...menguap seperti asap."

just as you consume me
broken smile
starless sky
end it all
say good-bye..
....
.........
...................
..................................
Aku lihat ke dalam cermin begitu lama
Pada akhirnya aku percaya jiwaku ada di sisi lain
Semua potongan-potongan kecil jatuh, hancur
Pecahan diriku
Terlalu tajam untuk menempatkan kembali bersama-sama
Terlalu kecil untuk menyatukannya lagi
Tapi cukup besar untuk memotongku menjadi begitu banyak potongan-potongan kecil
Aku mencoba menyentuhnya,
dan aku berdarah,
aku berdarah,
.....
....
...
..
.
.....
dan aku bernapas,
oh aku bernafas kembali...
oh Tuhan, aku bernapas kembali...!!

*chillinaris
.


Melatih Diri Memaafkan Orang Lain

Suatu hari, ada seorang guru yang meminta seluruh murid-murid di kelasnya untuk membawa satu karung goni ke sekolah. Guru itu juga meminta setiap anak pergi ke toko kelontong membeli kentang sebanyak satu tas.

Keesokan hari ketika di sekolah, guru meminta semua anak, masing-masing memilih sebuah kentang untuk orang yang tidak ingin kita maafkan, nama orang itu dan tanggal dia berbuat kesalahan kepada kita semuanya dituliskan di atas kentang itu, kemudian kentang tersebut dimasukkan ke dalam karung goni yang telah disediakan, ini merupakan pekerjaan rumah kita dalam sepekan.

Di hari pertama masih terasa asyik dan menarik, ketika menjelang sekolah, di dalam karung goni saya sudah terdapat sembilan buah kentang. Jane telah mengatakan potongan rambut baru saya sangat jelek, lalu Bobby telah memukul kepala saya, dan Jimmy walaupun sudah mengetahui saya harus menaikkan nilai, masih juga tidak bersedia meminjamkan pekerjaan rumahnya untuk saya salin.

Setiap kejadian membuat saya dengan senang hati melemparkan kentang-kentang itu ke dalam karung, masih bersumpah tidak akan memaafkan siapa saja yang telah berbuat salah kepada saya.

Waktu istirahat, guru sudah berpesan, di dalam satu minggu ini tidak peduli kami pergi kemana pun juga, harus membawa serta karung goni itu. Saya memikul karung goni itu saat berangkat ke sekolah, pulang ke rumah bahkan saat keluar bermain dengan teman pun tidak terkecuali.

Bagus sekali! Setelah satu minggu, karung goni yang berisikan kentang itu sudah menjadi bebanku yang sangat berat. Dalam karung goni itu sudah terisi lebih kurang lima puluh buah kentang, sungguh merupakan suatu beban berat yang bisa meruntuhkan badan. Saya sudah tidak tahan menanti akhir dari pekerjaan rumah ini.

Pekan kedua guru bertanya kepada kami semua, Apakah kalian sudah mengetahui akibat dari tidak ingin memaafkan orang lain? Bisa ada beban berat di atas pundak, semakin banyak orang yang tidak ingin kalian maafkan, maka semakin berat pula beban yang harus kalian pikul. Menghadapi beban berat tersebut, bagaimana kita harus bertindak?

Guru berhenti berbicara untuk beberapa saat, memberikan waktu kepada kita untuk berpikir, lalu guru menjawab sendiri pertanyaannya, Semua beban itu dilepaskan saja! Sebenarnya waktu bisa membuat manusia menjadi sadar. Terhadap orang-orang yang pernah kita anggap sudah tidak dapat dimaafkan, mungkin hal tersebut akan membuat kita merasakan makin tidak bahagia.

Forgive
Cobalah untuk selalu mempertahankan prinsip kebaikan karena sebenarnya tidak ada sesuatu apa pun yang patut kita jadikan keterikatan, senantiasa melatih diri kita agar menjadi orang yang senang memaafkan orang lain.

Bukankah tidak ada manusia yang sempurna? Saat kita melihat ke dalam diri kita sendiri, maka secara jujur kita juga akan menemukan bahwa selama ini diri kita juga telah sering berbuat salah, menyakiti, maupun menyalahi orang lain.
"Bukankah tidak ada manusia yang sempurna? Saat kita melihat ke dalam diri kita sendiri, maka secara jujur kita juga akan menemukan bahwa selama ini diri kita juga telah sering berbuat salah, menyakiti, maupun menyalahi orang lain."

Lagipula tidak semua kesalahan yang orang lain lakukan itu telah mereka lakukan dengan sengaja, mungkin ada sebab-sebab yang tidak kita ketahui atau orang lain tidak sadar bahwa perbuatannya telah melukai Anda. Anda boleh menjelaskan dengan sikap yang baik, sehingga semuanya bisa berakhir dengan baik.  

*Mingxin.net/The Epoch Times/lin.

.

10 Sinyal Tubuh yang Patut Anda Perhatikan

Pernahkah anda semua mengalami, cegukan, kram, kedutan dimata? Pasti pernah. Menurut para ahli kesehatan itu merupakan sinyal-sinyal dari tubuh kita yang menunjukkan bahwa tubuh kita sedang mengalami gangguan. Meskipun gangguan ini ringan namun ada baiknya kita semua mengenalinya sehingga kita dapat lebih peduli pada kesehatan kita. Berikut ini ada sinyal-sinyal dari tubuh kita yang patut kita perhatikan.

