Seseorang yang memayungimu dalam hujan badai...

"Seseorang yang memayungimu dalam hujan badai.."

Di tengah hujan badai, seorang gadis berperawakan langsing dengan sukarela memayungi pengemis tua yang cacat hingga setengah dari tubuhnya menjadi basah. Adegan ini tidak hanya terjadi di novel atau drama reality show rekayasa. Baru-baru ini, seorang netizen (semacam anggota situs di China yang mirip kaskus.us) di Suzhou (Provinsi Jiangsu di Cina Timur) menangkap momen berharga ini dan memotret dengan kameranya. Foto-foto ini menarik banyak netizen, dengan jumlah hits melebihi 24.000, bahkan dipromosikan ke homepage XiCi. Para Netizen satu persatu memberikan pujian pada gadis ini dengan menyebutkan adegan ini sebagai adegan paling indah di tengah-tengah saat hujan lebat itu. Menurut investigasi reporter Express, orang pertama yang memposting foto-foto ini adalah Fengniao netizen "金桥 tj" yang mengingat keadaan itu sekaligus mengatakan: "Setelah memegangi payung (untuk sang pengemis tua cacat) dan sekembalinya dari itu, sesudahnya saya pikir gadis itu menangis."

Modern Express melalui beberapa site menghimbau siapapun yang mengetahui identitas gadis cantik ini untuk menghubungi 96060 atau via mesagge ke Sina Weibo guna memberikan informasi dan memberitahu tentang siapa gadis itu sebenarnya.
(Informasi dari Sina Weibo/ http://news.sina.com.cn/s/p/2011-08-19/025623014825.shtml)

Dalam foto, dapat dilihat bahwa payung di tangan gadis itu sudah benar-benar miring ke pengemis, sementara pakaiannya sendiri sudah benar-benar basah kuyup oleh air hujan.

Seorang gadis berbaju merah muda memegang payung untuk orang tua cacat, sementara seorang pria berseragam terlihat pada dari sisi dalam foto.


Pakaian gadis itu sudah benar-benar basah kuyub. 

Informasi dari NetEase:  


Ada total 4 foto di set ini, dan poster adalah XiCi netizen "林 听 海安". Dalam postingnya, ia menulis: "Saat itu hujan badai turun begitu deras secara tiba-tiba, seorang tua cacat yang lumpuh kakinya terlihat berjuang tak berdaya di tengah hujan ketika seorang gadis cantik bergegas membawakannya payung guna melindunginya dari hujan lebat sembari dengan sabar dengan penuh perhatian menuntunnya pelan-pelan, dan tidak peduli sama sekali meskipun payung itu benar-benar tidak mampu melindungi dirinya, dan gadis itu sendiri basah kuyup karena hujan, ia benar-benar menjadi pemandangan yang paling indah dari hujan lebat saat itu."

Wartawan ini melihat dari foto-foto itu hujan sangat deras pada waktu itu dan seorang pengemis dengan kaki lumpuh perlahan-lahan bergerak sendirian pada gerobak kayu kecil. Melihat hal ini, seorang gadis desa berkemeja pink dengan memegang payung ungu muda di tangannya bergegas menembus hujan sembari memegangi payung untuk si pengemis. Tak berdaya, payung di tangannya benar-benar tidak mampu melindunginya dari hujan yang teramat lebat. Dalam foto, dapat dilihat bahwa payung di tangan gadis itu sudah benar-benar miring ke pengemis, sementara pakaiannya sendiri sudah benar-benar basah kuyup oleh air hujan. (http://news.163.com/11/0819/11/7BQMA52H00011229.html)

#Outro

Seorang gadis yang menggerakkan hati orang, sebaliknya seorang pria berseragam (dalam lingkaran  foto) yang membuat orang marah.

Masih ada banyak orang baik, hanya saja kadang-kadang orang yang baik takut untuk menjadi orang baik. Benarkah..??

Tidak peduli apa, yang jelas gadis itu telah berbuat baik dan masih memiliki kebaikan hati, ditengah masyarakat sekarang yang cenderung dingin, individualistik, dan serba acuh tak acuh.
Gadis itu menunjukan bagaimana sebuah harapan muncul dimanapun dan kapanpun, bahkan di saat hujan badai mengamuk sekalipun...
Apakah hatinya menjadi dingin, sedingin tubuhnya yang dingin oleh karena guyuran derasnya air hujan??! 
Kalian bisa melihat disana, hatinya masih begitu hangat menyapa, 
tidak peduli badai mengamuk... hatinya tetap hangat. 

Terima kasih untuk sebuah kehangatan hati, scene dari seorang gadis yang baik... ^^ 
 


Foto-foto lengkap dari Fengniao (orang pertama yang memposting foto-foto ini):






"Setelah memegangi payung (untuk sang pengemis tua cacat) dan sekembalinya dari itu, sesudahnya saya berpikir gadis itu sepertinya menangis."


 
"Seseorang yang memayungimu dalam hujan badai.." :")

(on Sunday, August 2011)
.
.

Lelaki Penggenggam Hujan

“Jika kalian ingin melakukan pembalasan, balaslah sesuai dengan yang mereka lakukan kepadamu, tetapi sesungguhnya memberikan maaf itu jauh lebih baik bagi orang-orang yang sabar.” (hal. 38).

