Jose Mourinho: Super Dad

Dengan sang putri, Matilde Mourinho / Image via bellazon
Matilde Mourinho: Daaaaaad, there’s a lorry heading right towards us!!
Jose Mourinho: Don’t worry, my dear. A simple lorry cannot harm me… for I am the Special One!

Keterangan foto: Di Stadion Santiago Bernabeu pada tanggal 23 Mei 2010, Inter bersama Mourinho mencetak sejarah baru setelah mengalahkan Bayern 2-0 lewat kaki emas Milito pada laga Final Champions. Inter menjadi tim Italia pertama yang merasakan Treble Winners. (thx to: wikipedia)

Bersama anak lelakinya Zuca Mourinho, saat perayaan juara Liga Champion.
Liburan bersama keluarga di Angra Dos Reis, Rio de Janeiro. Dalam foto: Matilde Mourinho, Zuca Mourinho, Tami Mourinho. / 30 December 2008 - Photo by Photo Agency
Baca juga :  
.
.

Love

Photo by Diana Santisteban via flickr

Ada seorang perempuan memberikan tantangan kepada lelaki yang dicintainya untuk hidup tanpa dirinya, untuk tidak ada komunikasi sama sekali antara mereka selama sehari. Dia berkata pada lelaki itu, kalau kamu bisa melewati tantangan ini,
"aku akan mencintai kamu selama-lamanya." Lelaki itu pun setuju, dia tidak sms ataupun telpon seharian.

Tanpa dia ketahui bahwa perempuan idamannya hanya memiliki 24 jam untuk hidup, karena dia terkena kanker sejak lama.

***

Keesokan harinya lelaki ini pergi ke rumah perempuan idamannya dengan senang serta menggenggam sekuntum mawar. Air matanya pun tiba-tiba menetes melihat perempuannya sudah terbaring dengan surat di tangannya yang tertulis "Kamu Berhasil Sayang, bisakah kamu lakukan itu setiap hari?? I LOVE YOU STILL, UNTIL THE DEATHS COME TO ME"


Don't Ever lost contact with someone you care, you'll never know what's gonna happen the next day, or the day after that.
***
















Permintaan Sederhana

kejujuran itu, datang dari hati...
tidak dengan dipaksakan, tidak untuk dipaksakan...


kejujuran itu, dapat mengawali... dan sanggup pula mengakhiri segalanya...


kejujuran itu, membuat aku, kamu, kita menggabungkan asa...
namun akan pula membuat kita terberai dari mimpi...




mrhayata via flickr
kejujuran itu, pahit...
meski aku, kamu mengharapkannya ada...


kejujuran itu, kadang menyakitkan...
dan tak jarang membunuh...


kejujuran itu, membuang keraguanku, kamu, kita...
meski ribuan pisau akan menusuk saat ia terungkap...


kejujuran itu, sanggup membalut luka basah yang berdarah...
namun juga sanggup menguak kembali luka yang nyaris kering hingga menganga...


kejujuran itu, sederhana...
namun seberat saat kau harus memilih hidup ayahmu atau ibumu...

dipfico via flickr
kejujuran itu, tak pernah mudah...
itu mengapa aku, kamu, kita lebih suka menyimpannya sebagai senjata terakhir...

dan aku hanya ingin bertanya,
sanggupkah kau untuk benar-benar jujur...?

*thx to: nonamerah

Alasan untuk Bersyukur

Saat kamu terbangun di pagi hari, dan kamu masih bisa memegang handphone yang selalu jadi temanmu itu... Bersyukurlah, karena kamu masih diberi kesempatan untuk menjalani hidup hari ini.

Saat kamu melihat pantulan wajahmu di cermin, dan melihat bahwa wajahmu masih sama indahnya seperti sebelumnya... Bersyukurlah, karena kamu masih diberi wajah rupawan hari ini.

Saat kamu membuka keran untuk cuci muka, dan melihat air mengalir dengan lancarnya dari keran itu... Bersyukurlah, karena kamu masih memiliki akses ke air bersih.