1. Kedutan Pada Kelopak Mata
Adalah gerakan tak sadar dari bagian tubuh, dapat terjadi pada bagian tubuh mana saja, seringkali terjadi pada otot-otot kecil, kadang kala pada otot besar. Ini menunjukan bahwa tubuh anda kurang beristirahat. Bahkan para ahli kesehatan sepakat bahwa 99% kekejangan pada mata diakibatkan tubuh anda dilanda stress dan lelah yang amat sangat. Tidak ada cara untuk menghilangkan kedutan selain memberikan tubuh dan mata anda istirahat. Mengompres mata dengan air hangat juga dapat membantu, karena pada daerah tersebut akan mendapatkan aliran darah yang cukup baik.

2. Terlalu Banyak Menguap
Menguap tidak selalu berarti mengantuk. Menguap merupakan sinyal dari bahwa tubuh anda kurang bergerak. Misalnya, anda terlalu serius bekerja sampai lupa anda sudah menghabiskan waktu 5 jam duduk di depan komputer. Terlalu banyak menguap juga berarti bahwa oksigen di dalam otak anda menurun jumlahnya. Kondisi ini dapat menyebabkan anda tidak berkonsentrasi terhadap pekerjaan anda dan menurunkan tingkat kewaspadaan anda terhadap lingkungan sekitar.

3. Cegukan
Jika anda mengalami cegukan padahal anda tidak sedang makan, itu bisa berarti bahwa tubuh anda mengalami stress. Hal ini karena dengan cegukan dapat melepaskan hormon stress ke dalam aliran darah, kemudian merangsang serat syaraf secara berlebihan. Akibatnya, terjadi kontraksi otot tak sadar yang terletak di dekat pita suara hingga menimbulkan bunyi. Cara termudah untuk meredakan cegukan tersebut adalah dengan menelan sedikit gula pasir. Butiran gula pasir akan menstimulir ujung saraf di balik kerongkongan sehingga menghambat impuls syaraf lainnya, sehingga cegukan pun reda.

4. Kram Kaki
Jika anda sering mengalami kram pada kaki setiap malam secara intens itu merupakan pertanda bahwa tubuh anda dehidrasi, kekurangan kalsium dan magnesium. Untuk mengatasinya minumlah air putih lebih banyak dari biasanya dan mengkonsumsi susu kalsium juga sangat dianjurkan.

5. Hidung Memerah
Tandanya anda terlalu banyak memakan makanan yang manis, contohnya cokelat. Makanan tersebut memicu pembuluh darah halus diujung hidung menjadi berkembang. Nah, jika seluruh hidung menjadi merah, sebaiknya kurangi makanan manis. Hidung merah juga bisa menjadi tolok ukur apakah beban jantung terlalu berat.

6. Bibir Berubah Warna
Bila bibir berwarna pucat tandanya anda kekurangan darah. Bila berwarna pucat keunguan bisa jadi ada masalah pada paru paru anda. Warna hitam menandakan masalah pada hati. Warna merah timbul apabila suhu tubuh terlalu tinggi. Sedangkan warna kuning halus menandakan jantung anda lemah.

7. Dahi Bertambah Keriput
Tandanya beban hati terlalu berat. Kurangi minuman beralkohol dan lemak hewani. Minumlah air 3 x sehari.

8. Rambut Cepat Beruban
Tandanya anda terlalu keras berfikir dan perasaan tertekan. Perbanyak konsumsi jenis tumbuhan air, susu sapi, kedelai hitam dan wijen hitam. Mungkin juga rambut beruban adalah faktor keturunan.

9. Lekuk Mata Hitam
Tandanya tubuh anda lelah sehingga beban ginjal menjadi berat. Kurangi mengonsumsi garam, gula, kopi dan teh kental. Anda harus memperbanyak mengonsumsi wortel susu sapi, kacang dan buah.

10. Pipi Berwarna Kelam Kabut
Tandanya tubuh anda kekurangan oksigen dan fungsi pernafasan terganggu. Berjalan santai di taman bisa membantu anda mendapatkan udara segar. Serta perbanyak konsumsi sayuran hijau. Gunanya untuk menambah protein dan menyerap mineral.
.

Rahasia Setan dan Iblis yang Jujur

Iblis Menemui Rasulullah SAW


Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah, “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”

Rasulullah bersabda, “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”

Kami menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”

Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”

Umar bin Khattab berkata, “Ijinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”

Nabi menahannya, “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”

Ibnu Abbas RA berkata, “Pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.”
“Pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.”
Iblis berkata, “Salam untukmu Muhammad,… salam untukmu para hadirin…”

Rasulullah SAW lalu menjawab, “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”

Iblis menjawab, “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”

”Siapa yang memaksamu?”
Representasi Dajjal
”Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata, ‘Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia, jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.’ Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku, tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis, “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”

Iblis segera menjawab, “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”

”Siapa selanjutnya?”

”Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”

”Lalu siapa lagi?”

”Orang Alim dan wara’ (Loyal).”

”Lalu siapa lagi?”

”Orang yang selalu bersuci.”

”Siapa lagi?”

”Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain.”

”Apa tanda kesabarannya?”

”Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang-orang yang sabar.”

”Selanjutnya apa?”

”Orang kaya yang bersyukur.”

”Apa tanda kesyukurannya?”

”Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”

”Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”

”Ia tidak pernah menurutiku dimasa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”

”Umar bin Khattab?”

”Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”

”Utsman bin Affan?”

”Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”

”Ali bin Abi Thalib?”

”Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya, tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selalu berdzikir terhadap Allah SWT).

”Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”

”Aku merasa panas dingin dan gemetar.”

”Kenapa?”

”Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1 kali kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”

”Jika seorang umatku berpuasa?”

”Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”

”Jika ia berhaji?”

”Aku seperti orang gila.”

”Jika ia membaca al-Quran?”

”Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”

”Jika ia bersedekah?”

”Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”

”Mengapa bisa begitu?”

”Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka, dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”

”Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”

”Suara kuda perang di jalan Allah.”

”Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”

“Taubat orang yang bertaubat.”

”Apa yang dapat membakar hatimu?”

”Istighfar di waktu siang dan malam.”

”Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”

”Sedekah yang diam-diam.”

”Apa yang dapat menusuk matamu?”

”Shalat Fajar.”

”Apa yang dapat memukul kepalamu?”

”Shalat berjamaah.”

”Apa yang paling mengganggumu?”

”Majelis para ulama.”

”Bagaimana cara makanmu?”

”Dengan tangan kiri dan jariku.”

”Dimanakah kau menaungi anak-anakmu dimusim panas?”

”Di bawah kuku manusia.”

Nabi lalu bertanya, “Siapa temanmu wahai Iblis?”

”Pemakan riba.”

”Siapa sahabatmu?”

”Pezina.”

”Siapa teman tidurmu?”

”Pemabuk.”

”Siapa tamumu?”

”Pencuri.”

”Siapa utusanmu?”

”Tukang sihir.”

”Apa yang membuatmu gembira?”

”Bersumpah dengan cerai.”

”Siapa kekasihmu?”

”Orang yang meninggalkan Shalat Jumat”

”Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”

”Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”

Rasulullah SAW lalu bersabda, “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”

Iblis segera menimpali, “Tidak,tidak… tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikan aku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.
“Tidak, tidak… tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikan aku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.
”Siapa orang yang ikhlas menurutmu?”

”Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”

”Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 setan. 

Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk mengganggu anak-anak muda, sebagian untuk mengganggu orang-orang tua, sebagian untuk mengganggu wanta-wanita tua, sebagian anak-anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid. Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah. Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus. Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus. Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan setan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya. Setan juga berkata, ‘keluarkan tanganmu,” lalu ia mengeluarkan tangannya lalu setan pun menghiasi kukunya. Mereka, anak-anakku, selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka. Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa. Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadah kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.”

”Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?”

”Akulah mahluk pertama yang berdusta. Pendusta adalah sahabatku. Barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.”

”Tahukah kau Muhammad?”

”Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar-benar menasihatinya.”

”Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku.”

”Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata-kata cerai, istrinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat, jadilah semuanya anak-anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.”

”Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur-ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat diluar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya. Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, ia pun menoleh. Pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ‘shalatmu tidak sah’ Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul. Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras. Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam. Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai. Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, setan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan ia pun semakin taat padaku.”

”Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, ‘kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’ Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.”

”Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.”

”Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari Islam?”

”Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?”

”10 macam”

”apa saja?”

”Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman,

’Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.’ (QS Al-Isra: 64). Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah. Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada setan. Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku. Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.Allah berfirman, ‘Orang -orang boros adalah saudara-saudara setan.’ (QS Al-Isra: 27). Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab, ‘Silahkan,’ dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.”


Iblis berkata, “Wahai Muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.” Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!”

”Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun. Engkau hanya Rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.”

”Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”

Rasulullah SAW lalu membaca ayat, ”Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT.” (QS Hud :118-119) juga membaca, “Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku.” (QS Al-Ahzab : 38)

Iblis lalu berkata, “Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para Nabi dan Rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk-makhluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin kusampaikan kepadamu. Dan aku tak berbohong.”
.
.

Merenung

Hidupmu terlalu penting untuk kau tukarkan dengan masalah yang hanya sementara itu.
Masa depanmu panjang dan penuh dengan kemungkinan baik. Engkau berhak untuk berbahagia. Bersabarlah.
Engkau sama sekali tidak dilupakan. Akan datang penyelamat bagimu.
Engkau yang merasa dikesampingkan dan seolah merasa tidak pantas untuk disayangi, janganlah terlalu bersedih begitu. Itu bukan ulah manusia. Sadarilah itu semua bukanlah perilaku manusia. Mereka sedang diperankan oleh Tuhan sebagai penyulit yang justru akan menguatkan dirimu.
Tabahkanlah dirimu..  Mintalah agar engkau dijadikan lebih kuat atas semua hal yang bisa mengganggumu.
Engkau disedihkan oleh penistaan orang yang kau jadikan gantungan kebahagiaanmu. Penistaan oleh kekasih hati memang adalah sembilu terkejam. Tetapi…. retakkan hatimu itulah sesungguhnya celah masuknya kasih sayang Tuhan  yang akan menyelamatkanmu.  Pedih ini memang harus kau alami, agar engakau tidak menghambakan diri kepada keinginanmu untuk dicintai dengan menelantarkan  hakmu untuk berbahagia.

(Mario Teguh)
.
.

Orang yang Kuat

M. Gandhi
Ada kekuatan di dalam cinta,
Orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat
Karena ia bisa mengalahkan keinginannya untuk mementingkan diri sendiri.

Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan,
Orang tertawa gembira adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan.

Ada kekuatan di dalam kedamaian diri,
Orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah tergoyahkan dan tidak mudah diombang-ambingkan.

Ada kekuatan di dalam kesabaran,
Orang yang sabar adalah orang yang kuat
Karena ia sanggup menanggung segala sesuatu dan ia tidak pernah merasa disakiti.