Sebuah fiksi-sejarah agama
Setiap pagi, seorang lelaki dengan penuh kasih sayang melunakkan makanan dalam rongga mulutnya untuk kemudian disuapkan kepada seorang pengemis buta dan renta. Setiap pagi pula, lelaki yang selalu membawakan makanan untuk pengemis itu akan dijejali dengan nasihat yang sama. “Jangan engkau mendekati Muhammad karena dia orang gila, pembohong, dan tukang sihir! Jika engkau mendekatinya, engkau akan dipengaruhinya.” Selalu begitu setiap pagi, hingga si pengemis itu kenyang dan merasa bahwa ia telah membalas kebaikan lelaki itu dengan nasihat-nasihat yang selalu sama setiap pagi.

Kelak, pengemis itu kemudian mengetahui bahwa lelaki yang telah menolongnya untuk bertahan dan melanjutkan hidup itu adalah lelaki yang sama yang selalu disebutnya orang gila, pembohong, dan tukang sihir. Lelaki itu adalah Muhammad.

Diatas adalah nukilan bagian awal Bab 13 dari novel ‘Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan’ karya Tasaro GK

Apa yang dilakukan seseorang yang senantiasa setiap pagi sama saja dengan surga.
Dia tidak perlu melakukan apa-apa. Hanya mengangakan mulutnya, makanan yang halus siap telan telah berpindah ke rongga mulutnya. Orang itu mengunyahkan makanan untuk dia dengan mulutnya sendiri. Perlahan-lahan sampai tandas seluruh makanan yang ia bawa.

“Janganlah engkau mendekati Muhammad,” si tua itu mengulangi kalimatnya. Seolah dia mendapat layanan ekstra dari orang tak dikenalnya itu karena kalimat-kalimat yang ia ucapkan, “ Jangan…karena dia orang gila, pembohong, dan tukang sihir! Jika engkau mendekatinya engkau akan dipengaruhinya.” 

Orang itu (Muhammad) tersenyum. Tidak bersuara. Dia bangkit perlahan setelah memastikan si tua selesai dengan makanannya. Lelaki itu bangkit lalu menderap meninggalkan si pengemis. Langkahnya tegap dan terukur. Ritmis dan berpendar wibawa. Lelaki itu … dirimu, wahai Muhammad Al-Mustafa.

Renta, buta, pengemis dan dia seorang Yahudi. Lelaki tua (sang pengemis) itu mendudukkan badan ringkihnya seperti kain usang yang teronggok. Kepala bergerak-gerak, telinga menjadi matanya. Seperti kemarin, jarang yang menghampirinya dan melemparkan sejumlah receh untuknya menyambung hidup. Dia menunggu seseorang yang setiap pagi menjadi yang pertama mendatanginya. Pengemis tua itu yakin, pagi ini pun tidak akan ada yang berubah....

... Kisah yang mengingatkan saya pada sebuah quote, kalau tidak salah bunyinya begini: "Perbuatan baik yang utama adalah perbuatan baik yang tidak diketahui orang lain." Kita pasti berpikir yang dimaksud 'orang lain' disini pada umumnya bisa jadi adalah teman-teman kita, kerabat kerja maupun saudara, pokoknya tendensinya yang berkonotasi orang lain, dan mereka itu tidak boleh tahu. Tapi lucunya disini kebetulan 'sang penerima kebaikan' adalah ternyata juga si 'orang lain' sendiri yang justru memusuhi Beliau.

Setiap membaca kisah hidup dan perjuangan Nabi Muhammad, selalu terbetik dalam hati, jadi apakah saya jika hidup sezaman dengan Rasulullah. Apakah saya termasuk orang-orang yang pertama-tama berserah diri, ataukah menjadi penentang Nabi yang paling fanatik.

Apakah kira-kira yang akan dikatakan Rasullullah, ketika melihat para penghujatnya masa kini, yang menghina, menfitnah, dan membuat karikaturnya. Terbayang olehku, dia hanya akan tersenyum dan berkata "Mereka tidak mengerti" karena Rasulullah adalah manusia yang paling pemaaf, yang paling menyerap sifat ArRahman Tuhannya.

Apakah kira-kira yang akan dikatakan Rasullulah, ketika melihat orang yang mengaku sebagai pembelanya masa kini, yang bereaksi marah, mengamuk, dan anarkis atas semua hujatan itu. Akankah senyum merekah diwajahnya atau kekecewaan yang terbayang ? "Mereka tidak mengerti." 

Ada pepatah populer, "Semut saja menggigit, kalau dirinya di injak-injak, apalagi kita manusia."

Ironis.

Terharu..??

Sungguh Seorang yang benar-benar baik, seorang yang penuh kasih, seorang tauladan yang juga pembawa kebenaran sejati...
“Jika kalian ingin melakukan pembalasan, balaslah sesuai dengan yang mereka lakukan kepadamu, tetapi sesungguhnya memberikan maaf itu jauh lebih baik bagi orang-orang yang sabar.” (hal. 38).

Ya Allah, berkatilah Muhammad dan keturunannya.
.
.

