7 Kisah Keteladanan KAPOLRI Hoegeng yang Menggetarkan Hati

Di tengah krisis keteladanan. 
Hoegeng hadir laksana oase di tengah gurun pasir...

Mantan Presiden Gus Dur punya anekdot, hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia. Ketiganya adalah patung polisi, polisi tidur, dan Hoegeng Iman Santosa. Ini semacam sindiran bahwa sulit mencari polisi jujur di negeri ini. Kalaupun ada, langka dicari.
 
Polisi Hoegeng  adalah satu teladan polisi jujur yang kisah dan kiprah selalu layak diceritakan turun-temurun. 14 Oktober 1921, tepat 94 tahun lalu, Hoegeng lahir di Pekalongan. Inilah beberapa cerita dan kiprah polisi Hoegeng sejak merintis karir sebagai polisi, sebagai dirjen imigrasi hingga berpuncak pada karir sebagai Kapolri.
Kisah-kisah yang menyentuh dan menggetarkan hati ini beberapa dikutip dari memoar Hoegeng, Polisi antara Idaman dan kenyataan, karangan Ramadhan KH.

1. Larang istri buka toko bunga

Sebagai perwira, Hoegeng hidup pas-pasan. Untuk itulah istri Hoegeng, Merry Roeslani membuka toko bunga. Toko bunga itu cukup laris dan terus berkembang.
Tapi sehari sebelum Hoegeng akan dilantik menjadi Kepala Jawatan Imigrasi (kini jabatan ini disebut dirjen imigrasi) tahun 1960, Hoegeng meminta Merry menutup toko bunga tersebut. Tentu saja hal ini menjadi pertanyaan istrinya. Apa hubungannya dilantik menjadi kepala jawatan imigrasi dengan menutup toko bunga.
Sehari sebelum Hoegeng akan dilantik menjadi Kepala Jawatan Imigrasi tahun 1960, Ia meminta istrinya Merry menutup toko bunga milik mereka. (Istimewa)

“Nanti semua orang yang berurusan dengan imigrasi akan memesan kembang pada toko kembang ibu, dan ini tidak adil untuk toko-toko kembang lainnya,” jelas Hoegeng.
Istri Hoegeng yang selalu mendukung suaminya untuk hidup jujur dan bersih memahami maksud permintaan Hoegeng. Dia rela menutup toko bunga yang sudah maju dan besar itu.
“Bapak tak ingin orang-orang beli bunga di toko itu karena jabatan bapak,” kata Merry.

2. Suatu saat Hoegeng ada kunjungan kerja ke Belanda. Lazimnya pejabat membawa keluarga. Namun Hoegeng melarang keluarganya untuk ikut serta. (Istimewa)

 

3. Tolak rayuan pengusaha cantik

Kapolri Hoegeng Imam Santosa pun pernah merasakan godaan suap. Dia pernah dirayu seorang pengusaha cantik keturunan Makassar-Tionghoa yang terlibat kasus penyelundupan. Wanita itu meminta Hoegeng agar kasus yang dihadapinya tak dilanjutkan ke pengadilan.
Seperti diketahui, Hoegeng sangat gencar memerangi penyelundupan. Dia tidak peduli siapa beking penyelundup tersebut, semua pasti disikatnya.
Wanita ini pun berusaha mengajak damai Hoegeng. Berbagai hadiah mewah dikirim ke alamat Hoegeng. Tentu saja Hoegeng menolak mentah-mentah. Hadiah ini langsung dikembalikan oleh Hoegeng. Tapi si wanita tak putus asa. Dia terus mendekati Hoegeng.


Buku HOEGENG: Polisi dan Menteri Teladan. Buku yang didedikasikan untuk Mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Imam Santoso tersebut menceritakan tentang kesederhanaan, kejujuran, keteladanan seorang pejabat publik dan Pemimpin Kepolisian. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.

Yang membuat Hoegeng heran, malah koleganya di kepolisian dan kejaksaan yang memintanya untuk melepaskan wanita itu. Hoegeng menjadi heran, kenapa begitu banyak pejabat yang mau menolong pengusaha wanita tersebut. Belakangan Hoegeng mendapat kabar, wanita itu tidak segan-segan tidur dengan pejabat demi memuluskan aksi penyelundupannya.
Hoegeng pun hanya bisa mengelus dada prihatin menyaksikan tingkah polah koleganya yang terbuai uang dan rayuan wanita.