Ada kekuatan di dalam kemurahan,
Orang yang murah hati adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya untuk melakukan yang baik bagi sesamanya.

Ada kekuatan di dalam kebaikan,
Orang yang baik adalah orang yang kuat
Karena ia bisa selalu mampu melakukan yang baik bagi semua orang.

Ada kekuatan di dalam kesetiaan,
Orang yang setia adalah orang yang kuat
Karena ia bisa mengalahkan nafsu dan keinginan pribadi.

Ada kekuatan di dalam kelemah lembutan,
Orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat
Karena ia bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam.

Ada kekuatan di dalam penguasaan diri,
Orang yang bisa menguasai diri adalah orang yang kuat
Karena ia bisa mengendalikan segala nafsu keduniawian.

Sadarkah kau bahwa engkau juga memiliki cukup
Kekuatan untuk mengatasi segala permasalahan dalam hidup ini
Dimanapun, seberat dan serumit apapun juga.
Karena cobaan tidak akan pernah dibiarkan melebihi kekuatan kita.
.
.

Jangan Biarkan Orang Lain Menentukan Sifat Kita

Suatu ketika Guru Zen Foyin minum teh bersama Su Dongpo, seorang pejabat tinggi dan juga penyair di sebuah kedai makanan. Anehnya, seorang pelayan di kedai tersebut melayani keduanya secara berbeda. Guru Zen dilayani layaknya pelanggan pada umumnya, sedangkan Su Dongpo dilayani secara istimewa. Su Dongpo merasa kurang nyaman diperlakukan istimewa seperti itu. Ia pun berkali-kali mendesak pelayan tersebut agar mau memberikan pelayanan istimewa juga kepada Guru Zen. Namun pelayan itu sama sekali tidak menanggapi desakannya. Usai minum teh, Guru Zen membayar sesuai harga minuman yang sudah dipatok kedai tersebut. Tetapi sebelum beranjak pergi, Guru Zen dengan sikapnya yang ramah menyempatkan diri memberikan uang tambahan atau sering disebut uang tip kepada pelayan yang melayaninya tadi.

‎Tak urung sikap Guru Zen mengundang tanya dalam benak Su Dongpo. “Ehmmm, sikap pelayan tadi kurang baik bukan?” tanya Su Dongpo ragu. “Ya, betul. Boleh dibilang sikapnya terlalu materialistik dan kurang menyenangkan,” kata Guru Zen merinci. “Lalu kenapa Guru memberi tip kepadanya?” sergah Su Dongpo bingung. Guru Zen tersenyum, kemudian berkata singkat dan tegas, “Kalau memang dia seperti itu, lalu mengapa harus dia yang menentukan sikap saya?”

Kesimpulan: Orang lain bebas memilih sifat yang mereka sukai. Kita pun bebas merespon sikap yang mereka tunjukkan terhadap kita. Entah dengan sikap senada, positif atau negatif, semuanya terserah kita. Tetapi akan lebih baik kita tidak terpancing untuk merespon dengan negatif atau amarah bila mendapatkan perlakuan negatif.

Jangan biarkan orang lain menentukan sifat kita. Ketika kehidupan ini memberimu sebuah lemon, peraslah dan nikmati jus lemon.
.
.

Cerita tentang Cinta Sejati


Its a nice story..

Seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan bertanya kepada dokter, "Bisa saya melihat bayi saya?"

Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga!

Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk.
Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi.

Anak lelaki itu terisak-isak berkata, "Ma, seorang anak laki-laki besar mengejek saya. Katanya, saya ini makhluk aneh."

Anak lelaki itu tumbuh dewasa.
Ia cukup tampan dengan cacatnya.
Ia pun disukai teman-teman sekolahnya.
Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis.
Ia ingin sekali menjadi ketua kelas.

Ibunya mengingatkan, "Bukankah nantinya kamu akan bergaul dengan remaja-remaja lain?"

Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.
Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya.

Dokter itu berkata, "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya.
Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya."

Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka.
Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya.

Sang ayah berkata, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia."

Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan.

Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya.
Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat.

Ia menemui ayahnya, "Pa, saya harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua pada saya. Orang itu telah berbuat sesuatu yang besar namun saya sama sekali belum membalas kebaikannya."

Ayahnya menjawab, "Papa yakin kamu takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu."

Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagi kamu untuk mengetahui semuarahasia ini."

Tahun berganti tahun.
Kedua orangtua itu tetap menyimpan rahasia.
Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu.

Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal.
Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah bahwa sang ibu tidak memiliki telinga.

Sang ayah berbisik, "Mama kamu pernah berkata bahwa Mama senang sekali bisa memanjangkan
rambutnya. Dan tak seorang pun menyadari bahwa Mama telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?"

Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam batin.
Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat.
Cinta yang sejati tidak terletak pada perbuatan kasih yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada perbuatan kasih yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.
.
.

Apakah Anda seperti Wortel, Telur, atau Kopi?


Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.

Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.

Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

Lalu ia bertanya kepada anaknya, Apa yang kau lihat, nak? "Wortel, telur, dan kopi", jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.

Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, "Apa arti semua ini, Ayah?"

Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi kesulitan yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.

Kamu termasuk yang mana?, tanya ayahnya. Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi? Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.

Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?

Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.

Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.

Ada raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu menahan raksasa itu kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri.
.
.

