Menjalani Hidup dengan Cinta yang Penuh Pengabdian


Bagaimana kehidupan yang sebenarnya? Hidup adalah belajar untuk mengetahui kenyataan yang ada bahwa sebenarnya segala sesuatu tidak seindah yang dibayangkan.

Saya pernah mendengar beberapa lagu yang menceritakan kehidupan yang ada. Seperti lagu yang dibawakan oleh Michael W.Smith yang berjudul “Love Me Good”, yang didalam lagu tersebut dikatakan bahwa terkadang dunia seperti suatu komedi putar yang besar, dimana ketika kita tidak mempunyai pendirian yang teguh, kita pasti akan termakan arus dunia yang kejam.
Dikatakan juga kehidupan kita bisa jadi diumpamakan seperti seolah kita sedang berada di tengah rombongan sirkus dimana kita berada di antara rombongan unta, badut-badut sirkus, dan lainnya yang menyenangkan, tetapi kita bisa juga tiba-tiba diserang oleh beruang sirkus tanpa kita menyadarinya.

Michael W. Smith
Nah, dari lagu tersebut, kita memang seharusnya menyadari bahwa hidup tidak seindah yang kita bayangkan. Kita bisa saja saat ini berada dalam situasi yang menyenangkan, tetapi bisa jadi kita tiba-tiba terjebak dalam suatu kondisi yang kita inginkan. Dan apa yang bisa kita lakukan jika kita terjebak dalam situasi tersebut?

Sebenarnya yang kita butuhkan adalah cinta di dalam hati kita. Pengertian cinta di dalam hati bukanlah suatu pengertian yang yang hanya mengacu kepada cinta kepada lawan jenis. Tetapi cinta yang dimaksud adalah bagaimana kita mau memberikan diri kita untuk mau memberikan diri kita kepada suatu pengabdian yang besar, yang membuat kita mau untuk berdiri tegak dan bahaya apapun yang telah melanda kehidupan kita, tidak akan membuat kita goyah untuk terus berdiri tegak di tengah serangan badai yang melanda. Cinta yang berarti memberikan pengabdian kepada Tuhan, diri kita, dan sesama kita yang membutuhkan akan memberikan kekuatan yang lebih di dalam hidup kita.

Cinta kepada Tuhan berarti kita mau melakukan apapun dan mengucap syukur karena Ia telah mengizinkan segala hal terjadi dalam kita untuk menjadikan pembelajaran yang berarti di dalam hidup kita. Cinta kepada diri kita berarti kita mau agar diri kita menjadi yang terbaik dan tidak termakan omongan orang lain yang bersifat negatif. Cinta kepada sesama berarti kita mau mengabdikan hidup kita kepada sesama yang membutuhkan. Ketiga itu adalah cinta yang mau memberikan pengabdian yang besar, karena ketiga hal tersebut tidak dapat dipisahkan.

Hidup akan terus bergulir. Seperti lagu dari Michael W.Smith yang berjudul “Place In This World” yang pernah saya dengar yang intinya mengatakan bahwa lembaran kehidupan akan terus menerus menunggu untuk diisi. Apakah Anda akan mengisinya dengan cinta yang penuh pengabdian? Ataukah Anda akan mengisinya dengan tulisan-tulisan datar yang membosankan dan tidak memberikan makna bagi kehidupan Anda? Itu semua adalah pilihan Anda secara pribadi.


Saya juga pernah mendengar suatu lagu yang dibawakan oleh Casting Crown yang berjudul “Who Am I” yang intinya berkata bahwa hidup manusia itu seperti bunga yang hari ini ada namun besok bisa hilang tertiup angin atau terbawa arus laut. Jadi untuk apa Anda mengisi hidup Anda dengan hal-hal yang tidak berarti? Jika Anda mengisi hidup Anda dengan hal yang tidak berarti atau Anda hanya menginginkan kesenangan saja di dalam hidup Anda tanpa memikirkan pengabdian yang lebih berarti, Anda pasti akan goyah dan terbawa arus jika Anda terjebak di dalam situasi yang tidak menyenangkan. Hidup tidak selalu seindah yang kita bayangkan. Terkadang kita diatas, terkadang kita dibawah. Namun jika kita menjalaninya dengan cinta yang penuh pengabdian, maka percayalah, kita akan kuat berdiri teguh sekuat apapun angin yang melanda dan sekuat apapun gelombang kehidupan yang menerjang.
"Karena itu, jalanilah hidup dengan penuh cinta yang penuh pengabdian, maka hidup Anda akan kuat seperti batu karang, dan tak akan menjadi goyah apapun yang terjadi."
*vibizlife.com

1 komentar:

Kamis, 22 Maret 2012 15.25.00 WIB Anonim mengatakan...

oce

Poskan Komentar

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23