Belilah Dagangan Mereka Meski Engkau Tak Terlalu Membutuhkan

Ia Tetap Semangat Meski Usia Senja. Seorang nenek berjualan sapu lidi di atas trotoar di kawasan Baciro Yogyakarta. Meski usia telah senja, ia tetap semangat berjualan. Seorang nenek berjualan sapu lidi untuk menyambung hidupnya. Nenek tersebut menata sapu lidi yang akan dijualnya di atas trotoar di kawasan Baciro Yogyakarta. Meski usia telah senja, ia tetap semangat berjualan. http://goo.gl/eUmiW1

Nenek penjual pisang Jogja. http://goo.gl/4tA2xs

Nenek Penjual Opak Jalan Pamularsih, samping kanan museum Ronggowarsito Semarang. Kalau lewat di Jalan Pamularsi dan menjumpainya, beli opaknya ya? lumayan buat cemilan waktu nonton bola atau lembur bikin tugas. http://goo.gl/SkfJsY

Realita Hidup Nenek tua didepan ATM Drive Thru Simpang Lima. Mungkin banyak orang lalu lalang di daerah simpang lima tanpa sadar atau sadar melihat nenek yang berjualan di sekitar ATM drive thru. Nenek ini kadang-kadang berjualan dari pagi hingga malam. Tubuhnya yang tua tak menghalanginya untuk tetap mencari sesuap nasi. Sangat berbahaya sebenarnya berjualan seperti itu. Namun nenek ini sepertinya tak mengindahkan keselamatan dirinya maupun pengendara yang melewatinya. Realita kisah nenek tersebut memang masih ada di kota Semarang ini. Seberapa pedulikah kita melihat nenek tersebut? http://goo.gl/6f2UHr


Mbah Rumini. Namanya Mbah Rumini. Usianya hampir menyentuh 75 tahun. Namun, kesan ceria, senyum lugu dan pembawaan yang polos membuatnya nampak masih energik dan bersemangat. Ia sudah menjadi nenek dari 4 cucu dan buyut dari 5 cicit. Istilah Jawanya, mutu 4, mbuyut 5. Tak henti-hentinya ia menawarkan barang dagangannya kepada para pengunjung museum. Sempat terkejut kala saya tanya berapa lama sudah berjualan suvenir. Bagaimana tidak, dengan sabar dan telaten, ia sudah berjualan suvenir kerajinan tangan tersebut hampir setengah abad! Bayangkan, sudah berjualan demikian sejak muda. http://goo.gl/YUdWba



Belajar Kehidupan dari Figur Mak Esih, Nenek Penjual Es Potong. Sepuluh tahun lalu. Jalan Mutiara Bandung. Emak Esih – seorang penjual es potong renta, telah memberikan pelajaran. Ramah, sopan, ikhlas, semangat dan do’a. http://goo.gl/B0Omv1

Nenek ku Pantang Menyerah. Hidup itu pilihan. Nenek itu memilih untuk terus berjuang untuk kehidupan diri dan keluarganya untuk lebih baik. Tak pernah tercetus di dalam dirinya bahwa ia akan membawanya seperti ini. Dalam ketegarannya tersimpan keharuan yang mendalam. Pantasnya beliau dalam seusianya beristirahat menikmati masa-masa tua nya di rumah. Menjalaninya suasana hikmah dalam balutan rohani. Mendapatkan perhatian lebih dari anak-anaknya, setelah masa berjuang untuk anak-anaknya selesai.
Lelahnya tak membuatnya menyerah untuk berjuang, melawan malam dan kantuk yang menggantung dimatanya. Lihatlah betapa tegarnya beliau, berjuang untuk diri dan keluarganya di rumah. http://goo.gl/uwL22E


Klik untuk memperbesar.


Mereka tidak minta sedekah dari anda, tapi mereka hanya butuh dagangan mereka dibeli. Sobat, jika anda bertemu pedagang asongan seperti ini bantulah mereka dengan membeli dagangan mereka meskipun kita tidak terlalu membutuhkan. Yakinlah, mereka berusaha untuk tidak menjadi peminta dan pengemis tapi mereka berusaha untuk keluarga mereka.

Jika kita membantu membeli dagangan mereka agar mereka bisa menafkahi keluarganya dan hidup layak, dengan niat mengharap ridho Allah, pasti Allah akan membalas dengan balasan yang jauh lebih baik di dunia maupun akherat.

Catatan:

Tentu yang kita beli adalah barang yang halal dan baik, bukan barang-barang yang buruk/haram seperti rokok. Dan setelah dibeli jangan dibuang, jika tak bisa kita manfaatkan sendiri maka bisa diberikan kepada orang lain.

Belilah meski kita tidak butuh.
Mereka bukan pengemis yang meminta-minta.
Mereka berdagang dengan usaha.
Meski usia tak lagi muda.

Dengan membeli dagangan mereka, berarti kita membantu mereka mencukupi kebutuhan sehari-hari dan menafkahi keluarga mereka. Insyaa Allah pahalanya besar jika niat kita ikhlas karena Allah untuk menolong mereka.

"Barangsiapa menghilangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Dan barangsiapa yang memudahkan kesulitan orang yang dililit hutang, Allah akan memudahkan atasnya di dunia dan akhirat." (HR Muslim)

"Sayangilah orang-orang di bumi, niscaya yang ada di langit akan menyayangimu." (HR. Tirmidzi)

Dari Abu Dzar Radhiyallahu anhu, ia berkata: "Kekasihku (Rasulullah) Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat kepadaku dengan tujuh hal: (1) Supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka..." (HR Ahmad)

"Orang yang membiayai kehidupan para janda dan orang-orang miskin bagaikan orang yang berjihad fii sabiilillaah." (HR Bukhari)

"Dan pada harta-harta mereka (orang2 mampu/kaya) ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian." (Adz-Dzariyat:19).



