Come on! Let's go dancing! Dancing ON THE FLOOR!

.....................
Lalalalalalalalalalalalalala
Tonight we gon' be it on the floor
Lalalalalalalalalalalalalala
Tonight we gon' be it on the floor 
....................

"Lagu yang menyumpal telingaku terus-terusan selama seminggu ini, On The Floor !!"

Setelah sebelumnya DJ Vika Jigulina dengan Stereo Love-nya yang sexy, besutan asli Edward Maya. Sekarang ada lagi yang baru, tak kalah canggih yang kalau didengerin betul-betul, terutama yang telinganya peka sama musik-musik tekno/elektrik/ DJ, pasti ga aneh lagi dengan melody, refrain-nya, atau chorus-nya. YA  BETUL!! Ada kesamaan antara Stereo Love sama On the Floor lagu besutan rapper Pitbull ini, terutama di bagian refrain/chorus sama-sama memberi warna komposisi etnik di dalam musiknya, yang satu mencomot salah satu komposer terkenal dari Rumania dan mem-paste-nya refrain Stereo Love yang keren dengan suara-suara akordian, dan yang satu mencomot lagu Lambada yang dinyanyikan oleh grup musik Kaoma dari Brasil, dan ternyata juga di-paste (yang tentu saja semua itu dengan seijin sang empu-nya) di chorus On the Floor-nya J-Lo. Sebuah kombinasi yang tidak hanya jenius tapi juga indah... dan COOL!!


Tapi nope, yang penting enak ditelinga, dan yang penting ini jika kamu butuh inspirasi (wat??) atau mungkin diantara kamu ada yang baru belajar dugem ???! (Wah sial pasti ada yg nuduh macem2 wkwk..) Nah, On the Floor adalah komposisi yang sangat pas buat kamu untuk belajar memulai menari (tentu saja not recommended sambil mabuk bawa Bacardi, bekonang, 25, dsb. seperti yang disaranin di lagunya  tapi dilarang ma FPI itu, Grab somebody, drink a little more...) hehe...



Lihatlah videonya bagaimana seorang Jennifer Lopez (J-Lo) ibu dua anak saja bisa menari laiknya seorang gadis 20-an tahun, awalnya juga saya pikir sekitaran 30-an, dan ternyata sudah 41 tahun (born: 24 Juli 1969) !! Pitbull is not necessary at all, she's very talented, honestly, imagine the song without him. J-Lo super latina! Sexy dan energik ya haha...
Dibawah ini bisa kamu simak On the Floor, disutradarai sama Taj Stansberry dengan koreografi oleh Frank Gatson. Mulai beredarnya sih 19 April besok jadi satu sama albumnya yang bertajuk "Love?"..

Music video by Jennifer Lopez performing On The Floor feat. Pitbull. © 2011 Island Records

Jangan salah, ini tidak menganjurkan kamu untuk melakukan dugem broo.., kamu hanya perlu untuk menikmati musiknya saja (juga boleh), atau bisa belajar dan mengambil semangatnya dari tarian dan beat On the Floor meskipun kamu bukan seorang clubber. Dentumannya bisa memompa darah ke jantungmu lebih cepat, terutama cewek yang konon hidupnya bergantung sama hormon hehe..  Ambil positifnya, yang negatif not recommended saja, yang negatif itu relatif pandangan tiap-tiap orang saja, Y so Serious?  ^_^

WARNING! Proclaiming The Truth: Satan is behind this kind of carnal, worldly music. This music does not glorify God. [http://goo.gl/XyzOpV]

Related: Vika Jigulina & Stereo Love-nya & Vika Jigulina's Photo
 



.
.

Pensil..


Seorang nenek yg sedang menulis surat menasihati cucunya:

"Nenek harap km bakal spt pensil ini ketika km besar nanti. Pensil ini mempunyai 5 kualitas yg bisa membuatmu selalu tenang dlm menjalani hidup, kalau km selalu memegang prinsip-prinsip itu di dlm hidup ini."

Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.

"Kualitas pertama, pensil mengingatkan km kalau km bisa berbuat hal yg hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, km jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkahmu dlm hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya."

"Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan utk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan km, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yg akan membuatmu menjadi orang yg lebih baik."

"Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dlm hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar."
"Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dlm hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar."
"Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dlm sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah menyadari hal-hal di dalam dirimu. Instropeksi diri & jgn menyalahkan org lain terlebih dahulu."

