10 Ciri Instansi Pemerintah Korup

Penilaian bersih atau kotornya sebuah instansi tentunya harus dilakukan melalui sebuah pemeriksaan/penyidikan oleh instansi penegak hukum.

Tapi itu tentunya membutuhkan waktu yang lama dan sudah menjadi pengetahuan umum bahwa masyarakat Indonesia suka dengan sesuatu yang instan dan tergesa-gesa. Oleh karena itu saya akan memberikan tips 10 cara cepat dan mudah mengenal bersih atau tidaknya sebuah instansi dari praktek pungli, kolusi, korupsi dan nepostisme.

Berikut uraiannya.



10 INDIKASI INSTANSI BERSIH/KORUP


1. Kebiasaan makan para pegawainya

Instansi yang bersih: Jika makan di warung makan para karyawan akan membayar sendiri-sendiri makanan mereka. Jarang ada acara makan-makan.

Instansi yang korup: Ada kebiasaan saling traktir antar pegawai. Sering ada acara makan-makan. Uang mudah, keluar mudah.

2. Pegawai honorer

Instansi yang bersih: Biasanya hanya mempekerjakan tenaga honorer di bidang kebersihan dan keamanan saja. Itupun biasanya merupakan tenaga outsourcing.

https://www.youtube.com/watch?v=9V5ghxBpmaU

Instansi yang korup: Banyak mempekerjakan honorer. Para pegawai honorer ini terdapat di semua seksi yang ada di kantor. Pegawai asli malah lebih banyak menganggur. Pegawai honorer umumnya adalah kerabat dari pegawai dengan harapan kelak akan diangkat sebagai pegawai tetap.

3. Keberadaan orang asing

Instansi yang bersih: Tidak pernah ada orang-orang asing yang bercokol di kantor ataupun di sekitar kantor.

https://www.youtube.com/watch?v=67bsRO_DvZk

Instansi yang korup: Biasanya sering dihuni oleh orang-orang asing/bukan pegawai. Mereka setiap hari bercokol di dalam atau di sekitar kantor tersebut. Biasanya mereka menjadi calo atau makelar penghubung antara orang kantor dengan warga yang membutuhkan layanan.

4. Sikap bawahan terhadap atasan

Instansi yang bersih: Sikap hormat bawahan terhadap atasan sewajarnya. Begitu juga atasan terhadap bawahan tidak akan terlalu menuntut. Tugas atasan terhadap bawahan akan dianggap sebagai beban. Tidak ada pamrih atau harapan tertentu. Tercipta suasana egaliter.


Instansi yang korup: Sikap hormat bawahan terhadap atasan berlebihan dan cenderung menjilat. Bawahan disuruh atasan malah senang dan bangga. Merasa jadi orang penting. Ada pamrih mendapatkan sesuatu. Entah jabatan atau materi. Atasan cenderung sangat berkuasa dalam mengatur kantor tanpa ada yang berani melakukan kritik atau protes.

(Klik untuk memperbesar)

5. Ada Seksi favorit

Instansi yang bersih: Tidak ada satu bagian kantor yang menjadi favorit dan diincar banyak orang. Semuanya sama saja. Yang membedakan hanya pekerjaannya.

Instansi yang korup: Ada seksi tertentu yang menjadi incaran banyak orang. Mereka menyebutnya dengan istilah seksi basah dan seksi kering. Seksi ini menjadi sumber dana bagi semua kegiatan foya-foya kantornya.

6. Target

Instansi yang bersih: Para pegawainya sangat menyukai target dan pekerjaan yang memerlukan biaya rendah untuk menghindari resiko kesalahan dan beban pekerjaan yang berat.


Instansi yang korup: Para pegawai mengharapkan target pekerjaan yang tinggi dan berbiaya besar. Karena semakin besar biaya yang terlibat semakin besar peluang korupsinya.

7. Auditor atau Pemeriksa

Instansi yang bersih: Biasa-biasa saja didatangi tim auditor/pemeriksa baik dari internal maupun eksternal. Temuan dari tim pemeriksa akan direspon sesuai dengan saran pemeriksa. Instansi yang bersih biasanya juga jarang sekali kedatangan tim auditor/pemeriksa. Umumnya pemeriksa yang bersih enggan mengaudit kembali karena jarang menemukan koreksi atau bagi tim auditor yang nakal merasa tidak memperoleh sesuatu. Instansi yang bersih umumnya berani nyuekin tim auditor/pemeriksa.


