Story Tragis Junko Furuta Gadis SMU di Jepang

Junko Furuta: Gadis Jepang yang diculik dan disiksa selama 44 hari.

Furuta, 16 tahun
Pada bulan November 1988, Cowok A (18 tahun), Cowok B (Jo Kamisaku umur 17, Kamisaku adalah nama keluarga yang dia ambil setelah keluar dari penjara), Cowok C (umur 16), dan Cowok D (umur 17) dari Tokyo menculik dan menyekap Furuta, siswi kelas 2 SMU dari Perfektur Saitama selama 44 hari. Mereka menjadikan dia tahanan dirumah yang dimiliki orang tua Cowok C.

Untuk menghindari pengejaran polisi, Cowok A memaksa Furuta untuk menelepon orangtuanya dan menyuruhnya mengatakan kalau dia kabur dari rumah dengan teman-temannya, dan tidak berada dalam bahaya. Bahkan cowok A membuat Furuta berpose sebagai pacar dari salah satu cowok–cowok itu ketika orangtua C, pemilik rumah sedang ada dirumah tersebut. Karena mereka sudah yakin orang tua C tidak akan telepon polisi, mereka pun menyudahi sandiwara tersebut. Furuta mencoba kabur berkali–kali, memohon pada orang tua C untuk menyelamatkan dia, tapi mereka tidak melakukan apa-apa meskipun mereka tau kalau selama ini Furuta disiksa, karena mereka takut kalau Cowok A akan menyiksa mereka. Cowok A saat itu adalah pemimpin Yakuza kelas rendah dan telah mengancam siapapun yang ikut campur akan dibunuh.



Menurut kesaksian para cowok itu dipersidangan, mereka berempat memperkosa Furuta, memukulinya, memasukan macam-macam ke dalam vaginanya termasuk tongkat besi, membuatnya minum urinenya sendiri dan makan kecoak, memasukan petasan ke dalam anusnya dan meledakanya, memaksa Furuta untuk masturbasi, memotong pentilnya dengan tang, menjatuhkan barbell ke perutnya, dan membakarnya dengan rokok dan korek api (salah satu dari pembakaran itu adalah hukuman karena dia berusaha menelepon polisi). Pada sebuah titik luka Furuta sangat parah hingga menurut salah satu cowok itu, Furuta membutuhkan waktu satu jam lebih untuk merangkak turun tangga untuk menggunakan kamar mandi. Mereka bahkan mengatakan kemungkinan kalau 100 orang tahu kalau mereka menahan Furuta di rumah tersebut, tapi hal ini tidak jelas artinya apa 100 orang itu hanya tahu atau mereka ikut memperkosa dan menyiksa juga saat berkunjung ke rumah tersebut. Cowok-cowok itu menolak membiarkan Furuta pergi, walau Furuta seringkali memohon pada mereka untuk membunuhnya saja dan menyudahi penderitaan tersebut.

Pada tanggal 4 Januari 1989, dengan menggunakan alasan kekalahan salah seorang cowok itu main mahyong, keempat cowok itu memukuli Furuta dengan barbell besi, menuang cairan korek api ke kakinya, tangannya, perutnya, dan mukanya, dan lalu membakarnya. Dia meninggal tak lama kemudian hari itu karena shock. Kempat cowok itu menyatakan kalau mereka tidak menyadari betapa parah luka yang dialami Furuta, dan mereka percaya kalau Furuta hanya berpura-pura mati.

Para pembunuh itu menyembunyikan mayatnya di drum 55 galon dan memenuhinya dengan semen. Mereka membuang drum tersebut di kota Tokyo.



Penahanan dan Hukuman


Para cowok itu ditangkap dan disidangkan sebagai orang dewasa, tapi karena Jepang menangani kejahatan yang dilakukan oleh yang masih dibawah umur, identitas mereka disembunyikan oleh persidangan. Tapi bagaimanapun juga, seminggu kemudian, majalah mingguan bernama Shukan Bunshun menerbitkan nama mereka, dengan menyatakan “hak asasi tidak dibutuhkan oleh penjahat biadab.” Mereka juga menerbitkan nama asli Furuta dan detail tentang kehidupan pribadinya dan menerbitkanya dengan sangat nafsu di media. Kamisaku dituntut sebagai pemimpin para cowok itu, (entah benar atau tidaknya) menurut persidangan.

