kita tinjau Setanisme modern yang sebenarnya: sebuah agama brutal dalam kelompok tersendiri dan Darwinisme Sosial yang bertujuan untuk menegakkan kekuasaan golongan yang kuat atas orang-orang bodoh, keadilan kilat atas ketidakadilan, dan penolakan atas segala bentuk persamaan sebagai mitos yang telah menghambat kemajuan makhluk manusia selama dua ribu tahun terakhir."[Magister Peter Gilmore, Satanism the Feared Religion (http://churchofsatan.com/Pages/Feared.html)]
 
Tentu saja, pemikiran tentang keadilan, seperti yang disebutkan di atas, sama sekali tidak memiliki kemiripan dengan makna keadilan yang kita anggap sewajarnya, yaitu, yang ditegakkan atas prinsip-prinsip persamaan. Pendapat di atas merupakan sebuah pemikiran pemeluk Setanisme tentang keadilan. Seperti yang akan terlihat dari penjelasannya, pendapat ini membolehkan siapa pun yang menganggap dirinya lebih unggul dari orang lain untuk menyerobot semua hak dan kekuasaan.

 Adolf Hitler, di awal pemerintahan Setanisme ilmiah.
Cara-cara Setanisme yang memiliki begitu banyak kesamaan dengan Darwinisme Sosial, yang menganggap masyarakat Barat lebih unggul daripada masyarakat lain, telah mengarah pada kerja sama antara penganut Setanisme dan gerakan rasis, dan pengagungan terhadap bangsa sendiri lainnya, terutama fasisme. Kita dapat menemukan pribadi-pribadi yang percaya pada Setanisme di antara pengikut Sosialis Nasional Hitler dan Baju Hitam Mussolini. Anton LaVey mengutip adanya kerja sama tersebut,
o
"Itu adalah persekutuan kotor. Banyak orang seperti itu dari kalangan berbeda yang dulu pernah menghubungi kami. Kekuatan anti-Kristen dari Sosialis Nasional merupakan bagian dari daya tarik orang-orang Setanisme: dalam drama, pencahayaan, tarian, yang mereka gunakan untuk menggerakkan jutaan orang."[Vexen Crabtree, A Description of Satanism (http://simon.crabtree.com/satanism/modern.html)]

Darwinisme merupakan landasan utama yang memiliki kesamaan kecenderungan dengan Setanisme. Darwinisme Sosial, yang terletak di jantung ideologi-ideologi menyimpang ini, dibela oleh para satanis sebagai berikut,
o
Salah satu kriteria utama yang dikemukakan oleh teori eugenika adalah ukuran tengkorak manusia. Menurut pernyataan yang tidak ilmiah ini, orang-orang dengan tengkorak yang lebih kecil itu lebih terbelakang dan akan mengalami kemusnahan.
"Prinsip kemampuan bertahan hidup golongan yang kuat diajarkan pada semua tingkat masyarakat, mulai dari membiarkan seseorang bertahan atau kalah, hingga membiarkan bangsa-bangsa yang tidak mampu mengurus dirinya sendiri menerima akibat dari ketidakmampuannya.... Akan terjadi pengurangan penduduk dunia sebagai akibat yang lemah dibiarkan untuk menderita akibat Darwinisme Sosial. Begitulah alam selalu bertindak untuk membersihkan dan memperkuat anak-anaknya.... Kami menerima kenyataan dan tidak mencoba untuk mengubahnya agar menjadi angan-angan kosong yang berlawanan dengan kenyataan sesungguhnya."[Magister Peter Gilmore, Satanism the Feared Religion (http://churchofsatan.com/Pages/Feared.html)]

Pendapat Setanisme lain yang terkait pada Darwinisme Sosial adalah dukungan kuat mereka untuk teori eugenika, yang merupakan hasil dari fasisme. Teori eugenika menyatakan bahwa orang-orang yang sakit dan cacat seharusnya disingkirkan dari masyarakat, sedangkan jumlah pribadi-pribadi sehat diperbanyak melalui perkembangbiakan. Teori ini paling banyak diterapkan oleh Nazi Jerman. Menurut teori eugenika, seperti binatang ternak yang dikembangbiakkan dengan mengawinkan jenis ternak yang sehat, begitu pulalah ras manusia juga dapat diperbaiki. Unsur-unsur yang menghalangi pembiakan (orang sakit, cacat, terbelakang, dan lainnya) perlu dibasmi. Sewaktu kebijakan ini diterapkan oleh Nazi Jerman, puluhan ribu orang yang menyandang penyakit turunan dan kejiwaan dibantai dengan kejam.
Setanisme juga menyetujui sikap tanpa ampun yang mengerikan itu. Buku-buku terbitan mereka mengungkap pandangan mereka tentang eugenika,

"Para penganut Setanisme juga berusaha memperkaya hukum-hukum alam dengan memusatkan perhatian pada praktik eugenika.... Yaitu praktik yang mendorong manusia berbakat dan berkemampuan untuk berkembang biak, untuk memperkaya sifat-sifat turunan yang akan menjadi asal perkembangan bangsa kita. Hal ini telah secara umum dilakukan di seluruh dunia.... Hingga kode genetika bisa dipecahkan dan kita bisa memilih sifat-sifat keturunan kita sesuai keinginan, penganut Setanisme berusaha menjodohkan yang terbaik dengan yang terbaik."[Magister Peter Gilmore, Satanism the Feared Religion (http://churchofsatan.com/Pages/Feared.html)]



Ibadah Sesat Setanisme

Misa hitam, juga hal-hal mengerikan yang dilakukan didalamnya, adalah hal yang terlintas dalam pikiran seseorang ketika Setanisme disebutkan. Akan tetapi, banyak orang percaya bahwa hal itu hanya mungkin terjadi di dalam film-film dan tak ada kejadian seperti itu dalam kehidupan yang sesungguhnya. Padahal, pemandangan mengerikan yang biasa kita lihat dalam film-film memang merupakan bagian dan ciri dari ibadah serta misa pemeluk Setanisme.


Tujuan sesungguhnya di balik ibadah-ibadah ini adalah untuk menjalin hubungan dengan setan dan mempelajari apa yang dikenal sebagai ajaran-ajarannya. Untuk melihat betapa pentingnya ibadah-ibadah jahat ini dalam Setanisme, tinjauan singkat atas buku-buku dan situs internet mereka sudah lebih dari cukup. Ciri-ciri umum dari publikasi ini adalah cara mereka mempersembahkan tempat untuk hal-hal menakutkan dan menekankan pentingnya misa hitam. Dalam sebuah situs internet Setanisme yang terkenal, ditampilkan berbagai pesan-pesan pemeluk Setanisme untuk remaja di bawah usia delapan belas tahun. Apa yang mereka sebut sebagai misa ini ditekankan sebagai bagian terpenting dari Setanisme, sedangkan para pemuda yang tidak bisa menghadiri persekutuan tersebut, paling tidak harus melakukan ibadahnya sendiri. Perincian ibadah yang diperintahkan bagi para remaja adalah sebagai berikut.