Inilah 10 Kerugian akibat Kurang Tidur

Anda pernah merasa uring-uringan dan pusing? Mungkin saja hal itu akibat kurang tidur. Jangan pernah anggap remeh keadaan ini! Kurang tidur dapat memengaruhi kehidupan seksual, daya ingat, kesehatan, penampilan, dan bahkan membuat tubuh Anda "melar".

Berikut ini 10 hal mengejutkan yang terjadi akibat kurang tidur:

1. Kecelakaan. Kurang tidur adalah salah satu faktor bencana terbesar dalam sejarah selain kecelakaan nuklir di Three Mile Island tahun 1979, tumpahan minyak terbesar Exxon Valdez, krisis nuklir di Chernobyl 1986, dan lain-lain.


Terdengar berlebihan, tapi Anda harus sadari kurang tidur juga berdampak pada keselamatan Anda setiap hari di jalan. Mengantuk dapat memperlambat waktu Anda mengemudi, yang setara ketika Anda mabuk saat menyetir.

Sebuah penelitian yang dilakukan Lembaga Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika menunjukkan bahwa kelelahan merupakan penyebab 100.000 kecelakaan mobil dan 1.500 kematian selama setahun di AS. Korbannya orang di bawah umur 25 tahun.

Studi yang sama menunjukkan, jika Anda kurang tidur atau memiliki kualitas tidur yang rendah, maka hal itu dapat menyebabkan kecelakaan dan cedera saat bekerja. Dalam sebuah penelitian, pekerja yang mengeluh mengantuk berlebihan pada siang hari rentan terluka saat bekerja dan secara terus-menerus mengalami kecelakaan yang sama saat bekerja.

2. Konsentrasi menurun. Tidur yang baik memainkan peran penting dalam berpikir dan belajar. Kurang tidur dapat memengaruhi banyak hal. Pertama, mengganggu kewaspadaan, konsentrasi, penalaran, dan pemecahan masalah. Hal ini membuat belajar menjadi sulit dan tidak efisien. Kedua, siklus tidur pada malam hari berperan dalam "menguatkan" memori dalam pikiran. Jika tidak cukup tidur, maka Anda tidak akan mampu mengingat apa yang Anda pelajari dan alami selama seharian.

3. Masalah kesehatan serius. Gangguan tidur dan kurang tidur tahap kronis dapat membawa Anda pada risiko:
  • Penyakit jantung
  • Serangan jantung
  • Gagal jantung
  • Detak jantung tidak teratur
  • Tekanan darah tinggi
  • Stroke
  • Diabetes
Menurut beberapa penelitian, 90 persen penderita insomnia—gangguan tidur yang ditandai dengan sulit tidur dan tetap terjaga sepanjang malam—juga mengalami risiko kesehatan serupa.

4. Gairah seks menurun. Para ahli melaporkan, kurang tidur pada pria dan wanita menurunkan tingkat libido dan dorongan melakukan hubungan seksual. Hal ini dikarenakan energi terkuras, mengantuk, dan tensi yang meningkat.

Bagi pria yang mengidap sleep apnea (masalah pernapasan yang mengganggu saat tidur) kurang tidur menyebabkan gairah seksual melempem. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism 2002 menunjukkan, hampir semua orang yang menderita sleep apnea memiliki kadar testosteron yang rendah. Hampir setengah dari orang yang menderita sleep apnea parah memiliki tingkat testosteron yang rendah pada malam hari.

5. Menyebabkan depresi. Dalam studi tahun 1997, peneliti dari Universitas Pennsylvania melaporkan bahwa orang-orang yang tidur kurang dari 5 jam per hari selama tujuh hari menyebabkan stres, marah, sedih, dan kelelahan mental. Selain itu, kurang tidur dan gangguan tidur dapat menyebabkan gejala depresi.


Gangguan tidur yang paling umum adalah insomnia, yang memiliki kaitan kuat dengan depresi. Dalam studi tahun 2007 yang melibatkan 10.000 orang terungkap bahwa pengidap insomnia 5 kali lebih rentan mengalami depresi. Bahkan, insomnia sering menjadi salah satu gejala pertama depresi.

Insomnia dan tidak nafsu makan akibat depresi saling berhubungan. Kurang tidur memperparah gejala depresi dan depresi membuat Anda lebih sulit tidur. Sisi positifnya, pola tidur yang baik dapat membantu mengobati depresi.

6. Memengaruhi kesehatan kulit. Kebanyakan orang mengalami kulit pucat dan mata bengkak setelah beberapa malam kurang tidur. Keadaan tersebut benar karena kurang tidur yang kronis dapat mengakibatkan kulit kusam, garis-garis halus pada wajah, dan lingkaran hitam di bawah mata.

Lingkaran gelap mata akibat insomnia
 Bila Anda tidak mendapatkan cukup tidur, tubuh Anda melepaskan lebih banyak hormon stres atau kortisol. Dalam jumlah yang berlebihan, kortisol dapat memecah kolagen kulit atau protein yang membuat kulit tetap halus dan elastis.