Tempat di buangnya mayat Junko Furuta.
Keempat cowok itu diberi keringanan dengan dinyatakannya bersalah dengan tuntutan “membuat luka fisik yang menyebabkan kematian”, dibandingkan tuntutan pembunuhan. Orang tua cowok A menjual rumah mereka dengan harga maksimum 50 juta yen atau 5 miliar rupiah dan membayarnya sebagai kompensasi untuk keluarga Furuta.

Untuk partisipasinya di kejahatan ini, Kamisaku harus menjalani 8 tahun di penjara anak-anak sebelum dia dibebaskan di bulan Agustus 1999. Di bulan Juli 2004, Kamisaku ditangkap karena mencelakai seorang kenalan, yang dia pikir membuat pacarnya menjauhi dia, dan dengan bangga membanggakan tentang keluarganya sebelum mencelakai kenalannya itu. Kamisaku dihukum 7 tahun dengan tuntutan memukuli. (Memukuli 7 tahun penjara, menyiksa Furuta sampe mati dipenjara 8 tahun??)

Orangtua Junko Furuta terkejut dengan kalimat yang diterima dari pembunuh anak perempuannya, dan bergabung dengan grup masyarakat melawan orangtua Cowok C yang rumahnya dijadikan tempat penyekapan. Ketika beberapa masalah ditimbulkan dari bukti (semen dan rambut yang didapat dari tubuh itu tidak cocok dengan para cowok-cowok yang ditangkap), pengacara yang menangani lembaga masyarakat memutuskan untuk tidak membantu mereka lagi karena merasa tidak ada bukti berarti tidak ada kasus atau dakwaan. Ada spekulasi bahwa bukti yang mereka dapat itu didapat dari orang tidak teridentifikasi yang memperkosa atau ikut memukuli Furuta.

Satu dari yang paling menggangu dari kisah nyata ini adalah bahwa para pembunuh Furuta sekarang bebas. Setelah membuat Junko Furuta melalui berbagai penderitaan, mereka adalah cowok bebas sekarang.

Semua hal menakutkan setengah mati ini dilakukan pada Junko Furuta dan dikumpulkan melalui sidang di Jepang dan blogs dari 1989. Mereka menunjukan kalau sakit yang dialami Junko Furuta dialami bertubi-tubi sebelum akhirnya dia meninggal. Semua ini terjadi dengannya sewaktu dia masih hidup, memang sangat mengganggu tapi inilah kenyataanya.



Kronologis


Hari 1 (22 November 1988)
  • Penculikan
  • Dikurung sebagai tahanan rumah, dan dipaksa berpose sebagai pacar salah satu cowok.
  • Diperkosa (lebih dari 400 kali totalnya)
  • Dipaksa menelepon orangtuanya dan mengatakan kalau dia kabur dan situasi aman
  • Kelaparan dan kekurangan gizi
  • Diberi makan kecoak dan minum kencing
  • Dipaksa masturbasi
  • Dipaksa striptease didepan banyak orang
  • Dibakar dengan korek api
  • Memasukan macam-macam (dari yang kecil sampai yang besar yang tidak bisa dibayangkan) ke vagina dan anusnya
Hari 11 (1 Desember 1988)
  • Menderita luka pukulan keras yang tak terhitung berapa kali
  • Muka terluka karena jatuh dari tempat tinggi ke permukaan keras
  • Tangan diikat ke langit langit dan badannya digunakan sebagai samsak hidup sarana untuk ditinju
  • Hidungnya dipenuhi sangat banyak darah sehingga dia cuma bisa bernafas lewat mulut
  • Barbell dijatuhkan ke perutnya
  • Muntah darah ketika minum air (lambungnya tidak bisa menerima air itu)
  • Mencoba kabur dan dihukum dengan sundutan rokok di tangan
  • Cairan seperti bensin dituang ke telapak kaki, dan betis hingga paha lalu dibakar
  • Botol dipaksa masuk ke anusnya, sampe masuk, menyebabkan luka.
Hari 20 (10 Desember 1989)
  • Tidak bisa jalan dengan baik karena luka bakar dikaki
  • Dipukuli dengan tongkat bambu
  • Petasan dimasukin ke anus, lalu disulut
  • Tangan di penyet (dipukul supaya gepeng) dengan sesuatu yang berat dan kukunya pecah
  • Dipukulin dengan tongkat dan bola golf
  • Memasukan rokok ke dalam vagina
  • Dipukulin dengan tongkat besi
  • Saat itu musim dingin bersalju dengan suhu minus dia disuruh tidur di balkon
  • Tusuk sate dimasukin ke dalam vagina dan anus menyebabkan pendarahan
Hari 30
  • Cairan lilin panas diteteskan ke mukanya
  • Lapisan mata dibakar korek api
  • Dadanya ditusuk-tusuk jarum
  • Pentil kiri dihancurkan dan dipotong dengan tang
  • Bola lampu panas dimasukin vagina
  • Luka berat di vagina karena dimasukin gunting
  • Tidak bisa kencing dengan normal
  • Luka sangat parah hingga membutuhkan sejam untuk merangkak turun tangga saja untuk menggunakan kamar mandi
  • Gendang telinga rusak parah
  • Ukuran otak menciut teramat sangat banyak
Hari 40
  • Memohon sama para penyiksa untuk membunuhnya saja dan menyelesaikan penderitaannya.
1 January 1989
  • Junko tahun baruan sendirian
  • Tubuhnya dimutilasi
  • Tidak bisa bangun dari lantai (karena kakinya dimutilasi)
Hari ke 44
  • Para cowok itu menyiksa badannya yang termutilasi dengan barbell besi, dengan menggunakan alasan kalah main mahyong. Furuta mengalami pendarahan di hidung dan mulut. Mereka menyiram mukanya dan matanya dengan cairan lilin yang dibakar.
  • Lalu cairan korek api dituang ke kaki tangan muka, perut dan dibakar. Penyiksaan akhir ini berlangsung sekitar 2 jam nonstop.
Junko Furuta meninggal pada hari itu juga dalam rasa nyeri sakit dan sendirian. Tidak ada yang bisa mengalahkan 44 hari penderitaan yang sudah dia alamin.