"Janganlah merasa terganggu atau takut atau mengira bahwa kamu gila ketika kamu merasa telah terhubung dengan Sang Gelap (Kegelapan).... Dekatilah Penguasa Kegelapan dengan tingkat penghormatan yang layak dan cara yang baik: itulah tujuan dari ibadah, untuk menjalin hubungan.... Kamu tidaklah memerlukan semua yang disebutkan dalam buku-buku Dr. LaVey untuk melakukan ibadah yang bermakna. Mungkin kamu tidak punya uang untuk mendapatkan atau mempunyai tempat pribadi untuk menyimpan benda-benda seperti pedang, piala, jubah hitam, gong, atau altar yang mewah. Inilah ibadah sakti yang bisa kamu lakukan.... Nyalakan lilin dan letakkan di depanmu.... Sambil memandang nyalanya, ucapkan dalam hatimu atau dengan keras, 'Aku siap, wahai Penguasa Kegelapan. Aku merasakan kekuatanmu dalam diriku dan bermaksud menghormatimu dalam kehidupanku. Aku salah satu milik setan. Hidup setan!'.... Inilah cara paling sederhana untuk memunculkan setan dalam kehidupanmu."[Church of Satan Youth Communiqué (http:/www.churchofsatan.com/Pages/Youthletter.html)] 

Internet merupakan salah satu alat propaganda pemeluk Setanisme yang paling sering digunakan. Kalangan muda dipikat memasuki dunia kegelapan dalam situs-situs ini, tempat mereka dipengaruhi ke dalam kesesatan dan kekerasan, dan mendorong mereka untuk menaati perintah setan dan ambil bagian dalam ibadah-ibadah yang meliputi pembunuhan, penyiksaan, dan bentuk kebrutalan lain

Kita dapat mengenali kesesatan seperti itu, kebejatan moral, dan kebiadaban dalam masyarakat mana pun yang menjadikan setan sebagai pembimbingnya. Bagi pemeluk Setanisme, semua ini diilhami oleh setan sendiri dan harus ditaati. Pemeluk Setanisme, yang memang setia menjalankannya, terjerumus ke dalam bentuk penyimpangan seksual, penyiksaan manusia dan juga binatang, dan bahkan melakukan hal-hal yang menjijikkan, seperti meminum darah makhluk atau manusia yang mereka bunuh. Di banyak negara di dunia, para pemuda yang menyebut diri mereka sebagai pemeluk Setanisme mengadakan pesta narkoba ketika segala jenis kebejatan dan penyimpangan dilakukan, yang acapkali diakhiri dengan pembunuhan salah seorang dari mereka atas nama setan.

Cara penganut Setanisme yang menekankan pentingnya penumpahan darah dalam ibadah-ibadahnya merupakan contoh kecil dari rencana setan untuk umat manusia. Setan membenci umat manusia dan menginginkan timbulnya penderitaan sebanyak mungkin. Karena itu, merupakan tujuannya untuk mengisi dunia dengan pertumpahan darah. Ideologi-ideologi Dajjal yang telah dibicarakan di awal, seperti fasisme, rasisme, dan komunisme, semuanya melayani tujuan setan itu. Semua peperangan, pembantaian, pembunuhan, dan tindak terorisme, yang terkait dengan ideologi-ideologi atheis semacam itu, semuanya merupakan "misa setan" yang ditujukan untuk memuaskan nafsu setan akan darah.

Orang-orang yang secara terbuka menyebut dirinya sebagai pemeluk Setanisme melakukan pertumpahan darah sebagai tindak pemujaan. Orang-orang yang menghasut melakukan teror dan kekacauan di dunia sesungguhnya sedang melakukan ibadah yang sama, dengan cara yang lebih tersembunyi dan akibat yang jauh lebih luas. Pendeknya, setan, juga sistem Dajjal yang ditegakkannya di dunia, tengah memanfaatkan orang-orang yang sudah berhasil dipengaruhinya dan mencoba mengubah dunia menjadi medan pertempuran yang brutal.

Serangan WTC adalah sebuah ritual besar..??


Setanisme Adalah Ideologi yang Telah Dikalahkan

Kita perlu mengingat pandangan-pandangan setan itu sendiri dalam merenungkan ancaman yang ditimbulkannya. Ketika para pemeluk Setanisme ditanya berapa jumlah mereka, mereka menyatakan jumlah pengikut yang besar, karena memang banyak orang yang sebenarnya hidup dengan nilai-nilai Setanisme tanpa menyadari kenyataan itu. Di satu sisi, itu memang benar. Banyak orang, yang sadar atau tidak, menyetujui pandangan para pemeluk Setanisme. Ini karena dengan menolak hati nurani atau menolak hidup dengan akhlaq yang terpuji, sehingga memperturutkan hawa nafsunya sendiri, adalah sama dengan menaati perintah-perintah setan. Jika seseorang merenungkan segala bentuk kerusakan yang disebabkan oleh para pemeluk Setanisme hingga hari ini, jelaslah betapa mengerikannya akhir dari masyarakat yang berisi orang-orang seperti itu akan terjadi.


Pernyataan bahwa manusia adalah sejenis binatang, yang menjadi landasan Setanisme, adalah omong kosong sama sekali. Umat manusia tidak mucul sebagai hasil dari kebetulan belaka. Pencipta umat manusia, juga keteraturan serta kemegahan alam semesta, adalah Allah yang Mahakuasa, Maha Unggul, dan Maha Bbijaksana, Dia yang tidak mempunyai kelemahan apa pun. Dia telah menciptakan manusia dengan kemampuan berpikir dan akal, untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, dan juga dengan tanggung jawab terhadap Sang Pencipta. Walau nafsunya mengarahkan manusia pada kejahatan, nuraninya melindunginya dari hal demikian dan memerintahkannya untuk berpaling darinya. Kewajiban manusialah untuk mendengarkan suara nuraninya, bukan nafsunya, dan menunjukkan akhlaq yang diridhai Allah. Akhlaq seperti itu tidak hanya akan memungkinkan pribadi yang bersangkutan, juga masyarakat tempat kehidupannya, menikmati suasana penuh kedamaian dan keamanan, tapi juga akan--atas kehendak Allah--mendapatkan balasan kemuliaan di hari kemudian.

Salah satu kenyataan penting yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa kehidupan yang ditawarkan setan, yang dibuatnya terlihat amat menarik, hanyalah tipu daya. Setan bisa saja membuat segala macam janji tentang peluang dalam hidup di dunia ini, mungkin pula mencoba untuk memalingkan manusia dari jalan yang benar, namun tidaklah boleh dilupakan bahwa jalan yang ditunjukkannya untuk diikuti manusia hanya mengarah pada kehancuran bagi mereka yang menempuhnya. Sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam ayat,
"... Mereka tidak lain hanyalah menyembah setan yang durhaka, yang dilaknati Allah dan setan itu mengatakan, 'Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bagian dari yang sudah ditentukan (untuk saya), dan saya benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan saya suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu mereka benar-benar mengubahnya.' Barangsiapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata." (an-Nisaa` [4]: 117-119)

Semoga bermanfaat...

.
.

Penetrasi Setan Pada Pikiran dan Penyampaian Kehendaknya Kepada Manusia

Sebelum mengulas tentang jalan-jalan penetrasi setan pada manusia, kiranya kita perlu mengenal, meski secara selintasan, sosok yang bernama setan. Terkait derivasi kosakata setan terdapat perbedan di kalangan ulama. Namun yang paling benar kita katakan adalah bahwa kosa kata ini, diadopsi dari kata "sy-tha-na" yang bermakna jauh. Karena itu, boleh jadi ia memiliki obyek luaran (mishdâq) yang tak-terbilang. Akan tetapi, yang paling nyata dari obyek luaran tersebut dan panglima dari seluruh setan adalah iblis.