Kurang tidur juga dapat menyebabkan tubuh lebih sedikit mengeluarkan hormon pertumbuhan. Ketika kita masih muda, hormon pertumbuhan manusia mendorong pertumbuhan. Dalam hal ini, hormon tersebut membantu meningkatkan massa otot, menebalkan kulit, dan memperkuat tulang.

"Ini terjadi saat tubuh sedang tidur nyenyak—yang kami sebut tidur gelombang lambat (SWS)—hormon pertumbuhan dilepaskan," kata Phil Gehrman, PhD, CBSM, Asisten Profesor Psikiatri dan Direktur Klinis dari Program Behavioral Sleep Medicine Universitas Pennsylvania, Philadelphia.
"Ini terjadi saat tubuh sedang tidur nyenyak—yang kami sebut tidur gelombang lambat (SWS)—hormon pertumbuhan dilepaskan," ~Phil Gehrman, PhD, CBSM

7. Pelupa. Tidak ingin lupa dengan kenangan terbaik dalam hidup Anda? Cobalah perbanyak tidur. Pada tahun 2009, peneliti dari Amerika dan Perancis menemukan bahwa peristiwa otak yang disebut sharp wave ripples bertanggung jawab menguatkan memori pada otak. Peristiwa ini juga mentransfer informasi dari hipokampus ke neokorteks di otak, tempat kenangan jangka panjang disimpan. Sharp wave ripples kebanyakan terjadi pada saat tidur.

8. Tubuh jadi "melar." Jika Anda mengabaikan efek kurang tidur, maka bersiaplah dengan ancaman kelebihan berat badan. Kurang tidur berhubungan dengan peningkatan rasa lapar dan nafsu makan, dan kemungkinan bisa menjadi obesitas. Menurut sebuah studi tahun 2004, hampir 30 persen dari orang-orang yang tidur kurang dari enam jam sehari cenderung menjadi lebih gemuk daripada mereka yang tidur tujuh sampai sembilan jam sehari.

Penelitian terakhir terfokus pada hubungan antara tidur dan peptida yang mengatur nafsu makan. Ghrelin merangsang rasa lapar dan leptin memberi sinyal kenyang ke otak dan merangsang nafsu makan. Waktu tidur singkat dikaitkan dengan penurunan leptin dan peningkatan dalam ghrelin.

Kurang tidur tak hanya merangsang nafsu makan. Hal ini juga merangsang hasrat menyantap makanan berlemak dan makanan tinggi karbohidrat. Riset yang tengah berlangsung dilakukan untuk meneliti apakah tidur yang layak harus menjadi bagian standar dari program penurunan berat badan.


9. Meningkatkan risiko kematian. Dalam penelitian Whitehall ke-2, peneliti Inggris menemukan bagaimana pola tidur memengaruhi angka kematian lebih dari 10.000 pegawai sipil Inggris selama dua dekade. Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan pada 2007, mereka yang telah tidur kurang dari 5-7 jam sehari mengalami kenaikan risiko kematian akibat berbagai faktor. Bahkan kurang tidur meningkatkan dua kali lipat risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.

10. Merusak penilaian terutama tentang tidur. Kurang tidur dapat memengaruhi penafsiran tentang peristiwa. Keadaan tubuh yang lemas membuat kita tidak bisa menilai situasi secara akurat dan bijaksana. Anda yang kurang tidur sangat rentan terhadap penilaian buruk ketika sampai pada saat menilai apa yang kurang terhadap sesuatu.

Dalam dunia yang serba cepat saat ini, kebiasaan tidur menjadi semacam lencana kehormatan. Spesialis mengenai tidur mengatakan, Anda salah jika berpikir Anda baik-baik saja meski kurang tidur karena di mana pun Anda bekerja pada profesi apa pun, akan menjadi masalah besar bila Anda tidak dapat menilai sesuatu dengan baik.


"Studi menunjukkan bahwa dari waktu ke waktu, orang-orang yang tidur selama 6 jam, bukannya 7 atau 8 jam sehari, mulai merasa bahwa mereka telah beradaptasi dengan keadaan kurang tidur. Mereka sudah terbiasa dengan hal itu," kata Gehrman.

"Tapi jika Anda melihat hasil tes kinerja dan kewaspadaan mental, nilai mereka terus memburuk. Hal itu menjelaskan bagaimana kurang tidur mengganggu aktivitas kita sehari-hari."
.
.

Bung Hatta: Kepala Keluarga, Pemimpin Rumah Tangga

Prof Dr Meutia Hatta
9 Mei 2009. Sebuah kisah perbincangan tentang Bung Hatta dari sisi lain yang sangat menarik, yang di paparkan oleh putri sulungnya Meutia Hatta dalam memperingati 100 tahun Bung Hatta.

Orang Baik Tak Mudah Ditiru

JUMAT 9 Agustus lalu bangsa Indonesia memperingati genap seabad (100 tahun) Mohammad Hatta, proklamator dan wakil presiden pertama RI yang lebih akrab dengan nama panggilan Bung Hatta. Perjalanan hidupnya, yang selalu diwarnai dengan kejujuran dan kesederhanaan seperti pengalaman betapa keluarga wakil presiden sampai harus bersusah-payah menabung sekadar untuk membeli mesin jahit- menempatkan dirinya sebagai salah satu sosok yang patut diteladani di negeri ini, terlebih di tengah carut-marut Indonesia saat ini, yang salah satu penyebabnya adalah ketidakpedulian elite politik terhadap wong cilik.