Kaya dan Miskin

Suatu hari seorang ayah dari keluarga yg kaya raya bermaksud memberi pelajaran, bagaimana kehidupan orang miskin pada anak nya, selama ini anak nya selalu hidup dalam kemewahan, ia ingin anak nya menyadari berapa mewah nya kehidupan mereka selama ini yg ia dapat kan, yg selalu serba berkecukupan..

Lalu sang ayah mengajak putra kecil nya untuk menginap beberapa hari diperdesaan itu, mereka tinggal beberapa hari dirumah seorang petani miskin yg tinggal didesa tepi hutan.

Tapi diluar dugaan, anak nya sangat senang dan nampak sangat bergembira selama tinggal dirumah petani itu.
setelah beberapa hari sang ayah lalu mengajak anak nya pulang.

Dalam perjalanan pulang kerumah dikota, sang ayah kemudian kepada anak nya.. "Nak, bagaimana perjalanan kita kali ini.?.."

"Ooh..sangat menyenang kan dan sangat menarik ayah." jawab putra nya.

Lalu sang ayah bertanya lagi.. "Apakah kamu melihat bagaimana orang miskin itu menjalani hidup ini..?.."

"Iya saya melihat semua nya ayah" jawab anak nya..

"Lalu apa yg dapat kamu ambil kesimpulan dan apa yg kamu pelajari dari perjalanan kita ini, tentang hidup kita dan mereka?.."

Lalu sang anak menjawab,
"Yang saya pelajari dan yang dapat saya simpul kan adalah kita memiliki 1 anjing untuk menjaga rumah kita...
Mereka memiliki 4 anjing untuk berburu...

Kita punya kolam renang kecil ditaman..
Mereka punya sungai yg tiada terbatas..

Kita punya lampu untuk menerangi taman kita...
Mereka punya bintang yg bersinar di malam hari..

Kita memiliki lahan yg kecil untuk hidup..
Mereka hidup bersama alam..

Kita punya pembantu untuk melayani kita..
Tapi mereka hidup untuk melayani orang..

Kita punya pagar yg tinggi untuk untuk melindungi kita..
Mereka punya banyak teman yg saling melindungi.."

Sang ayah tercengang mendengar jawaban anak nya,sungguh jawaban yg diluar dugaan nya yg seketika terasa membuka hati nya,

Lalu sang anak melanjutkan.. "Terimah kasih ayah, karena ayah telah menunjukan berapa kaya nya mereka sesungguh nya, dan betapa miskin nya kita.."

Bukan kah ini sudut pandang yg menabjub kan?...
Miskin dan kaya tergantung dari mana kita melihat nya..
Bersyukur dengan apa yg sudah kita miliki, dan jangan pernah mengeluh dengan apa yg tidak kita miliki..

Berterima kasihlah untuk hari ini yang kita dapat, karena hari esok belumlah tentu sebaik hari ini..

Sesungguh nya kekayaan yg paling berharga bukan terletak pada harta yg berlimpah...
Tetapi kekayaan terbesar dalam hidup ada pada kebersamaan, kasih sayang, dan cinta yg tulus dari orang-orang yg ada disekitar kita yg menyayangi kita..


.
.

Jadilah Pelita

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita.

Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok.”

Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu.”

Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta.

Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!”

Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.

Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta.

Kali ini si buta bertambah marah, “Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!”

Pejalan itu menukas, “Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!”

Si buta tertegun..

Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’, saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta.”

Si buta tersipu menjawab, “Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.”

Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.

Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta kita.

Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun, “Maaf, apakah pelita saya padam?”

Penabraknya menjawab, “Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama.”

Senyap sejenak.

secara berbarengan mereka bertanya, “Apakah Anda orang buta?”

Secara serempak pun mereka menjawab, “Iya.,” sembari meledak dalam tawa.

Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.

Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta.

Timbul pikiran dalam benak orang ini, “Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat jalan mereka.”

Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!).

Si buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin, keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya sendiri. Dalam perjalanan “pulang”, ia belajar menjadi bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf.

Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran, yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk “membuta” walaupun mereka bisa melihat.

Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta, sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu.

Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita. Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana.


Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan.

Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah, apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita.

Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan: Sejuta pelita dapat dinyalakan dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. Pelita kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi.

Bila mata tanpa penghalang, hasilnya adalah penglihatan. Jika telinga tanpa penghalang, hasilnya adalah pendengaran. Hidung yang tanpa penghalang membuahkan penciuman. Fikiran yang tanpa penghalang hasilnya adalah kebijaksanaan.
_________________
A hero not a winner, just a man who useful for others
.
.

Simfoni Hitam Sherina


Malam sunyi kuimpikanmu
Kulukiskan kita bersama
Namun s’lalu aku bertanya
Adakah aku di mimpimu

Di hatiku terukir namamu
Cinta rindu beradu satu
Namun s’lalu aku bertanya
Adakah aku di hatimu

T’lah kunyanyikan alunan-alunan senduku
T’lah kubisikkan cerita-cerita gelapku
T’lah kuabaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu

Bila saja kau di sisiku
‘Kan ku beri kau segalanya
Namun tak henti aku bertanya
Adakah aku di rindumu

Tak bisakah kau sedikit saja dengar aku
Dengar simfoniku
Simfoni hanya untukmu...