4. Mengatur lalu lintas di perempatan

Teladan Jenderal Hoegeng bukan hanya soal kejujuran dan antikorupsi. Hoegeng juga sangat peduli pada masyarakat dan anak buahnya. Saat sudah menjadi Kapolri dengan pangkat jenderal berbintang empat, Hoegeng masih turun tangan mengatur lalu lintas di perempatan.
Hoegeng berpendapat seorang polisi adalah pelayan masyarakat. Dari mulai pangkat terendah sampai tertinggi, tugasnya adalah mengayomi masyarakat. Dalam posisi sosial demikian, maka seorang agen polisi sama saja dengan seorang jenderal.
“Karena prinsip itulah, Hoegeng tidak pernah merasa malu, turun tangan sendiri mengambil alih tugas teknis seorang anggota polisi yang kebetulan sedang tidak ada atau tidak di tempat.
Jika terjadi kemacetan di sebuah perempatan yang sibuk, dengan baju dinas Kapolri, Hoegeng akan menjalankan tugas seorang polantas di jalan raya. Itu dilakukan Hoegeng dengan ikhlas seraya memberi contoh kepada anggota polisi yang lain tentang motivasi dan kecintaan pada profesi.”
Demikian ditulis dalam buku Hoegeng-Oase Menyejukkan Di Tengah Perilaku Koruptif Para Pemimpin Bangsa - terbitan Bentang.

Saat sudah menjadi Kapolri dengan pangkat jenderal berbintang empat, Hoegeng masih turun tangan mengatur lalu lintas di perempatan. (Istimewa)

Hoegeng selalu tiba di Mabes Polri sebelum pukul 07.00 WIB. Sebelum sampai di kantor, dia memilih rute yang berbeda dan berputar dahulu dari rumahnya di Menteng, Jakarta Pusat. Maksudnya untuk memantau situasi lalu lintas dan kesiapsiagaan aparat kepolisian di jalan.
Saat suasana ramai, seperti malam tahun baru, Natal atau Lebaran, Hoegeng juga selalu terjun langsung mengecek kesiapan aparat di lapangan. Dia memastikan kehadiran para petugas polisi adalah untuk memberi rasa aman, bukan menimbulkan rasa takut. Polisi jangan sampai jadi momok untuk masyarakat.

5. Berantas semua beking kejahatan

Banyak aparat hukum malah menjadi beking tempat maksiat, perjudian hingga menjadi bodyguard. Hanya sedikit yang berani mengobrak-abrik praktik beking ini. Polisi super Hoegeng Imam Santosa mungkin yang paling berani.
Ceritanya tahun 1955, Kompol Hoegeng mendapat perintah pindah ke Medan. Tugas berat sudah menantinya. Penyelundupan dan perjudian sudah merajalela di kota itu.
Para bandar judi telah menyuap para polisi, tentara dan jaksa di Medan. Mereka yang sebenarnya menguasai hukum. Aparat tidak bisa berbuat apa-apa disogok uang, mobil, perabot mewah dan wanita. Mereka tak ubahnya kacung-kacung para bandar judi.
Bukan tanpa alasan kepolisian mengutus Hoegeng ke Medan. Sejak muda dia dikenal jujur, berani dan antikorupsi. Hoegeng juga haram menerima suap maupun pemberian apapun.
Maka tahun 1956, Hoegeng diangkat menjadi Kepala Direktorat Reskrim Kantor Polisi Sumut. Hoegeng pun pindah dari Surabaya ke Medan. Belum ada rumah dinas untuk Hoegeng dan keluarganya karena rumah dinas di Medan masih ditempati pejabat lama.