Instansi yang korup: Ketakutan menghadapi pemeriksa. Saran dan temuan Pemeriksa akan dihadapi dengan berusaha membayar/menyuap tim auditor agar menutupi atau membelokkan temuan tim auditor/pemeriksa. Tim auditor suka banget mendatangi intansi model begini. Bahkan cenderung menjadi langganan. Karena dengan mudah mereka akan mendapat banyak temuan. Dan bagi tim auditor yang nakal mereka akan mudah memperoleh sesuatu dalam jumlah besar. Di sini tim auditor akan dilayani bagaikan raja.

8. Wartawan

Instansi yang bersih: Instansi yang bersih akan menghadapi wartawan dengan sewajarnya. Tidak menutup-nutupi keadaan di kantor. Akibatnya sebuah instansi yang bersih jarang didatangi wartawan. Utamanya wartawan yang nakal karena tidak pernah mendapatkan sesuatu. Wartawan yang datang biasanya memang serius akan meliput suatu berita atau mencari data yang valid.

Instansi yang korup: Ketakutan didatangi wartawan. Mereka sebisa mungkin menghindari bertemu wartawan dan menolak wawancara. Instansi seperti ini sering menjadi incaran wartawan. Umumnya adalah wartawan nakal yang mengharapkan sesuatu.

9. Parsel dan makanan

Instansi yang bersih: Tidak ada parsel atau makanan kecil yang berlimpah di kantor. Umumnya klien kantor tersebut sudah percaya bahwa ada atau tidak adanya pemberian mereka akan dilayani dengan standar pelayanan yang sama. Jika ada parsel biasanya nilainya kecil dan berasal dari uang kebersamaan di mana pegawai yang berkedudukan lebih tinggi akan dipotong uang kebersamaan lebih besar tetapi parsel yang diterima sama. Intinya ada pengorbanan yang lebih besar dari pegawai yang berpenghasilan lebih besar. Tercipta rasa keadilan.

Instansi yang korup: Banyak parsel berseliweran di kantor atau rumah pegawainya. Di dalam ruangan kantor juga tersedia makanan kecil yang berlimpah. Ini karena umumnya klien ketakutan pelayanan akan terhambat jika tidak ada pemberian. Terjadi anomali bawahan justru memberikan parsel kepada atasan layaknya upeti. Biasanya nilai parsel signifikan. Asal muasal dana untuk pengadaan parsel tidak jelas.

10. Hubungan antar pegawai

Instansi yang bersih: Hubungan antar pegawai harmonis karena tidak ada perasaan sebagai karyawan elit atau karyawan berpenghasilan lebih tinggi. Tidak ada pegawai yang berfungsi sebagai bos. Sangat jarang terjadi perselingkuhan antar pegawai.



Instansi yang korup: Sering terjadi hubungan yang panas antar pegawai akibat rasa iri dan dengki antar mereka. Penyebabnya adalah adanya perbedaan penghasilan antar pegawai yang berpangkat sama. Selalu ada pegawai yang bersikap dan berfungsi layaknya bos dan tukang traktir karena banyak mendapat penghasilan ilegal. Banyak terjadi perselingkuhan antar pegawai. Uang panas akan membuat pemiliknya suka bermain api.

Itu adalah 10 tips yang dengan kasat mata bisa dilihat oleh orang dalam maupun luar untuk menilai kondisi suatu instansi. Sebenarnya ada juga ciri lain yang lebih spesifik. Tetapi ini umumnya hanya dapat dilihat oleh orang-orang yang terlibat. Seperti mark up harga barang di kuitansi seperti pernah diungkapkan oleh salah seorang perempuan yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil yang mengaku pernah melakukannya di sebuah media. (Contoh berita soal mark up: Anggaran Rapat Hotel Boros Rp 5,1 Triliun Sebulan).

Tetapi saya pikir cukup dengan 10 tips itu saja Anda akan dengan mudah menilai bahwa sebuah instansi itu bersih dari praktek KKN atau tidak. Cukup salah satunya terdapat di sebuah instansi, maka Anda sudah boleh meragukan integritas instansi yang bersangkutan.

Tetap kecenderungan yang ada adalah apabila satu indikasi ada, maka indikasi-indikasi yang lain akan mengikutinya.

Wallahu alam bishawab


Mau tidak mau harus diakui, walaupun tidak semuanya tetapi masih banyak terjadi di negeri yang kita cintai ini hal seperti itu. Begitulah birokrasi di negara kita ini.