T’lah kuabaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu

(Simfoni Hitam ~ Sherina)

Meratap pada Kegelapan
Adalah single baru Sherina berjudul Simfoni Hitam, dari albumnya "Gemini". Seperti mengulang single terdahulu Sendiri.  Rasanya ada soul Evanescence banget di musikalitas Simfoni Hitam ini, meski secara visual berbeda pada lagu ini. Tapi kamu akan tahu secara konsep bermusik, dan sound-nya nyata banget cara bermusikalitas yang hampir mirip sama dengan single My Imortal milik Evanescence, band rock gothic paling terkenal dan peraih Grammy Awards. Dan tentu saja keduanya sama-sama membawakan kualitas lagunya dengan sangat sempurna, tidak asal sendu dan meratap saja, tidak asal teriak, tidak asal bunyi, tapi lebih dari itu ada sesuatu yang dalam, berkelas, kualitas yang memang tidak sembarangan dimiliki seorang musisi biasa!

Coba kamu lihat video klip My Imortal milik Evanescence yang tentu saja pasti bagi sebagian orang tanpa terkecuali (bisa jadi Sherina sendiri) tertentu pasti bisa sangat menginspirasi, karena kualitas bermusik bagus, yang memang kelas dunia.

Music video by Evanescence performing My Immortal. (C) 2004 Wind-Up Records.

Pada 5 detik pertama Simfoni Hitam, telinga ini sudah seperti mengenal dan akrab dengan musikalitasnya. Sherina sangat sempurna membawakannya. Sebuah perpaduan orchestra dengan rock, diawal dan akhirnya. Konsep yang sama persis pernah ditampilkan My Imortal-nya Evanescence. Jika kamu "mengerti", ehmm... begini saja saya anggap saja kalian sudah pada ngerti saja (meminimalisir buat buang-buang space biar fokus). Kalian para gothess, juga kalian yang meski cuman fans rock band, atau yang kebetulan pernah mampir di site atau baca koran entah itu bekas ga masalah, bagus kalau kamu kebetulan seorang gothess atau komposer haha.. Dari situ jelas kamu sedikit atau banyak akan tahu kesamaanya, bagaimana musikalitasnya disini.

Amy Lee, Evanescence.
Sampai dengan menit 03:49~, kita bakalan disuguhi bagaimana Sherina menyanyikan dan memainkan "simfoni"-nya dengan benar-benar memang sebuah simfoni, orchestra dengan dawai, biola, sedikit seperti  flute, dan juga piano yang mendayu-dayu dominan menjadikan -nya terasa sendu, komposisi yang indah. Sebuah hal yang pintar dan berkelas, kalau boleh dibilang bisa saja berkelas dunia juga jika Sherina seorang USA misalnya. Seperti My Imortal yang berkisah tentang ke-exhausted-an, keputus-asaan, kesedihan yang mendalam karena ditinggal orang yang dikasihi, broken, tapi tanpa meninggalkan kereligiusan yang sebenarnya memang akar dari musik gothic seperti Evanescence (yang adalah dulunya musikus di gereja). Begitupun Sherina dengan sempurna mengalunkannya, yang sepertinya sebuah ratapan isi hati, exhausted, rasa kehilangan yang teramat sangat, dsb. Rasa-rasanya seperti suara yang keluar dari sebuah lorong panjang, gelap dan sunyi saja. Kadang seperti berbisik, meratap, berdoa yang mengharap, yang kemudian menjerit karena merasakan puncak keputus asaan. Hanya Agnes Monica saja sepertinya penyayi muda yang bisa melakukannya itu selain Sherina, soul, daya cipta, dan tentu saja kualitas musikalnya !!

03:50+ adalah blasting drum yang MENGHENTAK, CABIKAN gitar, tapping, riff-riff KASAR khas musik rock/metal mendistorsi dan mendominasi hingga akhir lagu. Disitu Sherina lebih mengeluarkan tenaga ekstra, karena sedikit harus berteriak antiklimaks dengan sebelumnya yang sendu dan hanya meratap... yeah seperti dalam My Imortal saja. Lagu yang pada sesi orchestra dinyanyikan dengan sendu dan lembut, secara tiba-tiba  berubah seiring dengan mulai masuknya sound gitar listrik, dengan riff-riff kasar. Suara Sherina bahkan nyaris timbul tenggelam, oleh karena riff-riff kasar sound gitar listrik yang mendominasi, ditambah efek distorsi menambah misterius tetapi garang dirasakannya, benar-benar seperti suara yang keluar dari lorong yang panjang. Meski terkadang seperti agak kalah keras dalam pengkombinasian suara, tetap lagu ini secara keseluruhan bagus! Bisa jadi ini adalah lagu terbaik Sherina sampai album terkini milik-nya. Sekali lagi Simfoni Hitam adalah sebuah ratapan, permohonan, seperti doa, kerinduan, mimpi, pengharapan, pengorbanan dan keikhlasan yang pada akhirnya hanya menghasilkan sebuah keindahan kelam saja, terasa sangat sunyi seperti dalam lagunya...

