Setiap Individu adalah Unik (William James Sidis)

Sarah M. Sidis Lists an Accounting of William James Sidis' portion of his inheritance.
Ya, setiap orang diciptakan berbeda antara satu dengan yang lainnya. Sidik jari yang dimiliki setiap orang tidak ada yang sama. Pola retina mata setiap orang juga unik, tidak ada dua orang yang memiliki sidik jari atau retina yang betul-betul identik.

Sebenarnya keunikan ini juga berlaku pada hal lain selain sidik jari dan retina mata. Bakat alami misalnya, setiap orang sebenarnya mempunyai bakat alami yang hanya dimiliki oleh dia sendiri, yang berbeda dengan bakat orang lain. Memang terdapat kemiripan dengan orang lain, tetapi sama sekali tidak sama.

Allah menganugerahkan bakat serta kemampuan yang berbeda kepada setiap orang dengan tujuan agar orang tersebut dapat saling berinteraksi yaitu dalam hubungan saling membutuhkan. Jika ada banyak orang yang mempunyai kemampuan yang benar-benar sama, maka seseorang dapat dengan mudah memutuskan tali silaturahmi dengan orang lain. Toh ada orang lain yang sama yang dapat menggantikannya.

Bagaimana caranya agar kita dapat mengetahui bakat seseorang? Lalu bagaimana caranya mengelola bakat tersebut? Mengapa kebanyakan orang seolah-olah tidak mempunyai bakat apa-apa?

Hal tersebut diakibatkan dari penanganan yang tidak tepat atas seorang anak. Kasus yang pernah dimuat tentang kisah seorang anak pintar terjadi pada tahun 1930, seperti yang dimuat majalah New Yorker. Terjadi pada seorang anak yang bernama William James Sidis, putra seorang psikiater.

Kecerdasan otaknya membuat anak itu segera masuk Harvard College walaupun usianya masih 11 tahun. Kecerdasannya di bidang matematika begitu mengesankan banyak orang. Prestasinya sebagai anak jenius menghiasi berbagai media masa. Namun apa yang terjadi kemudian? James Thurber seorang wartawan terkemuka, pada suatu hari menemukan seorang pemulung mobil tua, yang tak lain adalah William James Sidis. Si anak ajaib yang begitu dibanggakan dan membuat orang banyak berdecak kagum pada beberapa waktu sebelumnya.

Apa yang terjadi pada William James Sidis? Apakah tidak cukup ijazah Harvard College yang dimilikinya untuk mencari pekerjaan?

Sebenarnya hal yang tampak bagi orang lain sebagai bakat yang mengagumkan yaitu matematika, hanyalah salah satu faktor pendukung hidupnya. Masih ada kemampuan lain yang William James Sidis miliki yang tidak sempat diasah karena orang-orang sekitarnya terlanjur memaksanya belajar matematika. Padahal belum tentu William James Sidis menyukai belajar matematika.

Bagaimana caranya agar kemampuan yang lain dapat muncul hingga terlihat bakat-bakat yang dimiliki seorang anak?

Dalam berkomunikasi dengan anak tidak cukup hanya dengan bahasa verbal saja, kita juga memerlukan bahasa non verbal, dalam hal ini kemampuan berempati terhadap si anak. Jika kita dapat memahami keinginan si anak secara empati, rasa percaya diri serta kemampuan menentukan pilihan si anak akan tumbuh. Kedua kemampuan inilah yang membuat si anak dapat menunjukkan bakat-bakat dan kemampuannya kepada orang lain.

Yang menjadi masalah berikutnya adalah sejauh mana orang tua dapat berempati terhadap anak.

The Prodigy
A biography of William James Sidis

The story of a boy genius gone wrong.
His controlling parents destroy his life.
A victim of media hype, Sidis drops out
to take a series of menial jobs.
He doesn't like pressure. And he doesn't like
being a genius in the eyes of the press.
Siapakah William James Sidis? Peramal, Pengusaha, atau Ilmuwan?
Mungkin anda sudah merasa penasaran tentang siapa sih si William James Sidis ini, ya Sidis adalah salah satu manusia yang termasuk paling pintar yang pernah ada di bumi ini . Tapi pasti anda tidak tahu kan (bagi yang gak tau pasti gak taulah), ya karena Pria dengan IQ antara 250 – 300 ini tidak banyak digembar gemborkan seperti ilmuwan lain.