Berikut ini bincang-bincang dengan Prof Dr Meutia Farida, putri sulung Bung Hatta. Antropolog dari Universitas Indonesia (UI) dan istri ekonom Prof Dr Sri-Edi Swasono itu menerima kedatangan Suara Merdeka di rumahnya, Jl Daksinapati Timur No 9 Rawamangun, Jakarta Timur.

Dalam perannya sebagai ayah dan kebetulan menjadi satu-satunya lelaki di rumah, bagaimana sosok Bung Hatta di mata keluarga?

Ayah selalu berwibawa dalam setiap tindakannya, dan itu tidak dibuat-buat atau dipaksakan. Walaupun demikian, penuh kasih sayang terhadap keluarga. Selain itu beliau sudah menanamkan prinsip saling menghargai atau bisa disebut juga demokratis, sesuatu yang saat itu sudah dianggap sangat maju. Ini bisa dilihat dari sikapnya yang sangat menghargai pendapat kami, walaupun usia kami sangat jauh dan semuanya perempuan. Itu sudah berlaku sejak kami masih kanak-kanak.

Apakah Bung Hatta menerapkan prinsip-prinsip hidupnya dalam keluarga, sehingga berkesan kaku?

Sebenarnya Ayah tidaklah kaku. Mungkin ada orang yang beranggapan begitu, karena Bung Hatta hemat berbicara. Tetapi kalau kami menanyakan sesuatu dan Ayah tahu bahwa kami mempunyai minat khusus mengenai yang ingin kami tanyakan, dia akan menjelaskan secara panjang lebar. Ayah juga sering berupaya keras mencari apakah yang kami tanyakan tadi ada dalam buku-buku yang menjadi koleksinya. Beliau kemudian menyodorkan buku-buku yang di dalamnya ada jawaban pertanyaan kami. Selain itu beliau sering menunjukkan pada kami buku-buku bagus yang dimiliki, untuk kami baca. Ayah akan merasa senang sekali bila bisa menjelaskan apa yang ditanyakan anak-anaknya. Bung Hatta juga suka diam bila ada yang memberikan pertanyaan konyol atau tidak logis. Ini bukan humor, lo. Apalagi kalau pertanyaan konyol tersebut datang dari orang dewasa. Kepada orang-orang seperti itu, Ayah paling hanya tersenyum.

Pendidikan apa yang ditanamkan Bung Hatta pada anak-anaknya sejak dini?

Mengenai pendidikan yang ditanamkan pada kami, anak-anaknya, Ayah sebenarnya sering mengajarkan agar kami menyatu dengan lingkungan, agar kami menikmati alam dan menyelami cara hidup masyarakat. Jadi beliau mengajarkan kami dengan praktik langsung. Misalnya, dengan membawa kami jalan-jalan ke Megamendung (Jawa Barat). Jadi sambil membaca buku tentang alam, kami jalan-jalan di perkebunan teh di Megamendung yang berhawa sejuk. Saya masih ingat waktu itu kami masih kecil-kecil. Saya dan adik saya, Gemala, terpaut lima tahun dan dengan yang bungsu, Halida, saya terpaut sembilan tahun.
Saya masih ingat betapa riangnya saat itu bersama Ayah. Kami bersama-sama jalan sampai menuju desa-desa di sekitar lokasi itu. Pada lokasi tertentu kami dijemput sopir, lalu kembali ke rumah. Ayah sebenarnya kuat untuk pulang berjalan kaki menuju rumah tempat kami berlibur, walaupun melewati jalan yang mendaki. Tapi karena kami masih kecil, ya tidak kuat jalan jauh. Jadi beliau mengalah dan pulang bersama kami. Acara seperti itu biasanya kami lakukan pada hari Minggu. Antara 1950-an hingga awal 1960-an. Waktu itu kami masih duduk di SMP, SD, dan TK.

Mengenai kedisiplinan ?

Ini yang perlu saya jelaskan dan ini yang terpenting ditanamkan Ayah pada anak-anaknya, karena ini yang sifatnya prinsip bagi Bung Hatta. Pendidikan yang kami terima adalah pendidikan tentang pentingnya hidup dengan tertib. Dalam arti tidak boleh menerabas, karena semuanya ada aturannya. Mengenai hal ini pun beliau mencontohkan secara langsung. Kami harus antre di toko buku, ini pendidikan tentang tata tertib di tempat umum, makan pada jam makan, berhenti menerima tamu atau teman pada pukul 19.30, karena pada pukul 20.00 kami harus makan malam bersama. Jadi kedekatan keluarga kami dibina dengan cara ini. Begitu pula dengan berpakaian, harus sesuai dengan lingkungan tempat kami berada. Misalnya ditekankan agar tidak meninggalkan kamar tidur dengan hanya mengenakan piyama. Kalau pergi ke undangan resepsi, tidak boleh memakai celana panjang, tetapi harus berkain-kebaya atau rok sesuai sifat undangannya. Kalau ada open house dalam rangka Idul Fitri, kami harus berpakaian kain kebaya. Begitu juga dengan sopan santun, termasuk berbahasa. Ayah tidak pernah menggunakan kata "kamu" untuk menyapa kami. Tetapi memanggil nama. Serta selalu menggunakan bahasa Indonesia yang benar. Karena kami memang benar-benar orang Indonesia. Ayah saya Minang asli, Ibu campuran Jawa-Aceh. Selain itu ditekankan agar catatan, termasuk catatan keuangan, harus rapi. Contoh pengalaman saya sendiri, saya diajari disiplin dan tertib dengan cara diberi tugas menulis pengeluaran belanja pasar setiap harinya, waktu saya berusia 12 tahun. Biasanya Ibu yang menulis catatan belanja dan yang berbelanja adalah koki kami waktu itu, Mbah Surip.