"Sendiri" dari album Primadona (2007)

Kembali pada tahun sebelumnya kira-kira tahun dimana Sherina mengeluarkan album "Primadona", tentu masih ingat singlenya yang bertitle Sendiri, dilagu tersebut Sherina terlihat feminin dengan berkesan agak gelap kalau boleh dibilang gothic (mengacu dari kostumnya yang tentu saja berkonsep dengan lagu itu sendiri menghasilkan kesimpulan yang demikian). Dan pada tahun sebelumnya coba ingat-ingat, adalah Lithium, Lithium adalah single Evanescence. Jika kamu "mengerti" hal demikian pasti tidak akan menyangkalnya, secara naluri, dengan cukup mendengar dan merasakan iramanya, apalagi secara visual, kamu akan tahu banyak bagaimana soul Evanescence tertanam kuat dalam lagu Sendiri tersebut. Bahkan video klipnya pun, dari mulai kostum, tatanan rambut, make up, latar, band, nuansa, dan polah gerak pelakon dalam video-nya sekali lagi (jika kamu "mengerti" hal demikian haha...) kamu tidak akan menyangkalnya, sama sekali tidak akan! Yang patut diacungi jempol adalah Sherina, karena dia punya kualitas sendiri, kalian tentu sudah sangat mengenal Sherina, artis muda berbakat dengan bakat segudang tentunya. Dia menyanyikannya dengan kualitasnya sendiri dalam lagu tersebut, meski ada kemiripan tapi sekali lagi dia menyanyikannya dengan kualitasnya sendiri. Kualitasnya sendiri! A very talented singer & songwriter!

Sherina bermain gitar.
Mengenai Sherina tak perlu dibahas lagi, lebih baik kita ingat-ingat sendiri saja apa-apa mengenai Sherina itu sudah cukup, bukankah dia sosok yang pantas buat siapapun mengenalnya dan bagaimana kualitasnya sebagai musisi dari tingkatan kesulitan lagu-lagu hasil karyanyanya, pribadinya, kehidupannya, atau sekedar lagu yang cukup untuk dinyanyikannya saja.

Music video by Evanescence performing Lithium. (c) 2006 Wind-up Records.

Sherina dalam singlenya "Sendiri" sangat mirip dengan "Lithium"-nya Evanescence

Tentang Sherina: http://en.wikipedia.org/wiki/Sherina_Munaf


Tentang Samurai (3)

Samurai (侍 atau 士) adalah istilah untuk perwira militer kelas elit sebelum zaman industrialisasi di Jepang. Kata samurai berasal dari kata kerja samorau dalam bahasa Jepang kuno, kemudian berubah menjadi saburau yang berarti melayani, dan akhirnya menjadi samurai yang bekerja sebagai pelayan bagi sang majikan. Samurai juga biasa disebut bushi (武士) (orang bersenjata) yang digunakan semasa zaman Edo. Samurai terkenal sebagai ksatria paling ditakuti dan dihormati pada masanya, juga termasyhur pandai mengendalikan hawa nafsu dan sama sekali tak terpengaruh keadaan sekitar.

Perkembangan
Sebelum Zaman Heian, tentara di Jepang berada di bawah pemerintahan langsung oleh Kaisar. Dan kemudian pada ada awal Zaman Heian, pada akhir abad ke 8 dan awal abad ke 9, Kaisar Kanmu mencoba memperluas kekuasaannya di utara Honshu. Namun tentara yang dikirim mengalami kegagalan. Kaisar Kanmu kemudian memperkenalkan gelaran seiitaishogun atau lebih dikenal dengan nama shogun dan mulai bergantung kepada perkumpulan (klan) yang mahir dalam pertempuran, berkuda dan memanah untuk mematahkan pemberontakan. Para pendekar klan tersebut yang kemudian dikenal dengan nama samurai. Dengan menjanjikan pelindungan dan mendapat kekuatan politik, mereka memperoleh kekuasaan yang akhirnya melebihi para bangsawan. Samurai pada masa Keshogunan Tokugawa berangsur-angsur kehilangan fungsi ketentaraan mereka. Dengan reformasi Meiji pada akhir abad ke-19, samurai dihapuskan dan digantikan dengan tentara nasional menyerupai negara Barat.

Perlengkapan
Samurai mengenakan hitatare (sejenis kimono) sebagai pakaian resmi sehari-hari. Sedangkan dalam perang, samurai akan mengenakan yoroi. Yoroi terdiri dari pelindung tubuh yang terbuat dari logam dan kabuto sebagai pelindung kepala yang terbuat dari besi.


Senjata yang paling identik dengan seorang samurai adalah katana dan wakizashi. katana lebih panjang dari wakizashi, tetapi wakizashi akan sangat berguna jika seorang samurai tidak bisa menggunakan katana dalam situasi tertentu. Kedua senjata ini jika saling berdampingan biasa disebut daisho yang artinya besar dan kecil.

Senjata lain yang biasa digunakan oleh samurai adalah yumi (busur komposit), yari (tombak), naginata (tombak dengan ujung berupa mata pedang) dan beberapa jenis peledak.

Filosofi
Filosofi samurai adalah mencapai kebahagiaan sejati, baik dalam kemenangan atau pun kematian. Para samurai ini hidup berlandaskan nilai-nilai bushido yang mengutamakan keberanian, kehormatan, dan kesetiaan pribadi. Kehidupan para samurai diibaratkan seperti bunga sakura yang indah menawan namun berumur pendek. Karena itu samurai selalu mengingat kematian setiap saat. Hal itulah yang membuat mereka selalu menjaga diri dan pikirannya dari hal yang tidak pantas dan senantiasa melakukan yang terbaik di sepanjang hidupnya.

Bushido - The Way of the Warrior
Bushido (武士道) adalah adalah sebuah kode etik kesatria golongan samurai dalam feodalisme Jepang. Bushido mengandung arti sikap rela mati buat negara, kerajaan dan kaisar. Biasanya para samurai dan Shogun rela mempartaruhkan nyawa demi itu dan jika gagal, ia akan melakukan ritual bunuh diri yang dikenal dengan seppuku (切腹) atau harakiri (腹切り) yang merupakan adat untuk memulihkan nama mereka atas kegagalan saat melaksanakan tugas dengan cara menusuk dan merobek perut mereka.