Kepintaran William James Sidis sudah terlihat sejak masih kecil. Pria yang lahir tanggal 1 April 1898 di New York ini pada usia 8 bulan sudah bisa menggunakan sendok sendiri (waduh kehebatannya udah keliatan neh, aku aja umur berapa ya baru bisa makan sendiri, biasanya sih disuapin tapi dulu [kok ceritanya curhat gini], dan pada umur 1 tahun 6 bulan ini sudah bisa membaca New York Times (buset dah umur segini aja udah bisa baca kayak gini, makan apa ya???). Dan pada umur 8 tahun sudah dapat berbahasa 8 bahasa (Latin, Yunani, Prancis, Jerman, Yahudi, Turki dan Armenian). Pada usia ini juga namanya menjadi langganan headline surat kabar, dan Sidis juga menulis beberapa buku tentang anatomi dan astronomi.

Timbul pertanyaan kenapa Sidis pada usia segitu sudah bisa segala hal ini , ya Sidis dapat berbahasa dan lainnya yaitu berkat sang Ayah Boris Sidis yang seorang Psikolog berdarah Yahudi. Boris ini adalah salah seorang lulusan Harvard dan juga murid dari William James (yang namanya dijadikan nama Sidis). Boris ini menjadikan anaknya sebagai contoh untuk sebuah model pendidikan baru sekaligus juga menyangkal sistem pendidikan konvensional yang dianggapnya telah menjadi biang keladi kejahatan, kriminalitas dan penyakit. Itu ayahnya, lain dengan Ibunya Sarah Mandelbaum Sidis. Sarah merupakan Mahasiswi dari Universitas Boston dan lulus di School of Medicine tahun 1897 dan melanjutkan dengan belajar psikologi disana juga .

Pada usia 9 tahun Ayahnya mendaftarkan Sidis ke Universitas Harvard, tapi ditolak oleh pihak universitas karena tidak ada seorang calon mahasiswa yang mendaftar pada usia seperti itu. Tapi karena kejeniusan si Sidis pada tahun 1909 atau waktu berumur 11 tahun dia diberikan penghargaan oleh Universitas untuk mengikuti perkuliahan disana, pada usia ini juga Sidis membuat rekor sebagai orang termuda yang mendaftar di Universitas tersebut. Kemudian Hardvard pun terpesona oleh Sidis yang memberikan ceramah tentang four dimensional bodies di klub matematika disana dan terlebih lagi dia bisa 200 bahasa yang ada di dunia. Dia juga dapat dengan lancar mengalihbahasakan sebuah buku atau tulisan dengan bahasa lain. Sidis juga dalam jangka waktu satu hari dapat mempelajari bahasa baru dengan sangat baik. Profesor Daniel F dari MIT memperkirakan bahwa Sidis akan menjadi ahli matematika di masa yang akan datang. Sidis baru ikut mengikuti kuliah penuh pada tahun 1910 dan belajar tentang Derajat Bachelor of Arts, dan cumlaude pada tahun 18 Juni 1914 di umur 16 tahun. Setelah ia lulus, dia memberitahukan kepada reporter bahwa dia ingin hidup bebas, meskipun itu berarti hidup dalam pengasingan. Reporter itu berasal dari Harian Boston Herald, dalam harian itu mempublikasikan bahwa janji Sidis untuk tidak menikah, tetapi akhirnya dia bertemu dengan wanita muda yang bernama Martha Foley dan kagum dengan wanita ini. Setelah itu dia mendaftar lagi di Graduate School of Arts and Sciences. Setelah belajar disana ada sekelompok murid yang sempat mengancamnya, sehingga membuat orang tuanya mengamankannya dan diberikan pekerjaan di Institut William Marsh Rice untuk memperdalam kelimuannya ini yang bertempat di Houston, Texas sebagai asisten dosen matematika. Dia mendaftar disana pada umur 17 tahun pada desember 1915. Setelah itu dia mengejar untuk gelar doktornya. Sidis mengajar 3 kelas Euclidean geometri, non-Euclidean geometri, dan trigonometri (dia menulis buku Euclidean Geometri dalam bahasa Yunani). Selama kurang lebih setahun, dia frustasi dengan universitas, pengajarannya dan juga perlakuan yang diberikan dari kakak kelasnya. Akhirnya dia keluar dan kembali ke Inggris. Sewaktu sebelum keluar, temannya sempat bertanya kepada Sidis mengapa dia keluar dari sana, Sidis menjawab ‘Aku tidak tau kenapa mereka memberiku pekerjaan ini dan menempatkanku sebagai orang spesial, aku sebenarnya tidak layak sebagai dosen. Aku sebenarnya tidak keluar, aku hanya ingin pergi’. Akhirnya dia mendaftar lagi ke Harvard Law School pada September 1916 tapi dia keluar pada akhir Maret 1919.