Setelah Junko meninggal, para pembunuh sinting itu menyembunyikan mayatnya ke dalam sebuah drum berukuran 55 galon yang di dalamnya dituang semen, lalu drum yang berisi mayat itu dibuang ke tanah kosong di daerah Koto.

Junko Furuta meninggal hari itu dalam rasa nyeri sakit dan sendirian.

Kisah dari tahun 1989 ini nyata.



Foto tentang Junko Furuta



 Foto penyiksaan Furuta di media Jepang.


Foto para pelaku penyiksaan dan pembunuh Furuta.


 Rumah (Hiroshi Miyano) tempat penyiksaan dan pembunuhan Furuta.


Birth: Nov. 22, 1972, Japan. Death: Jan. 4, 1989, Tokyo Metropolis, Japan.  She was a victim of murder. May she rest in peace. 



Para kriminal Junko Furuta dan usianya sekarang:

Boy A : Hiroshi Miyano (+/- 39 tahun) yang sekarang merubah namanya menjadi Hiroshi Yokoyama.
Boy B: Yuzuru Ogura (setelah lepas penjara mengganti nama menjadi Jo Kamisaku) (+/- 38 tahun).
Boy C: Nobuharu Minato (+/- 37 tahun).
Boy D: Yasushi Watanabe (+/- 38 tahun).

Nama kriminal yang lebih lengkap dari wikipedia.org adalah:

Hiroshi Miyano (宫 野 裕 史, Miyano Hiroshi) (pelaku Utama. Dia telah mengubah namanya menjadi Hiroshi Yokoyama (横山 裕 史, Yokoyama Hiroshi))
Jō Ogura (小 仓 譲, Ogura Jō) (Dia telah mengubah namanya menjadi Jō Kamisaku (神 作 譲, Kamisaku Jō))
Shinji Minato (凑 伸 治, Minato Shinji)
Yasushi Watanabe (渡边 恭 史, Yasushi Watanabe)
Tetsuo Nakamura (中 村 哲夫, Tetsuo Nakamura)
Kōichi Ihara (伊 原 孝 一, Ihara



Schoolgirl in Cement
Kisah Junko Furuta ini membangkitkan simpati orang-orang di Jepang, lalu beberapa musisi & sutradara mengangkat kisah Junko ini ke dalam karya mereka.