Secara umum, Bushido lebih difahami sebagai sebuah model, disiplin, dan moral para kaum samurai. Dengan kata lain Bushido adalah kode etik dalam masyarakat samurai yang digagas oleh pemerintah/pemimpin, baik tertulis maupun tidak. Bagaimanapun prosesnya, disiplin Bushido ini telah menjadi moralitas masyarakat Jepang pada umumnya hingga saat ini.
Sebagai sebuah disiplin samurai, Bushido terbagi menjadi dua periode yaitu Hagakure Bushido dan Tokugawa Bushido. Namun dari kedua periode tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa inti moral Bushido adalah sebagai berikut:
  1. Gi (? – Integritas) = Seorang samurai harus utuh segala aspek kehidupannya baik fikiran, perkataan, maupun perbuatan.
  2. Y? (? – Keberanian) = Berani untuk mempertahankan prinsip kebenaran, bahkan jika harus mengorbankan nyawa sekalipun.
  3. Jin (? – Kemurahan hati) = Bushido memiliki aspek keseimbangan antara maskulin (yin) dan feminim (yan). Jin inilah yang mewakili sifat feminim. Walau seorang samurai berlatih pedang dan strategi perang, namun samurai harus memiliki sifat mencintai sesama, kasih sayang, dan peduli.
  4. Rei (? – Menghormati) = Sikap moral ini ditunjukkan melalui kesantunan dalam cara duduk, berbicara, bahkan dalam memperlakukan benda ataupun senjata.
  5. Makoto atau Shin (? – Kejujuran dan tulus-iklas) = Samurai mengatakan apa yang mereka maksudkan dan melakukan apa yang mereka katakan. Mereka membuat janji dan berani menepatinya.
  6. Meiyo (?? – Kehormatan) = Seorang samurai memiliki harga diri tinggi, yang selalu mereka jaga dengan berperilaku terhormat.
  7. Ch?go (?? – Loyal) = Kesetiaan ditunjukkan dengan dedikasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas, dan puncak kehormatan seorang samurai adalah mati dalam menjalankan tugas/perjuangan.
  8. Tei (? – Menghormati Orang Tua) = Samurai sangat menghormati orang yang lebih tua baik orang tua sendiri, pimpinan, maupun para leluhurnya.
Date Masamune
Sebuah patung modern Masamune di kuil Sendai.
Salah satu samurai terkenal yang pernah ada di Jepang adalah Date Masamune. Ia mencapai ketenaran pada Zaman Azuchi-Momoyama sampai awal Zaman Edo. Masamune merupakan ahli waris daimyo yang terkuat di daerah Tohoku. Ia juga mendirikan dan menjadikan kota Sendai sebagai kota yg maju.

Dalam pertempuran, Masamune selalu memakai helm perang dengan hiasan bulan sabit yang menandakan keganasan dan kekejamannya. Masamune pernah menghabisi keluarga Hatakeyama tanpa terkecuali demi balas dendam atas kematian ayahnya, Date Terumune. Masamune kehilangan mata kanannya semasa kecil dan akhirnya terkenal dengan julukan dokuganryuu (naga bermata satu).

Kesetiaan samurai yang paling terkenal adalah ketika peristiwa pembalasan dendam 47 ronin (浪人) yaitu samurai yang kehilangan tuannya karena kekuasaannya dicabut oleh pemerintah. Akibat suatu perselisihan dengan pejabat tinggi bernama Kira Kōzuke no Suke Yoshihisa, tuan dari 47 samurai tersebut, Asano Takumi no Kami diperintakan untuk melakukan seppuku. Tidak terima dengan perlakuan itu, dini hari pada tanggal 15 Desember 1702, Ōishi Kuranosuke Yoshitaka memimpin 47 ronin menyerbu masuk ke rumah kediaman Kira Kōzuke no Suke yang berada di Honjo Matsuzaka dan pada akhirnya Kira Kōzuke no Suke berhasil dibunuh.


Para ronin saat menyerang gerbang utama mansion Kira Kōzuke no Suke.

Kawanan 47 ronin membawa pulang penggalan kepala Kira Kōzuke no Suke dan mempersembahkannya di atas makam Asano Takumi no Kami yang terletak di kuil Sengakuji. Kawanan 47 ronin lalu memberitahu sang majikan di alam sana bahwa pembalasan dendam telah berhasil. Pemerintah Bakufu kemudian menitipkan para ronin di rumah 4 orang daimyo, dan tidak lama kemudian para ronin tersebut akhirnya diperintahkan untuk mati secara terhormat dengan melakukan seppuku. Pada tanggal 4 Februari 1703, Para ronin dari Akō tersebut, kecuali Terasaka Nobuyuki yang menghilang setelah penyerbuan, akhirnya melakukan seppuku di halaman rumah kediaman para daimyo tempat mereka dititipkan.

Sampai saat ini, sifat samurai yang dikenal sebagai bushido masih tetap ada dan dijunjung tinggi dalam masyarakat Jepang sebagaimana aspek hidup mereka.
Postingan tentang Samurai:
Samurai (Semangat Samurai)
Samurai (Rahasia Hidup Bahagia para Samurai)
Filosofi Samurai dalam Budaya Jepang
.
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23