Tahun 1919, setelah dia keluar dari Harvard Law School, Sidis ditangkap oleh Sosialis May Day di Boston karena terlibat perkelahian. Dia di kurung selama 18 bulan di Sedition Act tahun 1918 karena kekacauan yang dibuatnya. Penangkapan Sidis menjadi headline di koran – koran, waktu di penjara dia menyatakan bahwa dia sungguh – sungguh mengutuk Perang Dunia Pertama dan dia tidak percaya kepada Tuhan dan juga dia merupakan sorang sosialis (meskipun nantinya dia mengembangkan filosofi buatannya sendiri yaitu “libertarianism” yang berasal dari pendapat sendiri dan merupakan kelanjutan dari kesosialan Amerika. Ayahnya membuat rencana dengan seorang pengacara untuk mengeluarkan Sidis dari penjara. Akhirnya setelah keluar keluarganya membawa Sidis ke Sanitorium untuk sedikit memperbaiki diri Sidis dan mengancam jika Sidis tidak menurut maka akan dimasukkan ke rumah sakit jiwa.

Pernah diancam akan dimasukan ke RSJ
Setelah berhasil kembali ke East Coast tahun 1921, Sidis memutuskan untuk hidup bebas dan terasing, dan juga hanya membuat mesin – mesin untuk kerjanya. Dia bekerja di New York dan jauh dari keluarganya. Dia membutuhkan beberapa tahun sebelum akhirnya kembali ke Massachusetts dan juga nantinya ditangkap setelah setahun kemudian. Dia menghabiskan waktu untuk hobinya yaitu mengoleksi karcis trem, menerbitkan majalah dan mengajar kelompok kecil dari temannya tentang sejarah Amerika.
Tahun 1944, Sidis memenangkan penghargaan dari The New Yorker dari artikel tentang dirinya tahun 1937, meskipun terdapat banyak pernyataan yang salah. Setelah artikel dengan judul “Where Are They Now?”, Sidis juga menulis dengan nama samaran yang menceritakan tentang kehidupannya yang terasing , dengan judul “hall bedroom in Boston’s shabby South End”.

Orang – orang kemudian menulis bahwa kehidupan Sidis tidak bahagia. Popularitas dan kehebatannya pada bidang matematika membuatnya tersiksa. Sidis meninggal umur 46 di Boston pada tahun 1944 karena pendarahan di otaknya, Ayahnya juga mati karena penyakit yang sama umur 56 pada tahun 1923. Pada akhir hayatnya Sidis menyadari bahwa dirinya adalah hasil dari sebuah percobaan dari sang Ayah yang membuatnya mengasingkan diri ini. Sayangnya kesadaran memang sering datang belakangan.

Ya memang sangat mengharukan usaha Sidis untuk menjadi diri sendiri, tidak sebagai percobaan dari sang ayah. Mulai dari media pers dan publik yang menjadikan Sidis berita. Sehingga dia tidak punya privasi dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir karena penyakit. Semoga setelah membaca artikel ini anda mendapat hikmah dari cerita tentang orang terpintar yang kepintarannya mengalahkan ilmuwan seperti Einstein, Da Vinci dan Stuart Mills ini.