Setan merupakan sebuah maujud dan eksisten yang berasal dari golongan jin. Dengan demikian, ia dapat menampakkan dirinya pada pelbagai bentuk, baik pada hewan atau pun pada manusia selain para maksum As.

Karena itu, salah satu jalan asasi yang dilakukan setan adalah membisikkan lewat jalan ini. Dimana pada detik-detik krusial nasib manusia, ia menampakkan dirinya dalam bentuk manusia yang secara lahir shaleh dan menyebabkan terkecohnya manusia.

Akan tetapi ia tidak selalu menggunakan cara ini, lantaran setan merupakan maujud mitsali (imaginal); artinya ia berada pada kondisi antara non-material dan material jasad. Dari sisi ini, ia tidak dapat secara langsung mengakses pada ruh non-material manusia, yang merupakan penyokong (qiwâm) kemanusiaan manusia.

Karena itu, melalui jendela bernama nafs ammarah ia sisipkan segala keinginannya pada jiwa manusia. Nafs ammarah adalah sisi hewani nafs manusia yang apabila ia menanjak dan menyempurna maka ia akan berubah menjadi nafs muthmainnah atau ruh transendental.

Dengan demikian, setan dengan penunjukkan dan penampakan, ia menyediakan lahan penyimpangan, kesesatan dan tipuan bagi manusia, apa yang menjadi sumber kecenderungan nafs ammarah atau hawa nafsu manusia. Oleh itu, harus dikatakan bahwa setan merupakan sebuah sebagian sebab (juz al-illah) atau sebab persiapan (preparing cause, illah al-mu'iddah) dalam mengecoh dan menipu manusia bukan sebab tuntas (illah tammah).  

Adapun pelbagai penampakan ini, pelbagai model dan corak yang dimilikinya yang selaras dan senafas dengan pelbagai kecenderungan hewani manusia, antara lain:

A. Memperindah pelbagai perbuatan buruk: Setan dengan memperelok dan memperindah pelbagai keburukan, ia melenyapkan corak keburukan pada kezhaliman dan perbuatan dosa serta meminimalisir pelbagai aral pada perbuatan-perbuatan haram sehingga manusia dapat dengan mudah terjerat perbuatan dosa. Seperti segala pembenaran dan justifikasi yang kita susun tatkala melakukan perbuatan dosa.


B. Janji-janji palsu: Setan dengan membeberkan pelbagai janji palsu dan harapan-harapan tinggi dan tak-terjangkau, membuat manusia lupa untuk mengingat hari kiamat, kematian dan Tuhan. Setan menjebak orang ini untuk berperang dengan hawa nafsunya dimana untuk sampai pada harapan dan janji tersebut ia rela melakukan pelbagai dosa besar.


C. Menebarkan rasa takut dan gentar: Setan dengan menciptakan rasa takut, kecut dan gentar terhadap masa depan pada diri manusia, ia mengajak manusia untuk menumpukkan harta, lari dari medan jihad, hanyut bersama para tiran dan sebagainya dan mengkondisikan manusia untuk melakukan pelbagai perbuatan buruk dan dosa yang bersumber dari ketakutan terhadap masa depan.

Penjelasan Detail:

Kiranya kita perlu mengenal terlebih dahulu, meski secara global dan selintasan, tentang eksisten bernama setan sebelum menjawab pertanyaan di atas. Terkait dengan derivasi redaksi setan, terdapat perbedaan pendapat dan paradigma di kalangan ulama. Namun yang nampak lebih cocok dari seabrek pendapat itu adalah bahwa redaksi setan diadopsi dari kata "sya-tha-na" yang bermakna terjauhkan.[Lisân al-Arab, redaksi sya-tha-na.]

Sesuai dengan pandangan kebanyakan penafsir, setan artinya eksisten penggangu dan durhaka yang telah keluar dari jalan lurus. Dengan asumsi ini, nama setan adalah sebuah nama umum yang memiliki banyak obyek luaran (mishdaq). Termasuk setiap eksisten dan maujud pendurhaka dari kalangan manusia dan jin.[Tafsir Nemune, Nasir Makarim Syirazi, jil. 1, hal. 191.] Adapun iblis, ia adalah setan yang menolak untuk sujud kepada Adam bapak manusia.[*]
*)“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Bersujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka bersujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur, dan (dengan demikian) ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (Qs. Al-Baqarah [2]:34)

Sesuai dengan penjelasan al-Qur'an, iblis bukan eksisten dan maujud seperti manusia melainkan dari jenis jin[*] dan diciptakan dari bahan api. Tipologi makhluk seperti ini adalah berada pada kondisi medium antara jasmani dan non-jasmani, antara material dan non-material dimana ia dapat menyerupai pelbagai bentuk; yaitu ia dapat muncul dengan pelbagai bentuk di dunia luaran.
*)“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam.” Maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, lalu mendurhakai perintah Tuhannya.” (Qs. Al-Kahf [18]: 50)

Nampaknya, maksud dari pertanyaan tentang setan di atas adalah iblis. Dengan memperhatikan asumsi ini kita akan menjawab pertanyaan tentang iblis. Sebagaimana yang telah kami katakan bahwa setan merupakan eksisten imaginal (mitsali) dan kita tahu bahwa manusia merupakan maujud dwi dimensi; artinya manusia memiliki dimensi jasmani dan juga dimensi ruhani. Karena itu, apabila setan ingin mengecoh dan menipu manusia, mau-tak-mau ia harus melalui jalan khusus sehingga ia dapat menjalin hubungan dengan ruh manusia yang menjadi penyokong (qiwam) kemanusiaan manusia. Nafs manusia memiliki sisi beragam. Sisi ruhani yang disebut sebagai ruh atau nafs muthmainnah dan sisi ahriman (keburukan) yang disebut sebagai nafs ammarah atau hawa nafsu.

Untuk mengendalikan manusia, mau-tak-mau harus menembus lewat sebuah celah yang disebut sebagai nafs ammarah manusia [Akhlâq dar Qur’ân, Muhammad Taqi Misbah Yazdi, hal. 234], dan memanfaatkan dengan maksimal celah ini. Dari sisi lain, ia juga merupakan maujud mitsali atau eksisten imaginal yang membuatnya tidak dapat secara langsung berhubungan dengan manusia. Hubungan rahasia antara setan dan nafs ammarah inilah yang disebut sebagai bisikan setan atau was-was yang dihembuskan setan.

Allamah Thabathabai terkait dengan masalah ini menuturkan: "Setan mengecoh manusia dengan menyampaikan was-was pada hati manusia."[Terjemahan al-Mizan, jil. 1, hal. 201.] Karena itu, setan merupakan sebagian sebab dan dengan sendirinya tidak dapat menyesatkan manusia, melainkan ia hanya mengajak manusia untuk memenuhi apa yang menjadi tuntutan hawa nafsunya. Atau dengan kata lain, bisikan setan hanyalah sebuah sebab persiapan (illah al-mu'id), bukan sebab tuntas (illah al-tammah).