"Kenapa nenek jual kacang di sini?" http://goo.gl/K5XOgL


Apakah Bisa Mendeteksi Kebohongan?

Ada sebuah hasil penelitian yang sangat menarik, yakni bahwa mereka yang melakukan kebohongan percaya bahwa dari empat kebohongan yang dilakukannya, sekurang-kurangnya ada satu yang bisa dideteksi orang lain. Itu artinya meskipun mereka merasa cukup sukses dalam berbohong, mereka juga mengakui bahwa orang lain cukup mampu mendeteksi kebohongan yang dilakukan. Tapi meskipun diakui demikian oleh si pembohong, kenyataannya tingkat keberhasilan orang untuk mendeteksi kebohongan orang lain sangat rendah. Sangat sedikit orang yang mampu melakukannya dengan baik.

Menurut banyak ahli mendeteksi kebohongan orang lain sangat mungkin dilakukan. Anda sendiri tentu bisa mendeteksi kebohongan yang telah Anda buat. Meskipun demikian kemampuan mendeteksi kebohongan diri sendiri sama sekali tidak ada kaitannya dengan kemampuan mendeteksi kebohongan orang lain. Keduanya sama sekali berbeda. Secara empiris kita mungkin pernah beberapa kali berhasil mendeteksi kebohongan orang lain. Misalnya kita tahu pada saat seorang anak berbohong atau saat penjual berbohong.

Sampai sejauh ini tidak terbukti terdapat perbedaan siginifikan antara mereka yang kerjanya mendeteksi kebohongan, misalnya polisi, interviewer, hakim, atau pengacara dibandingkan dengan orang biasa-biasa saja. Semuanya seperti memiliki kemampuan relatif sama. Tidak ada bedanya antara kemampuan seorang polisi dengan dokter gigi. Namun demikian ada orang-orang tertentu yang mampu mendeteksi kebohongan lebih baik dibandingkan yang lain. Tampaknya keterampilan mendeteksi kebohongan memang sebuah keterampilan khusus yang hanya dimiliki orang-orang tertentu. Sepertinya mereka diberkahi bakat untuk itu. Tapi memang mungkin untuk memperbesar kemungkinan mendeteksi kebohongan melalui belajar secara terus menerus.

"Tampaknya keterampilan mendeteksi kebohongan memang sebuah keterampilan khusus yang hanya dimiliki orang-orang tertentu. Sepertinya mereka diberkahi bakat untuk itu."

Kita tahu bahwa kebohongan adalah tindakan verbal karena mengucapkan kata-kata. Namun demikian kebohongan juga memiliki aspek nonverbal. Biasanya aspek nonverbal inilah yang paling membantu dalam mendeteksi kebohongan. Mengapa? Karena aspek verbal, dalam hal ini kata-kata, sangat mudah dimanipulasi. Sedangkan aspek nonverbal jauh lebih sulit dimanipulasi. Mereka yang bisa menyampaikan cerita kebohongan dengan runtut, logis dan tenang sangat sulit ditebak berbohong hanya dari kata-kata yang diucapkan. Namun mereka biasanya tidak mampu memanipulasi perubahan spontan pada ekspresi wajah dan tekanan suara.

Ada beberapa pedoman yang bisa digunakan mendeteksi kebohongan. Semuanya mendasarkan pada apa yang terjadi saat seseorang berbohong. Pedoman bisa memperbesar peluang benar dalam deteksi kebohongan. Namun bukan berarti bahwa mereka yang memenuhi ciri-ciri seperti dalam pedoman pasti melakukan kebohongan. Kita harus tetap sangat berhati-hati dalam menyimpulkan seseorang berbohong atau tidak.

Berikut beberapa pedoman yang mungkin berguna dalam mendeteksi kebohongan secara lebih akurat.
  1. Biasanya pembohong menjadi lebih tertarik dan lebih memperhatikan cerita yang dibohongkan. Mereka tiba-tiba lebih ingin orang memperhatikan cerita itu. Jika biasanya bercerita datar-datar saja maka tiba-tiba bisa bersemangat dan menggunakan kata penegas, seperti “ini benar!”, “aku yakin!”, “tidak salah lagi!”, dan semacamnya.
  2. Biasanya pembohong enggan mendekat secara fisik kepada yang dibohongi, mereka cenderung menjaga kontak fisik agar tidak terlalu dekat.
  3. Biasanya ada ketidaksesuaian antara cerita yang disampaikan dengan emosi yang muncul. Misalnya menyampaikan ibunya meninggal tapi dengan tertawa.
  4. Menunda jawaban sedikit lebih lama pada saat ditanya
  5. Kadang terjadi kekeliruan ucapan dalam bercerita
  6. Pada saat ditanya, jawaban yang diberikan sangat singkat.
  7. Pada saat menjawab kurang menunjukkan keseriusan.
  8. Biasanya pada saat berbohong dan sesudahnya, sekitar kira-kira 10 detik, terjadi perubahan ekspresi wajah secara spontan.
  9. Tekanan suaranya berubah menjadi lebih berat atau tinggi.
  10. Menghindari terjadinya kontak mata
  11. Melakukan gerakan-gerakan tidak biasa saat berbohong, seperti memilin-milin rambut, meremas-remas baju, dan lainnya.

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23