22 Khasiat Bawang Putih


1. Menghambat kemerosotan otak dan sistem kekebalan

2. Membantu menghambat proses penuaan. Menghambat pertumbuhan sel kanker.


3. Dengan mengkonsumsi bawang putih, resiko terkena kanker dapat dikurangi.

4. Bawang putih yang dikonsumsi secara rutin dalam jangka waktu tertentu dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.

5. Zat anti-kolesterol dalam bawang putih yang bernama ajoene menolong mencegah penggumpalan darah.

6. Bawang putih dapat membantu meredakan stress, kecemasan, dan depresi.

7. Dengan efek yang lebih lembut. Bawang putih mengandung vitamin A.

8. Bawang putih mengandung vitamin B.

9. Bawang putih mengandung vitamin C.

10. Bawang putih mengandung kalsium.

11. Bawang putih mengandung potasium

12. Bawang putih mengandung antioksidan. Bawang putih mengandung karoten dan selenium

13. Mengonsumsi 2-3 siung bawang putih sehari, akan menghindarkan dari kemungkinan berpenyakit jantung.

14. Menyembuhkan tekanan darah tinggi

15. Meringankan tukak lambung

16. Menurunkan kolesterol dalam darah

17. Meningkatkan insulin darah bagi penderita diabetes.

18. Melumpuhkan radikal bebas yang mengganggu sistem kekebalan tubuh

19. Bermanfaat sebagai penawar racun (detoxifier) yang melindungi tubuh dari berbagai macam penyakit.


20. Membantu menambahkan nafsu makan apabila dimakan mentah

21. Menjaga stamina tubuh

22. Mengandung khasiat antimikroba, antitrombotik, hipolipidemik, antiarthritis, hipoglikemik, dan juga memiliki antivitas sebagai antitumor.

Namun seberapapun khasiatnya sebuah obat, jika tidak dimbangi dengan pola hidup sehat semua itu sia-sia.
. 
.

Tolong Pesankan Saya Tempat di Neraka !! (Sebuah Kisah Tragis dari Mesir)



ORANG-ORANG Mesir sangat gandrung sama al-Quran. Kemanapun mereka pergi, mereka tidak lupa untuk membawa mushaf. Tidak heran bila hampir semua orang (apapun tugas, karir dan jabatannya) terlihat membaca Quran di sela-sela waktu senggang atau ba'da shalat. Begitu juga pemilik toko, penjaganya, para karyawan, satpam, sopir taksi, bos-bos kantoran, selalu terlihat membaca al-Quran. Kalau tidak dibaca, Al-Quran mereka letakkan dengan rapih di atas mejanya, atau ditenteng dan disimpan dalam tas jika bepergian.

Ayat al-Quran juga sering diperdengarkan dari rumah-rumah sederhana hingga hotel berbintang lima, dari warung-warung kecil hingga shopping center mewah, dari sarana transportasi butut hingga pesawat terbang. Nyaris di semua tempat selalu ada yang membaca al-Quran. Begitupun di dalam taksi, mikrolet, bus kota, kereta api, tram kota, senantiasa para pemuda, bapak-bapk dan kaum hawa senantiasa khusyu membaca Quran sambil mengusir suara bising obrolan dan deru knalpot.

Secara umum, ayat-ayat al-Quran yang "distel" di dalam kendaraan sangat bempengaruhi "karakteristik" pendengarnya. Normalnya, para penumpang malu untuk berbuat hal-hal yang tidak senonoh. Kendati begitu, tetap saja ada saja pemandangan yang di luar dugaan. Misalnya, gara-gara ada copet akhirnya copot seluruh isi dompet. Atau ada saja yang berbuat ricuh di dalam bus lantaran rebutan tempat duduk, tak setuju tarif, perempuan disenggol laki-laki nakal, dsb. Sementara pembaca al-Quran tetap anteng dan adem ayem.