Ada 2 film yang dibuat untuk menceritakan kejadian itu:
1. Joshikosei konkurito-zume satsujin-jike dengan disutradarai oleh Katsuya Matsumura (1995)
2. Concrete (Schoolgirl in Cement) dengan sutradara Hiromu Nakamura (2004)  

Sebuah band Visual Kei yang bernama the Gazette mengangkat kisah Junko ini dalam lagu mereka di album NIL (Nameless Liberty Underground) yang berjudul "Taion" (Body Temperature) yang dibuat untuk mengenang gadis Furuta tersebut.


the Gazette 


The Gazette - Taion PV (2006) 



 
Sungguh tak bisa dibayangkan dan sulit dipercaya, ada manusia yang bisa begitu teramat kejam, apalagi manusia tersebut masih berusia remaja !! Remaja preman anggota Yakuza tingkat rendahan disebutkan. Sangat mengejutkan bukan??! Tentu saja kamu tidak perlu sebegitu terkejutkan olehnya, tapi kamu harus mempercayainya karena memang begitulah adanya, banyak kisah nyata yang seperti itu yang sulit dipercaya oleh hati nurani (bahkan binatangpun pasti sulit mempercayainya!) namun ada di dunia ini, dan kisah Junko Furuta adalah salah satu hal yang paling menyedihkan dan tragis yang mengejutkan kita dan dunia. Dan satu hal yang paling menyedihkan lagi, para pembunuh dan penyiksa yang telah membuat menderita Junko Furuta sampai sekarang masih bebas. 
..........................................................

Dan jujur sebenernya yang paling terkejut sebenarnya bisa jadi termasuk saya hehe... Loh??! Bagaimana tidak, coba kamu berandai-andai menjadi seorang gadis SMU yang meskipun kamu cantik tapi kamu miskin, dan yang parah kamu tentu saja masih sangat lugu dan lemah!!! Kemudian suatu hari sekelompok preman menculikmu, menyekapmu, memperkosamu dan menyiksamu dengan kejam dengan cara memasukan "sesuatu" ilegal dan berbahaya bermacam-macam (disitu disebutkan, rokok, petasan, dll) yang mungkin tidak pernah bisa kamu bayangkan (seperti yang di dalam blue film, mis: mentimun, dll, yang masih standart secure film itu sendiri) ke dalam tubuhmu, memutilasimu, dsb. Yang pada akhirnya kepedihan itu membuatmu "memohon" ingin dibunuh saja oleh mereka, yang oleh mereka hanya ditertawakan saja. Dan sampai pada akhirnya di hari ke-44 kamu mati dengan sendirinya.. Dimana Tuhan saat itu? Tentu saja Tuhan melihat semua hal menjijikan yang dilakukan oleh mahluk yang paling dibanggakan-Nya tersebut. Tapi adakah diantara kalian yang tahu, atau pernah sekali saja tahu apa yang menjadi rencana-Nya...??

mixing chillinaris

Mawar Untuk Ibu


Suatu hari ada seorang pria berhenti didepan sebuah toko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dipaketkan kepada ibunya yang tempat tinggalnya sejauh 250 km darinya, ia selalu mengirimi ibunya bunga setiap ia ingat dengan ibunya, ia sangatlah mencintai ibunya.

Begitu keluar dari mobilnya ia melihat seorang anak kecil berdiri sendiri di trotoar jalan sambil menangis, ia melihat tangisan anak kecil itu sangat mengharukan, kemudian ia pun melangkah mendekati anak kecil itu lalu bertanya.

"Adik kecil ada apa denganmu, kenapa kamu sendirian disini dan menangis?"

Kemudian gadis kecil itu menjawab "Saya ingin membeli setangkai mawar merah untuk ibu saya, tapi saya hanya punya uang lima ratus saja, sedangkan harga mawar itu seribu, saya sangat sedih tidak bisa membeli untuk ibu saya."

Mendengar itu pria itu hanya tersenyum, kemudian ia berkata "Ayolah ikut aku kedalam, ambilah mawar yang kamu suka, aku akan membelikan kamu bunga itu."

Gadis itu sangat senang kemudian ia mengambil setangkai mawar yang ia mau, kemudian ia pun melangkah keluar, setelah mengucapkan terima kasih pada pria itu,.

Ketika pria itu selesai dan hendak pulang, saat keluar ia masih melihat gadis kecil itu di sana kemudian ia pun menawarkan diri mengantarkan gadis kecil itu untuk pulang. Gadis kecil itu sangat gembira lalu ia berkata "Saya sangat senang sekali karena tuan mau mengantar saya ketempat ibu saya..."

Kemudian mereka berdua menuju tempat yang ditunjuk gadis kecil itu, ia merasa aneh karena itu adalah jalan menujuh kesebuah pemakaman umum, setelah sampai kedepan kepemakaman umum itu gadis kecil itu mengatakan kalau mereka sudah sampai.