Mudah-mudahan tulisan ini bisa terbaca oleh semua lapisan masyarakat sehingga pengawasan terhadap instansi pemerintah yang KORUP dapat terdeteksi sejak dini.

Semoga berguna buat kita semua…


Pengaruh Musik Terhadap Kepribadian Seseorang

Musik bisa menjadikan Anda sebagai sosok yang baik hati. Ya, musik yang Anda sukai mampu membuat Anda terdorong untuk memberi lebih kepada orang lain. 

Mengapa, apakah ini penting? 

Karena sekarang ada bukti ilmiah untuk mendukung klaim Anda bahwa musik yang Anda dengarkan membuat Anda menjadi sosok yang lebih baik dari orang lain.

Sebuah penelitian di Jepang baru-baru ini telah menemukan bahwa ketika orang mendengarkan musik yang mereka sukai, mereka cenderung lebih altruistik. Sebaliknya, jika mereka mendengarkan musik yang mereka benci, mereka cenderung berperilaku lebih egois.

Pemerhati musik telah lama mengklaim bahwa musik yang mereka dengarkan membuat mereka menjadi orang yang lebih baik. Sekarang, berkat penelitian tersebut, klaim mereka akhirnya terbukti benar.

Musik. Dalam berbagai penelitian, musik adalah fitur universal kebudayaan manusia yang memiliki baik pesona menakjubkan tapi juga segudang masalah. 



Penelitian

Tim peneliti dari Nara University of Education, Jepang membuktikan bahwa kepribadian seseorang bisa dipengaruhi oleh berbagai hal semisal pilihan buku, genre musik atau teman-teman yang ia miliki.  

Untuk membuktikannya, para peneliti tersebut meneliti 11 partisipan pria dan wanita, yang usianya rata-rata 21 tahun. Semua partisipan tersebut kemudian diberikan kuisioner yang berisikan pertanyaan seputar musik dan emosi yang ia rasakan saat mendengarkan lagu tertentu. Setelah mengisi kuisioner, semua partisipan kemudian diputarkan lagu-lagu yang mereka suka dan yang tidak mereka suka untuk melihat reaksi psikologis mereka.

Untuk itu, peneliti sengaja menambahkan suara hening untuk menetralkan emosi partisipan karena lagu yang diputar. Melalui sebuah simulasi komputer, partisipan diminta untuk membagikan uang virtual. Dari situlah peneliti bisa melihat pengaruh sebuah musik terhadap psikologis manusia. Dimana mereka yang baru saja mendengarkan lagu kesukaan tampak lebih banyak mengeluarkan uang ketimbang yang baru saja mendengar lagu yang mereka benci.

"Ini artinya musik memang bisa mendorong perilaku altruistik* pada diri seseorang. Bila mereka mendengar lagu yang tidak disukai, mereka akan cenderung egois dan pelit," simpul peneliti seperti dikutip dari Daily Mail (3/12/2014).



"Ini artinya musik memang bisa mendorong perilaku altruistik* pada diri seseorang. Bila mereka mendengar lagu yang tidak disukai, mereka akan cenderung egois dan pelit."



Lebih lanjut peneliti mengungkapkan bahwa lagu tertentu dapat mempengaruhi aktivitas struktur limbik dan paralimbik yang ada di otak, inilah yang memicu terpancingnya emosi manusia saat mendengarnya. Hal ini berlaku bagi wanita dan pria, baik dengan lagu yang memiliki atau tidak memiliki lirik. 

Terbukti, tidak peduli apa musik yang sedang Anda dengarkan kebetulan, selama Anda pikir itu baik dan Anda menikmati mendengarkan itu, Anda akan lebih mudah untuk bertindak seperti layaknya manusia

Fakta: Sebuah laporan Harvard Business School diterbitkan tahun ini mengungkapkan bahwa orang-orang yang menghabiskan uang pada orang lain melaporkan lebih banyak kebahagiaan daripada mereka yang tidak.

Pemahaman: Chill-inducing music enhances altruism in humans [PubMed] askmen.com

"I want people to listen to our music and hear that there’s hope, even when they’re mad and angry, and the world’s crashing down. I want them to get that sort of message out of our music." ~ Hayley Williams


*)Altruisme adalah tindakan sukarela untuk menolong orang lain tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun atau disebut juga tindakan tanpa pamrih.Altruisme dapat juga didefinisikan sebagai tindakan memberi bantuan kepada orang lain tanpa adanya antisipasi akan reward atau hadiah dari orang yang ditolong (Macaulay dan Berkowitz,1970).

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23