Pemandangan lain (yang di luar dugaan) juga terjadi di musim panas tahun 2002, dalam perjalanan menuju Alexandria, kota pantai yang bersejarah itu. Ada seorang gadis yang berpakaian sangat minim, bahkan tipis dan tembus pandang. Semula dia tidak kebagian tempat duduk, akhirnya berdiri, dan "terlihat" oleh semua penumpang (jangan lupa lho, gadis-gadis Mesir kebanyakan montok-montok atau 'berisi'). Kebetulan seorang syekh mencoba mengingatkan, tapi tidak digubris. Selengkapnya ditulis oleh kolumnis majalah Almannar (bukan Almannar yang dulu dikelola syekh Muhammad Rasyid Ridho yang kemudian menulis tafsir Almannar itu, melainkan Almannar Aljadid/neo-Almannar) berikut ini:

Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi Muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan etika. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa terjaga. Jilbab memang memiliki multifungsi.






Pemandangan Laut Tengah (Mediterranean Sea) di Alexandria, Mesir. Foto: Robb Montgomery / 24 November 2008 / Apple iPhone.

Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, dari Kairo ke Alexandria; di sebuah mikrobus, ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang 'perhatian' kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.

Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan bahwa pakaian yang dikenakannya bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya sendiri. Disamping itu, pakaian tersebut juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan. Orang tua itu bicara agak hati-hati, pelan-pelan, sebagaimana seorang bapak terhadap anaknya.

Apa respon perempuan muda tersebut? Rupanya dia tersinggung, lalu ia ekspresikan kemarahannya karena merasa hak privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang!

"Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka pada Tuhan Anda!"
"Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka pada Tuhan Anda!"
Sebuah respon yang sangat frontal. Orang tua berjanggut itu hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.

Detik-detik berikutnya, suasana begitu senyap. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpi, tak terkecuali perempuan muda itu.

Lalu sampailah perjalanan di penghujung tujuan, di terminal terakhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun, tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tidur, karena posisi tidurnya berada dekat pintu keluar.

"Bangunkan saja!" kata seorang penumpang.
"Iya, bangunkan saja!" teriak yang lainnya.

Gadis itu tetap bungkam, tiada bergeming.

Salah seorang mencoba mendekatinya, dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar posisinya berpindah. Namun, astaghfirullah! Apakah yang terjadi? Perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi. Ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan neraka!

Kontan seisi mikrobus berucap istighfar, kalimat tauhid serta menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk di sampingnya. Ada pula yang histeris meneriakkan Allahu Akbar dengan linangan air mata.
Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.
Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya....
Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat...
Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk...
Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah...
Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.
Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat dengan-NYA semakin dekat.

Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar...
mumpung kesempatan itu masih ada!
Apakah booking tempatnya terpenuhi di alam sana? Wallahu a'lam.

~*


Kisah Seorang Ibu dan Anak Menjadi Mualaf

Seseorang mengirim saya sebuah email dan di situ saya menemukan sebuah cerita. Ini adalah kisah tentang seorang pria bernama Muhammad Abdullah atau Smith yang masuk dan telah menjadi seorang muslim.

Dia berasal dari Chicago, dan pindah ke Olympia sekitar 17 tahun yang lalu. Seseorang memberinya Al-Qur'an, setelah itu ia datang kepada saya untuk mengajukan banyak pertanyaan, yang pada akhirnya mengarahkannya menjadi seorang Muslim. Sejak menjadi seorang Muslim, saya sering melihat dia di Masjid, khususnya selama Talim dan doa Fajr.

Pada tahun 1996 ia datang ke saya dan mengatakan kepada saya bahwa ibunya sakit di Chicago. Saya bertanya apakah dia akan mengunjunginya. Kemudian ia menelepon untuk memberitahu ibunya bahwa dia akan datang untuk mengunjunginya. Dia selalu mengenakan Kufi (peci) putih sejak menjadi seorang Muslim.
Ketika ia tiba di tempat ibunya, wanita itu membuka pintu dan berkata, "Apakah Anda Smith?" Dia berkata, "Tidak Bu, nama saya sekarang adalah Muhammad Abdullah." "Apakah Anda Muslim?" Tanya ibunya lagi.
 
Dia berkata, "Ya".  