Berita tentang peluncuran buku biografi Pak Hoegeng Iman Santoso, mantan Kapolri dan Menteri yang layak untuk diteladani karena ketulusannya dalam mengemban amanah sebagai salah satu pimpinan institusi penyelenggara negara. Selama menjabat jadi Kapolri, Pak Hoegeng dikenal sangat tegas dan lurus, sehingga saat itu Polri menjadi sangat disegani. Tetapi apa boleh buat, Pak Hoegeng berhadapan dengan rezim penguasa yang tidak menyukai gaya seperti itu, dan akhirnya Pak Hoegeng tersingkirkan. Foto: Harian Kompas, Senin, 18 November 2013.
Cerita soal keuletan para pengusaha judi benar-benar terbukti. Baru saja Hoegeng mendarat di Pelabuhan Belawan, utusan seorang bandar judi sudah mendekatinya. Utusan itu menyampaikan selamat datang untuk Hoegeng. Tak lupa, dia juga mengatakan sudah ada mobil dan rumah untuk Hoegeng hadiah dari para pengusaha.
Hoegeng menolak dengan halus. Dia memilih tinggal di Hotel De Boer menunggu sampai rumah dinasnya tersedia.
Kira-kira dua bulan kemudian, saat rumah dinas di Jl Rivai siap ditinggali, bukan main terkejutnya Hoegeng. Rumah dinasnya sudah penuh barang-barang mewah. Mulai dari kulkas, piano, tape hingga sofa mahal. Hal yang sangat luar biasa. Tahun 1956, kulkas dan piano belum tentu ada di rumah pejabat sekelas menteri sekalipun.
Ternyata barang itu lagi-lagi hadiah dari para bandar judi. Utusan yang menemui Hoegeng di Pelabuhan Belawan datang lagi. Tapi Hoegeng malah meminta agar barang-barang mewah itu dikeluarkan dari rumahnya. Hingga waktu yang ditentukan, utusan itu juga tidak memindahkan barang-barang mewah tersebut.

Apa tindakan Hoegeng?

Tahun 1956, Hoegeng diangkat menjadi Kepala Direktorat Reskrim Kantor Polisi Sumut. Rumah dinasnya berisi barang mewah hadiah para pengusaha. Ia memerintahkan anak buahnya untuk mengeluarkan semuanya. (Istimewa)

Dia memerintahkan polisi pembantunya dan para kuli angkut mengeluarkan barang-barang itu dari rumahnya. Diletakkan begitu saja di depan rumah. Bagi Hoegeng itu lebih baik daripada melanggar sumpah jabatan dan sumpah sebagai polisi Republik Indonesia.
Hoegeng geram mendapati para polisi, jaksa dan tentara disuap dan hanya menjadi kacung para bandar judi. “Sebuah kenyataan yang amat memalukan,” ujarnya geram.

6. Hoegeng dan pemerkosaan Sum Kuning

Sumarijem adalah seorang wanita penjual telur ayam berusia 18 tahun. Tanggal 21 September 1970, Sumarijem yang sedang menunggu bus di pinggir jalan, tiba-tiba diseret masuk ke dalam mobil oleh beberapa orang pria. Di dalam mobil, Sum diberi eter hingga tak sadarkan diri. Dia dibawa ke sebuah rumah di Klaten dan diperkosa bergiliran oleh para penculiknya.
Setelah puas menjalankan aksi biadab mereka, Sum ditinggal begitu saja di pinggir jalan. Gadis malang ini pun melapor ke polisi. Bukannya dibantu, Sum malah dijadikan tersangka dengan tuduhan membuat laporan palsu.
Dalam pengakuannya kepada wartawan, Sum mengaku disuruh mengakui cerita yang berbeda dari versi sebelumnya. Dia diancam akan disetrum jika tidak mau menurut. Sum pun disuruh membuka pakaiannya, dengan alasan polisi mencari tanda palu arit di tubuh wanita malang itu.
Karena melibatkan anak-anak pejabat yang berpengaruh, Sum malah dituding anggota Gerwani. Saat itu memang masa-masanya pemerintah Soeharto gencar menangkapi anggota PKI dan underbouw*-nya, termasuk Gerwani. *)Organisasi sayap.