Manusia juga dalam menyambutnya memiliki kebebasan. Ia dapat mendengarkan dan mengikuti bisikan itu atau mengikuti firman-firman Tuhan dan akal sehatnya. Karena itu, Allah Swt dalam melarang manusia untuk tidak mengikuti titah setan berfirman: " Hai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan (baca: sempurna), dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu." (Qs. Al-Baqarah [2]:208)

Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana setan menggerakkan pelbagai perasaan (yang non-rasional) dan hawa nafsu manusia dan menyudutkan manusia untuk mengerjakan pelbagai perbuatan tidak senonoh? Setan memanfaatkan pelbagai cara untuk sampai kepada tujuan ini yang akan kami sebutkan beberapa poin dari cara tersebut.

Sebagaimana yang telah kami sebutkan, setan dapat menjelma dan menyerupai sebuah sosok manusia atau hewan di dunia luaran. Cara seperti ini adalah salah satu cara setan membisikkan pesan-pesannya. Artinya pada detik-detik krusial dan bersejarah, ia muncul sebagai seorang yang secara lahir berbudi dan menyelewengkan banyak manusia dari jalan kebenaran. Banyak contoh terkait dengan masalah ini yang terekam baik dalam sejarah perjalanan manusia. Dan boleh jadi pernah terjadi pada salah seorang dari kita.[Asrâr Âli Muhammad, Sulaim bin Qais, hal. 220.]


Akan tetapi ia juga memanfaatkan cara lain sebagaimana termaktub dalam ayat-ayat al-Qur'an yang telah disinggung sebagian darinya.

A. Memperelok pelbagai perbuatan buruk: Artinya setan menunjukkan pelbagai perbuatan tidak senonoh menjadi indah dan elok dipandang mata. Sehingga nampak bagi manusia bahwa perbuatan itu merupakan perbuatan senonoh dan baik. Hal ini adalah apa yang disebut dalam al-Qur'an sebagai talbis haq bil batil [*] dan batil bil haq yang merupakan salah satu muslihat orang-orang Yahudi. Memperindah segala amalan merupakan sebuah jalan yang mudah dilalui dan sejalan dengan pelbagai kehendak nafsu manusia. Dengan demikian, disebutkan dalam al-Qur'an: "Dan setan telah menghiasi perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk.” (Qs. Al-Naml [27]:24)
*)“Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil, dan janganlah kamu tutupi yang hak itu, sedangkan kamu mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah [2]:42)

B. Menebarkan Janji-janji palsu: Setan dengan menebarkan pelbagai janji palsu, harapan-harapan tinggi dan tak-terjangkau, membuat manusia lupa terhadap pelbagai realitas kesehariannya yang ada di hadapannya. Demikian juga menyibukkan manusia dengan angan-angan yang tidak dapat dicapai. Jelas bahwa hasil dari perbuatan semacam ini adalah melupakan hari kiamat dan lalai dari mengingat Tuhan. Atas alasan ini, Allah Swt berfirman: "Setan itu memberikan janji-janji (bohong) kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka." (Qs. Al-Nisa [4]:120)


C. Menebarkan rasa takut dan gentar: Salah satu muslihat setan adalah menciptakan rasa takut, kecut dan gentar terhadap masa depan pada diri manusia. Kondisi takut ini menjadi sebab manusia melakukan pelbagai perbuatan buruk seperti putus asa, buruk sangka terhadap Tuhan, tiadanya tawakkal kepada Tuhan dan menghindarkan manusia untuk tidak melakukan perbuatan baik. Misalnya setan menebarkan rasa takut pada manusia dengan kefakiran dan kemiskinan di masa datang yang membuatnya menjadi bakhil dan mencegah manusia untuk berinfak. Masalah ini menjadi obyek perhatian pada ayat-ayat al-Qur'an. Misalnya al-Qur'an menyatakan: "(Ketika kamu berinfak), setan menjanjikan kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya untukmu." (Qs. Al-Baqarah [2]:268) [indonesia.islamquest.net]

Sumber telaah dan referensi:
  1. Tafsir Nemune, Nashir Makarim Syirazi.
  2. Al-Mizân, Muhammad Husain Thabathabai.
  3. Akhlâq dar Qur'ân, Muhammad Taqi Misbah Yazdi.
.
.

Anjing Nazi Dilatih untuk Berbicara, Membaca dan Mengeja untuk Memenangkan Perang Dunia II


Sang diktator dengan anjingnya Blondi dan Bella, 1945

Saya tidak yakin apakah cerita ini mengejutkan bagi siapapun yang membacanya, tetapi pada kenyataannya memang benar-benar ada. Sebuah temuan luar biasa, mengenai program Nazi yang mencoba melatih anjing agar dapat berbicara, membaca dan mengeja untuk membantu mereka memenangkan Perang Dunia II, terungkap.

Jerman memandang anjing sama cerdasnya dengan manusia. Oleh sebab itu, mereka berupaya membentuk pasukan anjing yang 'berbicara' dan menakutkan. Hal ini terungkap dari sebuah penelitian baru. Hitler berharap makhluk cerdas itu akan belajar berkomunikasi dengan majikan SS-nya. Bahkan Hitler memiliki sekolah khusus anjing yang didirikan untuk mengajarkan mereka berkomunikasi.

Temuan luar biasa ini menunjukkan, para pejabat Nazi merekrut anjing-anjing 'berpendidikan' dari seluruh Jerman dan melatihnya agar dapat berbicara dan mengeluarkan sinyal menggunakan cakar mereka. Seekor anjing kampung disebut-sebut telah mampu mengucapkan kata-kata 'Mein Fuhrer' ketika ditanya siapa Adolf Hitler.

Anjing lainnya 'berbicara' dengan cara menekan huruf-huruf alfabet menggunakan cakarnya dan mengatakan sesuatu tentang spekulasi agama dan belajar puisi. Jerman berharap dapat menggunakan hewan ini dalam perang, menjadikan mereka dapat bekerjasama dengan perwira SS dan menjaga kamp-kamp konsentrasi untuk membebaskan para perwira.



Percobaan aneh 'Wooffan SS' ini muncul bak secercah cahaya setelah DR Jan Bondeson melakukan penelitian melelahkan—selama bertahun-tahun—terhadap anjing-anjing unik dan mengagumkan dalam sejarah. Sejarawan dari Cardiff University ini mengunjungi Berlin untuk menggali informasi dari terbitan-terbitan berkala Jerman yang terkait dengan proyek aneh Nazi.

Hitler dikenal sebagai salah seorang pencinta anjing dan memiliki dua ekor anjing Jerman bernama Blondi dan Bella. Ia kemudian membunuh Blondi, beberapa saat sebelum melakukan bunuh diri di bunkernya pada 1945. Diktator keji itu sengaja memilih menggunakan anjing dalam perang dan mendukung pendirian sekolah anjing yang disebut Tier-Sprechschule ASRA.


Sebuah foto Adolf Hitler, Eva Braun dan anjing mereka Blondi di Berchtesgeden, Jerman, 1942. (MAUREEN DOWD / Associated Press)

Sekolah anjing ini terletak di Leutenburg dekat Hannover dan dipimpin oleh kepala sekolah Margarethe Schmitt. Sekolah ini didirikan pada 1930-an dan terus berlanjut sepanjang masa-masa perang. Beberapa laporan menyebutkan, sekolah ini telah berhasil mendidik anjing sehingga mereka dapat menuliskan kata-kata dengan cakarnya.