Oh, ia menjadi sangat marah, dan menanyakan mengapa ia mengikuti agama teroris, yang mengajarkan kekerasan, dll. Dia memberinya ceramah tentang betapa buruknya agama ini. Muhammad Abdullah mengerti bahwa ibunya telah dicuci otak oleh media. Jadi, sementara ia tinggal bersamanya selama dua minggu, dan selama itu ia tidak pernah berbicara tentang Islam sama sekali. Dia hanya menunjukkan bahwa dia Islam melalui tindakannya. Dia memasak, membersihkan rumah, membawa obat-obatan, dan menemaninya sebelum ia pergi tidur. Secara umum, dengan sabar ia memberikan layanan-nya yang terbaik dan peduli, dengan kebaikan. Ketika tiba waktunya untuk berdoa, dia meminta izin dan berdoa di dekatnya.
 
"Smith, kemarilah," katanya setelah dua minggu. "Tahukah nak bahwa ketika kau masih muda, ayahmu sering membawamu bersamanya pergi ke gereja? Tetapi gereja tidak pernah bisa merubah gaya hidupmu. Dulu saat kau masih remaja, kau sering pulang ke rumah dengan kondisi mabuk, dan memanggil nama Ibu, serta mengucapkan kata-kata buruk jika pulang ke rumah dengan tidak menemukan makanan, "tambahnya. "Tapi sekarang kau benar-benar berubah. Kau terbang dari Olympia datang ke sini, melintasi ribuan kilometer, sementara kakakmu dan saudaramu, yang tinggal di kota ini, hanya mengirimi bunga padaku dan berbicara melalui telepon. Selain itu, kau selalu membuat Ibu senang selama dua minggu. "



Muhammad Abdullah berkata: "Bu, ini adalah Islam. Apakah Ibu tahu bahwa setelah Allah SWT meminta saya untuk menyembah Dia, Allah SWT segera meminta saya untuk bersikap baik kepada Ibu juga? (17:23). Dan Nabi Muhammad saw (saw) mengatakan bahwa jika saya menyenangkan Allah, dan aku tidak menyenangkan Ibu, saya tidak akan bisa masuk surga. Dia (Nabi Muhammad saw) mengatakan bahwa surga berada di bawah telapak kaki ibumu."
"Bu, ini adalah Islam. Apakah Ibu tahu bahwa setelah Allah SWT meminta saya untuk menyembah Dia, Allah SWT segera meminta saya untuk bersikap baik kepada Ibu juga? (17:23). Dan Nabi Muhammad saw (saw) mengatakan bahwa jika saya menyenangkan Allah, dan aku tidak menyenangkan Ibu, saya tidak akan bisa masuk surga. Dia (Nabi Muhammad saw) mengatakan bahwa surga berada di bawah telapak kaki ibumu."

Lalu dia berkata, "Smith! Apa yang harus Ibu lakukan jika Ibu ingin menjadi seperti engkau? "
 
"Apakah Anda yakin, Bu? Kau bilang sebelumnya bahwa ini adalah agama teroris, "kata Smith.
 
Ibunya berkata, "Ya, Ibu yakin, karena itu mengubah hidupmu nak. Ini semua mengubah kepribadianmu dan perilakumu nak." 
Selanjutnya ia mengucapkan kalimat syahadat, dan Muhammad Abdullah memperpanjang waktu tinggalnya selama dua minggu untuk mengajarkan cara berdoa, dan dasar-dasar tentang Islam kepada Ibunya.
 
Pada tahun yang sama, ia pergi ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji dengan saya. Dan setelah tiga bulan kembali dari Haji, dia mengatakan bahwa ibunya meninggal dunia. Aku berkata kepadanya, "InsyaAllah oleh rahmat Allah, dan karena usahamu, dia akan diselamatkan dari neraka dan dimasukkan Jannah, amin. Dan sekarang engkau bisa berdo'a untuknya: "Rabigh firlee, wa liwaalidati, warhamha kama rabayatnee shoghira." (Ya Tuhan, ampunilah aku dan ibuku, seperti saat ia juga mengampuniku ketika aku masih kecil.)
 
Seorang Ibu yang menjadi muslimah karena perbuatan dan perilaku baik anaknya. Semoga Allah menempatkan mereka bersama-sama sekarang di tempat yang indah, aamiin. (akademifantasia.org)

Recommended: Sayangi Ibumu…


Threat Signal


Biografi

Threat Signal adalah band metal Kanada berbasis di Hamilton, Ontario (meskipun sebagian besar anggota yang berbeda dari band yang berasal dari berbagai daerah di Ontario). Dibentuk pada tahun 2003, mereka telah merilis dua album studio dan tur dengan band-band seperti Mnemic, Soilwork, Epica dan Darkest Hour.

