"Cium aku, kalau tidak kulepas!" (Sebuah Lelucon)

Seorang gadis jatuh dari lantai 40. Di lantai 35, seorang pria menangkapnya sambil berkata, "Peluk aku, kalau tidak akan kulepaskan!"

Gadis: "Tidak mau!"

Pria itu melepaskan si gadis.

Di lantai 30, gadis ini kembali ditangkap seorang pria sambil berkata, "Cium aku, kalau tidak kulepas!"

Gadis: "Tidak mau!"

Pria inipun melepaskannya.

Sebelum terhempas di lantai dasar, bersyukur gadis ini akhirnya ditangkap oleh pria lain saat tiba di lantai 5.

Takut akan dijatuhkan lagi, tanpa diminta si gadis berkata: "Ok! Aku akan memeluk dan menciummu!"

Si pria mendadak melepaskan gadis tersebut sambil berkata: "Astaghfirullah! Na'udzubillahi min dzalik."

~*

Sudah jatuh, tertimpa tangga. Itu ungkapan biasa yang sering kita dengar. Disini mungkin ungkapannya kurang lebih hampir sama, tapi mengandung sesuatu hal yang lebih 'berat', kalau boleh dibilang berakibat lebih fatal tidak sekedar tertimpa tangga lagi, tetapi lebih dari sekedar itu.

Tidak hanya jatuh dan mungkin saja cacat atau bahkan tewas, dalam cerita tersebut sang gadis dalam kesialannya masih mendapatkan sebuah doa (prasangka) buruk. Mungkin entah karena terlalu banyak berpikir atau terlalu bernafsu untuk mendapatkan hal yang lebih (meskipun dengan memaksakan diri tanpa mempertimbangkan hal lain yang lebih urgent), sang gadis melewatkan begitu saja kesempatan yang ada yang jelas-jelas di depan mata. Padahal kemampuannya bertolak belakang dalam cerita tersebut.

Bagaimana sang gadis diberikan 3 kesempatan dan memutuskan dengan melewatkan kesempatan pertama dan kedua begitu saja. Dan kesempatan ketiga adalah bumerang dari 2 kesempatan yang ia telah ia lewatkan sebelumnya. Masalah sang gadis sebenarnya adalah dirinya sendiri. Bagaimana sang gadis mengendalikan dirinya sendiri, itulah kuncinya. Tapi tidak demikian halnya yang terjadi dengan sang gadis tersebut.

Kita telah mengetahui, bagaimana sang gadis yang sebetulnya bisa survive dan menikmati hidupnya harus mengalami hal menyedihkan yang berakibat bahkan berlipat dari yang seharusnya. Bukan disebabkan karena orang lain atau musuh sang gadis sendiri, tetapi oleh perbuatan dan keputusannya sendiri yang salah dan dangkal.

Lalu, bagaimana seharusnya sang gadis bersikap di awal-awal cerita? Tanyakan kepada "hati" anda, disitu anda akan menemukan jawabannya...
^^

If you don't know where you are going, any road will take you nowhere ~Henry Kissinger

..


0 komentar:

Poskan Komentar

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23