"Disinilah tempat ibu saya, terima kasih karena tuan sudah mau mengantar saya." Lalu gadis kecil itu melangkah kesebuah kuburan, ia meletakan bunga mawar itu diatas kuburan itu, terdengar lagi isakan tangisnya yg lebih mengharukan "Ibu, sudah lama aku ingin memberi ibu setangkai bunga mawar, tetapi aku tidak sanggup membelinya, hari ini ada tuan yang baik hati membantuku membelikan untuk ibu, bangunlah bu, peluklah aku lagi, aku sudah memberikan mawar hari ini untuk ibu, aku sangat sayang sama ibu..."

Tangisan itu begitu memilukan, melihat hal itu hati pria itu sangat terenyuh, tidak terasa air matanya ikut menetes, dan kemudian ia teringat sesuatu, bergegas ia kembali menuju ke toko bunga itu lagi, dan ia membatalkan kirimannya, ia mengambil karangan bunga yang tadi sudah dipesannya, dan mengendarai sendiri mobilnya sejauh 250 km menuju ke rumah ibunya..
Sesampai dirumahnya ia langsung memeluk ibunya, ia sangat bersyukur karena sampai saat ini ia masih bisa memeluk ibunya yang sangat ia cintai..
......
......
.......
Cintailah ibu kita selagi kita masih diberi kesempatan.. karena ibulah harta yang paling berharga dalam hidup ini, tanpa beliau kita bukanlah siapa-siapa..
....
Cinta kasih yang tulus bukanlah terletak pada apa yang terlihat melainkan pada apa yang dapat dirasakan.
......
Cinta sejati tidak hanya ada terletak pada seorang kekasih, jika ingin melihat cinta sejati lihatlah pada seorang ibu, mereka megandung selama sembilan bulan, mengendong bayinya dengan rahimnya yang kuat, dan mempertaruhkan nyawanya saat melahirkan mereka.
....
Moral: Hidup ini pendek. Luangkan waktu sebanyak yang Anda bisa untuk mencintai dan merawat orang-orang yang mencintaimu juga. Nikmati setiap saat dengan mereka sebelum terlambat. Tidak ada yang penting daripada keluarga.

Permintaan Maaf yang Baik dan yang Buruk

 Sawitri Supardi Sadarjoen

A melihat permintaan maaf seseorang merupakan sarana manipulatif untuk membuat orang lain terdiam dan mencoba meraih moralitas dari sesuatu yang luhur menjadi terpuruk.

Si A mengatakan kepada saya, ”Saya tidak pernah minta maaf dan saya juga tidak menerima permintaan maaf dari orang lain. Karena bila orang meminta maaf pada saya, mereka mencoba untuk membuat saya terdiam dari kemarahan oleh perbuatan yang dilakukannya. Dan sebenarnya saat mereka meminta maaf, mereka merasa seperti ini. "Lihatlah saya sudah berusaha membuatnya diam dan sudahlah tidak perlu diperpanjang lagi...."


Permintaan Maaf yang Baik

Sedangkan H menyatakan bahwa setelah dia mendengar pendapat si A, ia merasa , ”Wah, benar-benar berbeda pendapat A tentang permintaan maaf dengan saya, sedangkan saya merasa bahwa apabila seseorang menyatakan dengan tulus permintaan maafnya, saya langsung merasa lega dan terbebas dari kemarahan dan terasa nyaman di hati. Dan apabila saya menyatakan permintaan maaf kepada seseorang dengan rasa tulus pula, maka saya juga merasa telah memenuhi kewajiban saya sehingga saya merasa benar-benar lega. Dengan demikian, rasa salah saya hilang dan dengan permintaan maaf, saya berharap relasi yang menjadi buruk oleh perlakuan saya tersebut bisa menjadi pulih kembali.”

H selanjutnya berpendapat bahwa tanpa kemungkinan permintaan maaf kepada manusia, maka kekurangan yang menjadi sifat manusia akan dirasakan sebagai sesuatu yang tragis. Penyampaian permintaan maaf yang lembut dan tulus, menjadi tuntutan sosial bagi perbaikan penghayatan kenyamanan dan integritas bagi seseorang yang benar-benar secara jujur mengakui telah berbuat salah.

Namun, sejauh itu A dan H memiliki kesamaan pendapat bahwa perempuan lebih sering meminta maaf daripada laki-laki. Bahkan, sering perempuan merasa bersalah apabila mereka tidak mampu memberikan pelayanan afektif kepada orang lain, dan secepat itu pula perempuan merasa bertanggung jawab terhadap relasi yang terjalin dengan orang lain, menjadi tidak nyaman, yang sering diikuti dengan permohonan maaf.