Namun sekali-kali saya harus mengambil alih tugas itu, kalau kebetulan Ibu pergi, misalnya ada pernikahan salah satu kerabat di luar kota. Maklum saya anak tertua dan adik-adik masih kecil, waktu itu ada yang SD dan ada yang balita. Baru-baru ini saya menemukan kembali catatan belanja yang saya tulis pada tahun 1959, dan saya ingat saya harus mengembalikan sisa belanja secara utuh. Begitu pula adik-adik saya, juga mendapat pendidikan serupa.

Apakah pendidikan yang ditanamkan masih berkesan sampai kini?

Ya masih. Pengaruhnya pada kebiasaan kami adalah sampai sekarang kalau salah satu adik saya ke luar kota atau ke luar negeri dan saya menitip uang untuk membeli sesuatu, adik yang dititipi akan mencatat dengan teliti, uang berapa, kursnya berapa, belanjanya berapa, dan sisanya sampai ke sen-sennya itu kalau uang negara lain. Demikian pula dengan saya. Kami terbiasa jujur, biar pun Rp 100 akan dikembalikan. Kami menganggap, sesama kakak-beradik harus jujur dan adil, karena kita harus bergaul selama seumur hidup. Betapapun masing-masing saudara itu berbeda. Namun berkat ajaran Ayah dan Ibu mengenai kejujuran dan kasih sayang, kami merasakan pentingnya bersatu.

Apakah Bung Hatta juga pernah menceritakan saat "masa berjuang" dahulu. Sehingga saat itu sampai harus diasingkan ke Boven Digul? Apa yang menarik dari situ?

Dari cerita Ayah, kami tahu pentingnya ketaatan kepada Tuhan. Hal itu yang menyebabkan beliau selalu tegar menghadapi cobaan. Sekalipun dibuang ke tempat medannya yang sangat berat, beliau tetap tegar. Dengan selalu membawa buku-buku yang dimiliki, Ayah mampu meramal -bukan lewat klenik, melainkan lewat daya analisis atas hasil bacaannya.
Beliau mengingatkan negara kita ini merupakan negara pengurus bagi rakyatnya yang masih banyak yang tertinggal, bukannya negara kekuasaan yang nantinya malah potensial untuk menimbulkan praktik-praktik yang menyimpang akibat kekuasaan yang cenderung ingin menang.

Setelah Indonesia merdeka, seringkali Bung Hatta "kalah". Itu karena menjadi orang baik memang tidak mudah ditiru. Sebaliknya, kebodohan dan kerakusan cepat sekali menular, bahkan sampai ke tingkat elite. Karena itu beliau saat itu saja sering dilihat sebagai "orang aneh", tidak mau korupsi, tidak berbasa-basi dan punya sifat "sama kata dan perbuatan."
Bagaimana kalau diihat pada zaman ini ?

Pada 1956 Bung Hatta mengundurkan diri dari jabatan wakil presiden. Bisa diceritakan bagaimana persisnya dan apa yang mendasari langkah itu?

Waktu Ayah mengundurkan diri sebagai wakil presiden, saya baru berusia sembilan tahun, Gemala empat tahun, dan Halida baru 11 bulan. Setelah agak besar, saya mengetahui pengunduran diri itu dilakukan karena perbedaan prinsip. Mengundurkan diri dari jabatan wapres memang telah Ayah beritahukan pada Ibu, dan pada diri Ibu sudah terbentuk keyakinan kuat bahwa apa yang dilakukan suaminya adalah hal yang sudah dipikirkan masak-masak dan pasti merupakan keputusan yang tepat.

Karena itu walaupun waktu itu baru berusia 30 tahun, menjadi istri seorang tokoh yang bukan saja dihormati di Tanah Air sebagai orang nomor dua RI melainkan juga dicintai rakyat, Ibu tetap patuh pada keputusan Ayah dan mendukung. Bahkan waktu Bung Karno mengatakan kepada Ibu, "Yuke (nama kecil Rahmi Hatta-Red), bilang dong sama Bung Hatta agar tidak mengundurkan diri." Namun Ibu tetap pada pendiriannya dan mengatakan, "Om, apa yang baik menurut Kak Hatta, saya akan mengikuti." Panggilan "Om" pada Bung Karno adalah karena orang tua ibu saya, atau kakek-nenek saya, keluarga Abdul Rahim, teman baik Bung Karno sehingga Bung Karno telah mengenal ibu saya sejak masih gadis kecil. Beliau suka datang ke rumahnya untuk bertemu dengan kakek-nenek saya dan teman-teman seperjuangannya.