Jon Howard
Threat Signal dibentuk pada akhir musim panas tahun 2003 oleh dua sepupu Jon dan Kaya Howard, yang kemudian memasukan juga komposer / gitaris Kyle McKnight. Ketiganya kemudian menemukan drummer Adam Matthews pada awal 2004. Threat Signal memposting lagu mereka "Eyes Rasional" di international metal chart ke sebuah site GarageBand.com. Setelah beberapa minggu, lagu mereka mampu mencapai peringkat # 1(teratas), dan telah menerima banyak penghargaan termasuk best guitars, best drums, best male vocals, best production, song of the week, and song of the day. Pada bulan Agustus 2004, Eric Papky, mantan guru gitar Kyle McKnight, bergabung dengan band sebagai pemain bass. Sukses pada GarageBand.com memicu beberapa label rekaman tertarik melirik mereka dengan membantu dari awal pengadaan acara dan menciptakan komunitas penggemar bahkan sebelum band ini dimainkan secara live. Pada bulan Agustus 2005 Marco Bresette diganti Eric Papky pada gitar bass.
Genre: Melodic death metal, metalcore, groove metal, thrash metal

Nuclear Blast dan Under Reprisal

Setelah melewati masa yang bagus dan sukses pada 2004 dan 2005 dengan menulis dan demo rekaman, pada September 2005 berikutnya band ini langsung terbang ke Los Angeles, untuk melakukan rekaman dengan Christian Olde Wolbers of Fear Factory. Pada November 2005, band ini mengumumkan mereka telah menandatangani perjanjian kontrak dengan perusahaan rekaman Nuclear Blast. Pada akhir 2005 Adam Matthews meninggalkan band, dan ia digantikan oleh Pittsburgh, dari Pennsylvania yang aslinya bernama George Parfitt. Pada bulan Juli band ini ikut serta ambil bagian di pagelaran Jerman Earthshaker Fest, bersama mereka juga ada beberapa band yang sebelumnya yang sudah lebih terkenal diantaranya Scar Symmetry, Communic, dan Arch Enemy. Pada tanggal 1 Agustus 2006, band ini mengumumkan bahwa gitaris Rich Howard telah meninggalkan band untuk mengejar tujuan pribadi lainnya, dan ia digantikan oleh bassis band, Marco Bressette. Ini mengakibatkan posisi pemain bass gitar kosong, dan pada akhir September Pat Kavanagh diumumkan sebagai bassist baru. Pada bulan Oktober, band ini memulai perjalanan tour dari Amerika Utara dengan Soilwork, Mnemic, dan Darkest Hour didalamnya. Tur berakhir pada bulan November, tapi band ini mengumumkan headlining tur kembali Amerika Utara pada awal tahun 2007 juga.
Live at The Opera House - Toronto ON Photo: Steve Haining (2010)

New Material, Touring and Line-up Changes

Pada bulan Maret 2007, Threat Signal mulai mendemokan materi baru, tapi terhambat oleh keberangkatan kedua, kali ini giliran Marco Bressette. Band kemudian mengumumkan mencari gitaris baru di hari yang sama, sementara gitaris Adam Weber akan bergabung dengan band ini untuk sementara demi mengisi jadwal tur yang tersisa. Disini Threat Signal didapuk sebagai band pembuka pada Tour and Loathing disamping juga ada di dalamnya Protest the Hero, All That Remains, Blessthefall, dan juga The Holly Springs Disaster. Tak lama setelah tur ini, gitaris Kyle McKnight memutuskan keluar dari band pada bulan Juni 2007 karena perbedaan pribadi dengan anggota band yang lain. Drummer band, George Parfitt, juga menyusul keluar di tahun 2007 untuk fokus pada kehidupan keluarganya. Sisa anggota band, Jon Howard dan Pat

Travis Montgomery
Norm Killen
Kavanagh mereformasi band line-up dengan tambahan baru drummer Norm Killeen dan pada gitaris Travis Montgomery dan Adam Weber.