"Kualitas kelima, sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Spt juga km, km harus sadar kalau apapun yg km perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah berhati-hati dan sadar terhadap semua tindakan agar tdk menyakiti org lain."

:) Good Day.

Hank

.
.

Legenda Maneki Neko


Maneki - neko (招き猫⁠) artinya "Beckoning Cat" yang artinya kucing pemanggil pelanggan juga biasanya dikenal sebagai Welcoming Cat , Lucky Cat , Money cat , atau Fortune Cat. Maneki - neko adalah salah satu patung yang umum di jepang. Maneki - neko biasanya terbuat dari keramik , yang katanya dapat membawa keberuntungan kepada yang punya. Terkadang , koin kecil suka hilang , karena digunakan sebagai sesajen atau pengorbanan Maneki - Neko. Seperti kita melempar koin di kolam permohonan. Kita kehilangan beberapa koin tetapi kita akan sangat beruntung! ^^

Seperti apakah bentuknya?


Maneki - neko berbentuk kucing yang tangan kanannya naik turun yang seakan akan memanggil pelanggannya (˘w˘)ʃ. Maneki - neko biasanya memakai kalung , bisa jadi sapu tangan atau syal. Tetapi biasanya berupa kalung. Kalungnya itu berwarna merah dan terbuat dari bunga merah. Maneki - neko juga biasanya diberi celemek atau dalam bahasa Jepang-nya adalah "hichirimen" yang sangat populer di zaman edo dan lonceng kecil yang biasanya digunakan untuk melacak atau menandai kucing di zaman edi. Ketiga barang tersebut biasanya imitasi sebagai perumpamaan bentuk kucing rumahan (biasanya) di zaman Edo. Maneki - neko biasanya juga diberi hiasan koin emas yang dikenal dengan sebutan koban (小判⁠) di Jepang. Pada zaman Edo koin emas tersebut biasanya diikat di kucing dan dipercaya membawa keberuntungan. Jadi tidak mengejutkan jika maneki - neko terdapat koin emasnya. Maneki - neko biasanya terbuat dari keramik , tetapi maneki - neko juga dapat dibuat dengan bahan - bahan lainnya seperti plastik yang tentu harganya lebih murah.


Sejarah Maneki Neko

Maneki - neko pertama kali muncul di jepang pada zaman Edo (1603 - 1867). Pada zaman Meiji , dikatakan di suatu artikel di Jepang (1876) yang berhubungan dengan maneki - neko

Selain itu ada juga cerita lain tentang maneki - neko tetapi masih agak ragu kebenarannya :

Beberapa atribusi untuk beberapa penguasa di Jepang , seperti Oda Nobunaga dan samurai Li Naotaka, suatu hari beliau dilewati kucing , yang sepertinya kucing tersebut melambaikan tangannya kepada beliau. Melihat gerakan kucing tersebut beliau berhenti dan mendekati kucing tersebut. Dan ternyata ketika dalam perjalanan , beliau menyadari bahwa beliau dijauhkan dari jebakan yang sedang menantinya atau bisa dibilang menjadi lebih beruntung. Semenjak itu , kucing telah dijadikan atau dianggap sebagai roh kebijakan dan roh keberuntungan. Banyak kuil - kuil dan rumah - rumah di Jepang menaruh patung berbentuk kucing dengan satu tangan mengangkat seperti sedang melambai. Maka maneki neko , sering juga disebut sebagai Kami Neko yang artinya dewa kucing atau roh kucing.

Beberapa ada yang mencatat kesamaan antara gerakan Maneki - Neko dengan kucing yang sedang memandikan wajahnya. Ada kepercayaan Jepang bahwa jika seekor kucing memandikan atau membasuh wajahnya maka pengunjung akan segera datang. Menurut keyakinan Cina jika ada kucing membasuh atau memandikan mukanya maka akan turun hujan. Dan hujan artinya hoki menurut orang Cina (pada saat Imlek orang berdoa agar hujan deras supaya tahun ini diberi rezeki yang melimpah). Jadi intinya kucing yang sedang membasuh atau memandikan wajahnya maka akan membawa keberuntungan ^^

Banyak legenda Jepang yang mengisahkan asal Maneki Neko. Dari tujuh legenda yang banyak dikenal, ada tiga yang paling terkenal. Yaitu Legenda Kuil Goutokuji, Pramuria Usugumo dari Yoshiwara dan legenda wanita tua dari Imado.