Saat kamu memilih-milih pakaian untuk kamu kenakan hari ini, saat kamu bingung karena tidak ada pakaian yang pantas... Bersyukurlah, karena kamu masih memiliki pakaian untuk dikenakan hari ini.

Saat kamu menyeduh kopi, memanggang roti, menggoreng telur, mengupas apel, dan menuntaskan sarapanmu pagi itu... Bersyukurlah, karena kamu masih bisa makan pagi hari ini.

Saat kamu naik angkutan umum, bergegas menuju tempat kerjamu, atau tempat kuliahmu... Bersyukurlah, karena kamu masih bisa bekerja dengan tubuh dan pikiranmu, dan karena kamu masih memiliki kesempatan untuk menambah ilmu di otakmu hari ini.

Saat sebuah pesan manis dari seseorang yang peduli padamu kamu terima di sela-sela pekerjaan... Bersyukurlah, karena ada seseorang yang merindukanmu hari ini.

Saat telepon-telepon dari klien berdering tanpa henti, saat dokumen menumpuk, saat kesibukanmu serasa tiada akhirnya... Bersyukurlah, karena masih ada orang yang bisa memberimu pekerjaan untuk menghidupi dirimu.

Saat kuliah dari dosen terdengar begitu membosankan, saat segala tugas yang ada terasa seperti siksaan, saat segala macam praktikum dan persyaratan lainnya terasa merepotkan... Bersyukurlah, karena kamu masih memiliki sarana untuk mengasah ilmu yang selama ini tersimpan di dalam setiap sel abu-abu di kepalamu.

Saat kamu mendengar gosip-gosip tak jelas, saat orang-orang mempergunjingkan kamu untuk sebuah hal tak berdasar... Bersyukurlah, karena masih ada orang-orang yang memperhatikanmu.

Korban sipil Irak/peterdaou

Saat kamu pulang dan melihat makan malam sudah disiapkan, saat kamu pulang dan orang-orang yang kamu kasihi menyambutmu... Bersyukurlah, karena kamu masih memiliki tempat untuk pulang, dan masih ada yang menyambutmu.

Berapa banyak manusia yang harus kehilangan nyawanya sebelum dia sempat melihat dunia?

Berapa banyak manusia yang untuk makan sekali dalam sehari saja kesulitan?
Berapa banyak manusia yang bahkan untuk minum saja harus menimba dari sumber air yang begitu jauh jaraknya?

Berapa banyak manusia yang harus bertahan dengan pakaian robek dan kumal, karena itu satu-satunya pakaian yang dia punya?


Wartawan Amerika yang dibebaskan, Laura Ling (kiri atas) memeluk suaminya Clayton. Sementara rekannya wartawan lain yang dibebaskan Euna Lee (kiri bawah) dipeluk oleh suaminya dan anak perempuannya Michael Saldate dan Hana Saldate di Burbank, California, 5 Agustus 2009. Ling dan Lee dibebaskan dari Korea Utara setelah ditahan di sana sejak Maret, 2009. (shakesville)

Berapa banyak manusia yang harus kehilangan orang-orang yang dia kasihi untuk selamanya, orang-orang yang tak akan lagi pernah membalas salamnya, atau mengabarinya, selama sisa umurnya?

Berapa banyak manusia yang ingin bekerja di sebuah kantor, tetapi harus mengubur dalam-dalam impiannya?

Berapa banyak manusia yang ingin kuliah, tetapi harus mengubur cita-citanya karena kerasnya realita?


Berapa banyak manusia yang kehilangan rumahnya, dan orang-orang yang setia menyambutnya?

Berapa banyak manusia yang merasa kesepian, tidak dipedulikan keberadaannya, dan dianggap sebagai sampah belaka?

Berapa banyak manusia yang rela memberikan apapun yang ada padanya, untuk menjadi kamu?


Tidakkah kamu harus bersyukur?

Dan, sudahkah kita bersyukur hari ini?

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23