Pada tahun 2008 Jon Howard dan Pat Kavanagh bergabung bersama mantan anggota Fear Factory Raymond Herrera pada drum dan Kristen Olde Wolbers (yang memproduksi debut album Threat Signal Under Prespiral) pada gitar mendirikan Arkaea (Arkaea is an industrial metal supergroup formed in 2008 featuring members from Threat Signal and Fear Factory).
Arkaea

Vigilance

Album kedua Threat Signal Vigilance, yang diproduksi oleh Howard (satu-satunya pendiri band yang masih tersisa) denagn campur tangan Greg Reely, rilis pada tanggal 8 September 2009 di Amerika Utara dan di Eropa pada tanggal 11 September 2009. Album ini menelurkan sebuah video musik untuk lagu "Severed". Pada tanggal 15 Juli band ini merilis video durasi 32 menit tentang "pembuatan" video untuk rekaman baru, yang berisi cuplikan dari rekaman, proses penulisan lagu dan wawancara dengan anggota band. Album ini terjual sekitar 1.100 kopi pada Minggu pertama penjualan di Amerika Serikat saja, dengan tur bersama band Epica dan kemudian Dark Tranquillity untuk mendukung album.

Second Lineup Change

Pada bulan Juli 2010 personil band Pat Kavanagh (bass, vocal) menegaskan dan memberi pernyataan bahwa Adam Weber telah keluar dari band, demikian pernyataanya:

Pat Kavanagh
"Adam telah memutuskan untuk meninggalkan kami. Dia punya beberapa keperluan hal pribadi yang memaksanya untuk bekerja di luar band dan kami mengharapkan yang terbaik untuknya. Kami masih berteman baik dan masih ada tentu saja banyak bir yang harus kita habiskan bersama dengannya sehingga tidak perlu khawatir. Aku tahu ini menyebalkan untuk anda dengarkan dan apalagi sudah banyak hal buruk dan tidak menyenangkan sudah kita lalui bersama. Itu merupakan pukulan keras buat kita. Kami harus tetap menegakan kepala untuk hal baru selanjutnya. Beberapa demo sudah! Anda akan mendengar sesuatu yang hebat yang baru segera. Jadi kami berharap dapat melihat Anda di jalan dengan Soilwork, Mutiny Within dan Kris Norris segera! Semoga hari baik menyertai kita semua! " 

Ex gitaris Darkest Hour, Kris Norris Mengisi Posisi Adam Weber

Pada tanggal 13 September 2010, band ini menyatakan via online bahwa meraka telah berpisah dengan drummer Norman Killeen. Baik Adam dan Norman akhirnya digantikan oleh drummer Alex Rüdinger, dan pada gitaris, Chris Feener.

Anggota
Band yang Sekarang
    * Jon Howard - vokal (sejak 2003)
    
* Travis Montgomery - lead guitar (sejak 2007)
    
* Pat Kavanagh - gitar bass, backing vokal (sejak 2006)
    
* Chris Feener - ritme gitar (sejak 2010)
    
* Alex Rüdinger - drum (sejak 2010)


Jon Howard vokal (sejak 2003)
Mantan Anggota
    * Norman Killeen - drum (2007-2010)
    
* Adam Weber - ritme gitar (2007-2010)
    
* Kyle McKnight - lead guitar (2003-2007)
    
* George Parfitt - drum (2006-2007)
    
* Kaya Howard - gitar, backing vokal (2003-2006, 2007)
    
* Marco Bressette - gitar bass (2005-2006), ritme gitar (2006-2007)
    
* Eric Papky - gitar bass (2004-2005)
    
* Adam Matthews - drum (2004-2005)


Diskografi
Album
    * Under Reprisal (Nuclear Blast, 2006)
    * Vigilance (Nuclear Blast, 2009)

Single
    * "Rational Eyes" (Nuclear Blast, 2006)
    * "A New Beginning" (Nuclear Blast, 2008)
    * "Through My Eyes" (Nuclear Blast, 2009)


Official Site
http://www.threatsignal.com/
 


Playlist





Pictures

Busyet Jon mengambil alih gitar Pat saat mereka cek sound!!

*thanks to wikipedia
.
.
.
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23