Legenda dan Historis

Kuil Goutokuji
Pada awal zaman Edo (abad ke-17) ada sebuah kuil yang terdapat di Setagaya, bagian barat Tokyo. Pendeta kuil tersebut memelihara seekor kucing bernama Tama. Pendeta tersebut sering berbicara dan kadang-kadang sedikit mengeluh kepada Tama mengenai kondisi kuilnya yang miskin."Tama, meskipun miskin aku memeliharamu di kuil ini, bisakah kamu melakukan sesuatu untuk kuil ini ?",harap sang pendeta pada Tama.

Kuil Goutokuji
Suatu ketika, seorang penguasa dari daerah Hikone (bagian barat Tokyo), bernama Naotaka Li pulang berburu. Ia berteduh menghindari hujan di bawah pohon besar yang terdapat di depan gerbang kuil. Seekor kucing memberi isyarat mengundang naotaka untuk berteduh di gerbang kuil. Tidak berapa lama setelah naotaka berteduh di gerbang kuil, pohon besar tersebut disambar petir. Nyawa Naotaka terselamatkan berkat Tama.

Setelah kejadian tersebut Naotaka Li dan keluarganya menunjuk kuil tersebut menjadi kuil keluarga dan merubah namanya menjadi Goutokuji. Kuil tersebut menjadi makmur setelah didukung oleh keluarga Li. Tama dikuburkan di pekuburan kucing di kuil tersebut dan diciptakan patung kucing (Maneki Neko) untuk mengingatkan orang kepada Tama.


Legenda Usugumo dari Yhoshiwara

Pada zaman Edo banyak terdapat kota-kota kecil yang penuh berbagai macam hiburan gaya Jepang yang disebut Yuukaku. Salah satu yang terkenal adalah Yoshiwara yang terdapat di bagian timur Tokyo.

Ada dua macam wanita yang bekerja di Yoshiwara. Yang terlatih secara profesional dalam hal musik dan menari disebut Geisha, lainnya adalah pramuria yang disebut Yuujo. Geisha kelas atas yang terlatih dalam berbagai kesenian disebut Tayuu.

Pada pertengahan zaman Edo (abad ke-18) ada seorang Tayuu yang bernama Usugumo. Ia terkenal juga sebagai penyayang kucing. Kucingnya selalu berada disampingnya kemanapun ia pergi.

Suatu malam, ketika Usugumo hendak memasuki toilet, kucingnya menari-narik bajunya dengan kasar. Meskipun diusir dengan susah payah, kucingnya tidak mau berhenti mengganggunya. Karena ketakutan Usugumo meminta bantuan pemilik rumah. Pemilik rumah tersbut datang dan menebas leher kucing tersebut dengan samurai, karena ditakutkan kucing tersebut adalah kucing setan.

Kepala kucing tersebut terbang ke langit-langit toilet, menggigit dan membunuh seekor ular besar yang sedang mengincar Usugumo.

Usugumo sangat menyesal karena telah salah membunuh kucingnya. Untuk mengingatkan jasa-jasa kucingnya, salah seorang tamu menghadiahinya patung kucing yang terbuat dari kayu yang harum. Patung kucing inilah yang kemudian berkembang menjadi Maneki Neko.

Legenda Wanita Imado

Pada akhir zaman Edo (abad ke -19), ada seorang wanita tua yang hidup di Imado, Tokyo bagian timur. Karena keadaannya yang sangat miskin, ia tidak mampu lagi merawat kucingnya. Ia berkata pada kucingnya "Maaf aku terpaksa menelatarkanmu karena kemiskinan ini".

Malamnya kuicng tersebut hadir dalam mimpinya dan berkata "Buatlah patung diriku dari tanah liat, patung tersebut akan membawa keberuntungan". Setelah jadi, patung tersebut dibeli orang, semakin banyak ia membuat patung, semakin banyak orang yang membelinya. Patung kucing (Maneki neko) tersebut membebaskannya dari kemiskinan.
.
.