Kisah luar biasa tentang anjing berpendidikan 'produksi' Jerman ini diungkap tuntas oleh Bondeson dalam bukunya, Amazing Dogs: A Cabinet of Canine Curiosities. "Ini benar-benar hal yang luar biasa," ujarnya sebagaimana dilansir The Telegraph, pada tahun lalu (Kamis, 26/5/2011).

Menurut Bondeson, pada 1920-an, Jerman memiliki beberapa 'psikolog hewan baru' yang percaya bahwa anjing hampir sama cerdasnya dengan manusia, yang dapat berpikir abstrak dan berkomunikasi. "Bagian dari filosofi Nazi adalah bahwa ada ikatan yang kuat antara manusia dan alam. Oleh sebab itu, mereka percaya bahwa seorang Nazi yang baik seharusnya adalah teman hewan," kata Bondeson.
"Bagian dari filosofi Nazi adalah bahwa ada ikatan yang kuat antara manusia dan alam. Oleh sebab itu, mereka percaya bahwa seorang Nazi yang baik seharusnya adalah teman hewan." ~Bondeson
Ketika Nazi berkuasa, lanjut Bondeson, seseorang mungkin mengira mereka akan membangun kamp konsentrasi untuk mengurung para fanatik (psikolog hewan) ini. Namun sebaliknya, justru Nazi sangat tertarik dengan ide-ide mereka.

Dalam buku Bondeson terdapat sejumlah bab yang membahas tentang anjing yang bisa akting, bepergian, jago salto, dan anjing yang sangat loyal. Buku ini diterbitkan oleh Amberley Publishing di Inggris dan Cornell University Press di Amerika Serikat.

*source: Nazis Tried to Train Dogs to Talk Read and Spell to Win WW2 “The Telegraph.”, 24 Mei 2011 (www.telegraph.co.uk)

***


Menjelang akhir perang, Nazi bekerja keras untuk mengembangkan keturunan seekor anjing serangan terbang.

Bisakah Hewan Berkomunikasi dengan Manusia? 

Jawabannya adalah ya bisa, sebagaimana dibuktikan oleh banyaknya hewan yang menjadi artis sebuah pertunjukan, semua itu menunjukan bagaimana mereka patuh dan mengerti terhadap perintah. Orang yang memiliki piaraan sejenis hewan ini telah mengajarkan perintah anjing, seperti "Duduk," dan trik seperti "Roll over." Kuda diajarkan untuk mengubah laju jalannya hanya dengan menuruti perintah dari sais di belakangnya. Seperti halnya anjing, begitu juga kucing. Kucing dapat menjadi hama dan sangat menganggu. Kita bisa saja menyuruhnya untuk tidur, coba saja lakukan. dan lihatlah... Ternyata mereka melakukannya, mereka pergi tidur! Lakukan berulang-ulang, dan mereka akan mematuhinya. Kucing juga dapat dilatih  untuk ke toilet. Binatang ini juga berkomunikasi dengan manusia dengan vokalisasi suara mereka dan juga menggunakan bahasa tubuh

Apakah Anjing Terlatih Nazi Benar-benar Mampu Berbicara?
 
Ini jelas bahwa kita harus melakukan penelitian lebih lanjut terhadap anjing yang dilatih berkomunikasi dengan pengucapan dan penekanan kata-kata. Apakah informasi dalam dokumen yang ditemukan Bondeson tentang Percobaan SS Wooffan akurat? Satu-satunya cara untuk membuktikan atau menyangkal validitas data ini adalah dengan melakukan eksperimen lebih lanjut, seperti halnya hubungan telepati antara hubungan hewan dengan manusia.

Saya ingin tahu apakah PETA menjadikan sang 'Mein Fuhrer' anggota kehormatan? (Apa itu PETA, silahkan anda googling sendiri saja hehe...  :P)

Atau mungkinkah semua itu hanya angan-angan para ilmuwan Nazi saja, angan-angan yang melebihi kenyataan alias lebay hehe...??

Yang jelas (dan bukan hanya sekedar angan-angan semata), faktanya memiliki seekor anjing dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda dan meningkatkan kesempatan Anda untuk bertahan hidup dari serangan jantung, tetapi lebih dari itu semua, anjing adalah sahabat yang sangat setia dan dapat dipercaya. Itu kenyataannya...  ^^

Mind games: Percobaan telepati antara anjing dan manusia oleh Karl Krall

Hitler Muda (foto kanan). Jerman beranggapan bahwa hewan bertaring hampir sama cerdas seperti laiknya manusia dan mencoba untuk menciptakan sebuah tentara tentara anjing 'berbicara' yang menakutkan

Good dog, good owner, good ordinance!
.
.

Ungkapan Hati Wanita

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tahu bahwa kalian bukanlah tokoh romantis yang dapat melukis seperti Jack Dawson dalam Titanic, maka itu kami tidak pernah minta kalian melukis wajah kami dengan indah, paling tidak saat kami minta kalian menggambar wajah kami, gambarlah, meskipun hasil akhirnya akan seperti Jayko adik perempuan Giant dalam film Doraemon, tapi kami tahu, kalian sudah berusaha.

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tahu bahwa kalian bukan peramal seperti Dedi Corbuzier yang dapat menebak isi pikiran kami atau apa yang kami inginkan saat kami hanya terdiam dan memasang wajah bosan, tapi saat itu kami hanya ingin tahu, sesabar apakah kalian menghadapi kami jika kami sedang sangat menyebalkan seperti itu, kami tidak minta kalian mampu menebak keinginan kami, setidaknya bersabarlah pada kami dengan terus bertanya, “Jadi sekarang maunya gimana?”

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tahu bahwa kalian bukanlah penyair sekaliber Kahlil Gibran atau yang mampu menceritakan kisah romantis seperti Shakespeare, maka itu kami pun tidak meminta kalian mengirimi kami puisi cinta berisi kalimat angan-angan nan indah setiap hari atau setiap Minggu, tapi setidaknya mengertilah bahwa setelah menonton film Korea yang amat romantis itu, kami sangat berandai-andai kekasih kami dapat melakukan yang sama, meskipun isi puisi tersebut tidak sebagus Kahlil Gibran, kami akan sangat senang –sungguh- jika kalian mengirimkannya dengan tulus dan niat (bahkan meskipun ujungnya terdapat “Hehe, aneh ya?”, tapi itu sudah cukup membuat kami akan benar-benar melayang...).


Dong-chan dan Hae-na (My Fair Lady)

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tahu bahwa kalian tidaklah setampan Leonardo Dicaprio, tapi tolong mengertilah itu sama sekali bukan masalah bagi kami, saat kami memuja-muja pemuda seperti itu, itulah pujian dan pujaan, tapi hati kami sesungguhnya telah terikat oleh kalian. Mungkin saat itu kami hanya ingin tahu apa pendapat kalian jika kami jatuh cinta pada orang lain, semacam mengukur tingkat kecemburuan kalian.

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tahu bahwa kalian tidaklah semenakjubkan John Nash atau sebrillian Isaac Newton, namun kami sebenarnya sangat menghargai bantuan kecil dari kalian meskipun hanya membantu mencarikan artikel dari internet, kami ingin menunjukkan pada kalian bahwa kalian lebih kami percayakan daripada Newton atau Galileo.