Diperkosa 7 pemuda di Yogya, Sum Kuning malah dijadikan tersangka.
Kasus Sum disidangkan di Pengadilan Negeri Yogyakarta. Sidang perdana yang ganjil ini tertutup untuk wartawan. Belakangan polisi menghadirkan penjual bakso bernama Trimo. Trimo disebut sebagai pemerkosa Sum. Dalam persidangan Trimo menolak mentah-mentah.
Jaksa menuntut Sum penjara tiga bulan dan satu tahun percobaan. Tapi majelis hakim menolak tuntutan itu. Dalam putusan, Hakim Ketua Lamijah Moeljarto menyatakan Sum tak terbukti memberikan keterangan palsu. Karena itu Sum harus dibebaskan.
Dalam putusan hakim dibeberkan pula nestapa Sum selama ditahan polisi. Dianiaya, tak diberi obat saat sakit dan dipaksa mengakui berhubungan badan dengan Trimo, sang penjual bakso. Hakim juga membeberkan Trimo dianiaya saat diperiksa polisi.
Hoegeng terus memantau perkembangan kasus ini. Sehari setelah vonis bebas Sum, Hoegeng memanggil Komandan Polisi Yogyakarta AKBP Indrajoto dan Kapolda Jawa Tengah Kombes Suswono. Hoegeng lalu memerintahkan Komandan Jenderal Komando Reserse Katik Suroso mencari siapa saja yang memiliki fakta soal pemerkosaan Sum Kuning.
“Perlu diketahui bahwa kita tidak gentar menghadapi orang-orang gede siapa pun. Kita hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jadi kalau salah tetap kita tindak,” tegas Hoegeng.
Hoegeng membentuk tim khusus untuk menangani kasus ini. Namanya Tim Pemeriksa Sum Kuning, dibentuk Januari 1971. Kasus Sum Kuning terus membesar seperti bola salju. Sejumlah pejabat polisi dan Yogyakarta yang anaknya disebut terlibat, membantah lewat media massa.

Hoegeng tak gentar dengan siapapun. Tahun 1971 ia membentuk tim khusus untuk menangani kasus pemerkosaan Sum Kuning. Sejumlah pejabat yang anaknya disebut terlibat, membantah lewat media massa. (Istimewa)
 

Belakangan Presiden Soeharto sampai turun tangan menghentikan kasus Sum Kuning. Dalam pertemuan di istana, Soeharto memerintahkan kasus ini ditangani oleh Team pemeriksa Pusat Kopkamtib. Hal ini dinilai luar biasa. Kopkamtib adalah lembaga negara yang menangani masalah politik luar biasa. Masalah keamanan yang dianggap membahayakan negara. Kenapa kasus perkosaan ini sampai ditangani Kopkamtib?
Dalam kasus persidangan perkosaan Sum, polisi kemudian mengumumkan pemerkosa Sum berjumlah 10 orang. Semuanya anak orang biasa, bukan anak penggede alias pejabat negara. Para terdakwa pemerkosa Sum membantah keras melakukan pemerkosaan ini. Mereka bersumpah rela mati jika benar memerkosa.
Kapolri Hoegeng sadar. Ada kekuatan besar untuk membuat kasus ini menjadi bias.
Tanggal 2 Oktober 1971, Hoegeng dipensiunkan sebagai Kapolri. Beberapa pihak menilai Hoegeng sengaja dipensiunkan untuk menutup kasus ini.

7. Selalu berpesan polisi jangan sampai dibeli

Mantan Kapolri Jenderal Polisi Widodo Budidarmo punya kenangan soal Hoegeng. Widodo ingat betul pesan Hoegeng padanya.
“Mas Widodo jangan sampai kendor memberantas perjudian dan penyelundupan karena mereka ini orang-orang yang berbahaya. Suka menyuap. Jangan sampai polisi bisa dibeli,” tutur Widodo menirukan pesan Hoegeng semasa itu.

Usai pensiun, Kapolri Hoegeng tak memiliki rumah mewah ataupun kendaraan mewah. Ia hidup sederhana dengan kejujuran hingga akhir hayatnya. (Istimewa)

Widodo tahu Hoegeng tidak asal memberikan perintah. Hoegeng telah membuktikan dirinya memang tidak bisa dibeli. Sejak menjadi perwira polisi di Medan, Hoegeng terkenal karena keberanian dan kejujurannya. Dia tak sudi menerima suap sepeser pun. Barang-barang hadiah pemberian penjudi dilemparkannya keluar rumah.
“Kata-kata mutiara yang masih saya ingat dari Pak Hoegeng adalah baik menjadi orang penting, tapi lebih penting menjadi orang baik,” kenang Widodo.
Eliot Ness
Widodo bahkan menyamakan mantan atasannya dengan Eliot Ness, penegak hukum legendaris yang memerangi gembong mafia Al Capone di Chicago, Amerika Serikat. Saat itu, mafia menyuap hampir seluruh polisi, jaksa dan hakim di Chicago. Karena itu mereka bebas menjalankan aksi-aksi kriminal.
Tapi saat itu Eliot Ness dan kelompoknya yang dikenal sebagai The Untouchables atau mereka yang tak tersentuh suap, berhasil mengobrak-abrik kelompok gangster itu.
“Pak Hoegeng itu tak kenal kompromi dan selalu bekerja keras memberantas kejahatan,”  jelas Widodo.
"Baik menjadi orang penting, tapi lebih penting menjadi orang baik."
~ Polisi Hoegeng

Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci.

flexmedia.co.id. Foto (Istimewa): Liputan6.com

Tes Psikologi Cinta: Pendekatan atau PDKT

   Ini  adalah sebuah tes yang secara keseluruhan berhubungan langsung dengan proses pendekatan yang kamu lakukan dengan seseorang yang baru yang mungkin adalah orang yang kamu cintai. Oke langsung saja...

Sekarang coba bayangkan. Hari ini hari paling membahagiakan buat kamu. Sebuah gadget baru yang kamu idam-idamkan berada dalam genggaman. Sekarang jawab pertanyaannya:

1. Kamu langsung menganti wallpaper, kira-kira gambar apa yang kamu pilih?
  • Foto diri sendiri.
  • Foto bersama sahabat.
  • Foto pemandangan alam.
2. Jenis ringtone apa yang kamu gunakan untuk gadget baru itu?
  • Lagu yang gembira, nge-beat.
  • Lagu galau/romantis.
  • Mode diam (silent).
3. Seperti apa jenis gadget yang kamu sukai?
  • Layar sentuh (touchscreen).
  • Memiliki tombol QWERTY.
  • Gadget dengan tombol biasa (candybar).
4. Suatu hari gadget kamu bermasalah, kira-kira bagian mana yang rusak?
  • Speaker-nya.
  • Keypad.
  • Baterainya ngedrop.


Jawaban:

1. Pertanyaan yang diajukan tadi adalah hal yang berhubungan dengan proses pendekatan yang kamu lakukan dengan seseorang yang baru.
  • Diri kamu sendiri: kamu adalah seorang yang pemberani dan optimis. Dalam sebuah hubungan, kamu berani untuk memulainya dengan baik. Hal ini baik, tapi jangan terlalu agresif. Cobalah untuk cerdas dalam melakukan pendekatan dan tidak terburu-buru.
  • Foto bersama sahabat: dalam memulai sebuah hubungan biasanya kamu dibantu oleh sahabat terdekat. Kamu membutuhkan dukungan dan saran.
  • Foto pemandangan alam: tipe orang yang sulit memulai sebuah hubungan baru dengan sendirinya, kamu membiarkan waktu yang mempertemukannya.
2. Cara pendekatan yang kamu lakukan dengan dia.
  • Lagu gembira: kamu mengedepankan logika dan fakta dalam mencari tahu apa kesukaannya agar kamu bisa lebih dekat, ekspresif.
  • Lagu / musik galau: kamu berusaha mengedepankan perasaan dalam berbicara, sensitif, penuh perhatian, personal, dari hati ke hati.
  • Mode Silent: kamu suka melakukan pendekatan secara diam-diam, perlahan tapi pasti. Kamu lebih sering memperhatikannya dari kejauhan.
3. Pertanyaan tadi merupakan tipe pasangan yang kamu inginkan.
  • Layar sentuh: kamu menyukai orang yang sensitif, mengerti perasaanmu, bisa mendengarkan kamu dengan baik, dan bisa menjadi sahabat.
  • QWERTY: kamu menyukai orang yang cerdas dan menarik, pribadi yang dapat membantu kamu menyelesaikan beberapa masalah.
  • Candybar: kamu menyukai orang yang sederhana, apa adanya. Menurutmu, hubungan itu adalah sesuatu yang sederhana tapi mendalam.
4. Masalah yang mungkin terjadi didalam hubungan kamu dan dia.
  • Speaker: kamu kurang menjalin komunikasi. Itulah yang menyebabkan kamu merasa tidak yakin untuk menjalani hubungan dengannya.
  • Keypad: ada beberapa dari sikapnya yang kurang pas. Lambat laun, kamu merasa sepertinya ada ketidakcocokan pada hubungan kalian.
  • Baterainya ngedrop: penyebabnya dari luar diri kalian, bisa jadi terhalang oleh keluarga, teman/lingkungan yang seolah tidak merestui.
@PsikologID

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
23