Permintaan Maaf yang Buruk

Memang tidak setiap permintaan maaf meninggalkan rasa nyaman pada orang lain atau pada diri kita sendiri. Karena permintaan maaf sering ditawarkan kepada kita dilakukan tanpa ketulusan yang hakiki, tetapi sekadar hanya merupakan upaya ringan untuk keluar dari situasi yang sulit. Atau, mungkin kata maaf yang terlontar hanya membuat seseorang keluar dari keadaan terpojok.
Karena permintaan maaf sering ditawarkan kepada kita dilakukan tanpa ketulusan yang hakiki, tetapi sekadar hanya merupakan upaya ringan untuk keluar dari situasi yang sulit.
Misalnya, kita pasti merasa kurang nyaman apabila pasangan kita mengatakan, ”Maaf, ya saya tadi membuatmu marah dengan kritik saya di muka teman-temanmu tentang lelucon yang kamu ceritakan kepada mereka.”

Dengan ungkapan tersebut pasti kita akan merasa disudutkan sebagai orang yang sensitif yang membuat kita cepat berang. Andaikata kita ditanya tentang permohonan maaf yang bagaimana yang sebenarnya kita harapkan, maka ungkapan berikut inilah jawabannya:

”Maaf ya, saya tadi mengkritikmu saat kamu cerita tentang lelucon di hadapan teman-temanmu, karena saya merasa sebagai suami, saya wajib memerhatikan perilaku sosialmu agar reputasimu tetap terjaga.”

Kecuali itu, permintaan maaf yang dirasionalisasi pun tidak membuat orang nyaman, seperti misalnya: ”Wah, saya sudah mencoba menelepon kamu beberapa kali, tetapi tiba-tiba tangan saya terkilir dan saya tidak bisa menekan tombol telepon lagi.”

Atau ”Maaf, ya..., soalnya kamu tidak pernah bertanya apakah saya sudah menikah dengan 2 orang anak atau masih lajang.”


Komentar:

Apabila kita melakukan konfrontasi terhadap sesuatu yang tidak dilakukan atau yang dilakukan pasangan kita, misalnya, sebenarnya akan lebih memuaskan teman berelasi atau pasangan kita sendiri, jika permohonan maaf kita disampaikan dengan tulus. Misalnya: ”Saya benar-benar minta maaf, ya.” Atau ”Maaf ya, lama sekali saya tidak kontak kamu.”

Seyogianya kita tidak sekalipun menambahkan upaya rasionalisasi yang terkesan mengada-ada, karena dengan rasionalisasi, tanpa kita sadari kita menyatakan bahwa kesalahan bukan dari diri kita.

Pasangan lelaki yang sedang menjalani konsultasi perkawinan dengan saya mengatakan bahwa ia sering jengkel apabila istrinya setiap saat mengungkit perselingkuhan yang telah diselesaikan 3 bulan lalu, merespons istrinya dengan permintaan maaf : ”Maaf, ya. Mengapa kamu selalu mengungkit perselingkuhan yang sudah saya bereskan 3 bulan lalu. Saya mau mulai memperbaiki hubunganku denganmu.” Itu dengan suara keras setengah membentak, sampai istrinya terdiam dan akhirnya menangis.

Permintaan maaf yang seyogianya dilakukan adalah: ”Cobalah pikirkan, cara kamu selalu mengungkit perselingkuhanku yang sebenarnya telah selesai setiap kamu jengkel pada saya, cara itu sangat tidak baik untuk dirimu sendiri. Pasti akan membuka luka batinmu sendiri, kalau memang kamu belum puas terhadap penjelasanku tentang perselingkuhan itu, saya akan berikan waktu khusus untuk membicarakannya, tetapi tidak dengan cara seperti ini. Percayalah, bahwa saya benar-benar mau memperbaiki hubungan denganmu.”

Nah, selanjutnya, kita pulangkan semua pemahaman akan permintaan maaf dalam kalbu kita yang paling dalam. Setujukah kita pada pendapat A atau pendapat H. Kemudian dengarkanlah dengan cermat apa kata nurani kita yang paling dalam, sambil mempertimbangkan perasaan pasangan kita. Maksudnya, agar permintaan maaf yang perlu kita sampaikan membuat perasaan kita dan pasangan kita atau orang yang berelasi dengan kita menjadi nyaman kembali dan relasi yang terjalin pun pulih.
.
.
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23