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tahu bahwa kalian tidaklah segagah Achilles pada film Troy, maka itu kami tidak pernah minta kalian mengikuti program peng-six-pack-an tubuh atau kontes L-men. Namun dengan kalian berhenti dan tidak pernah merokok, kami sangat akan memilih kalian dari Achilles manapun. Menyuruh kalian berhenti merokok adalah untuk meyakinkan diri kami bahwa kalian lebih gagah dari Achilles (karena tentu kalian akan kalah beradu pedang dengan Achilles bukan?).

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tahu bahwa kalian bukan Pangeran dengan kuda putih yang akan melawan naga demi kami, karena kamipun bukan putri tidurnya, dan maka dari itu kami tidak pernah minta kalian melawan preman pasar yang pernah menggoda kami waktu lalu, tapi setidaknya, mengertilah tanpa kami harus minta, saat hujan lebat datang dan dirumah sedang mati lampu dan ayah ibu kami belum datang, kami hanya dapat mengandalkan kalian, maka itu temani kami walau hanya dengan sms dan telepon, karena menurut kami, berbincang dengan kalian adalah melegakan, maka itu jangan tradeoff (tukar) keadaan seperti itu dengan Game PS 2011 terbaru kalian itu (sangat mengesalkan!)



Kami, para wanita sungguh sebenarnya tahu bahwa kalian bukanlah bayi yang harus diingatkan hal ini dan itu setiap waktunya, tapi mengertilah bahwa kami sangat merisaukan kalian, kenapa kami mengingatkan kalian makan atau sembahyang, itu karena tepat saat itu, kami baru saja hendak makan atau sembahyang, maka itu saat kalian bertanya kembali atau mengingatkan kembali, kami akan menjawab, “Iya, bentar lagi nih..”.

Kami, para wanita tahu kalian bukanlah Romi Rafael yang pandai menyulap saputangan menjadi bunga, maka itu kami tidak pernah meminta hal-hal semacam itu, namun mengertilah bahwa melihat bunga rose di pinggiran jalan itu menggoda hati kami, bahkan meski kami tidak suka bunga, pemberian kalian akan menjadi hal yang kami sukai, karena kami sebenarnya hanya sangat ingin menyimpan kalian saat itu, setelah malam kalian antar kami pulang, namun kami tahu kita harus berpisah saat itu.

Kami, para wanita tahu kalian bukanlah Mr. Bean yang dapat membuat kami tertawa terbahak saat sedang bosan, maka itu jangan coba-coba menjadi juru selamat untuk mencoba membuat kami tertawa saat itu, karena kami tau kalian tidak mampu sekocak Mr. Bean dan malah hanya akan memperkeruh suasana, yang kami inginkan saat itu hanyalah memastikan kalian ada disamping kami saat masa-masa sulit meski hanya dengan senyuman menenangkan.



Kami, para wanita juga tahu kalian bukanlah pemuda seperti Edward Cullen yang akan segera datang dengan Volvo saat kami diganggu oleh preman jalanan, namun setidaknya, pastikan kami aman bersama kalian saat itu dengan tidak membawa kami pulang terlalu larut dan mengantarkan kami sampai depan pintu rumah dan bertemu ayah ibu, (dan tentu saja tidak hanya sampai depan gang!)

Kami, para wanita tahu kalian tidak akan bisa seperti ibu kami yang dapat menghentikan tangisan kami, namun tolong mengerti, saat kami menangis dihadapanmu, kami bukan sedang ingin dihentikan tangisannya, justru kami sangat ingin kalian dihadapan kami menampung berapa banyak air mata yang kami punya, atau sekedar melihat apa reaksi kalian melihat kami yang –menurut kami- akan terlihat jelek saat menangis.


 
Kami, para wanita tahu juga sebenarnya, bahwa kalian tidak akan punya jawaban yang benar atas pertanyaan, “Aku gendut ya?”, kami sungguh tahu, tapi saat itu kami hanya ingin tahu, apa pendapat kalian tentang kami yang pagi tadi baru bercermin dan sedang merasa tidak secantik Kristen Stewart.

Kami tahu, kalian adalah makhluk bodoh yang tidak peka dan terlalu lugu untuk percaya pada setiap hal yang kami katakan, tapi mengertilah bahwa saat kalian bertanya “Baik-baik aja?” dan kami jawab “Iya, aku baik-baik saja”, itu adalah bahasa kami untuk menyatakan keadaan kami yang sedang tidak baik. Namun kami masih menganggap kalian adalah malaikat penyelamat yang mampu mengatasi ketidak-baik-baikan kami saat itu tanpa kami beritahu, (tentu mestinya kalian menyadari jika kami memang benar sedang baik-baik saja kami akan menambahkan perkataan seperti, “Iya aku baik-baik saja, malah tadi aku di kampus ketemu dengan dosen yang itu lho….*bla..bla..bla...”).



Ya, kami sepertinya tahu apa yang kalian pikirkan tentang kami yang begitu merepotkan. Tapi begitulah kami, akan selalu merepotkan kalian, tuan. Hal ini bukan sesuatu yang kami banggakan, namun inilah bahasa kami untuk mempercayakan hati kami pada kalian, jika kalian bukanlah pemuda yang kami percayakan dan kami butuhkan, tentu saja yang kami repotkan dan persulitkan bukan kalian. Kami makhluk yang amat perasa dan gampang merasa “tidak enak”. Kami enggan merepotkan “orang lain”. Jika kami merepotkan dan menyusahkan, berarti kami menganggap anda bukanlah orang lain, tetapi justru sebaliknya.
"Jika kami merepotkan dan menyusahkan, berarti kami menganggap anda bukanlah orang lain."
Kami tidak senang bermain-main, hai kalian para pemuda. Maka tolong jaga hati yang kami percayakan ini. Kami mungkin mudah berbesar hati atau “geer”, tapi sekali kami menaruh hati kami pada satu pemuda, butuh waktu yang lebih lama dari menemukan lampu bohlam untuk menghilangkannya (bukan melupakan).



Kami akan sulit menerima hati baru setelah itu, karena kami harus membiasakan diri lagi. Padahal kami sudah terbiasa dengan anda, terbiasa melakukan semuanya dengan anda. Maka tolong, mengertilah kalian. Karena kami, wanita sungguh sangat tahu sebenarnya kalian, para pemuda, dapat mengatasi semua tingkah kami yang merepotkan ini.

 ~*

Setiap Wanita itu Cantik!

Seorang anak laki-laki bertanya kepada ibunya, "Mengapa ibu menangis?"

Ibunya menjawab, "Karena ibu seorang wanita, nak."

"Aku tidak mengerti," jawab anak laki-laki tersebut.

Sang ibu memeluk anaknya dan berkata, "Dan kau tidak akan pernah mengerti"

Kemudian anak laki-laki tersebut bertanya kepada ayahnya, "Mengapa ibu menangis tanpa ada alasan?"
"Semua wanita menangis tanpa ada alasan," hanya itu yang bisa dikatakan ayahnya.

Tahun berganti tahun dan anak laki-laki itu tumbuh dan menjadi seorang laki-laki dewasa, dan masih tetap merasa heran mengapa wanita menangis.
Akhirnya dia berdo’a dan meminta petunjuk Tuhan, dan pada suatu ketika do’anya terjawab…


"Aku menciptakan wanita istimewa. Aku menciptakan baginya bahu yang kuat untuk memikul beban dunia, tapi begitu lembut sehingga dapat memberikan kenyamanan."