Mencintai hingga Terluka

Keteguhan hati wanita itu bulat : berpisah !
Hari itu , ketika Shanty tahu perkawinan itu ternyata pahit. Bukan hikayat 1001 malam yg terus gemerlap mempesona. Ia harus berpisah , meski cinta atas suaminya membara di hatinya.
Ia bawa pulang duka itu ke tanah airnya Indonesia. Dan di atas perjalanannya dari Hongkong, ia tumpahkan kesedihannya kepadaku.

"Tak pernah tahu Jimmy bahwa cintaku padanya tak kunjung surut," keluh Shanty memelas.
Perjalanan keliling amat ia nikmati bersama suaminya yg seorang diplomat. Ke berbagai negara sahabat, mereka lewatkan masa honeymoon.
Bahkan sampai kelahiran putri mereka Sasha dan juga Nasha. Semuanya melengkapi kebahagiaan pasangan ini.


Belum 15 tahun perkawinan, Jimmy tiba-tiba memaksa cerai. Tak mampu Shanty memahami keretakan ini. Padahal ia telah melepaskan kewarganegaraannya demi Jimmy. Anak-anak sedikit pun tak paham. Mereka pun balik pulang ke tanah air dengan sedih berlinang air mata. Mereka memendam duka.

Shanty amat terpukul. Kekasih Jimmy ternyata baby-sitter Sasha yg lama bersama mereka. Sang pengasuh ternyata telah mengubah hati sang diplomat, ketika berkeliling mengasuh Sasha dari satu negara ke negara lain. Jimmy telah mengikuti dorongannya. Shanty lantas menulis sebait duka ketika berpamit : "Jimmy perpisahan tak membuat cintaku berubah. Aku memaafkan engkaupun bila kau tak kembali. Kapan pun aku menjemputmu penuh pengampunan, meski hati ini amat terluka. Shanty!".

Pengampunan Shanty ternyata tidak sia-sia. Lima tahun berselang, ia mengangkat telpon menghubungiku. "Sobat , hari ini Jimmy kembali ! Saya bahagia, karena kedukaanku sedikit pun tidak menghapus cintaku " ujar Shanty bahagia.
Jimmy akhirnya mengenal cinta sejati karena duka yg penuh maaf dari Shanty istrinya.
Mereka menyatu lagi, tak cuma kewarganegaraannya.

Lebih dari seminggu, telepon Shanty tak hilang dari ingatan saya. Hampir tak yakin saya di jaman ini, ada kesetiaan yg begitu putih. Polos tanpa basa-basi. Shanty ternyata tidak menggores kepedihan cinta ketika pamit dari perkawinan cinta. Tidak juga tudingan kegagalan itu ia bawa dlm duka yang meronta-ronta.
Di ujung keputusasaan seorang istri , ia justru memberi nilai dan arti dari cintanya. Ia memang terluka. Bahkan tak berdaya. Namun, lukanya tidak membuat ia mencaci maki cintanya. Ia tidak berserapah atas kegagalan itu. Ia malah mengungkapkan isi terdalam hatinya.
"Aku tetap menjemputmu penuh pengampunan," tulis Shanty pada suaminya.
Shanty penuh maaf. Dan terjadilah, cinta itu melintas luka dan duka.
Ia tak menggores - gores romantika pedih, tetapi menabur benih kasih, walau dengan penantian yang panjang.

Biarawati tua Kalkuta Bunda Teresa (alm.) pernah bergumam sama.
"Mencinta secara sejati adalah mencinta hingga terluka.
Sekali memberi diri, cinta harus tuntas tanpa kembali.
Karena setiap kali cinta diberikan , ada onggokan hati ikut tergali dari sang pemberi cinta.
Setiapkali mencinta ada kepenuhan hidup yg tersalurkan kepada orang lain, dari onggokan itu.
Dan makin berarti cinta itu, bila onggokan hati yang tercurah itu menumbuhkan orang lain, Dan onggokan hati itu adalah helai-helai kasih yang siap tersobek, tercabik , juga terluka dalam-dalam bila itu diberikan."
Shanty terluka parah hatinya. Secara kasat mata ia menyaksikan pengkhianatan cinta suaminya. Makin parah lukanya ketika ia mengungkapkan pengampunan di tengah ketidakpastian. Makin tercabik sukmanya ketika maaf itu harus keluar dari onggokan hati yang ditinggalkan, tercampak sendirian.
Dengan luka yang sama, wanita kukuh ini mampu mendekap kembali sang suami. Ia terluka, tapi amat luhur dalam mengartikan cinta.
.
.