Karena jasa Bung Karno jugalah Ayah bisa mengenal Ibu. Tetapi waktu Ayah mengundurkan diri, saya juga sempat merasa ada rasa takut dari handai taulan dan sanak saudara untuk berhubungan dengan kami. Ya mungkin karena mereka takut dicap berkawan, berhubungan dengan orang yang tidak sepaham atau berseberangan dengan Bung Karno. Selain itu yang saya tangkap saat itu juga konsekuensi masalah ekonomi. Setelah Ayah tidak menjabat, ya banyak keterbatasan karena uang pensiun sangat kecil. Namun saya tidak akan menjelaskan lebih lanjut, nanti dianggap mendramatisasi. Akan tetapi yang jelas kami sekeluarga siap mental menghadapi masa-masa sulit tersebut. Karena pada saat Bung Hatta menjabat pun kami tidak hidup yang berlebihan seperti umumnya pejabat tinggi. Sewaktu kuliah pun saya sudah biasa naik bus kota. Namun di balik ini semua tertanam pendidikan pentingnya menjaga nama baik, menjaga sebuah prinsip di atas segalanya.

*Meutia Farida Hatta Swasono, Bung Hatta, Penerbit Buku Kompas, Oktober 2003

Posting terkait: Profil Keteladanan Bung Hatta


.

"Let Me Stand Alone"

Terbitan Madia Publisher
Kita harus memahami bahwa mereka memimpikan mimpi-mimpi kita, dan kita memimpikan mimpi-mimpi mereka.”—Rachel Corrie

Judul: Let Me Stand Alone (Biarkan Aku Berdiri Sendirian)
Judul Asli: Let Me Stand Alone (The Journals of Rachel Corrie)
Penulis: Rachel Corrie
Pengantar: Goenawan Mohamad
Tebal: xiii+526 halaman
Cetakan: Pertama, Agustus 2008
Penerbit: Madia Publisher 

Datang dari Amerika, Mati Demi Palestina

"Mereka adalah kita. Kita adalah mereka.” Itu adalah salah satu bagian penting dari catatan harian Rachel Corrie yang mengekspresikan penulisnya sebagai pengusung plularisme universal, cinta damai dan menolak semua bentuk kekerasan di seluruh belahan dunia.
"Mereka adalah kita. Kita adalah mereka.”
Rachel Corrie bukan seorang senator atau pesohor Hollywood seperti Paris Hilton–kendati usianya tak jauh beda–tetapi catatan harian, aktivitasnya, puisi serta sketsanya telah menerebos batas-batas negaranya yang rigid, rasis dan superior.

Rachel Corrie adalah martir kemanusian yang tewas mengenaskan pada usia 23 tahun setelah digilas buldoser Israel buatan Amerika Serikat. Rachel Corrie tewas saat berusaha menggagalkan penghancuran sebuah rumah milik warga Palestina, 16 Maret 2003.

Ruh dan semangat Rachel Corrie telah menembus belahan dunia khususnya Rusia dan Palestina. Saat menginjakan kakinya di Rusia pada 1995, sebagai relawan kemanusiaan International Solidarity Movement (ISM), Rachel mulai merasakan Amerika Serikat yang asing.

“Amerika tak mempesonaku lagi. Ia tak mampu memikatku lagi. Ia pudar dan terlipat di pinggiran pikiranku….”

Rachel Corrie lahir di Olympia, Washington, 10 April 1979. Sejak kelas lima sekolah dasar ia sudah meneliti tentang kemiskinan dan masuk ke dalam laporan UNICEF dalam World’s Children 1989.

Pada saat SMA, ketika remaja lainnya tengah tidur pulas atau menarik mantelnya karena kedinginan, Rachel malah mengetuk hati setiap pengunjung supermarket untuk mendonasikan sebagian uang atau makanananya untuk orang miskin.

“Sekaleng makanan dari Anda, segudang manfaat bagi mereka yang kelaparan,” kata Rachel kepada setiap pengunjung supermarket. (hal xxvii).

Mengenai sikap dan kepeduliannya terhadap kemanusiaan sangat terang benderang dan terlihat dalam catatan tanggal 15 Desember 1992 atau sekitar usia 13 tahun:

“Kuingin menjadi seorang artis atau penari. Kumau mengubah dunia. Ku tak ingin gunakan obat-obatan. Bisa saja kutenggak alkohol sebelum cukup usia, tapi aku tak pernah merencanakannya. Kupercaya, jati diri didapat melalui proses, bukan melaui narkoba.”

Atau dalam tulisan tertanggal 9 Maret 1993, Rachel kembali menegaskan sikapnya untuk tidak hidup dalam hedonisme dunia yang tengah menjadi budaya mayoritas gadis seusianya.