"Aku memberinya kekuatan untuk melahirkan dan menahan penolakan yang kerap muncul dari anak-anaknya."

"Aku memberinya keteguhan yang membuatnya dapat tetap bertahan di saat semua orang sudah menyerah, dan tetap memperhatikan keluarganya tanpa mengeluh saat sedang lelah maupun sakit."

"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam keadaan apapun, meskipun mereka menyakitinya."


"Aku memberinya kekuatan untuk bisa memaklumi kesalahan-kesalahan suaminya, menciptakannya dari tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya."

"Aku memberinya kearifan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik tidak akan pernah menyakiti istrinya, tetapi kadang-kadang menguji kekuatan dan ketetapan hatinya untuk tetap teguh mendampingi suaminya."

"Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dicurahkan. Ini khusus miliknya untuk digunakan kapanpun diperlukan."


"Kau lihat: Kecantikan seorang wanita tidak terletak pada pakaian yang dikenakannya, penampilan fisiknya, atau cara dia menyisir rambutnya."

"Kecantikan seorang wanita dapat dilihat melalui matanya, karena mata adalah pintu menuju hatinya, tempat dimana cinta bersemayam."


Karenanya setiap wanita itu adalah cantik.



"Karenanya setiap wanita itu adalah cantik."


Setanpun Bersumpah Atas Nama Tuhan!

Tiap hari para pelaku korupsi makin banyak dari pejabat, wakil rakyat yang jelas-jelas disumpah pada masa jabatannya, jangan heran kelak melakukan korupsi. Mungkin memang sedang tren, pejabat publik yang sedang menghadapi kasus sering bersumpah atas nama Allah. Tak kurang, juga dibumbui dengan linangan air mata. Tapi ketika ada 2 pernyataan yang bertentangan dan kedua-duanya bersumpah atas nama Allah, siapa yang benar diantara keduanya? Mungkinkah salah satunya berbohong? Entahlah.

Menyimak bunyi sumpah jabatan yang ada sekarang, sebenarnya sumpah itu mempunyai konsekuensi atau pertanggungjawaban baik secara spiritual maupun secara sosial. Secara spiritual, artinya sumpah itu berupa pernyataan yang diucapkan di hadapan Tuhan. Sumpah diucapkan dengan jelas-jelas menyebutkan kata-kata, “Demi Allah….”, dan di bawah naungan Kitab Suci agama yang dianut calon pejabat. Semua yang diikrarkan dalam sumpah akan dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhan. Konsekuensi sosial artinya sumpah itu juga merupakan ikrar kepada khalayak umum. Bila setelah menjabat pejabat yang bersangkutan itu tidak menepati sumpahnya, maka bukan saja seharusnya mereka takut akan Tuhan, tetapi mereka juga harus malu terhadap rakyat yang memberikan amanatnya kepada pejabat itu.

Sumpah yang wajib dilakukan oleh pegawai negeri sebelum memangku jabatan tertentu dan harus diikrarkan di hadapan pejabat yang berwewenang bunyinya sebagai berikut (dari scribd.com):
“Demi Allah ! Saya bersumpah, Bahwa saya, untuk diangkat dalam jabatan ini, baik langsung maupun tidak langsung, dengan rupa atau dalih apapun juga, tidak memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun juga; Bahwa saya akan setia dan taat kepada Negara Republik Indonesia; Bahwa saya akan memegang rahasia sesuatu yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus saya rahasiakan; Bahwa saya tidak akan menerima hadiah atau suatu pemberian berupa apa saja dan dari siapapun juga, yang saya tahu atau patut dapat mengira, bahwa ia mempunyai hal yang bersangkutan atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan saya; Bahwa saya dalam menjalankan jabatan atau pekerjaan saya, senantiasa akan lebih mementingkan kepentingan Negara daripada kepentingan saya sendiri atau golongan; Bahwa saya senantiasa akan menjunjung tinggi kehormatan Negara, Pemerintah, dan Pegawai Negeri; Bahwa saya akan bekerja dengan jujur, tertib, cermat dan bersemangat untuk kepentingan Negara”.
Dalam kenyataannya, saat ini sumpah jabatan itu hanya identik dengan membaca kata-kata yang tak ada bedanya dengan sebuah puisi, dengan tak merasa sungkan mencatut nama Tuhan dan dibumbui dengan atraksi naungan Kitab Suci. Ketika sudah resmi menjabat, para pejabat segera lupa diri. Korupsi, kolusi, dan segala keserakahan jabatan terjadi di mana-mana dengan segala skala dan tingkatannya.

Lantas mengapa orang tidak takut sumpah?

Karena tak ada orang yang pernah mati dan hidup lagi, dan tak seorang pun pernah melihat Tuhan, maka pejabat yang melanggar sumpah atau janjinya sendiri itu tidak merasa takut akan Tuhan. Tuhan hanya merupakan sosok imajinasi dan bukannya hasil renungan komtemplasi. Padahal kalau kita pikir lebih jauh, pejabat yang disumpah atau berjanji adalah orang-orang yang beragama. Bila kemudian pejabat yang agamis itu melakukan korupsi, kolusi, nepotisme dan segala penyalahgunaan jabatan, bukankah perbuatan-perbuatan tercela itu menjadi sebuah bentuk kemunafikan agama?

Mengapa Kita Gampang Bersumpah Atas Nama Allah?

Bersumpah atas nama Allah adalah “senjata” utama ketika orang meragukan kata-kata seseorang. Ketika menyebut nama Allah itulah, orang lain tidak bisa berkata apapun lagi, sekalipun pernyataan si empunya diragukan. Bersumpah atas nama Allah untuk membuat orang percaya banyak dilakukan manusia untuk tujuan:
  • Membohongi orang untuk percaya pada pernyataannya.
  • Menyombongkan diri terhadap sesuatu yang tidak ia lakukan.
  • Menghindari tuntutan janji yang telah ia ucapan tapi ia langgar.
  • dan lain-lain hal.



    Hasanudin AF, Guru Besar Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, mengatakan, bahwa fenomena bersumpah atas nama Tuhan, sebagai tanda adanya penyakit di masyarakat. Makin banyaknya orang yang terjerat kasus hukum dan bersumpah atas nama Tuhan boleh-boleh saja. Tetapi, ketika banyak yang melakukannya, itu suatu pertanda. Bahwa, suatu masyarakat sedang sakit mental dan moralnya.

    Hasanudin AF mengungkapkan pendapatnya saat dimintai pandangan tentang banyaknya orang-orang bersumpah atas nama Tuhan di depan publik. Terutama, ketika banyak kasus-kasus hukum diungkap ke media massa. ”Di dalam Islam, sumpah itu ada ajarannya. Artinya, sumpah itu dilakukan untuk meyakinkan diri sendiri atau seseorang tentang suatu tuduhan yang dilekatkan padanya itu tidak benar. Ajaran itu dibenarkan dalam Islam. Cuma pelaksanaannya seharusnya tidak sembarangan,” katanya.

    Ini sama saja berarti, sumpah atas nama Tuhan itu bisa dilakukan terutama ketika seseorang berada dalam keadaan mendesak. Sumpah bisa diucapkan ketika berada dalam saat-saat yang diperlukan. ”Nah, yang sekarang terjadi ini sumpahnya seperti apa? Perbuatannya apa?” kata Hasanuddin.