Semangat Bangkit Orang Jepang Luar Biasa

Seorang pria melihat puing-puing yang dihanyutkan tsunami dan sawah yang tertutup oleh lumpur di Sendai, Miyagi Prefecture, Sabtu pagi, 12 Maret 2011 setelah gempa terbesar yang pernah ada dicatat menghempas pantai timur Jepang pada Jumat lalu.

Seorang pemuda memakai kacamata membagikan ramen, mi rebus, kepada beberapa orang di tempat penampungan korban tsunami. Oleh wartawan TV ditanya dari grup relawan mana. Pemuda itu menjawab, “Bukan. Volunteer. Saya memang penduduk sini dan pekerjaan saya memang menjual ramen. Rumah dan warung saya juga hilang dan tidak ada lagi. Akan tetapi, saya tidak sendirian. Oleh karena itu dalam keadaan sekarang kita bersama-sama melakukan apa yang bisa dilakukan untuk membangun kembali”.

Demikian laporan Sapto Nugroho, warga Indonesia di Jepang yang menulis untuk media sosial Kompasiana. Berikut laporan lengkapnya...

Bukan tangis dan ratapan yang ditunjukan, tetapi semangat untuk bangkit kembali karena menyadari yang mengalami musibah kehilangan rumah dan pekerjaan bukan dia sendiri.

Dua orang bapak berdiri di atas bukit kecil, memandang ke bawah, ke kota kecil yang sekarang sudah tidak ada lagi rumah yang berdiri. Dia menunjukkan lokasi rumahnya dulu. Tampak bahwa tidak hanya rumah yang hilang, tapi juga “kota” atau “kampung” semua hilang ditelan tsunami. Semangat tetap tecermin dalam diri bapak-bapak itu karena mereka merasa tidak sendirian.

Sejumlah mahasiswa asal Jepang di Yogyakarta, dibantu sejumlah mahasiswa Universitas Gajah Mada jurusan Bahasa Jepang, Rabu (16/3/2011) turun ke jalan untuk menggalang dana bagi korban gempa dan tsunami di Jepang.
Ada teman saya di Kanada bertanya: “Jepang kan negara donor, kenapa kok mengumpulkan dana juga dari masyarakatnya?” Mungkin jawabnya adalah bukan pada jumlah uang yang berhasil dikumpulkan, tetapi lebih pada rasa setia kawan atau rasa kebersamaan sebagai satu negara/bangsa sehingga ingin berbuat sesuatu. Rasa bersama inilah yang ada dalam setiap diri orang jepang. Rasa ini menjadi semangat bagi orang yang ditimpa bencana sehingga bisa bangkit lagi. Ada juga artikel yang dimuat di Kompas.com, mahasiswa atau mahasiswi jepang di Yogya mengumpulkan dana dari orang yang lewat di jalan (dengan pakaian Jepang). Tentu saja gerakan ini kalau dilihat jumlahnya tidak banyak, tapi “arti” dari yang dia lakukan itu cukup besar bagi dia sendiri dan bagi bangsanya. Ada rasa kesatuan sehingga tidak merasa sendirian dalam menghadapi bencana.
Mungkin jawabnya adalah bukan pada jumlah uang yang berhasil dikumpulkan, tetapi lebih pada rasa setia kawan atau rasa kebersamaan sebagai satu negara/bangsa sehingga ingin berbuat sesuatu.
Pengungsi berdiri di sekitar Shinjuku Central Park di Tokyo Jepang 11 Maret 2011. Sebuah gempa dahsyat berkekuatan 8,9 menghantam timur laut Jepang pada hari Jumat, menyebabkan banyak luka, kebakaran dan tsunami 10 meter (33 feet) di sepanjang bagian garis pantai. Sebuah peringatan tsunami telah dikeluarkan untuk cekungan Pasifik kecuali daratan Amerika Serikat dan Kanada setelah gempa bumi besar yang melanda Jepang pada hari Jumat, demikian diungkapkan the Pacific Tsunami Warning Center.
Pada hari ke-5 setelah gempa, yaitu tanggal 16 Maret 2011, transportasi utama di Tokyo untuk orang bekerja sudah normal. Ini juga berkat kerja sama antara TEPCO (perusahaan penyedia listrik), perusahaan kereta, dan Kementrian Transportasi. Memang kekurangan pasokan listrik masih ada. Akan tetapi, pengaruh ke kegiatan utama di perkantoran sedapat mungkin di kurangi supaya roda ekonomi tidak terlalu terganggu. Berkat kerja sama tiga instansi ini, di waktu orang berangkat dan pulang kerja, jumlah dan jadwal kereta semua normal. Artinya sama seperti sebelum gempa. Dengan demikian, orang berangkat dan pulang kerja seperti biasa. Jumlah kereta yang dikurangi adalah jam-jam tidak sibuk, yaitu jam 10 pagi sampai jam 6 sore. Suatu langkah penanganan yang juga berlandaskan semangat tidak sendiri, tapi bersama-sama mengatasi masalah.
MUNICH - Mengheningkan cipta sejenak di bench Nerazzurri.
UEFA Champions League, Bayern 2 - 3 Inter. (16/03/2011)
Yuto Nagatomo: "You'll Never Walk Alone."
UEFA Champions League (16/03/2011)
Semangat bahwa tidak sendiri ini juga tampak jelas ditunjukan oleh pemain sepak bola asal Jepang, Nagatomo, yang bermain untuk klub Eropa Inter Milan. Sebelum pertandingan, semua pemain dan penonton berdoa untuk Jepang. Setelah pertandingan, Nagatomo memegang bendera Jepang bertuliskan dalam bahasa Jepang dan juga bahasa Inggris: "You will never walk alone." Sementara di layar TV dituliskan dalam bahasa Jepang, Sora ha tsunagatteiru node (kimochi ha ) tsunagaru to omoimasu (Langit itu bersambungan/tidak terpisah, maka perasaan juga bisa tersambung).