Megan Dodds (Rachel Corrie)
Megan Dodds (Rachel Corrie). MY NAME IS Rachel Corrie produksi Royal Court . Diedit dan Disutradarai oleh Alan Rickman. Foto oleh Stephen Cummiskey.
“Ketika aku jadi perawan tua, kusudahi untuk tampil cantik menawan. Merias wajah, mengoleksi baju ketat agar tubuh seolah elok, takkan kulakukan. Ku akan anut aliran Nudisme.”

Jiwa seniman dan kepenyairan yang dimiliki alumnus akademi seni ini semakin membuat tulisan dan sketsanya berjiwa, hidup dan humoris kendati ditulis dalam keadaan tegang suasana daerah pendudukan. Tulisan-tulisannya dikirim lewat surat elektronik (email) ke keluarganya dan beberapa di antaranya dimuat di media lokal.

Namun, tulisan-tulisan dan sketsanya baru membuat dunia tercengang ketika hampir seluruh catatan hariannya dimuat di harian The Guardian Inggris, dengan tajuk “Rachel’s War.”

Kata-kata terakhir: Rachel Corrie memberikan wawancara kepada sebuah stasiun televisi Saudi hari sebelum dia dibunuh pada tahun 2003, melindungi rumah seorang Palestina di Gaza. (Lorenzo Scaraggi / Getty Images)
Catatan harian Rachel Corrie ini semakin menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan bukan sebuah solusi dan malah akan menghancurkan peradaban dunia. Dunia tanpa kekerasan menjadi cita-citanya.

Tulisan-tulisan Rachel Corrie memberikan inspirasi bahwa usia muda bukan saatnya untuk hidup dalam hedonisme, narkoba dan menghabiskan duit untuk bersolek diri. Jati diri juga dapat diperoleh lewat kepedulian dan aksi nyata untuk menciptakan dunia yang damai dan bebas dari kemiskinan.

Rachel Corrie juga ingin menegaskan bahwa masalah Palestina bukan hanya masalah dan beban bangsa Palestina semata tetapi juga tanggung jawab dan empati dunia termasuk Amerika Serikat.

*Peresensi diatas adalah Yayat R Cipasang,  Direktur Eksekutif Institute for Press and Cultural Studies (IPCS) Depok, Jawa Barat. Lahir dan dibesarkan di sebuah udik di Priangan Timur, tepatnya di Ciamis, 29 Maret 1973. Sejumlah tulisan berupa feature, resensi buku, dan artikel dimuat di Kompas.com, Media Indonesia, Pikiran Rakyat, Waspada, Sinar Harapan, Suara Karya, Berita Buana, Tabloid Wanita Indonesia, Majalah Pantau, Jurnal Demokrasi Sosial FES dan Reader's Digest Indonesia. [kangyayat@gmail.com]



Let Me Stand Alone: The Journals of Rachel Corrie

Rachel A Daring Soul !!
"Rachel Corrie adalah seorang visioner didorong oleh intensitas moral yang tajam yang tak ada henti-hentinya. Buku ini mengungkapkan kedalaman sebuah kebijaksanaan, puisinya, kemanusiaan, dan keinginannya untuk mengubah suatu penderitaan. Ia juga mengungkapkan soliternya perjuangan dan keberanian dari wajah dunia yang terkadang kejam dan tak berperasaan. Let Me Stand Alone merupakan pembuktian dari seorang perempuan muda seberapa dalam kita memerlukan kekuatan dan visi dan energi untuk mengubah sebuah dunia. Ini harus dibaca oleh semua orang." ~Hawa Ensler 

Tentang Let Me Stand Alone:
Publisher: W W Norton & Co Inc. Maret 2009
Design: Bats4bones Design Inc. B. Middleworth

Suara seorang wanita muda yang intens dan puitis yang bergulat dengan ide-ide universal. Bagaimana kita menemukan jalan kita di dunia? Bagaimana tindakan kita mempengaruhi orang lain? Apa yang kita berutang seluruh umat manusia?
Ini adalah pertanyaan yang jelas dan terus menerus didengungkan oleh Rachel Corrie, seorang aktivis muda Amerika tewas pada 16 Maret, 2003, saat ia mencoba untuk memblokir pembongkaran sebuah rumah seorang keluarga warga Palestina di Jalur Gaza.
"Let Me Stand Alone merupakan pembuktian dari seorang perempuan muda seberapa dalam kita memerlukan kekuatan dan visi dan energi untuk mengubah sebuah dunia." ~Hawa Ensler
Perempuan dua puluh tiga tahun.

Let Me Stand Alone adalah sebuah persembahan pengukuhan Corrie sebagai penyair dan penulis, berisi tulisan, puisi, dan gambar-gambarnya, yang menceritakan kisahnya dengan kata-katanya sendiri, dari sebuah kedewasaan yang sebenarnya belum waktunya, refleksi dirinya sebagai seorang gadis muda pada kiriman-kiriman email terakhirnya.

Tulisannya membawa kita semua ke kehidupan yang lebih berarti, tampil dengan usia yang masih sangat muda, dan rasa akan kehausan akan sebuah cita-cita diri, yang kemudian berkembang dan berkoneksi ke orang lain, baik yang dekat sampai yang terjauh.

Untuk sumber lebih detail lihat di: www.letmestandalone.com

*mixing 

Posting terkait: “My Name is Rachel Corrie”

.
.

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23