    Guru Besar Fakultas Syariah ini melihat, kecenderungan yang terjadi, sumpah itu justru sering dilakukan sebagai alibi untuk mengaburkan masalah dan tuduhan. ”Apakah yang sebenarnya dia perbuat, sehingga dia mengeluarkan air mata dan bersumpah. Apakah sumpah itu bertentangan dengan hati nurani atau sebaliknya justru melakukan perbuatan yang disangkakan?” tanya Hasanudin.

    Memang, sumpah itu pada akhirnya akan kembali pada setiap diri yang bersumpah. Karena, hanya mereka yang bersumpah-lah yang paling tahu tentang arti sumpahnya. Karena itu, akan berbahaya kalau sumpah tersebut dijadikan pedoman oleh hakim, sementara di dalam hati yang bersumpah, dia mengetahui bahwa sebenarnya dia berbohong. ”Kalau sudah begitu, hanya dirinya yang bersumpah dan Tuhan yang tahu. Apa yang diucapkan memang menjadi pertimbangan. Tapi kalau kemudian ada bukti lain, itu menjadi urusan dia dengan Tuhan. Dan sudah pasti ada risiko. Artinya, sejauh mana sumpah yang dilakukan berdasarkan kenyataan atau sebaliknya. Cuma sekali lagi, bagi hakim tentu akan menjadi pertimbangan,” kata Hasanudin.

    Sekali lagi, Hasanudin mengatakan bahwa fungsi sumpah adalah untuk menolak apa yang disangkakan atau meyakinkan apa yang tidak diperbuat. Namun, “ketika banyak orang bersumpah”, itu sudah menunjukkan suatu gejala yang tidak sehat. ”Itu menunjukkan ciri-ciri masyarakat sedang sakit, yakni sakit mental dan moral. Sehingga semuanya berlindung pada asma Allah,” tegasnya.

    Di Islam sendiri, sudah ada sejarah tentang sumpah atas nama Tuhan. Penyimpangan dan penyalahgunaan sumpah, ada hukum dan konsekuensinya.

    Karena itu, ketika banyak orang bersumpah atas nama Tuhan, justru menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk membongkar mafia hukum. Sehingga, sumpah itu tidak berubah menjadi sumpah serapah karena orang tidak percaya pada hukum dan pengadilan.

    Dengan tidak bermaksud su’udzon, sumpah mulai dipertontonkan buat meyakinkan publik, untuk tujuan pembenaran atas sebuah perbuatan. Bisa saja pembenaran itu untuk hal yang benar sehingga bisa diterima orang lain, atau juga pembenaran dari hal yang salah tapi ingin diterima benar oleh orang lain (manipulasi bukti dan opini serta argumentasi mengada-ada agar terlihat lebih meyakinkan atau barangkali menjadi terkesan lebih rasional).


    Bersumpahlah yang Benar atau Diam

    Bersumpah atas nama selain Allah memang dilarang dalam Islam, seperti hadist nabi berikut:

    Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla melarang kalian bersumpah atas nama nenek moyang kalian ; barangsiapa yang ingin bersumpah, maka bersumpahlah atas nama Allah atau lebih baik diam” (Al-Bukhari secara ringkas dalam kitab Manaqib Al-Anshar 3836, Muslim di dalam kitab Al-Iman III : 1646)

    Tapi tentu saja, sumpah dengan nama Allah harus didasarkan pada keimanan dan kebenaran untuk mencari kebenaran. Sumpah yang dilakukan atas nama Allah, tetapi penuh dengan kebohongan sungguh suatu perbuatan yang buruk.

    Pelajaran SD: Bahaya Bersumpah

    1. Jangan bersumpah kecuali dengan nama Allah. Barangsiapa bersumpah dengan nama Allah, dia harus jujur (benar). Barangsiapa disumpah dengan nama Allah ia harus rela (setuju). Kalau tidak rela (tidak setuju) niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah. (HR. Ibnu Majah dan Aththusi)

    2. Barangsiapa merampas hak orang muslim (dari) hasil sumpahnya maka Allah mengharamkan baginya masuk surga dan mewajibkannya masuk neraka. Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, meskipun barang itu sedikit?" Nabi menjawab, "Meskipun hanya sebatang kayu araak (kayu yang dipakai untuk siwak/gosok gigi)." (HR. Muslim)

    3. Sumpah dengan maksud melariskan dagangan adalah penghapus barokah. (HR. Bukhari dan Muslim)

    4. Barangsiapa bersumpah tidak dengan (menyebut) nama Allah maka dia telah berbuat syirik (menyekutukan Allah). (HR. Ad-Dailami)

    5. Ada tiga kelompok orang yang kelak pada hari kiamat Allah tidak akan berkata-kata, tidak akan melihat, tidak akan pula mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. Abu Dzarr berkata, "Rasulullah mengulang-ulangi ucapannya tiga kali dan aku bertanya, "Siapakah mereka itu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang yang pakaiannya menyentuh tanah karena kesombongannya, orang yang menyiarkan pemberiannya (mempublikasikan kebaikannya), dan orang yang menjual dagangannya dengan sumpah palsu." (HR. Muslim)

    6. Barangsiapa mengangkat sumpah terhadap suatu perkara kemudian dia mengetahui sesuatu yang lebih baik (benar) maka hendaklah dia menebus (kafarat) sumpahnya dan mengemukakan apa yang lebih baik (benar). (HR. Muslim)
    Kafarat (denda) sumpah sudah dijelaskan oleh Allah di dalam Al Qur'an sebagai berikut: "Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kafarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kafaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kafarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya)." (Surat 5. Al Maa-idah - Ayat 89)
    7. Berhati-hatilah, jangan kamu banyak bersumpah dalam penjualan. Itu memang melariskan jualan tapi menghilangkan barokahnya (memusnahkan perdagangan). (HR. Muslim)

    Source: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press.

    ***


    Kisah orang tersesat di hutan....
    Seorang pemuda berhari-hari tersesat di hutan, lapar dan letih sudah tak tertahankan membawa pemuda ini pada keputusasaan, hingga akhirnya dia berucap, "Daripada mati kelaparan dan keletihan lebih baik mati dimakan harimau".

    Tiba-tiba terdengar auman harimau, "AUUUMMM...!!!". Si pemuda tersentak sambil berucap, "Ya ampun Tuhan, ga bisa becanda amat sihh.."
    Bagaimana seandainya mereka yang bersumpah mengalami kejadian yang sama??? 

    Pada dasarnya (mungkin saja) para koruptor itu dibagi menjadi dua, pertama orang yang tidak takut pada Tuhan, sehingga tentu saja berani dengan santai dan sadar diri untuk melakukan korupsi (bahkan kelak saat di persidangan masih bisa tertawa dan tersenyum saking bahagianya atau entah saking PD-nya. Dan yang kedua, orang yang takut pada Tuhan namun berfikir positif bahwa Tuhan itu Maha Mengampuni dan Maha Penyayang (belakangan mereka lupa kalau Tuhan juga Maha Adil), sehingga mereka beranggapan korupsi sedikit (tapi banyak) pasti terampuni.

    Namun semua koruptor pada dasarnya takut ketahuan oleh sesama manusia. :D


     "Ku yakin tak sampai dipenjara..." :D
    .
    .


     
    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
    23