Ada satu ungkapan yang sudah diajarkan sejak anak TK ,SD, sampai dewasa, yaitu, chikara o awaseru, yang berarti kita bersama-sama menggalang kekuatan. Kalau sendirian tidak akan bisa, tetapi kalau bersama-sama kita susun kekuatan maka kita akan bisa melakukannya.

*Sapto Nugroho, Jumat, 18 Maret 2011 | 08:30 WIB.

Headline koran Bild menampilkan sebuah artikel dengan foto di bawahnya terlihat seorang ibu menangisi putrinya yang tertimbun reruntuhan di bawahnya.
Seorang anak membawa botol air di tengah puing-puing di Kesennuma, utara Jepang Senin, 14 Maret 2011 setelah terjadinya gempa bumi besar Jumat dan tsunami berikutnya. (AP Photo / Kyodo News)
Wanita ini tidak berhenti menangis ketika berbicara dengan kerabatnya, di Miyako, provinsi Iwate.
Bagaimana kira-kira perasaanmu jika menemukan tangan di reruntuhan yang ternyata adalah ibu-mu?
Hiromitsu Shinkawa, kakek berusia 60 tahun, warga kota Minamisoma, Prefektur Miyagi, Jepang timur laut melambaikan tangan untuk meminta tolong. Ia terseret 15 kilometer ke laut lepas. Setelah dua hari, tepatnya Minggu (13/3/2011), ia ditemukan dalam keadaan selamat dan sehat.
"Smile" ^^

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

We prays for the people of Japan. World have prays for Japan..
We weep with your people in Japan
We hear the cries of orphaned children and laments of bereaved parents
We feel the desperation of those searching for loved ones
We behold the silence of vanished villages.
We see the devastation.
We are overwhelmed by the enormity of it all.
Our hearts are hushed, our minds are numb.
Let not our hands be stopped, our voices dumb.
God of the universe,
Open our hearts to feel your compassion
Galvanize in us the act of continued giving
Bond us to our sisters and brothers in need
Comfort and heal the injured, the bereaved, the lost
Strengthen the aid workers and medical personnel
Bolster the resolve of governments and those with power to help
Open through this tragedy pathways to partnerships and peace
In Your Name of mercy and healing and compassion we pray,
Amen....!

Foto-foto tsunami populer yang sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan Tsunami Jepang:

Foto populer stunami yang sebenarnya adalah salah satu scene dari film "Cina" "Aftershock". Bukan dari bencana mengerikan yang telah terjadi di Jepang. Mereka tidak ada hubungannya sama sekali dengan apa yang terjadi sekarang di Jepang.


..
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23